Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Derma Tanpa Batas: Kisah Mengharukan Usman bin Affan

Derma Tanpa Batas: Kisah Mengharukan Usman bin Affan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 211
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Kedermawanan Usman bin Affan selalu menjadi perbincangan hangat di kalangan umat Islam. Sosok sahabat Nabi ini dikenal karena kemurahan hati, infak tanpa batas, dan kepedulian sosial yang luar biasa. Bahkan, kedermawanan Usman bin Affan kerap disebut sebagai simbol sedekah terbesar dalam sejarah Islam.

Ia bukan hanya saudagar kaya, melainkan juga pribadi yang lembut dan penuh rasa malu kepada Allah. Karena itu, setiap kali Islam menghadapi kesulitan, ia tampil di barisan terdepan. Selain itu, ia tidak pernah menunda kesempatan beramal ketika pintu kebaikan terbuka.

Melalui berbagai peristiwa besar, sejarah mencatat bahwa hartanya selalu mengalir untuk kepentingan umat.

Sumur Raumah dan Janji Surga

Salah satu bukti nyata kedermawanan Usman bin Affan tampak ketika kaum Muslimin kesulitan air di Madinah. Saat itu, Sumur Raumah dikuasai seorang Yahudi yang menjual air dengan harga tinggi.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa membeli Sumur Raumah lalu menjadikannya untuk kaum Muslimin, maka baginya surga.”
(HR. Tirmidzi No. 3703, dinyatakan hasan sahih)

Mendengar hadis tersebut, Usman segera membeli sumur itu, lalu menghibahkannya untuk umat. Sejak saat itu, masyarakat dapat mengambil air tanpa membayar.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan keutamaan sedekah yang manfaatnya dirasakan banyak orang. Menurut beliau, amal sosial yang berdampak luas memiliki nilai pahala berlipat.

Karena itu, tindakan Usman bukan sekadar derma biasa, melainkan investasi akhirat yang nyata.

Infak Besar dalam Perang Tabuk

Selain Sumur Raumah, kedermawanan Usman bin Affan juga terlihat saat Perang Tabuk. Ketika itu, pasukan Muslim kekurangan perlengkapan. Situasi sangat genting karena jarak tempuh jauh dan logistik terbatas.

Rasulullah ﷺ mengajak para sahabat untuk berinfak. Tanpa ragu, Usman menyumbangkan 300 unta lengkap dengan perlengkapannya serta 1.000 dinar emas.

Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi ﷺ bersabda:

“Tidak ada yang membahayakan Usman setelah apa yang ia lakukan hari ini.”
(HR. Tirmidzi No. 3701, hasan sahih)

Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menegaskan bahwa infak Usman pada Perang Tabuk menjadi salah satu sedekah terbesar sepanjang sejarah Islam. Bahkan, kontribusinya mampu menguatkan pasukan secara signifikan.

Karena itu, para ulama sepakat bahwa peristiwa ini menunjukkan kedudukan tinggi Usman di sisi Allah.

Qaul Ulama tentang Kemuliaan Usman

Banyak ulama memberikan pujian terhadap kedermawanan Usman bin Affan. Imam Adz-Dzahabi dalam Siyar A’lam an-Nubala menyebut Usman sebagai “al-ghani asy-syakir”, yakni orang kaya yang bersyukur dan memanfaatkan hartanya untuk agama.

Sementara itu, Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa keutamaan Usman terletak pada keseimbangan antara kekayaan dan kezuhudan. Ia memiliki harta melimpah, tetapi hatinya tidak terpaut pada dunia.

Selain derma materi, Usman juga berperan besar dalam pembukuan mushaf Al-Qur’an pada masa kekhalifahannya. Keputusan tersebut menjaga persatuan umat hingga kini.

Karena itu, kedermawanan Usman bin Affan tidak hanya berbentuk bantuan finansial, tetapi juga kontribusi peradaban.

Mengapa Kedermawanannya Tak Bertepi?

Ada beberapa alasan mengapa kedermawanan Usman bin Affan terasa tak berujung. Pertama, ia memahami bahwa harta hanyalah titipan. Kedua, ia percaya penuh pada janji Allah tentang balasan sedekah. Ketiga, ia melihat kebutuhan umat sebagai tanggung jawab bersama.

Selain itu, ia tidak menunggu diminta. Justru, ia aktif mencari peluang untuk berbuat baik. Sikap inilah yang membedakannya dari kebanyakan orang.

Baca juga: Alasan Masakan Rumahan Paling Istimewa

Lebih jauh lagi, Rasulullah ﷺ bahkan menikahkan dua putrinya dengan Usman. Karena itu, ia mendapat julukan Dzun Nurain, pemilik dua cahaya. Gelar ini menunjukkan kemuliaan akhlaknya.

Teladan Abadi bagi Generasi Kini

Di tengah budaya materialisme, kisah kedermawanan Usman bin Affan menjadi pengingat kuat. Kekayaan tidak harus menjauhkan seseorang dari ketakwaan. Sebaliknya, harta bisa menjadi jalan menuju surga jika dikelola dengan benar.

Oleh sebab itu, umat Islam masa kini dapat meneladani semangatnya. Mulailah dari kemampuan masing-masing, lalu niatkan untuk kemaslahatan bersama.

Akhirnya, kedermawanan Usman bin Affan bukan sekadar cerita sejarah. Ia adalah bukti nyata bahwa iman yang kuat melahirkan pengorbanan besar. Selama nilai itu dijaga, semangat berbagi akan terus hidup dalam setiap generasi. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Penganiayaan Banjar

    Kasus Penganiayaan Banjar Dipastikan Bukan Konflik Antar-Suku

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus penganiayaan Banjar yang terjadi di sebuah kafe di kawasan Dobo, Kota Banjar, dipastikan merupakan tindak pidana yang dilakukan oleh oknum dan bukan konflik antar-suku. Penegasan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang mempertemukan Pemerintah Kota Banjar, TNI, Polri, organisasi masyarakat Pemuda Pancasila (PP), serta Paguyuban Suku Batak di Pendopo Wali Kota Banjar, […]

  • Ilustrasi spiritual berlomba dalam kebaikan, menggambarkan manusia berbuat amal saleh dengan nuansa sufistik dan cahaya ilahi.

    Seandainya Kebaikan Jadi Arena Perlombaan

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di tengah riuh dunia yang gemar berlomba dalam angka, kuasa, dan pujian, seruan Fastabiqul Khairat justru terdengar lirih. Padahal, berlomba dalam kebaikan—bersegera dalam amal saleh, mendahului dalam kebajikan, dan berkompetisi dalam ketakwaan—adalah panggilan langit yang tak pernah padam. Fastabiqul Khairat bukan sekadar slogan spiritual, melainkan jalan sunyi para pencari cahaya yang menolak […]

  • kekeringan ciamis

    2.707 Warga Ciamis Terdampak Kekeringan

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kekeringan Ciamis kembali menjadi perhatian setelah rekapitulasi dampak kekeringan tahun 2024 dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis menunjukkan sedikitnya 1.062 kepala keluarga (KK) atau 2.707 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Data tersebut memperlihatkan bahwa krisis air bersih akibat musim kemarau tidak hanya berdampak pada aktivitas sehari-hari warga, tetapi […]

  • OTT KPK

    OTT KPK Kembali, Mengapa Korupsi Daerah Tak Berhenti?

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Satu konferensi pers selesai. Kamera televisi dimatikan. Namun, satu pertanyaan justru semakin keras terdengar di ruang publik: mengapa OTT KPK terhadap kepala daerah masih terus berulang? Belakangan ini, KPK kembali mengumumkan operasi tangkap tangan dalam perkara yang melibatkan seorang kepala daerah. Proses hukum masih berjalan, sementara seluruh pihak tetap berhak atas asas […]

  • SPPG disuspend 2026

    Program Makan Bergizi Terguncang, 1.256 SPPG Dihentikan Serentak

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – SPPG disuspend 2026 menjadi sorotan publik setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional 1.256 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di wilayah Indonesia Timur. Kebijakan ini langsung memicu perhatian karena jumlahnya besar dan terjadi secara serentak. Agenda program makan bergizi gratis (MBG) pun ikut terdampak. Banyak pihak mulai mempertanyakan penyebab utama di balik […]

  • lagu Rukun Sama Teman

    Dari Upacara ke Ruang Kelas: Makna Sosial Lagu “Rukun Sama Teman”

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Pagi Senin di banyak sekolah kini berubah nadanya. Setelah bendera Merah Putih berkibar, siswa tidak langsung bubar. Mereka membaca ikrar, lalu menyanyikan lagu Rukun Sama Teman. Aturan ini mulai diterapkan secara nasional pada 2026. Bagi sebagian orang, ini sekadar tambahan seremoni. Namun bagi dunia pendidikan, keputusan ini menyentuh sesuatu yang lebih dalam: relasi sosial antarpelajar. […]

expand_less