Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Menu MBG Ramadan: Ini yang Diterima Siswa Berpuasa dan Tidak

Menu MBG Ramadan: Ini yang Diterima Siswa Berpuasa dan Tidak

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 181
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan. Namun, pemerintah melakukan penyesuaian penting pada menu yang diterima siswa. Penyesuaian ini bukan sekadar teknis distribusi, melainkan cerminan kebijakan yang berupaya menghormati praktik ibadah sekaligus menjaga kecukupan gizi anak sekolah.

Selama Ramadan, siswa Muslim yang berpuasa tidak menerima menu siap santap seperti hari biasa. Sebaliknya, mereka memperoleh paket makanan kering yang dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka. Sementara itu, siswa non-Muslim tetap menerima menu MBG dalam bentuk makanan siap makan sesuai jadwal sekolah.

Perbedaan ini memunculkan pertanyaan publik. Apakah kebijakan tersebut adil? Bagaimana pemerintah memastikan kebutuhan gizi seluruh siswa tetap terpenuhi?

Penyesuaian Menu MBG di Bulan Ramadan

Pemerintah merancang kebijakan menu MBG Ramadan dengan mempertimbangkan kebiasaan ibadah mayoritas siswa. Oleh karena itu, siswa Muslim menerima paket makanan kering berisi kurma, telur rebus, buah, susu, atau sumber protein lain yang mudah disimpan.

Baca juga: Pemeriksaan Ridwan Kamil dan Peran Asisten Pribadi

Paket tersebut dibagikan di sekolah pada siang hari. Dengan demikian, siswa dapat membawanya pulang dan mengonsumsinya saat waktu berbuka. Skema ini menjaga tujuan utama MBG, yakni pemenuhan gizi, tanpa mengganggu pelaksanaan puasa.

Sebaliknya, siswa non-Muslim tetap menerima menu MBG seperti biasa. Mereka mengonsumsi makanan bergizi di sekolah sesuai jam makan. Kebijakan ini diterapkan di sekolah yang memiliki siswa lintas agama agar layanan tetap berjalan optimal.

Melalui pendekatan ini, pemerintah berupaya menyesuaikan layanan tanpa menghentikan program. Selain itu, negara ingin memastikan tidak ada kelompok siswa yang tertinggal dari sisi asupan gizi.

Prinsip Keadilan Gizi dalam Program MBG

Perbedaan menu MBG Ramadan bukan bentuk diskriminasi. Sebaliknya, kebijakan ini berdiri di atas prinsip keadilan kontekstual. Keadilan tidak selalu berarti perlakuan yang sama, tetapi perlakuan yang sesuai kebutuhan.

Siswa yang berpuasa membutuhkan pola konsumsi berbeda. Oleh sebab itu, menu kering menjadi pilihan yang relevan. Di sisi lain, siswa yang tidak berpuasa tetap membutuhkan asupan energi di siang hari untuk mendukung aktivitas belajar.

Pemerintah memosisikan MBG sebagai program berbasis kebutuhan. Karena itu, pendekatan seragam justru berpotensi mengabaikan kondisi riil siswa. Dengan menyesuaikan menu, negara berupaya hadir secara lebih sensitif dan fungsional.

Selain itu, kebijakan ini juga mencerminkan penghormatan terhadap keberagaman. Sekolah menjadi ruang bersama yang mengakomodasi perbedaan tanpa mengorbankan hak dasar anak.

Menjaga Tujuan Utama MBG di Tengah Ibadah

Tujuan utama MBG tetap sama, yaitu memperbaiki status gizi siswa dan mendukung konsentrasi belajar. Ramadan tidak mengubah tujuan tersebut. Yang berubah hanyalah metode pelaksanaannya.

Pemerintah menilai bahwa menghentikan MBG selama Ramadan justru berisiko menurunkan asupan gizi siswa, terutama bagi keluarga rentan. Oleh karena itu, penyesuaian menu menjadi solusi yang lebih tepat.

Baca juga: Branding Sekolah dan Tanggung Jawab Pendidikan

Di sisi lain, kebijakan ini juga mengajarkan nilai toleransi sejak dini. Anak-anak belajar bahwa perbedaan praktik ibadah dapat berjalan berdampingan dalam satu sistem pendidikan.

Antara Kebijakan Publik dan Kepekaan Sosial

Menu MBG Ramadan menunjukkan bahwa kebijakan publik tidak berdiri di ruang hampa. Ia bersinggungan langsung dengan nilai sosial, budaya, dan agama. Oleh sebab itu, kebijakan yang baik tidak hanya efektif secara administratif, tetapi juga peka secara sosial.

Dengan membedakan menu MBG untuk siswa Muslim dan non-Muslim, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara efisiensi program dan penghormatan terhadap keyakinan.

Ke depan, tantangan utama terletak pada konsistensi pelaksanaan di lapangan. Distribusi, kualitas menu, dan pengawasan gizi harus tetap terjaga agar tujuan program tidak melenceng.

Pada akhirnya, menu MBG Ramadan bukan sekadar soal makanan. Ia mencerminkan cara negara membaca realitas masyarakatnya. Ketika kebijakan mampu menjawab kebutuhan dengan adil dan bijak, kepercayaan publik pun akan tumbuh. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • hak ahli waris menggugat tanpa surat kuasa

    Ahli Waris Bisa Menggugat Tanpa Surat Kuasa

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Putusan MA menegaskan ahli waris berhak menggugat pihak ketiga tanpa surat kuasa demi melindungi harta warisan. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung Nomor 838 PK/Pdt/2017 menegaskan satu hal penting dalam hukum perdata waris: seorang ahli waris tidak harus membawa surat kuasa dari ahli waris lain untuk menggugat pihak ketiga yang menguasai harta warisan secara melawan […]

  • Ilustrasi Amul Huzni, Nabi Muhammad bersedih kehilangan Abu Thalib dan Khadijah serta peristiwa Isra Mi'raj sebagai penguat iman

    Amul Huzni: Saat Dunia Rasulullah Runtuh, Langit Justru Terbuka

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 285
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Amul Huzni atau tahun kesedihan Nabi Muhammad, menjadi salah satu fase paling mengguncang dalam sejarah Islam. Pada masa ini, Rasulullah kehilangan dua sosok terpenting: pelindung dan pendamping hidup. Namun, di balik Amul Huzni, tersimpan pelajaran besar tentang keteguhan, kesabaran, dan kekuatan iman yang terus relevan hingga hari ini. Ketika Dua Cahaya Padam […]

  • Pertalite Rusak Mesin Motor, Warga Jawa Timur Keluhkan Mogok Massal

    Pertalite Rusak Mesin Motor, Warga Jawa Timur Keluhkan Mogok Massal

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Fenomena Pertalite rusak mesin motor bikin heboh Jawa Timur, ratusan warga keluhkan motor mogok massal. Fenomena Aneh: Motor Mogok Massal di Jawa Timur albadarpost.com, LENSA – Fenomena tak biasa tengah melanda sejumlah daerah di Jawa Timur. Dalam beberapa hari terakhir, para pengendara motor di Bojonegoro, Lamongan, Sidoarjo, dan Tuban mengeluhkan gejala serupa: mesin motor mereka […]

  • Ilustrasi pasangan suami istri muslim saling memaafkan dengan suasana hangat dan penuh ketenangan

    Minta Maaf Duluan dalam Rumah Tangga, Lemah atau Mulia?

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 296
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Minta maaf suami istri sering disalahartikan sebagai tanda kalah atau lemah. Padahal, dalam Islam, minta maaf dalam rumah tangga justru menunjukkan kematangan iman, kelapangan hati, dan kemampuan meredam emosi. Sikap ini bukan soal siapa benar atau salah, tetapi tentang menjaga keharmonisan dan menghargai pasangan. Di tengah banyaknya konflik rumah tangga, kebiasaan menunda […]

  • Kemiskinan Tasikmalaya

    Dibantu ITB dan Pemprov, Desa Padakembang Jadi Contoh Pengentasan Kemiskinan

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kemiskinan Tasikmalaya kembali menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Di tengah besarnya potensi sumber daya yang dimiliki, angka kemiskinan di Kabupaten Tasikmalaya masih berada di atas rata-rata nasional. Kondisi tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) Potensi Desa Padakembang yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat bersama […]

  • Kursi PTN Kosong

    Puluhan Ribu Kursi PTN Kosong, DPR Usul Peserta Cadangan

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Persaingan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) setiap tahun berlangsung sangat ketat. Namun, di balik tingginya minat tersebut, kursi PTN kosong justru masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Setelah sebagian peserta dinyatakan lolos seleksi, tidak semuanya melakukan registrasi ulang. Akibatnya, puluhan ribu bangku yang telah disiapkan tidak dapat langsung dimanfaatkan oleh calon mahasiswa […]

expand_less