Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Aplikasi Nyari Gawe Permudah Warga Jawa Barat Cari Kerja, Langkah Nyata Digitalisasi Ketenagakerjaan

Aplikasi Nyari Gawe Permudah Warga Jawa Barat Cari Kerja, Langkah Nyata Digitalisasi Ketenagakerjaan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Aplikasi Nyari Gawe bantu warga Jawa Barat mencari kerja lebih cepat, transparan, dan tanpa biaya tambahan.

albadarpost.com, HUMANIORA – Warga Jawa Barat kini punya harapan baru dalam mencari pekerjaan. Aplikasi Nyari Gawe, inovasi digital besutan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hadir sebagai solusi konkret untuk mempertemukan pencari kerja dan perusahaan dalam satu platform daring. Dengan sistem yang transparan, efisien, dan mudah digunakan, aplikasi ini menjadi terobosan penting dalam upaya mengatasi pengangguran di daerah.


Inovasi dari Jawa Barat untuk Dunia Kerja Digital

Aplikasi Nyari Gawe resmi diluncurkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam kunjungannya ke kawasan industri PT Sun Bright Lestari, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Selasa (7/10/2025).
Peluncuran ini menjadi bagian dari agenda besar digitalisasi layanan publik di sektor ketenagakerjaan.

“Selama ini, banyak warga kesulitan mencari kerja karena akses informasi terbatas. Aplikasi Nyari Gawe hadir untuk memangkas kesenjangan itu,” kata Dedi.
Ia menegaskan, platform ini bukan sekadar aplikasi, melainkan jembatan digital yang menghubungkan perusahaan dengan pencari kerja tanpa perantara dan tanpa pungutan apa pun.

“Sudah saatnya pemerintah hadir lewat teknologi. Kita ingin warga Jawa Barat mendapatkan kesempatan kerja yang setara, transparan, dan cepat,” ujarnya.

Melalui aplikasi ini, warga cukup mengunduhnya dari Play Store, lalu membuat akun dan memilih lowongan sesuai minat serta kualifikasi. Seluruh proses pendaftaran hingga pelamaran dapat dilakukan secara daring tanpa perlu datang ke kantor Disnaker.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Indramayu, Asep Kurniawan, menjelaskan bahwa Aplikasi Nyari Gawe kini sudah bisa digunakan oleh seluruh masyarakat Jawa Barat.
“Dengan aplikasi ini, proses mencari kerja jadi lebih cepat, murah, dan tidak berbelit. Semua langsung terkoneksi dengan sistem pemerintah daerah,” katanya, Jumat (10/10/2025).


Langkah Praktis Menggunakan Aplikasi Nyari Gawe

Asep menuturkan, pengguna hanya perlu mengisi data diri secara lengkap agar profil mereka dapat dilihat oleh perusahaan. Semakin lengkap data, semakin besar peluang dilirik.

Berikut cara menggunakan Aplikasi Nyari Gawe:

  1. Unduh aplikasi di Play Store.
  2. Pilih menu “Daftar Sekarang”, lalu klik “Pencari Kerja.”
  3. Isi data seperti NIK, nama, tanggal lahir, email, dan nomor HP.
  4. Lengkapi profil dengan latar pendidikan, pengalaman kerja, serta keahlian.
  5. Setelah akun aktif, pencari kerja dapat langsung menelusuri dan melamar lowongan yang tersedia.

“Semakin lengkap profilnya, semakin besar kemungkinan diterima kerja. Data para pelamar juga langsung terkoneksi ke Disnakertrans Jabar dan diteruskan ke perusahaan,” jelas Asep.

Aplikasi ini tidak hanya menampilkan daftar lowongan, tetapi juga menyediakan fitur tambahan seperti pelacakan status lamaran, tes psikologi, hingga perencanaan karier. Dengan fitur ini, pengguna dapat menilai kesiapan dan potensi diri sebelum melamar pekerjaan.


Jembatan Dua Arah antara Dunia Industri dan Tenaga Kerja Lokal

Tidak hanya membantu pelamar, Aplikasi Nyari Gawe juga menjadi sarana efektif bagi perusahaan untuk menemukan tenaga kerja potensial. Setiap perusahaan yang membuka lowongan diwajibkan melaporkannya ke pemerintah agar terdata secara resmi di sistem.

“Aplikasi ini bersifat dua arah. Dari sisi pencari kerja, mereka bisa melamar dengan mudah; dari sisi perusahaan, mereka bisa mencari kandidat yang sesuai dengan kebutuhan,” ujar Asep.

Menurutnya, Disnaker Indramayu juga aktif melakukan jemput bola ke perusahaan-perusahaan yang mempublikasikan lowongan di media sosial.
“Kalau ada loker di medsos, kami langsung datangi perusahaan itu. Kami ajak mereka masukkan informasi lowongan ke Aplikasi Nyari Gawe supaya lebih luas jangkauannya,” katanya.

Upaya ini mendapat sambutan positif dari dunia usaha. Banyak perusahaan menilai sistem digital ini membantu proses rekrutmen menjadi lebih cepat, terukur, dan bebas praktik percaloan.


Aplikasi Nyari Gawe dan Upaya Menekan Pengangguran di Jawa Barat

Data Disnakertrans Jawa Barat mencatat, sejak diluncurkan dua pekan lalu, ribuan warga telah mengunduh Aplikasi Nyari Gawe. Hal ini menandakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap digitalisasi pelayanan publik.

Menurut Asep, aplikasi ini juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran pascapandemi.
“Dengan sistem daring seperti ini, perusahaan dan pelamar tidak lagi kesulitan bertemu. Ini efisiensi nyata bagi kedua belah pihak,” ucapnya.

Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen memperluas jangkauan aplikasi hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Sosialisasi terus digencarkan agar masyarakat mengetahui manfaat platform tersebut.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan pasar tenaga kerja yang terbuka dan adil untuk semua,” ujar Asep.

Gubernur Dedi Mulyadi pun menegaskan, Aplikasi Nyari Gawe adalah wujud konkret dari visi Jawa Barat sebagai provinsi digital yang berkeadilan sosial.
“Kita tidak ingin warga Jawa Barat menjadi penonton di tengah laju industri. Lewat digitalisasi tenaga kerja, kita pastikan setiap warga punya akses yang sama terhadap peluang ekonomi,” tegasnya.


Sinergi Pemerintah dan Industri: Menyongsong Masa Depan Kerja yang Adaptif

Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggandeng berbagai sektor industri untuk mengoptimalkan fitur-fitur dalam Aplikasi Nyari Gawe. Tak hanya lowongan kerja, sistem ini juga akan menampung pelatihan, sertifikasi, hingga bursa tenaga kerja virtual.

Asep memastikan, kolaborasi antara Disnakertrans Jabar, pemerintah kabupaten/kota, dan pelaku industri akan memperkuat ekosistem kerja berbasis digital di Jawa Barat.
“Kami ingin setiap perusahaan aktif melapor dan meng-update lowongan. Ini akan membuat sistem ketenagakerjaan kita makin adaptif dan terintegrasi,” katanya.


Penutup

Aplikasi Nyari Gawe menjadi langkah maju digitalisasi ketenagakerjaan Jawa Barat, memudahkan pencari kerja sekaligus memperkuat ekonomi lokal. (AlbadarPost/DAS)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muktamar NU 2026

    Muktamar NU 2026: Kiai Ma’ruf Amin Ingatkan NU Jangan Kehilangan Arah

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. KH Ma’ruf Amin mengingatkan bahwa organisasi tidak boleh kehilangan arah perjuangan di tengah dinamika regenerasi kepemimpinan. Menurutnya, kekuatan NU tidak hanya terletak pada besarnya organisasi, tetapi juga pada kesetiaan terhadap nilai, metode, dan gerakan yang diwariskan para pendiri. […]

  • digital publik

    Website DPRD Tasikmalaya: Hak Publik yang Terabaikan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kinerja digital DPRD Kota Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Website resmi lembaga legislatif kota tersebut dinilai belum mampu menjalankan fungsi utama sebagai sarana keterbukaan informasi publik. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat hak masyarakat untuk mengakses informasi kerja-kerja DPRD secara mudah dan akurat. Sorotan tersebut muncul setelah dilakukan perbandingan sederhana terhadap sejumlah website […]

  • Motor Kembali

    Tangis Haru di Mapolres Tasikmalaya, Motor Hilang Akhirnya Pulang

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suasana haru menyelimuti Mapolres Tasikmalaya, Senin (1/6/2026), ketika dua unit sepeda motor hasil curanmor akhirnya kembali ke tangan pemiliknya. Bagi sebagian orang, kendaraan itu mungkin hanya benda mati. Namun bagi para korban, motor tersebut adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari yang sempat hilang selama berbulan-bulan. Dua kendaraan yang diserahkan langsung oleh […]

  • Keuangan Ilegal

    OJK Bertindak Tegas Blokir Ribuan Keuangan Ilegal Sepanjang 2025

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    OJK memblokir ribuan Keuangan Ilegal untuk memperkuat perlindungan konsumen sepanjang 2025. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memblokir 2.617 entitas Keuangan Ilegal sepanjang Januari–November 2025. Kebijakan ini menandai eskalasi penindakan terhadap praktik penipuan digital yang semakin mempengaruhi keamanan finansial masyarakat. Langkah tersebut penting karena jumlah korban dan nilai kerugian terus meningkat dalam dua […]

  • Muscab LVRI Ciamis

    Sekda Ciamis Buka Muscab LVRI 2026

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Muscab LVRI Ciamis resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, di Aula Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Ciamis, Sabtu (11/7/2026). Dalam Musyawarah Cabang LVRI yang diikuti pengurus Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar tersebut, pemerintah daerah menegaskan pentingnya menjaga semangat Juang 1945 sebagai fondasi membangun karakter kebangsaan di tengah […]

  • keuangan daerah Tasikmalaya

    Ketergantungan PAD Ungkap Kerentanan Keuangan Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kondisi keuangan daerah Tasikmalaya kembali mendapat sorotan setelah dua aset utama penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), yakni RSUD dr. Soekardjo dan Pasar Cikurubuk, menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Situasi ini tidak berdiri sendiri sebagai persoalan manajerial aset, melainkan mencerminkan ketergantungan fiskal daerah pada mesin pendapatan yang semakin rentan di tengah tekanan ekonomi dan […]

expand_less