Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Di Balik Gerak Jalan Galunggung, Bupati Soroti Makna Kebangkitan Tasikmalaya

Di Balik Gerak Jalan Galunggung, Bupati Soroti Makna Kebangkitan Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Galunggung Tasikmalaya pagi itu terlihat lebih hidup dari biasanya. Sejak matahari belum tinggi, kawasan wisata Cipanas sudah dipenuhi warga yang datang untuk mengikuti Gerak Jalan Tematik Galunggung “82” tahun 2026, Minggu (26/04/2026). Kegiatan ini juga dikenal sebagai gerak jalan Galunggung yang setiap tahun makin ramai dan jadi perhatian di kalender wisata daerah.

Di antara keramaian itu, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, tampak hadir langsung. Ia tidak hanya melepas peserta, tapi juga beberapa kali terlihat berbincang dengan panitia di pinggir rute. Suasananya santai, tapi tetap penuh perhatian.

Bukan Sekadar Jalan Santai, Warga Ikut Merasakan Atmosfer Galunggung

Kalau dilihat sekilas, ini seperti kegiatan olahraga biasa. Tapi suasananya lebih dari itu. Ribuan peserta berjalan melewati jalur yang mengelilingi kawasan wisata, sambil menikmati udara dingin khas Galunggung.

Beberapa warga bahkan datang bersama keluarga, hanya untuk ikut meramaikan. Ada yang membawa kamera, ada juga yang sekadar duduk di pinggir jalur sambil menikmati suasana.

Panitia dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya memang sengaja mengemas kegiatan ini agar tidak terasa formal. Lebih dekat ke masyarakat, lebih ringan, tapi tetap punya pesan pariwisata.

Bupati Soroti Makna Galunggung, Bukan Hanya Destinasi

Dalam sambutannya, Bupati Cecep menyinggung hal yang cukup dalam. Ia menyebut Galunggung bukan hanya soal pemandangan atau wisata, tapi juga bagian dari perjalanan panjang masyarakat Tasikmalaya.

“Galunggung ini pernah mengajarkan kita tentang perubahan besar,” begitu kurang lebih yang ia sampaikan di hadapan peserta.

Ia menekankan bahwa kawasan ini punya nilai sejarah dan filosofi. Dari bencana masa lalu, muncul cerita tentang bertahan dan bangkit. Dan menurutnya, itu yang membuat Galunggung berbeda dari destinasi wisata lain.

Warga dan Pemerintah Bertemu di Satu Titik: Pariwisata

Di lapangan, terlihat jelas bagaimana warga dan pemerintah bertemu dalam satu kegiatan yang sama. Tidak ada jarak yang terlalu kaku. Banyak peserta yang memanfaatkan momen ini untuk sekadar berfoto atau mengobrol dengan petugas.

Pemerintah daerah melalui Disparpora Tasikmalaya menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari strategi memperkuat pariwisata lokal. Tapi di sisi lain, warga merasakannya sebagai acara kebersamaan.

Ada semacam titik temu yang tidak selalu terlihat di atas kertas: pariwisata yang hidup dari interaksi langsung.

Dorongan Ekonomi dan Infrastruktur Masih Jadi PR

Meski suasana meriah, Bupati juga menyinggung hal yang lebih serius. Ia menegaskan bahwa pengembangan wisata Galunggung tidak bisa berhenti pada acara seremonial saja.

Infrastruktur, akses, dan fasilitas pendukung masih perlu diperkuat. Tanpa itu, potensi besar kawasan ini tidak akan berkembang maksimal.

Ia juga menyebut pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Karena menurutnya, pariwisata tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan banyak pihak.

Galunggung Pelan-Pelan Naik Kelas

Dari tahun ke tahun, Galunggung terlihat mulai naik kelas sebagai destinasi wisata. Event seperti gerak jalan tematik ini menjadi salah satu cara memperkenalkan kembali kawasan tersebut ke publik yang lebih luas.

Tidak hanya wisata alam, tapi juga wisata pengalaman. Orang datang bukan hanya untuk melihat, tapi juga untuk ikut terlibat.

Dan di titik itu, Galunggung mulai punya cerita yang lebih kuat dari sekadar destinasi di peta.

Lebih dari Sekadar Event Tahunan

Gerak Jalan Tematik Galunggung 2026 mungkin terlihat sederhana di permukaan. Tapi di lapangan, kegiatan ini memperlihatkan sesuatu yang lebih besar: bagaimana wisata, masyarakat, dan pemerintah bisa bergerak dalam satu irama.

Tidak semua orang pulang dengan catatan besar. Tapi banyak yang membawa pengalaman kecil yang mungkin akan mereka ingat.

Dan di situlah Galunggung pelan-pelan membangun posisinya: bukan hanya tempat, tapi pengalaman. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas Pendapatan Daerah

    Pemkab Tasikmalaya Genjot Pendapatan Daerah

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya memperkuat Satgas Pendapatan Daerah guna menaikkan kemandirian fiskal yang masih rendah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memperkuat kinerja Satuan Tugas Optimalisasi Pendapatan Daerah sebagai langkah strategis menghadapi rendahnya tingkat kemandirian fiskal. Penguatan ini ditegaskan dalam rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang digelar di Aula Wiradadaha Bappelitbangda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (23/12/2025). Langkah […]

  • perlindungan wartawan

    Putusan MK Tegaskan Perlindungan Wartawan

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Konstitusi tidak selalu berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga. Namun, ketika putusan itu menyangkut kerja pers, dampaknya merambat jauh: pada hak publik untuk tahu, pada keberanian membongkar fakta, dan pada kualitas demokrasi itu sendiri. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PUU-XXIII/2025, yang dibacakan Januari 2026, hadir di tengah menguatnya kecenderungan membawa sengketa […]

  • Ilustrasi simbolik tentang kewajiban nahi munkar, menggambarkan keberanian menegur kemungkaran sesuai hadis Nabi.

    Nahi Munkar: Iman atau Sekadar Status?

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Nahi Munkar bukan sekadar istilah khutbah Jumat. Nahi munkar, atau kewajiban mencegah kemungkaran, adalah perintah langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tegas, sistematis, dan tidak memberi ruang untuk pura-pura lupa. Namun, di zaman serba viral ini, kita lebih sibuk mengutuk daripada bertindak. Rasulullah bersabda: “مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، […]

  • MBG 5 hari

    MBG Jadi 5 Hari: Strategi Hemat atau Risiko Baru bagi Pelajar?

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kebijakan MBG 5 hari langsung memicu perbincangan publik setelah pemerintah mengurangi frekuensi program Makan Bergizi Gratis menjadi lima hari dalam sepekan. Program makan bergizi atau bantuan nutrisi sekolah ini disebut mampu menghemat anggaran hingga Rp20 triliun. Namun, di tengah klaim efisiensi tersebut, muncul kekhawatiran baru terkait keberlanjutan gizi anak, kualitas asupan nutrisi […]

  • lowongan kerja Singapura 2026

    Peluang Kerja Singapura 2026 Naik Tajam, Ini Profesi Paling Dicari

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Lowongan kerja Singapura 2026 menunjukkan tren meningkat signifikan dan menjadi perhatian banyak pencari kerja di kawasan Asia. Data terbaru memperlihatkan peluang kerja di Singapura tidak hanya bertambah jumlahnya, tetapi juga didominasi oleh posisi baru yang sebelumnya belum pernah ada. Kondisi ini menandakan perubahan besar dalam pasar tenaga kerja sekaligus membuka kesempatan […]

  • Ilustrasi seseorang duduk tenang di tengah kota modern sebagai simbol tasawuf modern dan pencarian ketenangan batin

    Tasawuf Modern: Jalan Tenang di Tengah Hidup yang Bising

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tasawuf modern perlahan kembali dicari. Di tengah kehidupan yang semakin cepat, manusia mulai lelah mengejar banyak hal, tetapi tetap merasa kosong. Spiritualitas Islam, terutama tasawuf, hadir bukan sebagai pelarian, melainkan sebagai jalan pulang—jalan untuk menenangkan hati yang terlalu lama sibuk dengan dunia. Pertanyaannya bukan lagi apakah tasawuf relevan. Melainkan, apakah manusia modern […]

expand_less