Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Saat Manusia Sok Jadi Manajer Takdir

Saat Manusia Sok Jadi Manajer Takdir

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Suara notifikasi ponsel belum berhenti sejak subuh. Ada tagihan, daftar kebutuhan rumah, harga sembako yang naik, sampai target pekerjaan yang terus bertambah. Di tengah hiruk pikuk itu, banyak orang lupa bahwa Al Hikam Ibnu Athaillah, hikmah Ibnu Athaillah, dan ajaran tentang tawakal dan ikhtiar sesungguhnya hadir untuk mengingatkan manusia agar tidak tenggelam dalam kecemasan berlebihan soal rezeki dalam Islam.

Lucunya, manusia sering bertingkah seolah menjadi manajer takdir.

Padahal, posisi yang tersedia sejak awal hanya satu.

Hamba.

Imam Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam menulis:

أَرِحْ نَفْسَكَ مِنَ التَّدْبِيرِ، فَمَا قَامَ بِهِ غَيْرُكَ عَنْكَ لَا تَقُمْ بِهِ لِنَفْسِكَ

“Istirahatkanlah dirimu dari kesibukan mengatur (urusan dunia). Sebab, apa yang telah diurus dan ditanggung oleh selainmu untukmu, janganlah engkau sibuk mengurusnya sendiri.”

Kalimat pendek itu terasa seperti sindiran yang halus. Namun, justru karena halus, ia sering menampar lebih keras.

Ketika Manusia Ingin Mengatur Semuanya

Ada orang yang belum tidur, tetapi pikirannya sudah berlari ke bulan depan.

Ada yang baru selesai makan siang, tetapi kepalanya sibuk menghitung kebutuhan lima tahun mendatang.

Dan ada pula yang belum mendapat masalah, namun sudah lelah karena membayangkan berbagai kemungkinan buruk yang bahkan belum tentu terjadi.

Ironisnya, semakin banyak yang ingin dikendalikan, semakin besar pula kegelisahan yang lahir.

Padahal, Allah telah berfirman:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

“Tidak ada satu pun makhluk melata di bumi melainkan Allah yang menjamin rezekinya.” (QS. Hud: 6)

Karena itu, yang membuat hati sempit sering kali bukan sedikitnya rezeki.

Melainkan terlalu besarnya keinginan manusia untuk mengendalikan sesuatu yang memang bukan wilayahnya.

Bukan Larangan Bekerja, Apalagi Bermalas-malasan

Sebagian orang salah paham terhadap hikmah ini.

Seolah-olah Islam mengajarkan pasrah tanpa usaha.

Padahal, Nabi Muhammad SAW justru memerintahkan umatnya untuk berikhtiar.

Rasulullah SAW bersabda:

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya kalian diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Burung pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi)

Perhatikan burung itu.

Ia terbang.

Ia mencari.

Dan ia bergerak.

Namun, burung tidak pernah mengadakan rapat darurat setiap malam hanya karena cacing besok belum terlihat.

Manusia justru sering kalah tenang dibanding burung.

Kita Sibuk Menjadi Direktur Semesta

Barangkali inilah satir terbesar zaman sekarang.

CV belum berdiri, tetapi sudah khawatir bangkrut.

Usaha belum berjalan, tetapi sudah membayangkan kebangkrutan generasi ketiga.

Anak baru masuk SD, tetapi orang tua sudah stres memikirkan biaya kuliah dan cucu.

Belum hujan.

Payung sudah dibuka.

Belum lapar.

Vitamin sudah diminum tiga jenis.

Belum terjadi apa-apa.

Namun, pikiran sudah membuat film bencana dengan durasi tiga musim.

Sementara itu, Allah berfirman:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya.” (QS. Ath-Thalaq: 3)

Tentu, ayat ini bukan tiket untuk bermalas-malasan.

Sebaliknya, ayat tersebut mengajarkan keseimbangan.

Tangan bekerja.

Kaki melangkah.

Akal berpikir.

Namun, hati tidak ikut panik.

Tugas Kita Bekerja, Bukan Menjadi Tuhan

Imam Ibnu Athaillah tidak sedang mengajak manusia berhenti berusaha.

Beliau hanya mengingatkan bahwa ada batas antara ikhtiar dan obsesi mengendalikan segalanya.

Sebab, ketika manusia terlalu sibuk menjadi direktur semesta, ia akan lupa menikmati peran yang sebenarnya jauh lebih mulia.

Menjadi hamba.

Dan mungkin, kelelahan terbesar manusia modern bukan karena terlalu banyak bekerja.

Melainkan karena diam-diam ingin mengambil pekerjaan Tuhan.

Kita diperintah mencari rezeki, bukan menggantikan Allah sebagai pengaturnya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Makan Bergizi Gratis

    Video Joget di Dapur Viral, Mitra Program Makan Bergizi Gratis Disuspend

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan publik setelah video seorang mitra program tersebut viral di media sosial. Dalam video yang beredar luas, seorang pria bernama Hendrik terlihat berjoget di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sambil menuliskan klaim pendapatan hingga Rp6 juta per hari. Konten tersebut memicu perhatian publik sekaligus […]

  • Perjuangan buruh

    Perjuangan Buruh Uji Kebijakan Upah Pemerintah

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Perjuangan buruh menyoroti kebijakan upah pemerintah. Ribuan pekerja tuntut revisi UMP dan UMSK dinilai tak adil. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perjuangan buruh kembali menguji arah kebijakan pemerintah di awal 2026. Ribuan pekerja dari DKI Jakarta dan Jawa Barat menggelar aksi di kawasan Istana Negara, Kamis (8/1/2026), menuntut revisi kebijakan upah minimum yang dinilai belum adil […]

  • Haji Uang Pinjaman

    Haji dari Utang, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Fiqih dan Tasawuf

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pertanyaan tentang haji uang pinjaman dan umroh memakai dana utang sering muncul di tengah masyarakat. Apalagi biaya perjalanan ke Tanah Suci terus naik dari tahun ke tahun. Tidak sedikit orang akhirnya memilih meminjam uang demi bisa segera berangkat haji atau umroh. Kadang obrolan keberangkatan umroh sekarang justru dimulai dari simulasi cicilan di […]

  • Ilustrasi Nabi Sulaiman memimpin kerajaan besar dengan pasukan manusia, jin, dan hewan dalam suasana megah

    Keajaiban Nabi Sulaiman yang Jarang Diketahui, Bikin Takjub

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang tertarik dengan kisah Nabi Sulaiman karena keajaiban kerajaannya yang luar biasa. Kisah ini juga dikenal sebagai cerita Nabi Sulaiman dengan mukjizat besar, termasuk kemampuan mengendalikan jin dan berbicara dengan hewan. Selain itu, kekuasaan yang dimiliki Nabi Sulaiman bukan sekadar kekuatan, tetapi juga amanah yang sarat hikmah. Keistimewaan Nabi Sulaiman yang […]

  • pengangguran tertinggi

    Provinsi Dorong Perbaikan setelah BPS Catat Pengangguran Tertinggi 2025

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Daftar provinsi pengangguran tertinggi 2025 menunjukkan ketimpangan pasar kerja dan kebutuhan reformasi ketenagakerjaan. albadarpost.com, HUMANIORA – Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) kembali menempatkan sejumlah provinsi dalam sorotan. Daftar provinsi dengan pengangguran tertinggi per Agustus 2025 menunjukkan ketimpangan pasar kerja yang masih lebar, dari Papua hingga pusat ekonomi nasional seperti Jawa Barat dan Jakarta. Angkanya […]

  • kasus ayah perkosa anak

    Pil KB Bongkar Kekerasan Seksual Ayah terhadap Anak di Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya menahan seorang ayah yang memperkosa anaknya bertahun-tahun. Kasus terungkap dari pil KB. albadarpost.com, HUMANIORA – Langkah aparat kepolisian di Tasikmalaya kembali menyoroti urgensi perlindungan anak. Seorang pria berinisial DT, warga Kecamatan Indihiang, ditahan setelah polisi mengungkap kasus ayah perkosa anak yang ia lakukan selama bertahun-tahun. Tindakan kekerasan seksual itu dimulai saat korban masih […]

expand_less