Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Terungkap! Pendidikan Islam Klasik Lebih Hebat dari Sistem Modern? Ini Faktanya

Terungkap! Pendidikan Islam Klasik Lebih Hebat dari Sistem Modern? Ini Faktanya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 176
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Hari ini, pendidikan islam klasik kembali diperbincangkan. Banyak orang mulai membandingkan sistem pendidikan tradisional Islam dengan pola belajar modern. Anehnya, meski teknologi semakin canggih dan akses ilmu makin luas, kualitas pemahaman justru terasa dangkal. Sistem pendidikan klasik, metode belajar ulama, dan pola pembelajaran tradisional ternyata menyimpan sesuatu yang hilang hari ini: kedalaman.

Lalu muncul pertanyaan yang agak mengganggu: jangan-jangan kita tidak kekurangan akses ilmu—kita kehilangan cara belajar yang benar.

Dulu Melahirkan Ulama, Sekarang Melahirkan Lulusan

Mari kita jujur.

Sistem modern menghasilkan banyak lulusan. Namun, pendidikan Islam klasik melahirkan ulama. Itu dua hal yang berbeda.

Dulu, seseorang belajar bukan untuk lulus. Ia belajar untuk memahami. Bahkan, satu kitab bisa dikaji bertahun-tahun sampai benar-benar meresap. Sementara itu, hari ini, banyak orang mengejar cepat selesai, cepat naik level, dan cepat dapat sertifikat.

Akibatnya, ilmu sering hanya lewat di kepala—tanpa sempat menetap.

Metode Klasik: Lambat, Tapi Mengakar

Berbeda dengan sistem instan hari ini, pendidikan Islam klasik justru terlihat “lambat”. Namun, di situlah kekuatannya.

Metodenya jelas:

  • Talaqqi langsung dari guru
  • Hafalan yang dipahami, bukan sekadar diingat
  • Diskusi yang mengasah logika

Selain itu, murid tidak sekadar menerima. Mereka diuji, dibantah, bahkan dipaksa berpikir lebih dalam.

Memang terasa berat. Tetapi justru karena itu, hasilnya kuat.

Bandingkan dengan sekarang. Informasi datang cepat, tetapi cepat juga hilang.

Adab: Fondasi yang Sekarang Dianggap Tidak Penting

Ini bagian yang paling sering diabaikan.

Dalam pendidikan Islam klasik, adab selalu didahulukan sebelum ilmu. Murid belajar bagaimana bersikap, bukan hanya bagaimana menjawab soal.

Namun hari ini, banyak yang pintar berbicara, tetapi miskin sikap. Banyak yang tahu banyak hal, tetapi tidak tahu bagaimana menggunakan ilmunya.

Padahal, tanpa adab, ilmu bisa berubah menjadi alat kesombongan.

Allah berfirman:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah: 11)

Perhatikan: iman disebut lebih dulu sebelum ilmu. Itu bukan kebetulan.

Lingkungan: Dulu Mendukung, Sekarang Mengganggu

Dulu, orang rela berjalan jauh demi satu ilmu. Fokus mereka tidak terpecah.

Sekarang?

Belajar lima menit saja bisa terganggu notifikasi. Konsentrasi pecah sebelum pemahaman terbentuk. Bahkan, banyak yang lebih sibuk mengumpulkan highlight daripada memahami isi.

Akibatnya, belajar berubah menjadi aktivitas cepat—bukan proses mendalam.

Kenapa Sistem Ini Ditinggalkan?

Jawabannya tidak sederhana, tapi bisa diringkas:

Karena kita ingin serba cepat.

Modernisasi mendorong efisiensi. Namun, tanpa sadar, kita mengorbankan kedalaman. Pendidikan berubah menjadi sistem produksi: cepat, massal, dan terstandarisasi.

Hasilnya terlihat rapi di atas kertas. Namun, sering kosong di dalam.

Apa yang Bisa Kita Ambil?

Kita tidak harus kembali sepenuhnya ke masa lalu. Namun, kita juga tidak bisa menutup mata.

Ada hal-hal yang harus kita ambil kembali:

  • Belajar dengan adab
  • Menghargai proses, bukan hanya hasil
  • Fokus pada pemahaman, bukan sekadar penyelesaian

Karena pada akhirnya, ilmu bukan tentang seberapa banyak yang kita tahu, tetapi seberapa dalam yang kita pahami.

Kita mungkin hidup di zaman paling pintar dalam sejarah. Tapi tanpa cara belajar yang benar, kita hanya akan menjadi generasi yang tahu banyak hal—tanpa benar-benar mengerti apa pun. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iran AS Pakistan diplomasi

    Iran–AS Gelar Diplomasi di Pakistan, Ini Alasan Indonesia Tidak Terlibat

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Iran AS Pakistan diplomasi kembali menjadi sorotan internasional setelah Pakistan resmi menjadi tuan rumah pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington. Isu Iran AS diplomasi di Pakistan ini memunculkan tanda tanya besar di panggung global: mengapa Pakistan yang dipilih, sementara negara-negara netral seperti Indonesia justru tidak masuk dalam skema perundingan? Keputusan […]

  • KDM bayar kuliah Keisha

    KDM Bayar Kuliah Keisha hingga 8 Semester, Polemik Berakhir

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — KDM bayar kuliah Keisha hingga delapan semester setelah potongan percakapan dalam agenda Penerimaan Raya Mahasiswa Baru (Prabu) Universitas Padjadjaran (Unpad) menjadi sorotan di media sosial. Kepastian mengenai biaya kuliah Keisha itu muncul bersamaan dengan penjelasan bahwa mahasiswa tersebut tetap menjalani perkuliahan seperti biasa. Perhatian publik terhadap Keisha bermula setelah percakapannya dengan Gubernur […]

  • Ilustrasi pejabat atau pimpinan yang menerima laporan korupsi namun memilih diam di meja kerjanya

    Ketika Atasan Memilih Diam Padahal Sudah Terima Laporan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Di banyak kantor pemerintahan—dan juga di berbagai organisasi—cerita tentang korupsi sering kali dimulai dari bawah. Seorang staf bermain anggaran. Pejabat teknis memanipulasi laporan. Proyek disulap menjadi ladang keuntungan pribadi.Namun dalam banyak kasus, cerita itu tidak berhenti pada pelaku utama. Ia merambat naik, perlahan, menuju meja pimpinan. Pertanyaannya sederhana: jika atasan sudah menerima […]

  • P3K Paruh Waktu

    Pemkab Pangandaran Serahkan SK P3K Paruh Waktu

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Pemkab Pangandaran serahkan SK P3K paruh waktu untuk perkuat manajemen ASN dan layanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyerahkan surat keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu kepada ribuan aparatur pada Rabu, 24 Desember 2025. Penyerahan dilakukan melalui apel resmi di Alun-alun Parigi dan menjadi langkah penting dalam penataan […]

  • Gerakan ASRI Garut

    Gerakan ASRI Garut Punya Target 200 Meter, Apa Maksudnya?

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Gerakan ASRI Garut kembali membawa isu kebersihan lingkungan ke ruang publik. Namun, kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Garut ini menarik perhatian bukan hanya karena aksi bersih-bersihnya. Ada target konkret yang diterapkan di lapangan: setiap lembaga dan peserta memiliki tanggung jawab membersihkan area sepanjang 200 meter di lokasi yang telah ditentukan. Gerakan […]

  • shalat istikharah

    Panduan Lengkap Shalat Istikharah

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Panduan lengkap shalat istikharah: niat, tata cara, waktu pelaksanaan, dan cara memahami jawabannya. Panduan Lengkap Shalat Istikharah albadarpost.com, FOKUS – Dalam hidup, tidak semua persoalan memiliki jawaban hitam-putih. Banyak keputusan berada di wilayah abu-abu: sama-sama boleh, sama-sama masuk akal, tetapi menentukan arah hidup. Di titik inilah Islam mengenalkan satu ibadah yang sederhana namun dalam maknanya: […]

expand_less