Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Kurban Sebelum Salat Id, Sah atau Tidak?

Kurban Sebelum Salat Id, Sah atau Tidak?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 174
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Waktu kurban kembali menjadi pembahasan yang ramai menjelang Idul Adha. Di tengah kesibukan masyarakat modern, banyak orang mulai mempertanyakan hukum menyembelih hewan kurban sebelum Salat Id berlangsung.

Sebagian masyarakat mengira penyembelihan bisa dilakukan kapan saja selama masih berada di bulan Dzulhijjah. Padahal dalam fiqih Islam, waktu penyembelihan kurban memiliki aturan khusus yang sudah dijelaskan langsung oleh Rasulullah ﷺ.

Dan ternyata, persoalan ini bukan sekadar soal teknis penyembelihan.

Tetapi juga menyangkut sah atau tidaknya ibadah kurban seseorang di sisi Allah SWT.

Rasulullah Tegas Soal Waktu Kurban

Mayoritas ulama sepakat bahwa penyembelihan hewan kurban baru dianggap sah setelah Salat Idul Adha selesai dilaksanakan pada 10 Dzulhijjah.

Dalil utamanya berasal dari hadis shahih riwayat Bukhari dan Muslim:

“Barang siapa menyembelih sebelum salat Id, maka itu hanyalah daging yang ia persembahkan untuk keluarganya, bukan hewan kurban.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menjadi dasar kuat dalam hukum fiqih kurban.

Artinya, hewan yang disembelih sebelum Salat Id hanya dianggap sembelihan biasa.

Bukan ibadah kurban.

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ menjelaskan bahwa waktu kurban dimulai setelah Salat Id dan khutbah selesai. Pendapat serupa juga dijelaskan Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni.

Kenapa Harus Menunggu Salat Id?

Dalam fiqih Islam, Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan.

Tetapi juga tentang mengikuti urutan ibadah sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad ﷺ.

Karena itu, Salat Id menjadi penanda resmi dimulainya waktu penyembelihan kurban.

Ulama juga menjelaskan bahwa penyembelihan kurban berlangsung hingga matahari terbenam pada 13 Dzulhijjah atau akhir hari tasyrik.

Artinya umat Islam memiliki waktu empat hari:

  • 10 Dzulhijjah,
  • 11 Dzulhijjah,
  • 12 Dzulhijjah,
  • 13 Dzulhijjah.

Namun waktu paling utama tetap setelah Salat Id pada hari pertama.

Karena itulah sunnah Rasulullah ﷺ.

Fiqih Kontemporer dan Realitas Modern

Dalam kajian fiqih kontemporer, muncul pertanyaan baru dari publik. Misalnya bagaimana hukum kurban di daerah yang tidak melaksanakan Salat Id berjamaah atau bagaimana pengaturan waktu penyembelihan di kota besar yang serba cepat.

Sebagian ulama menjelaskan bahwa waktu kurban tetap dimulai setelah masuk waktu Salat Id di daerah tersebut meski masyarakatnya tidak melaksanakan salat berjamaah.

Hal ini dilakukan agar prinsip dasar syariat tetap terjaga.

Belakangan, suasana Idul Adha memang terasa sedikit berbeda. Setelah Salat Id selesai, orang-orang tidak hanya berkumpul di halaman masjid, tetapi juga mulai membagikan foto hewan kurban, video penyembelihan, hingga proses masak sate lewat media sosial.

Ada yang menontonnya sambil duduk santai bersama keluarga.

Ada juga yang baru sadar waktu sudah siang karena sibuk membantu panitia kurban.

Dan suasana itu selalu terasa khas.

Tradisi Kurban Hari Ini Semakin Berubah

Tidak sedikit panitia kurban mulai memotong daging sambil sesekali mengecek daftar penerima di layar ponsel yang terkena noda darah dan asap bakaran.

Kadang suara takbir masih terdengar ketika sebagian warga mulai menyalakan bara api untuk memasak sarapan pagi Idul Adha.

Suasana kampung perlahan berubah ramai.

Anak-anak berlarian membawa kantong plastik.

Orang tua sibuk membagi daging.

Dan aroma bakaran mulai muncul dari sudut gang.

Lucunya, sebagian orang hari ini lebih sibuk memotret sapi kurban untuk status media sosial dibanding mendengarkan khutbah Idul Adha sampai selesai.

Padahal inti kurban bukan hanya soal daging atau dokumentasi.

Tetapi tentang ketaatan.

Allah Menilai Ketakwaan, Bukan Sekadar Daging

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”
(QS. Al-Hajj: 37)

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah kurban bukan sekadar aktivitas tahunan.

Melainkan simbol kepatuhan dan keikhlasan kepada Allah SWT.

Karena itu, menjaga tata cara dan waktu penyembelihan menjadi bagian penting dalam menyempurnakan ibadah.

Dan hal kecil seperti menunggu Salat Id selesai ternyata memiliki makna besar dalam syariat Islam.

Waktu Kurban Bukan Sekadar Jadwal

Banyak orang menganggap waktu penyembelihan hanya soal teknis pelaksanaan.

Padahal dalam fiqih, waktu memiliki nilai ibadah yang sangat penting.

Karena Islam mengajarkan bahwa ketaatan bukan hanya tentang apa yang dilakukan.

Tetapi juga kapan dan bagaimana ibadah itu dijalankan.

Kadang sederhana.

Namun justru di situlah letak ujian kepatuhan seorang hamba.

Karena dalam Islam, kurban bukan sekadar menyembelih hewan.

Tetapi belajar taat… bahkan pada waktu yang telah Allah tetapkan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Larangan ASN Bandung

    Pemkot Bandung Tunda Perjalanan ASN demi Stabilitas Layanan Nataru

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Pemkot Bandung menerapkan larangan ASN Bandung ke luar negeri untuk menjaga layanan publik selama Nataru 2025–2026. albadarpost.com, LENSA – Larangan ASN Bandung diberlakukan Pemerintah Kota Bandung selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kebijakan ini menentukan bagaimana pelayanan publik tetap stabil di tengah lonjakan aktivitas warga pada masa libur panjang. Wali Kota Bandung […]

  • Laziiz Tasikmalaya

    Laziiz Tasikmalaya Dorong Camilan Desa Naik Kelas

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Laziiz Tasikmalaya mengembangkan camilan desa berstandar halal dan PIRT dengan dampak ekonomi lokal. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin padat, konsumen kini tidak hanya mencari rasa. Mereka menuntut keamanan pangan, konsistensi mutu, dan dampak sosial yang nyata. Di Tasikmalaya, Laziiz Tasikmalaya hadir menjawab kebutuhan itu melalui camilan berbasis desa […]

  • Pesantren Ramah Anak

    Pesantren Ramah Anak: Banjar Perjelas Batas Disiplin dan Kekerasan

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Pesantren Ramah Anak kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Banjar dalam upaya memperkuat perlindungan santri. Bersamaan dengan itu, pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan pesantren menjadi isu penting, terutama ketika pola pembinaan tradisional berhadapan dengan tuntutan perlindungan anak yang semakin kuat. Pemkot Banjar menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Tahun 2026 […]

  • kisah Nabi Ibrahim

    Kisah Nabi Ibrahim yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Nabi Ibrahim dikenal sebagai salah satu kisah paling inspiratif dalam sejarah Islam. Namun tidak banyak yang benar-benar memahami bagaimana hikayat ini yang mengajarkan keikhlasan menghadirkan pelajaran iman yang begitu mendalam. Dalam perjalanan hidupnya, hikayat ini memperlihatkan bagaimana seorang nabi mampu menghadapi ujian berat dengan hati yang penuh ketundukan kepada Allah SWT. […]

  • Nadya Nurazizah

    Siswi SMP Garut Raih Emas Kejurnas Panahan

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Nadya Nurazizah mencatatkan namanya di jajaran atlet muda terbaik Indonesia. Siswi kelas IX SMP Negeri 2 Garut itu berhasil meraih medali emas Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior 2026 setelah menjadi juara Kategori Individu Nasional U-18 Putri pada ajang MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Rabu (29/7/2026). […]

  • Tawakal

    Rahasia Sukses Menurut Al-Hikam: Mulailah dengan Allah

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 222
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Mengapa ada orang yang bekerja tanpa mengenal waktu, tetapi hidupnya terasa jalan di tempat? Sebaliknya, mengapa ada yang melangkah dengan sederhana, namun pintu-pintu kemudahan seolah terbuka satu demi satu? Pertanyaan itu terus muncul dari zaman ke zaman. Jauh sebelum buku-buku motivasi memenuhi rak toko, Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari telah memberikan jawabannya melalui […]

expand_less