Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kisah Inspiratif Lapas Tasikmalaya, Budidaya Lele dari Lahan Terbatas

Kisah Inspiratif Lapas Tasikmalaya, Budidaya Lele dari Lahan Terbatas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Budidaya lele Lapas Tasikmalaya menjadi perhatian setelah berhasil mencatat lima kali panen dalam tiga bulan terakhir. Program ketahanan pangan di lingkungan lapas tersebut bahkan berjalan di tengah keterbatasan lahan. Ember dan parit sempit yang sebelumnya tak dimanfaatkan kini berubah menjadi kolam produktif untuk budidaya ikan lele.

Langkah kreatif itu menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Selain mendukung kebutuhan pangan warga binaan, hasil panen juga dipakai untuk kegiatan sosial dan mendukung program makan bergizi di lingkungan lapas.

Lahan Sempit Disulap Jadi Kolam Lele Produktif

Lapas Kelas IIB Tasikmalaya memanfaatkan area terbatas untuk menjalankan budidaya lele secara mandiri. Warga binaan bersama petugas memanfaatkan ember besar dan parit kecil sebagai media pembesaran ikan.

Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Tasikmalaya, Arief Setiyo Budiarto, mengatakan seluruh proses budidaya dilakukan dengan usaha sendiri. Pihak lapas membeli indukan dan bibit lele dari luar karena belum mendapat bantuan khusus untuk pengembangan program tersebut.

“Kalau mengandalkan bantuan memang belum pernah. Bibit dan indukan kami beli sendiri,” ujar Arief, Selasa (28/4/2026).

Meski sederhana, metode itu justru membuahkan hasil yang konsisten. Dalam waktu tiga bulan, lapas berhasil melakukan panen hingga lima kali. Produktivitas tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas mampu mengatasi keterbatasan ruang.

“Lahan sempit, tapi alhamdulillah menghasilkan,” katanya.

Hasil Panen Dipakai untuk Dapur Lapas dan Korban Bencana

Panen lele dari dalam lapas ternyata tidak hanya dipakai untuk kebutuhan internal. Pada panen pertama, hasil budidaya langsung disumbangkan untuk korban bencana alam di Sumatra dan Aceh.

Langkah itu mendapat perhatian karena menunjukkan kepedulian sosial dari lingkungan warga binaan. Setelah penyaluran bantuan tersebut, hasil panen berikutnya diprioritaskan untuk kebutuhan dapur lapas.

Arief menjelaskan bahwa ikan lele hasil budidaya dipakai untuk mendukung kebutuhan makan warga binaan. Karena produksi masih terbatas, pihak lapas belum menjual hasil panen ke luar.

“Kami jual ke dapur lapas untuk memenuhi kebutuhan makan warga binaan. Ini mendukung program MBG,” jelasnya.

Program budidaya tersebut sekaligus membantu efisiensi kebutuhan pangan di dalam lapas. Selain itu, warga binaan juga mendapat pengalaman baru dalam pengelolaan budidaya perikanan skala kecil.

Pemkot Tasikmalaya Siap Beri Dukungan

Keberhasilan budidaya lele di balik jeruji besi mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk membantu pengembangan program tersebut.

Menurutnya, program Sentra Usaha Lapas atau Sule memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas. Karena itu, pemerintah daerah berencana memberi dukungan agar budidaya lele dapat berjalan lebih optimal.

“Kami dari Pemkot akan mendukung penuh program Sule agar budidaya lele ini semakin besar,” ujar Diky.

Dukungan pemerintah diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas manfaat program pembinaan warga binaan.

Budidaya Lele Jadi Simbol Pembinaan dan Ketahanan Pangan

Program budidaya lele di Lapas Tasikmalaya tidak hanya soal panen ikan. Di balik kegiatan tersebut, ada proses pembinaan yang terus berjalan bagi warga binaan.

Mereka belajar bekerja sama, mengelola usaha sederhana, hingga memahami proses budidaya dari awal sampai panen. Aktivitas itu juga menciptakan suasana produktif di lingkungan lapas.

Selain itu, program ini memperlihatkan bagaimana ketahanan pangan dapat dimulai dari langkah kecil. Ember bekas dan parit sempit yang sebelumnya tidak bernilai kini berubah menjadi sumber pangan dan harapan baru.

Di tengah keterbatasan ruang, Lapas Tasikmalaya justru mampu menunjukkan inovasi yang nyata. Hasilnya bukan hanya terlihat dari panen lele yang terus berlangsung, tetapi juga dari tumbuhnya solidaritas dan semangat pembinaan di balik tembok lapas.

Ke depan, budidaya lele tersebut berpotensi menjadi contoh pengembangan ketahanan pangan berbasis lingkungan terbatas. Jika terus mendapat dukungan, program itu bisa berkembang menjadi model pembinaan produktif yang memberi manfaat luas bagi masyarakat maupun warga binaan sendiri. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • delik-aduan

    Delik Aduan dalam KUHP Baru: Apa Artinya bagi Publik?

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    KUHP baru menetapkan penghinaan lembaga negara sebagai delik aduan, membatasi pelaporan dan mencegah penyalahgunaan hukum. albadarpost.com, OPINI – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru mulai 2026 membawa satu istilah hukum yang sering terdengar, tetapi belum tentu dipahami publik: delik aduan. Istilah ini menjadi kunci dalam pengaturan kasus penghinaan terhadap lembaga negara yang belakangan banyak […]

  • Ilustrasi pemilik UMKM memimpin tim karyawan dengan suasana kerja yang harmonis dan produktif

    Tips Kelola Karyawan UMKM Tanpa Ribet, Hasil Maksimal

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kelola karyawan UMKM menjadi tantangan utama bagi banyak pelaku usaha kecil. Tidak sedikit yang mencari cara mengelola karyawan, manajemen tim UMKM, hingga tips mengatur pegawai agar bisnis berjalan lancar. Oleh karena itu, memahami strategi yang tepat akan membantu pemilik usaha membangun tim yang solid, loyal, dan produktif sejak awal. Mengapa Pengelolaan […]

  • wakaf produktif

    Dua Kota Perluas Wakaf Produktif demi Kemandirian Fiskal Warga

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Sukabumi dan Tasikmalaya sepakat memperkuat wakaf produktif sebagai solusi pendanaan sosial dan kemandirian ekonomi. albadarpost.com, LENSA – Kolaborasi dua pemerintah kota di Jawa Barat kembali menguat, kali ini pada sektor yang dinilai mampu menciptakan kemandirian fiskal daerah. Pemerintah Kota Sukabumi dan Pemerintah Kota Tasikmalaya sepakat memperluas pemanfaatan wakaf produktif, instrumen ekonomi yang dianggap bisa menjawab […]

  • pungli Jembatan Cirahong

    Viral! 5 Hal di Balik Dugaan Pungli Jembatan Cirahong Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pungli Jembatan Cirahong mendadak viral dan ramai dibicarakan di media sosial. Dugaan pungutan liar di Jembatan Cirahong, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya itu memicu kemarahan banyak warga. Selain itu, sejumlah netizen mengaku pernah mengalami hal serupa ketika melintas di jembatan penghubung Tasikmalaya dan Ciamis tersebut. Video yang beredar memperlihatkan beberapa pengendara […]

  • Jaringan Narkoba NTB Terbongkar, Dugaan Suap Oknum Aparat Uji Integritas Penegak Hukum

    Jaringan Narkoba NTB dan Dugaan Suap Aparat Terkuak

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus jaringan narkoba NTB kembali menjadi sorotan publik setelah aparat mengungkap dugaan suap yang menyeret oknum penegak hukum. Pengungkapan jaringan peredaran narkotika di Nusa Tenggara Barat itu tidak hanya membuka praktik bisnis ilegal, tetapi juga memunculkan indikasi aliran dana kepada aparat. Karena itu, isu integritas penegak hukum kini ikut menjadi perhatian […]

  • Gambaran seorang muslim merenung dengan tenang di alam terbuka melambangkan ridha dalam tauhid dan keikhlasan menerima takdir Allah

    Hidup Tak Sesuai Rencana? Ini Rahasia Ridha dalam Tauhid

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa hidup tidak berjalan sesuai rencana? Harapan sudah disusun rapi, tetapi kenyataan justru berbalik arah. Di titik inilah ridha dalam tauhid menjadi kunci. Konsep ini bukan sekadar menerima takdir, melainkan sikap hati yang yakin bahwa setiap ketentuan Allah selalu membawa kebaikan. Dalam Islam, ridha juga sering dipahami sebagai ikhlas menerima takdir […]

expand_less