Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Hukum Buzzer Politik dalam Islam, Halal atau Haram?

Hukum Buzzer Politik dalam Islam, Halal atau Haram?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 268
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Fenomena buzzer politik kini semakin sering dibahas masyarakat. Dalam perspektif Buzzer Politik Islam, topik ini menjadi sensitif karena berkaitan dengan etika berbicara, menyebarkan informasi, hingga tanggung jawab moral di media sosial.

Tidak sedikit orang mulai mempertanyakan: apakah menjadi buzzer politik diperbolehkan dalam Islam?

Pertanyaan itu muncul karena media sosial hari ini bukan lagi sekadar tempat berbagi pendapat. Platform digital sudah berubah menjadi arena perang opini, propaganda, bahkan saling serang antarkelompok politik.

Dan situasinya terasa semakin panas menjelang momentum politik tertentu.

Di media sosial, orang bisa dengan cepat membagikan potongan video, narasi emosional, hingga komentar provokatif hanya dalam hitungan detik.

Kadang tanpa sempat memeriksa kebenarannya lebih dulu.

Islam Sangat Keras soal Fitnah dan Informasi Bohong

Dalam Islam, menyampaikan informasi tidak bisa dilakukan sembarangan. Al-Qur’an bahkan memberikan peringatan tegas agar umat Islam memverifikasi kabar sebelum menyebarkannya.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya.”
(QS Al-Hujurat: 6)

Ayat ini sering menjadi dasar utama pembahasan etika informasi dalam Islam.

Sebab buzzer politik kerap dikaitkan dengan:

  • penyebaran hoaks,
  • manipulasi opini,
  • framing berlebihan,
  • hingga serangan personal terhadap lawan politik.

Padahal Islam melarang keras fitnah dan kebohongan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Cukuplah seseorang disebut pendusta ketika ia menceritakan semua yang ia dengar.”
(HR Muslim)

Artinya, seorang Muslim tidak boleh asal membagikan informasi hanya karena sesuai dengan kelompok atau kepentingannya.

Karena setiap ucapan tetap akan dipertanggungjawabkan.

Ketika Media Sosial Lebih Ramai daripada Ruang Diskusi

Belakangan, media sosial memang terasa semakin bising. Setiap hari muncul potongan video, debat, dan narasi politik yang terus berganti. Ada yang membaca sambil ngopi pagi sebelum kerja. Ada juga yang diam cukup lama hanya memandangi kolom komentar yang semakin panas.

Tidak sedikit orang membaca debat politik sambil rebahan malam hari dengan layar ponsel yang terus menyala sampai lewat tengah malam.

Kadang seseorang baru sadar sudah menghabiskan hampir satu jam di kolom komentar politik tanpa benar-benar mendapat informasi baru.

Dan itu terjadi perlahan.

Lucunya, sebagian akun hari ini lebih sibuk membela tokoh politik dibanding menjaga hubungan dengan keluarga sendiri.

Fenomena inilah yang membuat banyak orang mulai mempertanyakan batas moral dalam aktivitas digital modern.

Apakah Semua Buzzer Politik Haram?

Dalam kajian para ulama kontemporer, tidak semua aktivitas politik digital otomatis haram.

Jika seseorang menyampaikan informasi yang benar, edukatif, tidak memfitnah, dan bertujuan membangun kebaikan publik, maka aktivitas itu bisa masuk ranah amar ma’ruf.

Namun masalah muncul ketika:

  • informasi dipelintir,
  • fakta disembunyikan,
  • lawan dihina,
  • atau opini dibentuk dengan cara manipulatif.

Di titik itulah banyak ulama mulai mengingatkan bahaya etika digital yang rusak.

Sebab Islam tidak hanya menilai tujuan, tetapi juga cara.

Dan itu sering dilupakan.

Tidak sedikit pengguna media sosial membaca berita politik sambil terus menggulir kolom komentar yang isinya saling menyerang.

Bahkan ada yang mengaku mulai lelah melihat perdebatan yang terasa tidak selesai-selesai.

Ulama Ingatkan Bahaya Ghibah Digital dan Dosa Jari

Dalam Islam, dosa tidak hanya lahir dari lisan. Hari ini, jari di layar ponsel juga bisa membawa dosa yang sama.

Imam An-Nawawi dalam penjelasan tentang ghibah menegaskan bahwa menyebarkan keburukan orang lain tetap haram, baik secara lisan maupun tulisan.

Karena itu, komentar, caption, unggahan ulang, hingga meme politik tetap masuk wilayah moral yang harus dijaga.

Apalagi jika bertujuan menjatuhkan martabat seseorang.

Allah SWT juga berfirman:

“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.”
(QS Al-Hujurat: 12)

Ayat ini terasa sangat relevan dengan kondisi media sosial hari ini.

Karena sebagian akun justru hidup dari memperbesar konflik.

Kadang narasinya sengaja dibuat kasar agar ramai.

Kadang judul dibuat panas agar viral.

Dan perlahan, kebisingan digital mulai dianggap biasa.

Politik dalam Islam Tetap Harus Bermoral

Islam tidak melarang umatnya terlibat dalam politik. Bahkan kepedulian terhadap urusan masyarakat termasuk bagian penting dalam kehidupan sosial Islam.

Namun politik tetap harus dijalankan dengan:

  • kejujuran,
  • adab,
  • akhlak,
  • dan tanggung jawab moral.

Syekh Yusuf Al-Qaradawi pernah mengingatkan bahwa dakwah maupun komunikasi publik tidak boleh dibangun di atas kebohongan dan permusuhan.

Karena kebencian yang terus dipelihara bisa merusak persaudaraan umat.

Di sisi lain, media sosial hari ini memang membuat batas antara dakwah, opini, hiburan, dan propaganda menjadi semakin tipis.

Ada orang yang awalnya hanya ikut membagikan konten politik karena tren pertemanan.

Ada pula yang perlahan terbiasa menyerang pihak lain demi engagement.

Dan itu sering terjadi tanpa terasa.

Bijak Bermedia Sosial Jadi Bagian Akhlak Muslim

Kajian tentang buzzer politik akhirnya bukan hanya soal politik itu sendiri. Tetapi juga soal akhlak, kejujuran, dan tanggung jawab seorang Muslim di ruang digital.

Karena setiap tulisan akan meninggalkan jejak.

Setiap komentar akan dibaca orang lain.

Dan setiap unggahan bisa memengaruhi banyak pikiran sekaligus.

Islam mengajarkan bahwa menjaga lisan adalah tanda keselamatan iman.

Hari ini, mungkin yang perlu dijaga bukan hanya lisan.

Tetapi juga jempol dan tombol “share”.

Sebab di zaman media sosial seperti sekarang, dosa kadang tidak lagi keluar dari mulut.

Tetapi dari layar kecil yang setiap hari kita genggam terlalu lama. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • CCTV Pantura live memantau arus lalu lintas mudik Lebaran secara real-time di jalur pantai utara

    Pantura Macet atau Lancar? Cek CCTV Live Sebelum Berangkat

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – CCTV Pantura live kini jadi solusi paling praktis untuk memantau arus mudik secara real-time. Dengan akses CCTV jalur Pantura, pemudik bisa melihat kondisi lalu lintas terkini, mengecek kemacetan, sekaligus menentukan waktu terbaik untuk berangkat. Tidak hanya itu, pantauan lalu lintas live streaming Pantura juga membantu menghindari titik rawan macet yang sering […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin saat membuka training center MTQH Jawa Barat 2026 di Pendopo Baru Tasikmalaya.

    Bupati Cecep Yakin Tasikmalaya Bisa Jadi Kabupaten Qur’an

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (8/5/2026), terlihat lebih ramai dari biasanya. Sejumlah peserta khafilah tampak datang sejak pagi dengan membawa map dan mushaf Al-Qur’an di tangan mereka. Di beberapa sudut ruangan, peserta terlihat berbincang pelan sambil menunggu kegiatan dimulai. Di tempat itulah Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, membuka Training Center […]

  • Kemiskinan Tasikmalaya

    Dibantu ITB dan Pemprov, Desa Padakembang Jadi Contoh Pengentasan Kemiskinan

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kemiskinan Tasikmalaya kembali menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Di tengah besarnya potensi sumber daya yang dimiliki, angka kemiskinan di Kabupaten Tasikmalaya masih berada di atas rata-rata nasional. Kondisi tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) Potensi Desa Padakembang yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat bersama […]

  • IWAPI Ciamis

    Bukan Sekadar Rayakan HUT RI, IWAPI Ciamis Pilih Berbagi

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Ciamis turut diisi kegiatan sosial. IWAPI Ciamis menggelar santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa di Pendopo Kebudayaan Karangkamulyan, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan DPC IWAPI Kabupaten Ciamis tersebut mengusung tema “Bersama Perempuan Tangguh, Indonesia Maju”. Selain santunan, agenda itu juga memadukan peringatan kemerdekaan dengan […]

  • APBD Ciamis Rp190 Miliar

    Ramai Disebut APBD Ciamis Jebol Rp190 Miliar, Ini Kata Herdiat Sunarya

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA CIAMIS — Polemik APBD Ciamis Rp190 miliar kembali menjadi perhatian publik. Di tengah beredarnya berbagai narasi mengenai dugaan penyimpangan anggaran daerah, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya akhirnya memberikan penjelasan langsung di hadapan masyarakat. Menurutnya, isu yang berkembang terkait APBD Ciamis, anggaran daerah, dan tuduhan korupsi Rp190 miliar tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Pernyataan […]

  • Jamasan Pusaka Ciamis

    Jamasan Pusaka Ciamis 2026, 11 Pusaka Jalani Prosesi

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Tradisi Jamasan Pusaka Ciamis kembali menjadi bagian dari rangkaian budaya masyarakat Tatar Galuh pada Minggu, 30 Agustus 2026. Dalam kegiatan tahun ini, sebanyak 11 benda pusaka mengikuti prosesi jamasan di kawasan Kraton Selagangga dan Situs Jambansari. Berdasarkan informasi kegiatan yang dibagikan Disbudpora Ciamis, rangkaian Jamasan Pusaka Ciamis 2026 diawali dengan Kirab […]

expand_less