Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Mengapa Ada Adzan Kedua Jumat? Ini Dalilnya

Mengapa Ada Adzan Kedua Jumat? Ini Dalilnya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Bagi sebagian umat Islam, adzan kedua Jumat masih menjadi pertanyaan yang sering muncul. Mengapa di banyak masjid terdengar dua kali adzan sebelum salat Jumat, sedangkan pada masa Rasulullah ﷺ disebut hanya ada satu adzan? Pertanyaan mengenai adzan kedua salat Jumat, hukum adzan kedua Jumat, hingga dalil adzan kedua Jumat terus dicari masyarakat. Jawabannya ternyata berakar pada sejarah Islam, memiliki landasan hadis yang sahih, dan telah dibahas oleh para ulama sejak berabad-abad lalu.

Perbedaan praktik tersebut bukan sekadar tradisi, melainkan lahir dari kebutuhan umat pada zamannya. Karena itu, memahami sejarahnya secara utuh akan membantu umat Islam menyikapi perbedaan pendapat dengan bijaksana.

Sejarah Adzan Kedua Jumat Berawal dari Bertambahnya Jumlah Kaum Muslim

Pada masa Rasulullah ﷺ, salat Jumat diawali dengan satu kali adzan ketika beliau telah duduk di atas mimbar. Seusai adzan berkumandang, Nabi langsung menyampaikan khutbah, kemudian memimpin salat Jumat.

Praktik yang sama berlanjut pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab. Saat itu, jumlah penduduk Madinah masih relatif sedikit sehingga satu adzan sudah cukup untuk memberi tanda dimulainya pelaksanaan salat Jumat.

Keterangan tersebut berasal dari hadis sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari.

“Adzan pada hari Jumat pada masa Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, dan Umar dilakukan ketika imam telah duduk di mimbar.”
(HR. Bukhari)

Namun, keadaan berubah ketika pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan. Wilayah Islam berkembang pesat, aktivitas masyarakat semakin ramai, dan banyak orang belum mengetahui bahwa waktu khutbah hampir dimulai.

Melihat kondisi tersebut, Utsman mengambil kebijakan menambahkan satu adzan lebih awal di sebuah tempat bernama Az-Zaura, kawasan yang ramai dengan aktivitas perdagangan. Tujuannya sederhana, yaitu memberi kesempatan kepada masyarakat untuk segera meninggalkan kesibukan mereka dan bersiap menuju masjid.

Dalam riwayat Imam Bukhari disebutkan:

“Ketika jumlah manusia bertambah pada masa Utsman, beliau menambahkan adzan pada hari Jumat di Az-Zaura.”
(HR. Bukhari)

Mengapa Mayoritas Ulama Menerima Adzan Kedua Jumat?

Kebijakan Khalifah Utsman tidak mendapat penolakan dari para sahabat Nabi yang hidup pada masa itu. Karena itulah, mayoritas ulama memandang praktik tersebut sebagai bagian dari sunnah para khulafaur rasyidin yang patut diikuti.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Berpegangteguhlah kalian kepada sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk setelahku.”
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Berdasarkan hadis tersebut, mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali menerima keberadaan dua adzan pada salat Jumat sebagai praktik yang dibenarkan dalam syariat.

Di dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa penambahan adzan oleh Khalifah Utsman dilakukan demi kemaslahatan umat, bukan untuk mengubah tata cara ibadah yang telah diajarkan Rasulullah ﷺ.

Pandangan serupa juga dijelaskan oleh Imam An-Nawawi, yang menerangkan bahwa kebijakan tersebut diterima oleh para sahabat sehingga menjadi dasar kuat dalam fikih Islam.

Mengapa Masih Ada Masjid yang Menggunakan Satu Adzan?

Di sisi lain, sebagian ulama memilih mempertahankan praktik sebagaimana dilakukan Rasulullah ﷺ, yakni satu adzan ketika khatib telah duduk di mimbar.

Pendapat ini berangkat dari keinginan untuk mengikuti praktik yang dilakukan langsung oleh Nabi tanpa tambahan apa pun. Karena itu, perbedaan tersebut termasuk ranah ijtihad dan telah lama dikenal dalam khazanah fikih Islam.

Perbedaan ini tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menyalahkan. Sebaliknya, umat Islam dianjurkan menghormati pendapat yang memiliki dasar ilmiah serta dalil yang dapat dipertanggungjawabkan.

Al-Qur’an Menekankan Tujuan Adzan, Bukan Jumlahnya

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkan jual beli.”
(QS. Al-Jumu’ah: 9)

Ayat tersebut menegaskan bahwa tujuan utama adzan ialah mengajak kaum Muslim segera memenuhi panggilan Allah dan menghadiri salat Jumat. Dengan demikian, esensi yang ditekankan Al-Qur’an adalah kesiapan memenuhi panggilan ibadah, bukan memperdebatkan jumlah adzan.

Di tengah kesibukan masyarakat modern, keberadaan adzan pertama maupun adzan kedua justru menjadi pengingat agar umat Islam dapat meninggalkan aktivitasnya lebih awal sehingga tidak terlambat mengikuti khutbah.

Hikmah yang Dapat Dipetik

Sejarah adzan kedua Jumat mengajarkan bahwa syariat Islam memiliki keluasan dalam menjawab kebutuhan masyarakat selama tidak bertentangan dengan prinsip agama.

Perbedaan pendapat yang lahir dari ijtihad ulama juga menunjukkan kekayaan khazanah keilmuan Islam. Karena itu, umat Islam sebaiknya mengedepankan ilmu, adab, dan persaudaraan ketika menyikapi persoalan fikih yang memang memiliki ruang perbedaan.

Pada akhirnya, yang paling penting bukanlah memperdebatkan berapa kali adzan dikumandangkan, melainkan memastikan diri hadir di masjid tepat waktu, menyimak khutbah dengan khusyuk, dan melaksanakan salat Jumat dengan penuh keimanan.

Adzan Jumat bukan sekadar suara yang menggema dari menara masjid. Ia adalah panggilan Allah kepada setiap hati yang beriman. Maka, ketika adzan berkumandang, jangan hanya mendengarnya—segeralah menjawabnya dengan langkah menuju rumah-Nya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • syafa’at Al-Qur’an

    Syafa’at Al-Qur’an, Penolong Pembaca dari Dunia hingga Akhirat

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Doa Allahummarhamna Bil Quran diyakini membawa syafa’at Al-Qur’an bagi pembacanya, di dunia hingga akhirat. Doa Setelah Belajar Al-Qur’an dan Maknanya bagi Umat albadarpost.com, OPINI – Al-Qur’an diyakini memiliki syafa’at yang agung bagi umat Islam. Keyakinan ini tidak hanya bersandar pada tradisi, tetapi juga pada hadis-hadis sahih yang menjelaskan peran Al-Qur’an sebagai penolong manusia di akhirat. […]

  • Resolusi Tahun Baru Islam

    Resolusi Tahun Baru Islam: Tradisi Modern atau Anjuran Syariat?

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH– Resolusi Tahun Baru Islam menjadi salah satu fenomena yang selalu muncul saat Muharram tiba. Sebagian orang menuliskan target ibadah, memperbaiki keuangan, memperkuat hubungan keluarga, hingga bertekad meninggalkan kebiasaan buruk. Semangat hijrah, muhasabah diri, dan tahun baru Islam seolah menyatu dalam satu momentum perubahan. Namun, tidak sedikit yang bertanya: apakah membuat resolusi Tahun Baru […]

  • UU Anti-Bullying

    Pemerintah Didorong Susun UU Anti-Bullying untuk Tutup Celah Regulasi

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Dorongan penyusunan UU Anti-Bullying menguat karena regulasi yang ada dinilai belum terpadu dan lemah di lapangan. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus perundungan yang terus muncul—termasuk insiden yang sempat viral di Kota Malang—menegaskan bahwa Indonesia masih belum memiliki kerangka hukum yang padu untuk mencegah dan menangani kekerasan antaranak. Situasi itu memunculkan kembali kebutuhan mendesak atas UU Anti-Bullying, […]

  • Ilustrasi siswa melawan guru di kelas sebagai simbol bullying siswa ke guru Purwakarta dan krisis etika pendidikan

    Ketika Murid Tak Lagi Hormati Guru: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Sekolah?

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL — Kasus bullying siswa ke guru di Purwakarta bukan sekadar video viral yang lewat di timeline. Ini lebih dari itu. Ini cermin. Dan yang terlihat di dalamnya tidak nyaman. Fenomena siswa lawan guru, krisis etika di sekolah, hingga sorotan pada lingkungan pendidikan seperti SMAN 1 Purwakarta—semuanya seperti potongan puzzle yang akhirnya membentuk satu […]

  • Perbandingan Militer AS vs Iran 2026 berdasarkan data Global Firepower tentang anggaran, tank, pesawat, dan kapal selam.

    AS vs Iran: Siapa Lebih Kuat? Ini Data Global Firepower

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Perbandingan Militer AS vs Iran kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru dari Global Firepower merilis indeks kekuatan militer 2026. Data tersebut menunjukkan perbedaan signifikan antara kekuatan militer Amerika Serikat dan Iran, baik dari sisi anggaran, personel, maupun alutsista strategis. Dalam laporan itu, Amerika Serikat menempati peringkat pertama dunia dengan PowerIndex sekitar […]

  • Grafik distribusi kekayaan Singapura 1% terkaya 14% total aset

    Kesenjangan Kekayaan Singapura: 1% Terkaya Kuasai 14% Aset Negara

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ketimpangan kekayaan Singapura kembali menjadi perhatian publik setelah data resmi menunjukkan bahwa 1% rumah tangga terkaya menguasai sekitar 14% dari total aset nasional. Meski angka tersebut mencerminkan konsentrasi distribusi kekayaan Singapura yang cukup tinggi, pemerintah menilai tingkat kesenjangan ekonomi itu masih sebanding dengan negara maju lain. Data tersebut disampaikan oleh Jeffrey […]

expand_less