Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Mengapa Ada Adzan Kedua Jumat? Ini Dalilnya

Mengapa Ada Adzan Kedua Jumat? Ini Dalilnya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • visibility 130
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Bagi sebagian umat Islam, adzan kedua Jumat masih menjadi pertanyaan yang sering muncul. Mengapa di banyak masjid terdengar dua kali adzan sebelum salat Jumat, sedangkan pada masa Rasulullah ﷺ disebut hanya ada satu adzan? Pertanyaan mengenai adzan kedua salat Jumat, hukum adzan kedua Jumat, hingga dalil adzan kedua Jumat terus dicari masyarakat. Jawabannya ternyata berakar pada sejarah Islam, memiliki landasan hadis yang sahih, dan telah dibahas oleh para ulama sejak berabad-abad lalu.

Perbedaan praktik tersebut bukan sekadar tradisi, melainkan lahir dari kebutuhan umat pada zamannya. Karena itu, memahami sejarahnya secara utuh akan membantu umat Islam menyikapi perbedaan pendapat dengan bijaksana.

Sejarah Adzan Kedua Jumat Berawal dari Bertambahnya Jumlah Kaum Muslim

Pada masa Rasulullah ﷺ, salat Jumat diawali dengan satu kali adzan ketika beliau telah duduk di atas mimbar. Seusai adzan berkumandang, Nabi langsung menyampaikan khutbah, kemudian memimpin salat Jumat.

Praktik yang sama berlanjut pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab. Saat itu, jumlah penduduk Madinah masih relatif sedikit sehingga satu adzan sudah cukup untuk memberi tanda dimulainya pelaksanaan salat Jumat.

Keterangan tersebut berasal dari hadis sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari.

“Adzan pada hari Jumat pada masa Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, dan Umar dilakukan ketika imam telah duduk di mimbar.”
(HR. Bukhari)

Namun, keadaan berubah ketika pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan. Wilayah Islam berkembang pesat, aktivitas masyarakat semakin ramai, dan banyak orang belum mengetahui bahwa waktu khutbah hampir dimulai.

Melihat kondisi tersebut, Utsman mengambil kebijakan menambahkan satu adzan lebih awal di sebuah tempat bernama Az-Zaura, kawasan yang ramai dengan aktivitas perdagangan. Tujuannya sederhana, yaitu memberi kesempatan kepada masyarakat untuk segera meninggalkan kesibukan mereka dan bersiap menuju masjid.

Dalam riwayat Imam Bukhari disebutkan:

“Ketika jumlah manusia bertambah pada masa Utsman, beliau menambahkan adzan pada hari Jumat di Az-Zaura.”
(HR. Bukhari)

Mengapa Mayoritas Ulama Menerima Adzan Kedua Jumat?

Kebijakan Khalifah Utsman tidak mendapat penolakan dari para sahabat Nabi yang hidup pada masa itu. Karena itulah, mayoritas ulama memandang praktik tersebut sebagai bagian dari sunnah para khulafaur rasyidin yang patut diikuti.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Berpegangteguhlah kalian kepada sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk setelahku.”
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Berdasarkan hadis tersebut, mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali menerima keberadaan dua adzan pada salat Jumat sebagai praktik yang dibenarkan dalam syariat.

Di dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa penambahan adzan oleh Khalifah Utsman dilakukan demi kemaslahatan umat, bukan untuk mengubah tata cara ibadah yang telah diajarkan Rasulullah ﷺ.

Pandangan serupa juga dijelaskan oleh Imam An-Nawawi, yang menerangkan bahwa kebijakan tersebut diterima oleh para sahabat sehingga menjadi dasar kuat dalam fikih Islam.

Mengapa Masih Ada Masjid yang Menggunakan Satu Adzan?

Di sisi lain, sebagian ulama memilih mempertahankan praktik sebagaimana dilakukan Rasulullah ﷺ, yakni satu adzan ketika khatib telah duduk di mimbar.

Pendapat ini berangkat dari keinginan untuk mengikuti praktik yang dilakukan langsung oleh Nabi tanpa tambahan apa pun. Karena itu, perbedaan tersebut termasuk ranah ijtihad dan telah lama dikenal dalam khazanah fikih Islam.

Perbedaan ini tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menyalahkan. Sebaliknya, umat Islam dianjurkan menghormati pendapat yang memiliki dasar ilmiah serta dalil yang dapat dipertanggungjawabkan.

Al-Qur’an Menekankan Tujuan Adzan, Bukan Jumlahnya

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkan jual beli.”
(QS. Al-Jumu’ah: 9)

Ayat tersebut menegaskan bahwa tujuan utama adzan ialah mengajak kaum Muslim segera memenuhi panggilan Allah dan menghadiri salat Jumat. Dengan demikian, esensi yang ditekankan Al-Qur’an adalah kesiapan memenuhi panggilan ibadah, bukan memperdebatkan jumlah adzan.

Di tengah kesibukan masyarakat modern, keberadaan adzan pertama maupun adzan kedua justru menjadi pengingat agar umat Islam dapat meninggalkan aktivitasnya lebih awal sehingga tidak terlambat mengikuti khutbah.

Hikmah yang Dapat Dipetik

Sejarah adzan kedua Jumat mengajarkan bahwa syariat Islam memiliki keluasan dalam menjawab kebutuhan masyarakat selama tidak bertentangan dengan prinsip agama.

Perbedaan pendapat yang lahir dari ijtihad ulama juga menunjukkan kekayaan khazanah keilmuan Islam. Karena itu, umat Islam sebaiknya mengedepankan ilmu, adab, dan persaudaraan ketika menyikapi persoalan fikih yang memang memiliki ruang perbedaan.

Pada akhirnya, yang paling penting bukanlah memperdebatkan berapa kali adzan dikumandangkan, melainkan memastikan diri hadir di masjid tepat waktu, menyimak khutbah dengan khusyuk, dan melaksanakan salat Jumat dengan penuh keimanan.

Adzan Jumat bukan sekadar suara yang menggema dari menara masjid. Ia adalah panggilan Allah kepada setiap hati yang beriman. Maka, ketika adzan berkumandang, jangan hanya mendengarnya—segeralah menjawabnya dengan langkah menuju rumah-Nya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivitas memasak di dapur menggunakan kompor gas dengan api stabil dan teknik hemat energi

    Rahasia Dapur Hemat Gas, Simpel Tapi Jarang Dilakukan

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencari tips hemat gas karena biaya dapur terus meningkat. Cara menghemat gas saat memasak atau trik memasak hemat energi sebenarnya cukup sederhana, namun sering diabaikan. Padahal, dengan teknik yang tepat, penggunaan gas bisa lebih efisien tanpa mengurangi kualitas masakan. Kenapa Gas Cepat Habis Tanpa Disadari? Pertama, banyak orang memasak dengan […]

  • kesederhanaan pesantren

    Bukan Sekadar Sederhana: 9 Nilai Pesantren yang Mengubah Cara Hidup Anak

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kesederhanaan pesantren menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter santri. Nilai ini bukan sekadar gaya hidup hemat, melainkan bagian dari nilai hidup sederhana di pesantren yang mengajarkan ketahanan, keikhlasan, dan kemandirian. Menariknya, di tengah sorotan modernisasi pendidikan, banyak aspek kesederhanaan ini justru jarang diangkat media, padahal dampaknya sangat besar terhadap pembentukan mental generasi […]

  • pungli Jembatan Cirahong

    Viral! 5 Hal di Balik Dugaan Pungli Jembatan Cirahong Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pungli Jembatan Cirahong mendadak viral dan ramai dibicarakan di media sosial. Dugaan pungutan liar di Jembatan Cirahong, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya itu memicu kemarahan banyak warga. Selain itu, sejumlah netizen mengaku pernah mengalami hal serupa ketika melintas di jembatan penghubung Tasikmalaya dan Ciamis tersebut. Video yang beredar memperlihatkan beberapa pengendara […]

  • peacekeeper Indonesia Lebanon

    Duka di Lebanon! Prajurit Indonesia Tewas Saat Misi Perdamaian UNIFIL

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kabar duka datang dari misi perdamaian dunia. Peacekeeper (Pasukan Penjaga Perdamaian) Indonesia Lebanon menjadi sorotan setelah satu prajurit gugur akibat serangan proyektil di wilayah konflik. Insiden ini kembali menegaskan tingginya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon, terutama di tengah memanasnya konflik Israel dan Hezbollah. Selain itu, tragedi ini […]

  • Argentina vs Cabo Verde

    Argentina vs Cabo Verde, Mimpi Besar Hadapi Messi

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Argentina vs Cabo Verde akan menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Duel yang berlangsung di Miami, Amerika Serikat, Jumat (3/7/2026) waktu setempat itu mempertemukan juara bertahan dengan tim debutan yang sukses mencuri perhatian setelah menahan imbang Spanyol dan menyingkirkan Uruguay pada fase grup. Kini, Argentina […]

  • kemiskinan ekstrem Lebak

    Pemkab Lebak Dinilai Abai Tangani Kemiskinan Ekstrem yang Berdampak pada Warga

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Kondisi kemiskinan ekstrem Lebak kembali muncul setelah seorang lansia dan anak ODGJ hidup tanpa bantuan pemerintah. Kemiskinan Ekstrem Lebak dan Kelalaian Pengawasan Negara albadarpost.com, HUMANIORA – Kondisi kemiskinan ekstrem Lebak kembali menjadi sorotan setelah seorang lansia dan putranya yang hidup dengan gangguan jiwa bertahan di gubuk rapuh tanpa dukungan negara. Kisah ini mencerminkan celah serius […]

expand_less