Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Lagu Diprotes Publik, Ini Penjelasan Lengkap Bupati Purwakarta

Lagu Diprotes Publik, Ini Penjelasan Lengkap Bupati Purwakarta

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lagu Bupati Purwakarta menjadi sorotan publik setelah liriknya memicu perdebatan dan menuai kritik dari sejumlah kalangan. Lagu kontroversial Bupati Purwakarta itu dinilai oleh sebagian pihak mengandung diksi yang dianggap merendahkan perempuan. Menanggapi polemik tersebut, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyampaikan permintaan maaf sekaligus menjelaskan latar belakang lahirnya karya yang kini ramai diperbincangkan.

Penjelasan itu disampaikan setelah lagu berjudul Lalaki Langit Lalanang Bejat menjadi perbincangan di media sosial dan memicu beragam respons. Selain kritik dari masyarakat, lagu tersebut juga menjadi perhatian sejumlah pihak yang meminta agar karya itu ditarik dari ruang publik.

Permintaan Maaf Disampaikan di Tengah Ramainya Polemik

Dalam keterangannya kepada wartawan, Saepul Bahri Binzein menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya kepada mereka yang merasa tersinggung oleh isi lagu tersebut.

Ia mengatakan tidak pernah bermaksud merendahkan ataupun mendiskreditkan perempuan melalui karya yang dibuatnya. Sebaliknya, ia menghormati berbagai masukan dan kritik yang muncul sebagai bagian dari kebebasan masyarakat menyampaikan pendapat.

Menurutnya, setiap karya seni berpotensi menghadirkan beragam penafsiran. Karena itu, ia memilih menyampaikan klarifikasi agar publik memperoleh gambaran yang utuh mengenai proses lahirnya lagu tersebut.

Permintaan maaf itu disampaikan setelah kontroversi terus berkembang dan menjadi perbincangan di berbagai platform digital.

Berawal dari Puisi yang Ditulis Sebelum Menjabat

Saepul menjelaskan bahwa lagu tersebut berasal dari sebuah puisi yang ia tulis pada 2020, jauh sebelum menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Ia menyebut puisi itu merupakan refleksi atas pengalaman hidup dan perenungan pribadi yang kemudian dituangkan dalam bentuk karya sastra.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2023, seorang seniman meminta izin untuk mengaransemen puisi tersebut menjadi sebuah lagu. Dari proses itulah karya tersebut akhirnya diproduksi dan dipublikasikan.

Ia juga menegaskan bahwa pembuatan lagu tidak melibatkan anggaran maupun fasilitas milik Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Seluruh proses produksi, kata dia, berlangsung sebagai bagian dari aktivitas pribadi di luar tugasnya sebagai kepala daerah.

Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang mengenai asal-usul lagu dan proses pembuatannya.

Respons terhadap Somasi dan Permintaan Penarikan Lagu

Kontroversi yang muncul tidak berhenti pada kritik di media sosial. Sejumlah pihak juga melayangkan somasi serta meminta agar lagu tersebut ditarik dari ruang publik.

Menanggapi hal itu, Saepul mengatakan akan berkonsultasi lebih dahulu dengan tim kuasa hukumnya sebelum mengambil keputusan.

Menurutnya, setiap langkah perlu mempertimbangkan aspek hukum sekaligus menghormati aspirasi masyarakat yang telah menyampaikan keberatan terhadap isi lagu tersebut.

Hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai apakah lagu itu akan tetap dipublikasikan atau ditarik dari peredaran.

Polemik yang Menjadi Pengingat bagi Pejabat Publik

Perdebatan mengenai lagu tersebut menunjukkan bahwa karya seni dapat memunculkan beragam tafsir ketika hadir di ruang publik, terlebih jika penciptanya merupakan seorang pejabat.

Situasi ini juga memperlihatkan bahwa karya kreatif tidak hanya dinilai dari maksud pembuatnya, tetapi juga dari cara masyarakat memaknainya. Karena itu, komunikasi yang terbuka menjadi salah satu langkah penting untuk menjelaskan konteks sekaligus meredakan kesalahpahaman.

Di sisi lain, polemik ini kembali mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi berjalan berdampingan dengan tanggung jawab sosial, terutama ketika menyangkut isu yang sensitif dan menyentuh kepentingan publik.

Sementara itu, perhatian masyarakat kini masih tertuju pada langkah yang akan diambil Bupati Purwakarta setelah berkonsultasi dengan kuasa hukumnya terkait keberadaan lagu tersebut.

Kontroversi bisa muncul dari sebuah karya, tetapi cara merespons kritik sering kali menentukan bagaimana publik menilai integritas pembuatnya. Kini, perhatian tertuju pada langkah lanjutan Bupati Purwakarta setelah memilih menjelaskan duduk perkara sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Internet Rakyat

    Pemerintah Dorong Internet Rakyat 5G untuk Perluas Akses Digital Warga

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Internet Rakyat hadir dengan 5G FWA tanpa kabel. Cek cakupan, daftar, dan paket berlangganan Rp100.000 per bulan. albadarpost.com, LENSA – Internet Rakyat mulai tersedia sebagai layanan berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) di sejumlah wilayah Indonesia. Layanan ini ditujukan untuk mempercepat pemerataan akses digital, khususnya bagi masyarakat yang belum terjangkau kabel fiber optik. Keberadaannya penting […]

  • Apel pagi ASN Tasikmalaya 2026

    ASN Tasikmalaya Didorong Perkuat Kinerja dan Integritas

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Apel pagi ASN Tasikmalaya 2026 menegaskan komitmen wali kota membangun pelayanan publik dan kota yang maju. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya mengawali tahun kerja 2026 dengan menggelar Apel Pagi Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Bale Kota Tasikmalaya, Senin (5/1/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya agenda pemerintahan di awal tahun sekaligus momentum […]

  • Bupati Tasikmalaya Dr Cecep Nurul Yakin saat memberikan pernyataan tentang Sekolah Maung SMAN 1 Singaparna dan pendidikan unggulan.

    Bupati Tasikmalaya Soroti Sekolah Maung, Sebut Sejalan dengan Program Presiden

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bupati Tasikmalaya Dr. Cecep Nurul Yakin memberikan apresiasi terhadap keberadaan Sekolah Maung di SMAN 1 Singaparna. Program pendidikan unggulan tersebut dinilai memiliki arah yang sejalan dengan konsep sekolah berkualitas yang saat ini didorong pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurut Cecep, Sekolah Maung menjadi salah satu contoh pengembangan pendidikan yang […]

  • Mesir vs Selandia Baru

    Salah Bersinar, Mesir Balikkan Keadaan dan Menang Dramatis

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Mesir vs Selandia Baru menjadi salah satu pertandingan paling menarik di fase grup Piala Dunia FIFA. Setelah tertinggal lebih dulu, Timnas Mesir menunjukkan mental juara dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-1. Kemenangan Mesir ini sekaligus mempertegas pengaruh Mohamed Salah yang kembali tampil sebagai motor serangan sekaligus pembeda di momen krusial. Bermain […]

  • Ilustrasi seseorang memainkan media sosial bertema politik dengan nuansa gelap dan reflektif menurut kajian Islam.

    Hukum Buzzer Politik dalam Islam, Halal atau Haram?

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Fenomena buzzer politik kini semakin sering dibahas masyarakat. Dalam perspektif Buzzer Politik Islam, topik ini menjadi sensitif karena berkaitan dengan etika berbicara, menyebarkan informasi, hingga tanggung jawab moral di media sosial. Tidak sedikit orang mulai mempertanyakan: apakah menjadi buzzer politik diperbolehkan dalam Islam? Pertanyaan itu muncul karena media sosial hari ini bukan […]

  • karhutla Aceh Barat

    Ketika Angin dan Gambut Memperparah Karhutla di Aceh Barat

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat terus meluas dalam beberapa hari terakhir. Kondisi alam berupa angin kencang, karakter lahan gambut, serta keterbatasan akses menuju lokasi kebakaran menjadi faktor utama yang memperbesar area terbakar dan menyulitkan upaya pemadaman di lapangan. Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, […]

expand_less