Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » RUU Sisdiknas: Kemenag Perjuangkan Guru dan Pesantren

RUU Sisdiknas: Kemenag Perjuangkan Guru dan Pesantren

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) kembali menjadi perhatian berbagai kalangan. Bagi jutaan guru agama, santri, dan pengelola lembaga pendidikan keagamaan, pembahasan regulasi ini tidak sekadar menyangkut perubahan aturan, tetapi juga berkaitan dengan kepastian masa depan pendidikan berbasis nilai dan karakter di Indonesia.

Karena itu, Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat sinergi dalam pembahasan RUU Sisdiknas dengan membawa sejumlah usulan strategis. Fokus utamanya meliputi penguatan nilai Ketuhanan, pengakuan terhadap kekhasan pesantren, serta penataan tata kelola dan kesejahteraan guru agama.

Langkah ini dinilai penting untuk membangun pendidikan nasional yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Nilai Ketuhanan Diusulkan Masuk dalam RUU Sisdiknas

Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi X DPR RI, Kementerian Agama mengusulkan agar nilai Ketuhanan ditegaskan dalam pasal-pasal RUU Sisdiknas.

Usulan tersebut muncul dari pandangan bahwa pendidikan nasional tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan juga harus mampu memperkuat karakter, moralitas, dan nilai-nilai agama sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Kamaruddin Amin menegaskan komitmen Kemenag untuk mewujudkan sistem pendidikan nasional yang berkualitas dan berkeadilan.

“Kami tentu sangat setuju dengan satu sistem pendidikan nasional untuk memastikan kualitas dan mutu pendidikan, sekaligus meminimalisasi disparitas afirmasi negara terhadap lembaga pendidikan,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, 23 Juni 2026.

Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai agama serta persatuan bangsa demi mendorong kemajuan peradaban dan kesejahteraan masyarakat.

Posisi Pesantren Diminta Tetap Kuat dalam Sistem Pendidikan Nasional

Selain mengusulkan penguatan nilai Ketuhanan, Kementerian Agama juga menegaskan pentingnya pengakuan terhadap sistem pendidikan pesantren.

Bagi masyarakat Indonesia, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan. Pesantren merupakan institusi yang telah berkontribusi panjang dalam membentuk karakter, membangun tradisi keilmuan, serta memperkuat nilai kebangsaan.

Karena itu, Kemenag mengusulkan agar keberadaan pesantren tetap diakui berdasarkan kekhasan tradisi dan sistem pendidikannya, tanpa memisahkannya dari Sistem Pendidikan Nasional.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberagaman model pendidikan sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Tata Kelola Guru Agama Jadi Sorotan Penting

Di tengah pembahasan RUU Sisdiknas, persoalan tata kelola guru agama juga menjadi perhatian serius.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amin Suyitno, menilai bahwa selama ini pembinaan guru agama masih menghadapi tantangan akibat adanya pembagian kewenangan lintas instansi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pengembangan karier, pembinaan profesional, hingga aspek kesejahteraan.

Karena itu, Kementerian Agama mengusulkan pengelolaan guru agama yang lebih terpadu agar pembinaan karier dan kesejahteraan dapat berjalan lebih optimal.

Kemenag mengusulkan keterlibatan resmi dalam perencanaan dan penganggaran pendidikan nasional bersama kementerian terkait.

Bagi banyak guru agama di berbagai daerah, usulan tersebut dipandang sebagai harapan baru untuk menghadirkan kepastian tata kelola yang lebih jelas dan berkelanjutan.

Membangun Pendidikan yang Berakar pada Nilai dan Masa Depan

Kemenag menegaskan bahwa usulan dalam RUU Sisdiknas bertujuan membangun pendidikan nasional yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Penguatan nilai Ketuhanan, pesantren, dan guru agama dinilai penting untuk memperkuat fondasi pendidikan nasional.

Di era perubahan cepat, pendidikan nasional harus mencetak generasi yang kompeten, berkarakter, dan berjiwa kebangsaan kuat.

Pada akhirnya, pembahasan RUU Sisdiknas bukan sekadar membahas pasal demi pasal. Lebih dari itu, pembahasan ini menyangkut arah masa depan pendidikan Indonesia.

Sebab, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang berhasil mencetak manusia cerdas, tetapi juga bangsa yang mampu menjaga nilai, memuliakan guru, dan menghormati akar pendidikannya sendiri. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perbedaan Permen dan Kepmen

    Permen, Kepmen, Surat Edaran, Jangan Sampai Tertukar

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perbedaan Permen dan Kepmen masih kerap membingungkan masyarakat. Tidak sedikit yang menganggap Peraturan Menteri (Permen), Keputusan Menteri (Kepmen), dan Surat Edaran Menteri (SE Menteri) memiliki kekuatan hukum yang sama. Padahal, ketiga produk hukum tersebut memiliki fungsi, sifat, sasaran, hingga daya ikat yang berbeda. Memahami perbedaan ini penting agar masyarakat dapat membaca setiap […]

  • Hakordia 2025

    KPK Gelar Hakordia 2025 untuk Perkuat Gerakan Antikorupsi Nasional

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 230
    • 0Komentar

    KPK gelar Hakordia 2025 di Yogyakarta dengan agenda kolaborasi antikorupsi lintas sektor selama empat hari. albadarpost.com, LENSA – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Hakordia 2025 sebagai gerakan kolaborasi nasional yang dipusatkan di Yogyakarta pada 6–9 Desember. Agenda empat hari ini bukan seremoni tahunan, tetapi ruang inklusif yang dirancang untuk memperluas partisipasi publik dalam pencegahan korupsi. Penetapan […]

  • CCTV Mudik Tasikmalaya real-time memantau kondisi lalu lintas di jalur Singaparna, Rajapolah, dan Cipatujah saat arus mudik Lebaran

    Hindari Macet! Ini Cara Cek CCTV Mudik Tasikmalaya Secara Real-Time

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – CCTV Mudik Tasikmalaya kini menjadi solusi cepat bagi masyarakat yang ingin memantau kondisi lalu lintas secara langsung. Melalui layanan ini, pengguna bisa melihat CCTV arus mudik Tasikmalaya atau live streaming lalu lintas Tasikmalaya selama 24 jam penuh. Dengan begitu, pemudik dapat merencanakan perjalanan lebih aman dan efisien sejak awal. Selain itu, […]

  • Apel pagi ASN Tasikmalaya 2026

    ASN Tasikmalaya Didorong Perkuat Kinerja dan Integritas

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Apel pagi ASN Tasikmalaya 2026 menegaskan komitmen wali kota membangun pelayanan publik dan kota yang maju. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya mengawali tahun kerja 2026 dengan menggelar Apel Pagi Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Bale Kota Tasikmalaya, Senin (5/1/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya agenda pemerintahan di awal tahun sekaligus momentum […]

  • banjir Sumatra

    Banjir Sumatra 2025: DPR Tekan Menhut soal Data DAS dan Rehabilitasi

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Komisi IV DPR panggil Menhut bahas banjir Sumatra, pengelolaan DAS, dan evaluasi kebijakan pasca 303 korban. albadarpost.com, HUMANIORA – Air berwarna cokelat tua masih menggenangi desa-desa di Aceh dan Sumatera Barat. Di tepian sungai, batang kayu besar berserakan, tersangkut di jembatan darurat yang dibangun relawan. Di rumah pengungsian, keluarga yang kehilangan anggota tak banyak bicara. […]

  • Lebaran tanpa pulang

    Di Negeri Orang, Mereka Menangis Diam-Diam Saat Lebaran

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Lebaran tanpa pulang bukan sekadar cerita, tetapi luka yang terus dipeluk diam-diam oleh para pekerja migran. Saat gema takbir menggema di kampung halaman, mereka justru terdiam di kamar sempit di negeri orang. Lebaran tanpa pulang, atau tidak mudik saat Lebaran, bukan pilihan ringan—ini adalah harga yang harus dibayar demi keluarga yang mereka […]

expand_less