Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kebakaran Sodonghilir, Tujuh Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran Sodonghilir, Tujuh Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dalam hitungan waktu, tujuh keluarga di Kampung Satron, Desa Parumasan, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, kehilangan tempat yang selama ini mereka sebut rumah. Kebakaran Sodonghilir yang terjadi pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB tidak merenggut korban jiwa, tetapi meninggalkan 25 warga dari tujuh kepala keluarga dalam kondisi terdampak. Berdasarkan laporan lapangan, kebakaran rumah di Sodonghilir menghanguskan bangunan beserta harta benda milik warga, sementara kebutuhan darurat kini menjadi perhatian utama.

Saat kobaran api berhasil dipadamkan, yang tersisa bukan hanya puing-puing bangunan. Sejumlah keluarga harus menghadapi kenyataan pahit karena kehilangan tempat berlindung dan berbagai barang yang selama bertahun-tahun mereka kumpulkan.

Api Padam, Perjuangan Korban Baru Dimulai

Peristiwa kebakaran terjadi di Kampung Satron RT 028 RW 010, Desa Parumasan. Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran masih belum dijelaskan dalam laporan yang diterima.

Berdasarkan data lapangan, petugas menerima laporan sekitar pukul 17.00 WIB. Lima menit kemudian tim bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 18.40 WIB untuk melakukan penanganan.

Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Sejumlah armada dikerahkan, antara lain Sentosa Fire Truck, Fire Jeep, Isuzu Sincan, serta dukungan Unit Tagana yang membawa peralatan pemadam.

Respons tersebut difokuskan untuk mencegah api meluas ke rumah lain di sekitar lokasi sekaligus memastikan area benar-benar aman setelah kebakaran berhasil dikendalikan.

Tujuh Keluarga Kini Menghadapi Hari-Hari Sulit

Musibah ini berdampak pada tujuh kepala keluarga dengan total 25 jiwa.

Mereka terdiri atas keluarga Yana, Mumus, Ihak, Nunung, Oni, Atar, dan Aap. Di antara warga terdampak terdapat beberapa anak yang masih menempuh pendidikan.

Selain kehilangan tempat tinggal, para korban juga kehilangan berbagai perlengkapan rumah tangga dan harta benda yang belum sempat diselamatkan.

Hingga kini, nilai kerugian materi masih dalam proses pendataan sehingga belum dapat dipastikan secara keseluruhan.

Apa yang Paling Dibutuhkan Korban Saat Ini?

Setelah api berhasil dipadamkan, perhatian kini beralih pada kebutuhan dasar warga terdampak.

Berdasarkan laporan lapangan, korban kebakaran membutuhkan pakaian layak pakai, selimut, makanan siap saji, terpal atau tenda darurat, perlengkapan mandi, hingga perlengkapan sekolah bagi anak-anak.

Bantuan tersebut dinilai penting agar keluarga terdampak dapat menjalani aktivitas sehari-hari sambil menunggu proses penanganan lebih lanjut.

Selain bantuan logistik, dukungan dari masyarakat juga menjadi penyemangat bagi para korban untuk bangkit dari musibah yang mereka alami.

Musibah Datang Tanpa Peringatan

Kebakaran selalu menjadi bencana yang sulit diprediksi. Dalam waktu singkat, rumah yang menjadi tempat berkumpul keluarga dapat berubah menjadi puing.

Karena itu, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu terus ditingkatkan, mulai dari pemeriksaan instalasi listrik hingga penggunaan peralatan rumah tangga secara aman.

Di sisi lain, solidaritas masyarakat menjadi harapan besar bagi warga yang kini harus memulai kembali kehidupan mereka dari awal.

Harapan Baru dari Kepedulian Bersama

Meski api telah padam, perjuangan tujuh keluarga di Kampung Satron belum selesai. Mereka masih membutuhkan bantuan agar dapat melewati masa-masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal.

Pemerintah desa bersama instansi terkait diharapkan terus melakukan pendataan lanjutan sehingga kebutuhan para korban dapat dipenuhi secara tepat sasaran.

Sementara itu, masyarakat yang ingin membantu dapat menyalurkan dukungan sesuai kebutuhan mendesak yang telah diidentifikasi di lapangan. Setiap bantuan, sekecil apa pun, akan sangat berarti bagi keluarga yang sedang berupaya membangun kembali kehidupannya.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, musibah ini meninggalkan luka yang tidak hanya berupa bangunan yang hangus, melainkan juga hilangnya rasa aman yang selama ini dirasakan para penghuninya.

Malam itu kobaran api memang berhasil dipadamkan. Namun bagi tujuh keluarga di Kampung Satron, perjuangan sesungguhnya baru dimulai ketika bara berubah menjadi abu. Saat rumah hilang, kepedulian menjadi tempat pertama untuk kembali berpulang. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • telur ayam bebek

    Perbandingan Telur Ayam dan Telur Bebek bagi Kesehatan

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Telur ayam dan telur bebek sama-sama bergizi. Perbedaannya terletak pada kandungan nutrisi dan kebutuhan tubuh. albadarpost.com, LIFESTYLE – Telur hampir selalu hadir di meja makan masyarakat Indonesia. Murah, mudah diolah, dan kaya gizi, bahan pangan ini menjadi andalan dari sarapan hingga makan malam. Namun di balik kebiasaan tersebut, muncul pertanyaan yang terus berulang: antara telur […]

  • hakikat idulfitri

    Hakikat Idulfitri: Makna Sebenarnya yang Sering Terlupa

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Hakikat Idulfitri sering kali terlupakan di tengah euforia hari raya. Banyak orang memahami Idulfitri sebagai momen kemenangan, hari kembali suci, dan perayaan setelah Ramadhan. Namun, makna Idulfitri dalam Islam, esensi hari raya, serta tujuan spiritual Idulfitri jauh lebih dalam daripada sekadar tradisi tahunan. Selain itu, suasana Lebaran sering dipenuhi dengan kesibukan […]

  • Program Lebaran Bersayap SWAKKA membagikan hadiah lebaran untuk anak yatim piatu tidak mampu melalui sistem Kupon Digital transparan.

    Lebaran Bersayap SWAKKA: Hadiah Lebaran untuk Anak Yatim Piatu

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Lebaran Bersayap SWAKKA hadir sebagai gerakan sosial Ramadan yang menguatkan semangat berbagi untuk anak yatim piatu tidak mampu. Program donasi yatim ini menjadi wujud nyata kepedulian di bulan suci. Melalui sistem Kupon Digital SWAKKA, gerakan ini memastikan transparansi sekaligus menghadirkan hadiah lebaran yang benar-benar dibutuhkan setiap anak. Ramadan selalu menghadirkan dua rasa […]

  • Seleksi Direksi BUMD Tasikmalaya

    Seleksi Direksi BUMD Tasikmalaya 2026 Resmi Dibuka, Ini Cara Daftarnya

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 204
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Seleksi Direksi BUMD Kabupaten Tasikmalaya resmi dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Program rekrutmen ini memberikan peluang besar bagi profesional yang memiliki pengalaman manajerial untuk memimpin PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Pancatengah, salah satu Badan Usaha Milik Daerah yang bergerak di sektor keuangan mikro. Selain itu, proses rekrutmen direksi BUMD Tasikmalaya ini […]

  • Kecelakaan Lingkar Utara Tasikmalaya

    AIPDA Dadan Tewas dalam Kecelakaan Lingkar Utara Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kecelakaan Lingkar Utara Tasikmalaya kembali memakan korban jiwa. Insiden lalu lintas atau laka maut Lingkar Utara Tasikmalaya yang terjadi pada Minggu (19/7/2026) mengakibatkan seorang anggota aktif Polresta Tasikmalaya, AIPDA Dadan Herviyan, meninggal dunia di lokasi kejadian. Hingga kini, aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. Peristiwa itu berlangsung di Jalan Lingkar […]

  • Utang Judol

    Utang Judol PPPK Berujung Kekerasan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus penganiayaan dan perampokan yang dilakukan seorang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali membuka tabir dampak serius kecanduan judi online. Peristiwa ini tidak berdiri sebagai tindak kriminal biasa, melainkan memperlihatkan bagaimana judol utang dapat mendorong pelaku melampaui batas moral, sosial, dan hukum. Pelaku berinisial MIR, […]

expand_less