Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Di Balik Gerak Jalan Galunggung, Bupati Soroti Makna Kebangkitan Tasikmalaya

Di Balik Gerak Jalan Galunggung, Bupati Soroti Makna Kebangkitan Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 152
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Galunggung Tasikmalaya pagi itu terlihat lebih hidup dari biasanya. Sejak matahari belum tinggi, kawasan wisata Cipanas sudah dipenuhi warga yang datang untuk mengikuti Gerak Jalan Tematik Galunggung “82” tahun 2026, Minggu (26/04/2026). Kegiatan ini juga dikenal sebagai gerak jalan Galunggung yang setiap tahun makin ramai dan jadi perhatian di kalender wisata daerah.

Di antara keramaian itu, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, tampak hadir langsung. Ia tidak hanya melepas peserta, tapi juga beberapa kali terlihat berbincang dengan panitia di pinggir rute. Suasananya santai, tapi tetap penuh perhatian.

Bukan Sekadar Jalan Santai, Warga Ikut Merasakan Atmosfer Galunggung

Kalau dilihat sekilas, ini seperti kegiatan olahraga biasa. Tapi suasananya lebih dari itu. Ribuan peserta berjalan melewati jalur yang mengelilingi kawasan wisata, sambil menikmati udara dingin khas Galunggung.

Beberapa warga bahkan datang bersama keluarga, hanya untuk ikut meramaikan. Ada yang membawa kamera, ada juga yang sekadar duduk di pinggir jalur sambil menikmati suasana.

Panitia dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya memang sengaja mengemas kegiatan ini agar tidak terasa formal. Lebih dekat ke masyarakat, lebih ringan, tapi tetap punya pesan pariwisata.

Bupati Soroti Makna Galunggung, Bukan Hanya Destinasi

Dalam sambutannya, Bupati Cecep menyinggung hal yang cukup dalam. Ia menyebut Galunggung bukan hanya soal pemandangan atau wisata, tapi juga bagian dari perjalanan panjang masyarakat Tasikmalaya.

“Galunggung ini pernah mengajarkan kita tentang perubahan besar,” begitu kurang lebih yang ia sampaikan di hadapan peserta.

Ia menekankan bahwa kawasan ini punya nilai sejarah dan filosofi. Dari bencana masa lalu, muncul cerita tentang bertahan dan bangkit. Dan menurutnya, itu yang membuat Galunggung berbeda dari destinasi wisata lain.

Warga dan Pemerintah Bertemu di Satu Titik: Pariwisata

Di lapangan, terlihat jelas bagaimana warga dan pemerintah bertemu dalam satu kegiatan yang sama. Tidak ada jarak yang terlalu kaku. Banyak peserta yang memanfaatkan momen ini untuk sekadar berfoto atau mengobrol dengan petugas.

Pemerintah daerah melalui Disparpora Tasikmalaya menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari strategi memperkuat pariwisata lokal. Tapi di sisi lain, warga merasakannya sebagai acara kebersamaan.

Ada semacam titik temu yang tidak selalu terlihat di atas kertas: pariwisata yang hidup dari interaksi langsung.

Dorongan Ekonomi dan Infrastruktur Masih Jadi PR

Meski suasana meriah, Bupati juga menyinggung hal yang lebih serius. Ia menegaskan bahwa pengembangan wisata Galunggung tidak bisa berhenti pada acara seremonial saja.

Infrastruktur, akses, dan fasilitas pendukung masih perlu diperkuat. Tanpa itu, potensi besar kawasan ini tidak akan berkembang maksimal.

Ia juga menyebut pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Karena menurutnya, pariwisata tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan banyak pihak.

Galunggung Pelan-Pelan Naik Kelas

Dari tahun ke tahun, Galunggung terlihat mulai naik kelas sebagai destinasi wisata. Event seperti gerak jalan tematik ini menjadi salah satu cara memperkenalkan kembali kawasan tersebut ke publik yang lebih luas.

Tidak hanya wisata alam, tapi juga wisata pengalaman. Orang datang bukan hanya untuk melihat, tapi juga untuk ikut terlibat.

Dan di titik itu, Galunggung mulai punya cerita yang lebih kuat dari sekadar destinasi di peta.

Lebih dari Sekadar Event Tahunan

Gerak Jalan Tematik Galunggung 2026 mungkin terlihat sederhana di permukaan. Tapi di lapangan, kegiatan ini memperlihatkan sesuatu yang lebih besar: bagaimana wisata, masyarakat, dan pemerintah bisa bergerak dalam satu irama.

Tidak semua orang pulang dengan catatan besar. Tapi banyak yang membawa pengalaman kecil yang mungkin akan mereka ingat.

Dan di situlah Galunggung pelan-pelan membangun posisinya: bukan hanya tempat, tapi pengalaman. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sensus Ekonomi 2026

    Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Bongkar Arah Baru Ekonomi Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sensus Ekonomi 2026 resmi memasuki tahap penting di Kota Tasikmalaya. Di balik proses pendataan yang akan menjangkau ribuan pelaku usaha, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya mulai menyiapkan pasukan lapangan melalui pelatihan intensif. Program ini tidak hanya membahas teknik pendataan usaha, tetapi juga mengupas ekonomi digital dan ekonomi lingkungan yang kini […]

  • Kebakaran Kios Ciamis

    Tujuh Kios Warga Terbakar di Panumbangan Ciamis

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Tujuh kios warga terbakar di Panumbangan Ciamis. Dugaan korsleting listrik, Damkar kerahkan satu unit armada. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran melanda deretan kios warga di Dusun Cipetir, Desa Banjarangsana, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Senin (15/12/2025) dini hari. Tujuh kios hangus terbakar, memicu kepanikan warga yang tengah terlelap tidur dan menimbulkan kerugian ekonomi bagi pelaku usaha […]

  • Seseorang berdoa dalam suasana tenang pada malam hari sambil membaca doa Nabi Musa untuk menenangkan hati.

    Merasa Terancam dan Gelisah? Ini Doa Nabi Musa yang Menenangkan Hati

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada malam-malam ketika kepala terasa penuh. Pikiran berisik. Hati juga sulit diajak tenang. Sebagian orang mencoba tidur lebih cepat. Sebagian lain memilih diam cukup lama sambil menatap langit-langit kamar. Dan tidak sedikit yang akhirnya membuka ponsel, lalu mencari satu hal sederhana: Doa Nabi Musa. Doa Nabi Musa saat takut dan menghadapi tekanan […]

  • SE Nomor 7 Tahun 2026

    Saat Guru Honorer Cemas, Mendikdasmen Keluarkan Surat Penting Ini

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Pagi itu ruang guru di sebuah sekolah negeri pinggiran Tasikmalaya belum terlalu ramai. Beberapa kursi masih kosong. Di sudut ruangan, seorang guru honorer tampak sibuk memeriksa buku tugas siswa sambil sesekali membuka telepon genggamnya. Ia sedang membaca kabar tentang SE Nomor 7 Tahun 2026. Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu […]

  • pengadaan lahan Whoosh

    KPK Telusuri Modus Pengadaan Lahan Whoosh yang Rugikan Negara

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    KPK menyelidiki dugaan penjualan ulang aset negara dalam pengadaan lahan Whoosh dan potensi kerugian negara. albadarpost.com, HUMANIORA – Komisi Pemberantasan Korupsi mulai menelusuri dugaan penyimpangan dalam pengadaan lahan Whoosh, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang dikerjakan pemerintah bersama konsorsium BUMN. Lembaga antirasuah menemukan indikasi bahwa negara membeli kembali tanah yang seharusnya masih berstatus milik negara. Jika […]

  • penipuan rumah syariah

    Oknum Camat Diduga Menipu Pembeli Rumah Syariah dan Merugikan Warga Karawang

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Warga Karawang menuntut camat yang diduga melakukan penipuan rumah syariah dengan kerugian Rp1,23 miliar. albadarpost.com, LENSA – Puluhan warga Karawang melaporkan dugaan penipuan rumah syariah yang melibatkan seorang camat berinisial CT. Mereka menuntut kejelasan setelah enam tahun menunggu pembangunan rumah yang tak pernah dimulai. Kasus ini menjadi penting karena melibatkan pejabat publik yang memiliki kewenangan […]

expand_less