Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Ingin Fokus Ibadah dan Meninggalkan Dunia? Bisa Jadi Itu Tipuan Nafsu

Ingin Fokus Ibadah dan Meninggalkan Dunia? Bisa Jadi Itu Tipuan Nafsu

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
  • visibility 177
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Tajrid dan kasab, adalah dua hal yang seharusnya seimbang. Tapi tidak sedikit orang pernah membayangkan hidup yang seluruhnya diisi ibadah. Tidak lagi sibuk mengejar target pekerjaan. Tidak lagi dipusingkan urusan dagang, sawah, kantor, atau tagihan bulanan. Yang ada hanya zikir, salat, mengaji, dan mendekat kepada Allah.

Sekilas, keinginan itu terdengar mulia.

Namun menurut Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari dalam kitab Al-Hikam, tidak semua keinginan meninggalkan dunia berasal dari petunjuk Allah. Dalam keadaan tertentu, syahwat yang sangat halus dan sulit dikenali justru dapat menyamar di balik keinginan tersebut.

Hikmah tentang tajrid dan kasab ini menjadi salah satu pelajaran tasawuf yang paling sering disalahpahami.

Padahal pesan yang terkandung di dalamnya sangat dekat dengan kehidupan umat Islam sehari-hari.

Tidak Semua Orang Diperintahkan Meninggalkan Dunia

Ibnu Athaillah berkata:

إِرَادَتُكَ التَّجْرِيدَ مَعَ إِقَامَةِ اللهِ إِيَّاكَ فِي الْأَسْبَابِ مِنَ الشَّهْوَةِ الْخَفِيَّةِ، وَإِرَادَتُكَ الْأَسْبَابَ مَعَ إِقَامَةِ اللهِ إِيَّاكَ فِي التَّجْرِيدِ انْحِطَاطٌ مِنَ الْهِمَّةِ الْعَلِيَّةِ

“Keinginanmu untuk lepas dari sebab-sebab (usaha dunia), padahal Allah menempatkanmu pada sebab-sebab itu, merupakan syahwat yang tersembunyi.”

Hikmah ini mengajarkan bahwa seseorang tidak harus meninggalkan pekerjaan untuk mendekat kepada Allah.

Justru bagi sebagian orang, bekerja adalah bagian dari ibadah yang diperintahkan Allah.

Di banyak desa di Priangan, misalnya, masih mudah ditemukan petani yang berangkat ke sawah selepas Subuh. Di tangannya ada cangkul. Tapi di bibirnya ada wirid pendek yang terus berulang sepanjang perjalanan.

Ia mungkin tidak pernah membaca kitab tasawuf yang tebal.

Namun tanpa sadar, ia sedang menjalani hikmah ini setiap hari.

Bekerja dengan tangan.

Tetapi tetap menggantungkan hati kepada Allah.

Begitu pula para pedagang pasar yang membuka kios sejak pagi, para guru yang mengajar murid-muridnya, atau para sopir yang mengantar penumpang dari satu tempat ke tempat lain.

Mereka tidak meninggalkan dunia.

Namun mereka juga tidak melupakan akhirat.

Allah Lebih Tahu Jalan yang Cocok untuk Setiap Hamba

Syarah Al-Hikam mengajarkan bahwa seorang hamba wajib ridha terhadap posisi yang Allah pilihkan untuknya, karena Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi dirinya.

Sebab Allah lebih mengetahui apa yang mendatangkan manfaat dan apa yang mendatangkan mudarat bagi kehidupan hamba-Nya.

Karena itu, ukuran kesalehan bukan terletak pada profesinya.

Ukuran kesalehan terletak pada ketaatan yang dijaga dalam profesi tersebut.

Allah berfirman:

“Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya.”

(QS. Al-Mulk: 15)

Ayat ini menunjukkan bahwa Islam tidak memisahkan antara tajrid dan kasab, antara ibadah dan usaha.

Kasab atau bekerja bukan lawan dari tawakal.

Sebaliknya, tawakal yang benar justru lahir setelah seseorang melakukan usaha terbaik yang mampu ia lakukan.

Syaitan Tidak Selalu Mengajak kepada Maksiat

Salah satu pelajaran menarik dalam syarah ini adalah cara syaitan menggoda manusia.

Sering kali kita membayangkan syaitan mengajak kepada dosa yang jelas terlihat.

Padahal tidak selalu demikian.

Terkadang syaitan datang melalui sesuatu yang tampak baik.

Allah menceritakan bagaimana syaitan menggoda Nabi Adam AS:

“Tuhan tidak melarang kamu mendekati pohon ini melainkan supaya kamu tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal.”

(QS. Al-A’raf: 20)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

“Wahai Adam, maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian dan kerajaan yang tidak akan binasa?”

(QS. Thaha: 120)

Perhatikan cara syaitan bekerja.

Ia tidak mengajak Adam kepada sesuatu yang tampak buruk.

Sebaliknya, ia menawarkan sesuatu yang terlihat indah.

Kekekalan.

Kemuliaan.

Kedudukan.

Hal yang sama sering terjadi dalam kehidupan modern.

Hari ini banyak orang merasa gelisah bukan karena kekurangan, melainkan karena terlalu sering membandingkan hidupnya dengan orang lain.

Media sosial memperlihatkan rumah yang lebih besar.

Mobil yang lebih mewah.

Bisnis yang lebih sukses.

Akibatnya, hati yang sebelumnya tenang menjadi resah.

Jalan Menuju Allah Tidak Selalu Sama

Ada kisah menarik dalam syarah Al-Hikam tentang seorang murid yang ingin meninggalkan kesibukan dunia demi menempuh jalan para wali.

Ia merasa aktivitas mengajar, belajar, dan bergaul dengan manusia justru menghambat perjalanan spiritualnya.

Namun gurunya memberikan jawaban yang tidak terduga.

“Bukan itu yang harus kamu lakukan. Tetaplah dalam kedudukanmu, sedang apa yang akan diberikan Allah kepadamu pasti sampai kepadamu.”

Jawaban ini terasa sederhana.

Tetapi sangat dalam.

Sebab banyak orang mengira jalan menuju Allah harus sama seperti jalan orang lain.

Padahal Allah memiliki cara yang berbeda untuk setiap hamba.

Ada yang menemukan Allah di ruang kelas.

Ada yang menemukannya di sawah.

Dan ada yang menemukannya di pasar.

Serta ada pula yang menemukannya saat mengurus keluarga.

Bahkan tidak sedikit santri yang ketika masih muda ingin meninggalkan seluruh urusan dunia demi fokus beribadah. Namun setelah dewasa, mereka justru memahami bahwa mengajar, berdagang, mengurus anak, dan melayani masyarakat juga merupakan bentuk penghambaan kepada Allah.

Hikmah yang Sering Terlupakan

Tajrid bukan tujuan.

Kasab juga bukan tujuan.

Keduanya hanyalah jalan.

Yang menjadi tujuan tetap sama, yaitu ridha Allah.

Karena itu, seseorang tidak perlu iri kepada jalan hidup orang lain.

Tidak perlu memaksa dirinya menjadi seperti orang lain.

Tidak perlu meninggalkan amanah yang Allah titipkan hanya karena terlihat kurang “spiritual”.

Jika Allah menempatkanmu di pasar, beribadahlah di pasar.

Jika Allah menempatkanmu di sawah, beribadahlah di sawah.

Dan jika Allah menempatkanmu di ruang kerja, beribadahlah di ruang kerja.

Sebab sering kali jalan tercepat menuju Allah bukanlah jalan yang kita pilih sendiri, melainkan jalan yang telah Allah pilihkan untuk kita sejak awal.

Banyak orang menghabiskan hidupnya mencari jalan menuju Allah di tempat yang jauh. Padahal bisa jadi, jalan itu sudah terbentang di depan mata: di sawah yang ia garap, di toko yang ia jaga, di kelas yang ia ajar, atau di keluarga yang setiap hari ia nafkahi dengan penuh keikhlasan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pinjol Ilegal

    OJK Tasikmalaya Warning Babinsa: Jangan Tergoda Pinjol Ilegal

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pinjol ilegal kembali menjadi perhatian serius di Tasikmalaya. Kali ini, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Tasikmalaya memberikan peringatan langsung kepada ratusan Babinsa jajaran Kodim 0612 Tasikmalaya terkait bahaya pinjaman online ilegal yang semakin marak dan meresahkan masyarakat. Peringatan tersebut disampaikan Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, saat kegiatan sosialisasi literasi keuangan […]

  • Strategi UMKM

    Dari Modal Kecil Jadi Omzet Besar, Ini Strategi UMKM Paling Efektif

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak pelaku usaha mencari strategi UMKM yang benar-benar bekerja untuk mengembangkan bisnis kecil menjadi besar. Di tengah persaingan digital yang semakin ketat, strategi bisnis UMKM, pengembangan usaha kecil, serta cara meningkatkan omzet kini menjadi topik paling dicari oleh pelaku usaha di Indonesia. Menariknya, sejumlah UMKM justru berhasil naik kelas bukan karena modal […]

  • kasus korupsi Lampung Tengah

    KPK Tahan Lima Pejabat dalam Kasus Korupsi Lampung Tengah

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    KPK menetapkan lima tersangka dan menahan pejabat terkait kasus korupsi Lampung Tengah setelah OTT. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – KPK menahan lima pejabat dan pihak swasta terkait kasus korupsi Lampung Tengah setelah rangkaian Operasi Tangkap Tangan yang berlangsung Rabu lalu. Penetapan tersangka ini menjadi langkah awal untuk membongkar praktik suap dan gratifikasi yang mengakar dalam pengadaan […]

  • pemakaman Iran

    Pemakaman Ali Larijani di Iran Picu Sorotan Dunia

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemakaman Iran menjadi sorotan global setelah ribuan warga menghadiri prosesi penghormatan terakhir bagi tokoh penting yang tewas akibat serangan mematikan. Peristiwa ini tidak hanya mengguncang publik Iran, tetapi juga memicu perhatian dunia terhadap konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang semakin memanas. Sejak awal, suasana duka langsung terasa. Namun demikian, di […]

  • Ilustrasi keteguhan Sumayyah binti Khayyat sebagai syahidah pertama dalam Islam yang mempertahankan iman di tengah siksaan

    Keteguhan Sumayyah, Syahidah Pertama dalam Islam

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Sumayyah syahidah pertama dalam sejarah Islam bukan sekadar cerita masa lalu. Keteguhan Sumayyah binti Khayyat sebagai syahidah pertama menghadirkan teladan keberanian iman yang tetap relevan hingga kini. Sosok ini dikenal sebagai perempuan yang memilih mempertahankan keyakinan, meski harus menghadapi siksaan berat. Di tengah tekanan kaum Quraisy pada masa awal dakwah Nabi […]

  • penyitaan kendaraan

    Korlantas Polri Tegaskan Penyitaan Kendaraan Hanya Langkah Terakhir, Prioritaskan Ketertiban dan Transparansi

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Korlantas Polri menegaskan penyitaan kendaraan hanya dilakukan pada kasus berisiko tinggi dan tidak sesuai aturan. Korlantas Polri Pastikan Penyitaan Kendaraan Bukan Langkah Utama albadarpost.com, HUMANIORA – Korlantas Polri menegaskan bahwa tindakan penyitaan kendaraan tidak akan dilakukan terhadap pelanggar lalu lintas biasa. Langkah tersebut, menurut Polri, merupakan upaya terakhir apabila kendaraan terbukti digunakan untuk aktivitas berisiko […]

expand_less