Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemprov Jabar Tingkatkan Mitigasi Hadapi Cuaca Ekstrem di Puncak Hujan

Pemprov Jabar Tingkatkan Mitigasi Hadapi Cuaca Ekstrem di Puncak Hujan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
  • visibility 217
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemprov Jabar meminta warga meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem pada puncak musim hujan 2025–2026.

albadarpost.com, LENSAPeringatan resmi mengenai cuaca ekstrem kembali dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. BPBD Jabar menyebut puncak musim hujan yang diprediksi BMKG akan berlangsung pada Desember 2025 serta Februari hingga Maret 2026 berpotensi memicu banjir, longsor, dan pergerakan tanah. Situasi ini menjadi sorotan karena cuaca ekstrem dapat berdampak langsung pada keselamatan warga di wilayah rawan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, menjelaskan bahwa intensitas hujan pada periode tersebut berpotensi lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (4/12/2025), ia menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat diperlukan untuk meminimalkan risiko. “Puncak musim hujan berada di depan mata. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor,” kata Teten.

Pemprov Jabar juga meminta masyarakat menjaga kebersihan saluran air agar fungsi drainase tetap optimal. Warga diminta memantau kondisi lingkungan ketika hujan deras berlangsung, termasuk memanfaatkan aplikasi InaRISK Personal untuk membaca potensi risiko di wilayah masing-masing.


Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Rawan

Penguatan mitigasi kini menjadi fokus BPBD. Masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan diminta memperhatikan tanda awal pergerakan tanah, terutama retakan di permukaan tanah atau perubahan kemiringan bangunan. Indikator sederhana ini kerap menjadi penanda sebelum terjadi longsor. “Jika terdapat tanda-tanda pergerakan tanah, segera menjauh dari lokasi dan menuju titik aman,” ujar Teten.

Selain risiko tanah bergerak, ancaman lain berupa angin puting beliung juga patut diperhatikan. BPBD mengimbau warga menghindari area berisiko seperti pohon berukuran besar, tiang reklame, atau bangunan yang tampak rapuh saat angin kencang melanda. Langkah preventif tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan pascabencana.

Dalam beberapa tahun terakhir, pola curah hujan di Jawa Barat menunjukkan variasi ekstrem. Karena itu, BPBD menilai kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting. Menurut Teten, mitigasi bukan hanya soal perangkat pemerintah, tetapi juga partisipasi publik. “Kalau kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita,” katanya memberikan penekanan pada aspek perilaku lingkungan.


Status Darurat Bencana dan Koordinasi Daerah

Provinsi Jawa Barat telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana sejak 15 September 2025. Status ini akan berlangsung hingga 30 April 2026. Pemerintah daerah bersama 27 kabupaten dan kota memperkuat koordinasi untuk memastikan langkah mitigasi berjalan seragam, mulai dari kesiapan logistik, sistem peringatan dini, hingga penataan jalur evakuasi.

Penetapan status siaga dianggap penting mengingat cuaca ekstrem kerap memicu kejadian tidak terduga. Dengan koordinasi lintas wilayah, pemerintah berharap proses tanggap darurat dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran. Kebijakan ini dirancang untuk melindungi warga pada masa puncak musim hujan yang disebut BMKG sebagai periode paling krusial.

Baca juga: Pemerintah Perkuat Pemberantasan Judi Online di Jawa Barat

Kesiapan masyarakat tetap menjadi elemen utama dalam menghadapi cuaca ekstrem. Pemerintah mengajak warga ikut menjaga lingkungan, memperhatikan kondisi sekitar, dan mengikuti arahan resmi ketika peringatan dini dikeluarkan. Pada periode cuaca ekstrem mendatang, kombinasi kesiapsiagaan pemerintah dan partisipasi masyarakat menjadi kunci mengurangi dampak bencana di Jawa Barat.

Jawa Barat memasuki periode cuaca ekstrem. Pemerintah dan warga perlu siaga bersama untuk mengurangi risiko banjir, longsor, dan pergerakan tanah. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • data bansos

    Data Bansos Meleset, Lansia di Bekasi Tidak Menerima Bantuan

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Kasus Inah di Bekasi menunjukkan data bansos meleset, warga rentan tidak menerima bantuan sosial. albadarpost.com, HUMANIORA – Di sebuah rumah kecil di Kampung Wangkal, Desa Sukajaya, Cibitung, Bekasi, seorang lansia bernama Inah hidup tanpa kepastian. Perempuan 64 tahun itu mengaku tak pernah menerima bantuan sosial, sementara banyak warga di sekitarnya memperoleh bantuan dalam jumlah besar. […]

  • Ilustrasi kondisi kemiskinan di Tasikmalaya dengan warga beraktivitas di lingkungan sederhana mencerminkan kenaikan garis kemiskinan dan kesenjangan sosial.

    Angka Turun, Beban Naik: Fakta Kemiskinan Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kemiskinan di Tasikmalaya mengalami penurunan secara persentase. Namun demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta mencerminkan perbaikan kesejahteraan masyarakat. Faktanya, kemiskinan Tasikmalaya masih menyisakan persoalan serius, terutama terkait kenaikan garis kemiskinan dan kedalaman kemiskinan yang membuat beban hidup warga tetap berat. BPS mencatat persentase penduduk miskin di […]

  • Sekolah Ambruk di Tasikmalaya

    Sekolah Ambruk di Tasikmalaya, Siswa SDN Curugtelu Dua Tahun Belajar di Luar Kelas

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sekolah ambruk di Tasikmalaya paksa siswa belajar di luar kelas. Minim anggaran jadi alasan pemerintah daerah. Bangunan Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Alam Terbuka albadarpost.com, LENSA – Kondisi memprihatinkan tengah dialami oleh Sekolah Dasar Negeri (SDN) Curugtelu di Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dua tahun terakhir, para siswanya terpaksa menimba ilmu di […]

  • Bupati Tasikmalaya memberikan arahan kepada PNS baru tentang nilai BerAKHLAK ASN dalam pelantikan resmi.

    36 PNS Baru Dilantik, Ini Pesan Tegas Bupati Soal BerAKHLAK

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Nilai BerAKHLAK ASN kembali ditegaskan sebagai fondasi utama birokrasi modern. Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, langsung menyampaikan tujuh core values tersebut usai melantik 36 pegawai negeri sipil (PNS) baru, Senin (4/5/2026). Dalam arahannya, ia tidak sekadar meminta nilai BerAKHLAK ASN dihafal. Sebaliknya, ia menekankan agar prinsip tersebut menjadi kompas kerja di […]

  • tawon endas Bekasi

    Dua Bocah Diserang Tawon Endas di Bekasi, Satu Tewas dan Satu Luka Berat

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Tragedi tawon endas Bekasi: dua bocah diserang kawanan Vespa Affinis, satu tewas, satu dirawat intensif. Tragedi Tawon Endas Bekasi: Satu Bocah Tewas, Satu Kritis albadarpost.com, LENSA – Kejadian memilukan menimpa dua bocah kakak beradik di Kampung Piket, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Keduanya diserang puluhan tawon endas Bekasi atau Vespa Affinis saat pulang bersama […]

  • Ilustrasi Baghdad sebagai pusat ilmu pada masa keemasan Islam dengan perpustakaan besar dan ilmuwan berdiskusi

    Baghdad Pernah Jadi Pusat Ilmu Dunia, Kenapa Jarang Dibahas?

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Baghdad kota ilmu bukan sekadar frasa historis, melainkan simbol kejayaan peradaban yang pernah memimpin dunia. Kota ini, yang kini sering diasosiasikan dengan konflik, justru dahulu dikenal sebagai pusat intelektual global. Baghdad sebagai pusat ilmu, kota peradaban Islam, hingga pusat pengetahuan dunia menjadi identitas kuatnya di masa lalu. Di jantung Baghdad, para ilmuwan, […]

expand_less