Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kisah Inspiratif Lapas Tasikmalaya, Budidaya Lele dari Lahan Terbatas

Kisah Inspiratif Lapas Tasikmalaya, Budidaya Lele dari Lahan Terbatas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
  • visibility 129
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Budidaya lele Lapas Tasikmalaya menjadi perhatian setelah berhasil mencatat lima kali panen dalam tiga bulan terakhir. Program ketahanan pangan di lingkungan lapas tersebut bahkan berjalan di tengah keterbatasan lahan. Ember dan parit sempit yang sebelumnya tak dimanfaatkan kini berubah menjadi kolam produktif untuk budidaya ikan lele.

Langkah kreatif itu menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Selain mendukung kebutuhan pangan warga binaan, hasil panen juga dipakai untuk kegiatan sosial dan mendukung program makan bergizi di lingkungan lapas.

Lahan Sempit Disulap Jadi Kolam Lele Produktif

Lapas Kelas IIB Tasikmalaya memanfaatkan area terbatas untuk menjalankan budidaya lele secara mandiri. Warga binaan bersama petugas memanfaatkan ember besar dan parit kecil sebagai media pembesaran ikan.

Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Tasikmalaya, Arief Setiyo Budiarto, mengatakan seluruh proses budidaya dilakukan dengan usaha sendiri. Pihak lapas membeli indukan dan bibit lele dari luar karena belum mendapat bantuan khusus untuk pengembangan program tersebut.

“Kalau mengandalkan bantuan memang belum pernah. Bibit dan indukan kami beli sendiri,” ujar Arief, Selasa (28/4/2026).

Meski sederhana, metode itu justru membuahkan hasil yang konsisten. Dalam waktu tiga bulan, lapas berhasil melakukan panen hingga lima kali. Produktivitas tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas mampu mengatasi keterbatasan ruang.

“Lahan sempit, tapi alhamdulillah menghasilkan,” katanya.

Hasil Panen Dipakai untuk Dapur Lapas dan Korban Bencana

Panen lele dari dalam lapas ternyata tidak hanya dipakai untuk kebutuhan internal. Pada panen pertama, hasil budidaya langsung disumbangkan untuk korban bencana alam di Sumatra dan Aceh.

Langkah itu mendapat perhatian karena menunjukkan kepedulian sosial dari lingkungan warga binaan. Setelah penyaluran bantuan tersebut, hasil panen berikutnya diprioritaskan untuk kebutuhan dapur lapas.

Arief menjelaskan bahwa ikan lele hasil budidaya dipakai untuk mendukung kebutuhan makan warga binaan. Karena produksi masih terbatas, pihak lapas belum menjual hasil panen ke luar.

“Kami jual ke dapur lapas untuk memenuhi kebutuhan makan warga binaan. Ini mendukung program MBG,” jelasnya.

Program budidaya tersebut sekaligus membantu efisiensi kebutuhan pangan di dalam lapas. Selain itu, warga binaan juga mendapat pengalaman baru dalam pengelolaan budidaya perikanan skala kecil.

Pemkot Tasikmalaya Siap Beri Dukungan

Keberhasilan budidaya lele di balik jeruji besi mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk membantu pengembangan program tersebut.

Menurutnya, program Sentra Usaha Lapas atau Sule memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas. Karena itu, pemerintah daerah berencana memberi dukungan agar budidaya lele dapat berjalan lebih optimal.

“Kami dari Pemkot akan mendukung penuh program Sule agar budidaya lele ini semakin besar,” ujar Diky.

Dukungan pemerintah diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas manfaat program pembinaan warga binaan.

Budidaya Lele Jadi Simbol Pembinaan dan Ketahanan Pangan

Program budidaya lele di Lapas Tasikmalaya tidak hanya soal panen ikan. Di balik kegiatan tersebut, ada proses pembinaan yang terus berjalan bagi warga binaan.

Mereka belajar bekerja sama, mengelola usaha sederhana, hingga memahami proses budidaya dari awal sampai panen. Aktivitas itu juga menciptakan suasana produktif di lingkungan lapas.

Selain itu, program ini memperlihatkan bagaimana ketahanan pangan dapat dimulai dari langkah kecil. Ember bekas dan parit sempit yang sebelumnya tidak bernilai kini berubah menjadi sumber pangan dan harapan baru.

Di tengah keterbatasan ruang, Lapas Tasikmalaya justru mampu menunjukkan inovasi yang nyata. Hasilnya bukan hanya terlihat dari panen lele yang terus berlangsung, tetapi juga dari tumbuhnya solidaritas dan semangat pembinaan di balik tembok lapas.

Ke depan, budidaya lele tersebut berpotensi menjadi contoh pengembangan ketahanan pangan berbasis lingkungan terbatas. Jika terus mendapat dukungan, program itu bisa berkembang menjadi model pembinaan produktif yang memberi manfaat luas bagi masyarakat maupun warga binaan sendiri. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Erwan Setiawan Dilaporkan

    Kronologi Erwan Setiawan Dilaporkan Kasus Dugaan Rp3 Miliar

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Erwan Setiawan dilaporkan ke Polda Jawa Barat oleh seorang warga Karawang, Andri Somantri, terkait dugaan penipuan dan/atau penggelapan dana senilai Rp3.036.500.000. Laporan tersebut juga mencantumkan nama putra Erwan, Daffa Al Ghifar, serta Sherly Ingga Setiawati dan Indra Kardiansah. Hingga artikel ini diterbitkan, perkara masih berada dalam tahap penanganan kepolisian. Belum ada […]

  • Galunggung Tasikmalaya

    Di Balik Gerak Jalan Galunggung, Bupati Soroti Makna Kebangkitan Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Galunggung Tasikmalaya pagi itu terlihat lebih hidup dari biasanya. Sejak matahari belum tinggi, kawasan wisata Cipanas sudah dipenuhi warga yang datang untuk mengikuti Gerak Jalan Tematik Galunggung “82” tahun 2026, Minggu (26/04/2026). Kegiatan ini juga dikenal sebagai gerak jalan Galunggung yang setiap tahun makin ramai dan jadi perhatian di kalender wisata […]

  • Es Krim Rumahan

    Rahasia Es Krim Rumahan yang Lembut dan Bikin Anak Ketagihan

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ketika cuaca siang mulai terasa terik dan anak-anak menghabiskan waktu libur sekolah di lingkungan rumah, es krim rumahan atau es krim jadul kembali menjadi jajanan yang paling banyak dicari. Rasanya yang sederhana, teksturnya yang lembut, serta harganya yang ramah di kantong membuat es krim rumahan tetap bertahan di tengah maraknya dessert modern […]

  • Kolaborasi MUI dan Kemenag dalam program transmigrasi alumni pesantren untuk penguatan dakwah dan ekonomi umat.

    Strategi Baru Modernisasi Dakwah Bagi Alumni Pesantren

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pesantren tidak lagi berdiri hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan tradisional. Di tengah arus urbanisasi, perubahan ekonomi, dan tantangan ideologi global, pesantren dituntut tampil lebih adaptif. Di sinilah kolaborasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag) menemukan momentumnya. Program transmigrasi alumni pesantren yang tengah disiapkan MUI dan Kemenag bukan sekadar pemindahan penduduk. […]

  • KIP Kuliah UNPER 2026

    Jangan Terlambat, KIP Kuliah UNPER Tasikmalaya Ditutup 31 Juli

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – KIP Kuliah UNPER 2026 kembali membuka peluang bagi lulusan SMA, SMK, dan MA yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi melalui Beasiswa KIP Kuliah. Namun, kesempatan ini memiliki batas waktu yang jelas. Pendaftaran jalur KIP Kuliah di Universitas Perjuangan Tasikmalaya dijadwalkan berakhir pada 31 Juli 2026. Di tengah tingginya minat terhadap program kuliah […]

  • Sistem Jepang

    Rahasia Sistem Jepang Cetak Bintang Sepak Bola Asia

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Mengapa sistem Jepang hampir setiap tahun mampu melahirkan pemain yang bersaing di liga-liga elite Eropa, sementara banyak negara Asia, termasuk Indonesia, masih berjuang membangun regenerasi? Jawabannya tidak semata terletak pada bakat individu. Kuncinya justru berada pada sistem pembinaan Jepang yang dirancang secara terstruktur, berkelanjutan, dan konsisten selama puluhan tahun. Baik Jepang maupun Korea […]

expand_less