Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Ferdiansyah: Kepala Sekolah Jangan Hanya Tunggu Dana BOS

Ferdiansyah: Kepala Sekolah Jangan Hanya Tunggu Dana BOS

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA — Konsep kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan kembali mendapat sorotan. Anggota DPR RI Komisi X Ferdiansyah menilai kepala sekolah, manajer sekolah, dan pemimpin ekosistem pendidikan tidak lagi cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Menurutnya, sekolah membutuhkan figur yang mampu melihat peluang, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi di tengah keterbatasan.

Pandangan tersebut ia sampaikan saat membahas penguatan kepemimpinan sekolah. Menurut Ferdiansyah, pola pikir pasif sudah tidak relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.

“Bahasa kerennya, kepala sekolah itu Direktur Utama sekolah. Karena itu harus memahami ekosistemnya, mulai dari pelajar, guru, orang tua, hingga lingkungan sekitar,” ujarnya.

Kepala Sekolah Tidak Cukup Menjadi Pengawas Kelas

Ferdiansyah menegaskan, peran kepala sekolah telah berubah. Pemimpin sekolah harus mampu menggerakkan seluruh komponen pendidikan agar saling mendukung.

Selain mengelola proses belajar mengajar, kepala sekolah juga perlu memperkuat hubungan dengan masyarakat, tokoh lingkungan, hingga orang tua siswa. Dengan demikian, sekolah tidak berjalan sendiri.

Menurutnya, kemampuan memimpin menjadi faktor penting. Oleh sebab itu, calon kepala sekolah perlu memiliki pendidikan dan pembekalan khusus agar mampu menjalankan fungsi tersebut secara optimal.

“Bagaimana nanti bisa memimpin dengan memberdayakan semua komponennya,” katanya.

Jangan Selalu Bergantung pada Dana BOS

Di sisi lain, Ferdiansyah mengingatkan bahwa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan berbagai bantuan pemerintah memiliki keterbatasan.

Karena itu, kepala sekolah perlu melahirkan berbagai terobosan. Ia menilai kemampuan membaca peluang menjadi salah satu kunci agar sekolah tetap berkembang.

Menurutnya, pengelolaan sekolah harus dilakukan dengan cara yang kreatif dan adaptif. Pemimpin pendidikan yang inovatif akan lebih mudah menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan anggaran.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah dapat membangun kemandirian sekaligus memperkuat perannya di tengah masyarakat.

Sampah Organik Bisa Menjadi Peluang bagi Sekolah

Ferdiansyah juga menyinggung persoalan lingkungan yang semakin mendesak. Ia menilai masalah sampah seharusnya tidak hanya dipandang sebagai beban.

Sebaliknya, sekolah dapat menjadikannya sebagai peluang ekonomi dan sarana pendidikan karakter.

Menurutnya, sampah organik dapat diolah menjadi pupuk. Selanjutnya, hasil tersebut dapat dimanfaatkan melalui kerja sama dengan petani di sekitar sekolah.

Bahkan, ia mencontohkan kemungkinan pertukaran hasil pupuk dengan produk pertanian seperti singkong. Pola seperti itu dinilai mampu menghadirkan manfaat bagi kedua belah pihak.

“Penguatan ekosistem jangan dimaknai sempit. Kepala sekolah harus berpikir luas, jeli, dan cepat terhadap berbagai persoalan di lingkungannya,” tegasnya.

Sekolah Bisa Menjadi Pusat Inovasi dan Industri Kecil

Lebih jauh, Ferdiansyah melihat sekolah memiliki peluang berkembang menjadi pusat inovasi berbasis masyarakat.

Ia mencontohkan pemanfaatan sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna. Barang bekas, menurutnya, dapat diolah kembali sehingga menghasilkan perlengkapan yang bermanfaat.

Selain itu, apabila sekolah kejuruan memiliki keleluasaan pengelolaan seperti Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), potensi pengembangan industri kecil akan semakin terbuka.

Langkah tersebut dinilai dapat membantu sekolah memperoleh tambahan pendapatan sekaligus meningkatkan keterampilan peserta didik.

Kepemimpinan Sekolah Harus Menyesuaikan Zaman

Perubahan zaman menuntut pemimpin pendidikan memiliki kemampuan lebih dari sekadar mengelola administrasi.

Kini, kepala sekolah dituntut menjadi penghubung antara sekolah, masyarakat, dunia usaha, dan lingkungan sekitar. Semakin kuat ekosistem yang dibangun, semakin besar peluang sekolah berkembang.

Karena itu, keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran. Kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan membangun kolaborasi justru menjadi modal yang semakin penting di era sekarang.

Di tengah keterbatasan anggaran, sekolah yang maju bukan selalu yang paling kaya, melainkan yang dipimpin oleh kepala sekolah yang mampu mengubah masalah menjadi peluang. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Subianto menyampaikan pesan pemberantasan korupsi saat peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara

    Pesan Nuzulul Quran Prabowo: Korupsi Musuh Bangsa

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya untuk prabowo berantas korupsi dalam peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan bahwa praktik korupsi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga melanggar nilai moral yang diajarkan oleh semua agama. Menurut Prabowo, ajaran agama selalu menekankan kejujuran, […]

  • Ilustrasi perjalanan hidup manusia dari lahir dalam kekosongan, menjalani kehidupan penuh ambisi dunia, hingga kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan amalnya

    Hakikat Hidup Manusia: Mencari, Meninggalkan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Suatu hari nanti, manusia akan mengingat satu kebenaran yang sering ia abaikan sepanjang hidupnya. Saat itu, tidak ada lagi suara pasar, tidak ada gemerlap dunia, dan tidak ada sorotan pencapaian. Yang tersisa hanyalah dirinya sendiri menghadap pertanyaan yang tak bisa dihindari. Manusia datang ke dunia ini tanpa membawa apa pun. Ia lahir […]

  • kasus penganiayaan istri siri

    Kasus Penganiayaan Istri Siri di Sukabumi, Tipiring atau KDRT?

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus penganiayaan istri siri di Sukabumi kembali membuka perdebatan lama dalam penegakan hukum. Seorang perempuan melaporkan mantan suami sirinya atas dugaan pencekikan. Namun polisi tidak menahan terlapor dan mengklasifikasikan perkara tersebut sebagai tindak pidana ringan atau tipiring. Keputusan ini memantik pertanyaan publik. Banyak pihak mempertanyakan apakah kekerasan terhadap pasangan dalam hubungan […]

  • pilkades digital

    Karawang Gelar Pilkades Digital dan Uji Dampaknya bagi Transparansi Publik

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Karawang uji coba pilkades digital pertama di Jabar, dengan sistem offline dan bukti suara fisik untuk transparansi. albadarpost.com, LENSA – Karawang bersiap memasuki babak baru tata kelola desa. Kabupaten ini menjadi daerah pertama di Jawa Barat yang menggelar pilkades digital, sebuah sistem pemilihan berbasis perangkat elektronik yang mulai diuji sebagai model nasional. Langkah ini penting […]

  • Seseorang sedang mencatat pengeluaran keuangan pribadi untuk menghindari stres finansial dan mengatur uang lebih stabil

    7 Cara Menghindari Stres Finansial yang Jarang Disadari

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Stres finansial sering muncul tanpa disadari ketika pengeluaran terasa lebih besar dari pemasukan. Banyak orang menyebut kondisi ini sebagai tekanan keuangan atau beban ekonomi, yang perlahan bisa mengganggu fokus, emosi, bahkan hubungan dalam keluarga. Menariknya, masalah ini tidak selalu datang dari jumlah uang yang kecil, tetapi lebih sering dari cara seseorang mengelolanya. […]

  • MBG Tasikmalaya

    MBG di Tasikmalaya Viral Lagi, Menu Diduga Berisi Ulat Bikin Publik Geram

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program MBG Tasikmalaya atau Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan publik setelah video temuan ulat dalam menu makanan viral di media sosial, Selasa (19/5/2026). Hidangan yang diduga berasal dari program MBG di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, itu memicu kemarahan warga karena dianggap mencoreng program yang selama ini digadang-gadang untuk […]

expand_less