Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Warga Ciamis Rugi Rp135 Juta, Modus Jual Beli Dapur MBG Terbongkar

Warga Ciamis Rugi Rp135 Juta, Modus Jual Beli Dapur MBG Terbongkar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
  • visibility 240
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus mafia dapur MBG Ciamis mulai menyita perhatian publik setelah seorang warga mengaku kehilangan uang hingga Rp135 juta. Korban mengaku tergiur janji mendapatkan titik koordinat dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun hingga kini, lokasi dapur yang dijanjikan tidak pernah muncul dalam sistem resmi. Dugaan sindikat penipuan dapur MBG pun mulai mencuat.

Peristiwa ini terjadi di wilayah Ciamis Selatan, Jawa Barat. Korban bernama Hendra Juhara mengaku menyetor uang dalam jumlah besar karena percaya ada jalur cepat untuk mendapatkan proyek dapur MBG. Program tersebut memang menjadi peluang ekonomi baru karena melibatkan pengadaan makanan bagi anak-anak sekolah.

Namun harapan itu berubah menjadi kerugian besar.

Selain itu, kasus ini membuka dugaan adanya praktik mafia proyek dapur MBG yang memanfaatkan antusiasme masyarakat terhadap program pemerintah.

Kronologi Dugaan Penipuan Dapur MBG

Awalnya, korban mendapatkan informasi dari seseorang yang mengaku mampu membantu mengurus titik dapur MBG. Orang tersebut meyakinkan korban bahwa lokasi dapur bisa diakses melalui sistem tertentu.

Selanjutnya, korban yang merupakan warga Dusun Karangsari, Desa Cikaso, Kecamatan Banjaranyar ini, diminta menyetor uang dengan alasan untuk mempercepat proses administrasi. Tanpa curiga, korban akhirnya menyerahkan dana hingga Rp135 juta.

Namun setelah pembayaran dilakukan, korban mulai merasakan kejanggalan. Titik dapur yang dijanjikan tidak muncul dalam sistem resmi Badan Gizi Nasional.

Selain itu, pihak yang sebelumnya aktif berkomunikasi mulai sulit dihubungi.

Karena itu, korban akhirnya menyadari bahwa dirinya kemungkinan menjadi korban penipuan.

Dugaan Jaringan Sindikat

Kasus ini tidak hanya melibatkan satu orang. Informasi yang beredar menyebut adanya beberapa pihak yang diduga memiliki peran berbeda dalam transaksi tersebut.

Pertama, ada sosok yang berfungsi sebagai penghubung atau makelar. Ia menjadi orang yang menawarkan peluang proyek dapur MBG kepada calon korban.

Kemudian ada pihak lain yang disebut sebagai pengelola dana. Orang ini menerima uang yang disetor korban.

Sementara itu, sosok yang diduga sebagai pengatur utama justru menghilang setelah transaksi terjadi.

Karena pola tersebut, banyak warga mulai menduga adanya sindikat mafia dapur MBG yang memanfaatkan peluang program pemerintah.

Mengapa Program MBG Menarik Banyak Orang?

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program yang menyita perhatian masyarakat. Program ini bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.

Untuk menjalankan program tersebut, pemerintah membutuhkan banyak dapur produksi di berbagai daerah.

Selain itu, setiap dapur memerlukan tenaga kerja, bahan makanan, dan sistem distribusi yang cukup besar.

Karena itulah, banyak pelaku usaha melihat program ini sebagai peluang ekonomi baru.

Namun di sisi lain, peluang tersebut juga memancing pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menawarkan jalur cepat mendapatkan proyek dapur MBG.

Padahal, proses penentuan dapur biasanya dilakukan melalui mekanisme resmi pemerintah.

Warga Diminta Lebih Waspada

Kasus di Ciamis menjadi pengingat penting bagi masyarakat. Banyak pihak kini mulai mengingatkan agar warga tidak mudah percaya pada tawaran proyek pemerintah yang menjanjikan keuntungan cepat.

Selain itu, masyarakat sebaiknya memastikan setiap informasi melalui jalur resmi.

Jika ada pihak yang meminta uang untuk mendapatkan proyek pemerintah, masyarakat perlu bersikap lebih kritis.

Karena pada umumnya, proyek pemerintah memiliki prosedur yang jelas dan transparan.

Di sisi lain, kasus ini juga memunculkan harapan agar aparat segera menelusuri dugaan mafia dapur MBG Ciamis. Langkah tersebut penting agar kejadian serupa tidak kembali menimpa masyarakat.

Dampak Besar bagi Korban

Kerugian ratusan juta rupiah tentu bukan jumlah kecil. Bagi korban, dana tersebut merupakan hasil kerja keras yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.

Selain kerugian finansial, korban juga mengalami tekanan psikologis karena merasa tertipu oleh orang yang sebelumnya dipercaya.

Namun kasus ini juga menjadi pelajaran penting bagi masyarakat luas. Banyak orang kini mulai memahami bahwa peluang besar sering dimanfaatkan oleh pelaku penipuan.

Karena itu, kewaspadaan menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam modus serupa. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • apel ASN Tasikmalaya

    Wali Kota Tasikmalaya Tegas: Pelayanan Publik Tak Boleh Ikut Libur

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Momentum apel ASN Tasikmalaya pasca Idulfitri 1447 H menjadi pengingat keras bagi aparatur sipil negara untuk kembali fokus bekerja. Setelah libur panjang, ASN Kota Tasikmalaya dituntut segera mengembalikan ritme kerja, meningkatkan disiplin, serta memastikan pelayanan publik tidak melambat. Wali Kota: Jangan Sampai Pelayanan Ikut “Libur” Apel gabungan di Bale Kota Tasikmalaya, […]

  • Oknum DPRD Banjar

    Kasus Oknum DPRD Banjar Masuk Babak Penuntutan

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Oknum DPRD Banjar resmi memasuki babak baru dalam kasus narkotika setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti atau Tahap 2 dari penyidik Polres Banjar, Kamis (16/7/2026). Dengan proses tersebut, perkara pidana ini kini berlanjut ke tahap penuntutan sebelum disidangkan di Pengadilan Negeri Banjar. Perkembangan terbaru ini […]

  • Nabi Idris

    Kisah Sunyi Nabi Idris, Dari Bumi hingga Diangkat ke Langit

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Malam itu sunyi. Tidak ada gemuruh manusia, tidak ada hiruk-pikuk dunia. Dalam kesunyian itu, Nabi Idris berdiri, menengadahkan tangan, dan tenggelam dalam doa panjang. Kisah Nabi Idris, yang sering terlupakan, justru menyimpan rahasia besar tentang ketekunan, keikhlasan, dan kedekatan dengan Tuhan. Banyak orang mengenal nabi-nabi besar dengan kisah heroik. Namun, perjalanan Nabi […]

  • KDRT

    Masih Anggap KDRT Urusan Privat? Baca Ini

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga masih sering dipandang sebagai persoalan keluarga yang sebaiknya diselesaikan secara tertutup. Padahal, menurut UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT), tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum yang dapat diproses secara pidana. Karena itu, korban KDRT memiliki hak untuk melapor, memperoleh perlindungan, serta mendapatkan pendampingan selama proses […]

  • Sengketa Waris

    Salah Akta Bisa Picu Konflik Keluarga, Ini Peringatan Notaris

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sengketa waris semakin menjadi persoalan yang menguras waktu, biaya, dan hubungan kekeluargaan. Di tengah meningkatnya kompleksitas hukum waris dan pembagian harta, peran notaris kini tidak lagi sebatas menyusun akta, tetapi juga membantu masyarakat memperoleh kepastian hukum sebelum persoalan berkembang menjadi konflik. Pesan itu mengemuka dalam seminar hukum waris yang digelar Pengda INI […]

  • SDN 2 Salakaria

    Saat Sekolah Lain Dipenuhi Murid Baru, SD Ini Menunggu Satu Anak

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di berbagai daerah biasanya dipenuhi tawa anak-anak, deretan seragam baru, dan wajah-wajah penuh rasa ingin tahu. Namun, suasana berbeda justru terjadi di SDN 2 Salakaria, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, satu-satunya peserta didik baru yang diterima pada tahun ajaran 2026/2027 belum […]

expand_less