Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemda Tasikmalaya Gandeng Publik untuk Arah Pembangunan

Pemda Tasikmalaya Gandeng Publik untuk Arah Pembangunan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • visibility 189
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: Sosialisasi pengaduan publik di Tasikmalaya menentukan arah transparansi dan kualitas layanan.

albadarpost.com, EDITORIAL – Sosialisasi pengaduan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan satu hal mendasar: transparansi bukan lagi jargon, melainkan ukuran mutu pelayanan publik. Acara yang dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nana Heryana, di Op.room Setda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (09/12/2025), menghadirkan pesan tegas bahwa akses informasi dan mekanisme aduan telah menjadi barometer kepercayaan warga terhadap pemerintah daerah. Ini relevan, karena arus protes masyarakat mengenai infrastruktur dan kualitas layanan meningkat seiring tuntutan publik atas keterbukaan.


Fakta Dasar dan Konteks Publik

Asda Nana menyampaikan, keterbukaan informasi kini menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik. Pemerintah daerah dituntut mampu menyediakan layanan yang lebih cepat, efisien, dan akuntabel. Digitalisasi disebut sebagai poros untuk mempercepat kerja birokrasi. Data pengaduan pun menunjukkan kecenderungan serupa: masyarakat tidak sekadar ingin dilayani, mereka ingin tahu bagaimana keputusan dibuat dan mengapa prioritas pembangunan ditetapkan.

Dalam forum sosialisasi pengaduan publik itu, Asda Nana menyoroti bahwa keluhan masyarakat—khususnya mengenai kerusakan infrastruktur jalan—mendominasi laporan masuk. Aduan itu menjadi alat navigasi pembangunan, termasuk percepatan program “Jalan Kasep” yang dijanjikan selesai dalam dua tahun. Pemerintah mengakui bahwa suara warga bukan beban, tetapi parameter kebutuhan riil di lapangan.

Kegiatan ini dihadiri Komisi Informasi Jawa Barat, Ombudsman Jawa Barat, perwakilan Kemendagri, dan unsur perangkat daerah. Mereka menyampaikan materi tentang standar layanan informasi publik, tata kelola pengaduan sesuai Permendagri 8/2023, serta sinergi PPID untuk memperkuat transparansi.


Transparansi Butuh Disiplin Institusional

Redaksi melihat bahwa sosialisasi pengaduan publik bukan sekadar agenda rutin. Ia merupakan indikator bagaimana pemerintah daerah menata ulang hubungannya dengan warga. Ketika aduan paling dominan menyentuh kerusakan jalan, pemerintah semestinya membaca itu sebagai tanda bahwa kebutuhan dasar belum terpenuhi. Di titik ini, komitmen transparansi diuji melalui dua aspek: responsivitas dan akurasi informasi.

Digitalisasi layanan memang memberi manfaat, tetapi tidak otomatis menutup celah buruknya koordinasi birokrasi. Pemerintah daerah harus memastikan bahwa laporan masyarakat tidak berhenti sebagai statistik. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), sebagaimana ditekankan Asda Nana, perlu diperkuat agar alur informasi publik berjalan efektif dan dapat diverifikasi secara berkala.


Konteks Historis dan Perbandingan

Isu keterbukaan informasi bukan hal baru. Banyak daerah di Indonesia tersendat karena mekanisme pengaduan publik tidak dilengkapi tindak lanjut yang jelas. Di beberapa negara, seperti Korea Selatan dan Estonia, pengaduan publik justru menjadi instrumen yang mampu memangkas birokrasi dan meningkatkan skor kepercayaan publik. Perbandingan ini memberi pelajaran penting: sistem informasi hanya bermakna jika lembaga eksekutornya disiplin.

Baca juga: Pemkab Tasikmalaya Perkuat Sosialisasi Pengaduan Publik

Tasikmalaya berada pada titik krusial untuk menata ulang sistem tersebut. Tingginya aduan di sektor infrastruktur harus dibaca sebagai pola, bukan insiden.


Sikap Redaksi dan Seruan

Albadarpost berpandangan bahwa pemerintah daerah wajib menjadikan sosialisasi pengaduan publik sebagai momentum memperbaiki tata kelola pelayanan. Warga tidak menuntut kemewahan; mereka meminta jalan yang layak, layanan yang responsif, dan proses pembangunan yang transparan. Ini tanggung jawab dasar negara.

Redaksi mendorong Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memperkuat PPID, membuka dashboard laporan secara publik, serta menetapkan tenggat penyelesaian aduan yang terukur. Keterbukaan informasi bukan sekadar kepatuhan administratif, tetapi prasyarat demokrasi lokal yang sehat.


Transparansi tidak hadir dari pidato, tetapi dari mekanisme yang bekerja. Sosialisasi pengaduan publik harus menjadi pintu ke layanan yang lebih jujur dan pembangunan yang berorientasi pada warga.

Sosialisasi pengaduan publik jadi penentu kualitas layanan. Tasikmalaya perlu memperkuat PPID dan disiplin tindak lanjut untuk menjaga kepercayaan warganya.


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Parkir Manual vs Digital

    Parkir Manual vs Digital, Ujian Koordinasi Kebijakan Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Perbedaan arah Dishub dan Kominfo soal parkir menyingkap masalah koordinasi dan tata kelola kebijakan digital Tasikmalaya. Parkir Manual vs Digital, Masalah Arah Kebijakan albadarpost.com, EDITORIAL – Kota Tasikmalaya sedang menghadapi persoalan yang tampak teknis, tetapi berdampak langsung pada tata kelola publik. Dinas Perhubungan (Dishub) memilih mempertahankan sistem retribusi parkir manual, sementara Dinas Komunikasi dan Informatika […]

  • Persiapan Timnas Vietnam

    Persiapan Timnas Vietnam Disorot, Tetap Percaya Diri Hadapi Indonesia

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Persiapan Timnas Vietnam menjelang duel melawan Timnas Indonesia menjadi perhatian pecinta sepak bola Asia Tenggara. Meski hanya memiliki satu sesi latihan resmi setelah tiba di Indonesia, Timnas Vietnam tetap menunjukkan kepercayaan diri tinggi menghadapi pertandingan penting tersebut. Kondisi itu memunculkan pertanyaan menarik: mampukah keyakinan tim menutupi keterbatasan waktu adaptasi? Fakta bahwa Vietnam […]

  • Kuswandi didampingi kuasa hukum di lobi Satreskrim Polresta Pati usai pemeriksaan kasus Ashari.

    Kuswandi Ditangkap Tanpa Surat, Pengacara Donny Soroti Dugaan Pelanggaran KUHAP

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Suasana lobi Satreskrim Polresta Pati, Kamis siang, 7 Mei 2026, mendadak ramai. Sejumlah wartawan mengerubungi seorang pria yang baru keluar dari ruang pemeriksaan. Wajahnya tampak letih. Sesekali ia memegangi bagian rusuk kanannya. Pria itu adalah Kuswandi. Namanya mendadak ramai di media sosial setelah video penangkapannya di Bekasi viral. Namun bukan hanya […]

  • Masakan ibu di dapur rumah dengan hidangan sederhana yang hangat dan penuh makna keluarga.

    Alasan Masakan Rumahan Paling Istimewa

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Masakan ibu selalu memiliki tempat istimewa di hati banyak orang. Masakan rumahan yang sederhana sering terasa lebih nikmat dibanding makanan restoran mahal. Bahkan, rasa makanan buatan ibu mampu menghadirkan kenangan masa kecil, menghadirkan rasa nyaman, dan menguatkan ikatan keluarga. Karena itu, banyak orang menyadari bahwa kelezatan masakan ibu tidak hanya berasal dari […]

  • UU PRT 2026

    Pelan Tapi Pasti: UU PRT 2026 Ubah Cara Kita Memperlakukan PRT

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Selama ini, banyak orang melihat pekerjaan rumah tangga sebagai sesuatu yang “ya sudah begitu saja”. Tidak perlu aturan rumit. Tidak perlu kesepakatan tertulis. Semuanya berjalan berdasarkan kebiasaan. Lalu UU PRT 2026 hadir. Dan tiba-tiba, hal-hal yang dulu terasa wajar mulai dipertanyakan. UU PRT 2026, perlindungan pekerja rumah tangga, dan hak PRT kini […]

  • Petugas kepolisian menjelaskan proses hukum penetapan tersangka kasus penganiayaan Banser Tangerang

    Polisi Tegaskan Proses Penetapan Tersangka Penganiayaan Banser Tangerang

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penegakan hukum kembali menjadi sorotan publik setelah polisi menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan Banser Tangerang. Peristiwa ini menarik perhatian luas karena melibatkan tokoh publik serta organisasi kemasyarakatan. Namun di balik hiruk pikuk pemberitaan, satu hal penting patut dipahami bersama: bagaimana sebenarnya penyidik bekerja dalam menetapkan seseorang […]

expand_less