Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Kisah Sunyi Nabi Idris, Dari Bumi hingga Diangkat ke Langit

Kisah Sunyi Nabi Idris, Dari Bumi hingga Diangkat ke Langit

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • visibility 185
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Malam itu sunyi. Tidak ada gemuruh manusia, tidak ada hiruk-pikuk dunia. Dalam kesunyian itu, Nabi Idris berdiri, menengadahkan tangan, dan tenggelam dalam doa panjang. Kisah Nabi Idris, yang sering terlupakan, justru menyimpan rahasia besar tentang ketekunan, keikhlasan, dan kedekatan dengan Tuhan.

Banyak orang mengenal nabi-nabi besar dengan kisah heroik. Namun, perjalanan Nabi Idris berbeda. Ia tidak dikenal dengan peperangan besar atau mukjizat yang gempar. Sebaliknya, ia dikenal melalui kesunyian, ilmu, dan ibadah yang tak pernah putus.

Kesunyian yang Menguatkan Jiwa

Di tengah dunia yang masih sederhana, Nabi Idris memilih jalan yang tidak banyak dipilih orang. Ia tidak larut dalam kehidupan dunia. Sebaliknya, ia mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh kesungguhan.

Setiap hari, ia mengisi waktunya dengan ibadah dan ilmu. Ia mengajarkan manusia tentang kebenaran, meski tidak semua mau mendengar. Namun demikian, ia tidak berhenti. Ia tetap melangkah, meski jalan terasa sepi.

Allah SWT berfirman:

“Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab. Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi.”
(QS. Maryam: 56)

Ayat ini menggambarkan satu hal penting: kejujuran Nabi Idris menjadi cahaya di tengah kegelapan.

Dari Pena ke Langit

Tidak seperti kebanyakan manusia pada zamannya, Nabi Idris dikenal sebagai sosok yang mencintai ilmu. Dalam banyak riwayat, ia disebut sebagai orang pertama yang menulis dengan pena.

Bayangkan sebuah masa ketika manusia belum mengenal tulisan, lalu hadir seorang nabi yang mulai merangkai huruf demi huruf. Dari sanalah peradaban perlahan tumbuh.

Namun, perjalanan Nabi Idris tidak berhenti di bumi. Ada satu peristiwa yang membuat kisahnya begitu menggetarkan.

Allah berfirman:

“Dan Kami telah mengangkatnya ke tempat yang tinggi.”
(QS. Maryam: 57)

Ayat ini sederhana, tetapi penuh makna. Tidak banyak nabi yang disebut secara langsung diangkat ke tempat tinggi seperti Nabi Idris. Para ulama menafsirkan bahwa ia diangkat ke langit sebagai bentuk kemuliaan.

Perjalanan yang Tidak Biasa

Bayangkan momen itu. Seorang manusia yang hidup dalam kesederhanaan, yang hari-harinya diisi dengan ibadah dan ilmu, tiba-tiba diangkat ke tempat yang tidak bisa dijangkau manusia biasa.

Tidak ada sorak-sorai. Tidak ada keramaian. Hanya keheningan yang berubah menjadi kemuliaan.

Di sinilah letak keistimewaan Nabi Idris. Ia tidak mencari perhatian dunia, tetapi Allah justru mengangkat derajatnya.

Pelajaran yang Menyentuh Hati

Kisah Nabi Idris mengajarkan sesuatu yang sering dilupakan. Banyak orang ingin terlihat hebat di mata manusia, tetapi lupa memperbaiki hubungan dengan Allah.

Sebaliknya, Nabi Idris memilih jalan sunyi. Ia fokus pada amal, bukan pengakuan. Ia memperbaiki diri, bukan mencari pujian.

Selain itu, ia menunjukkan bahwa ilmu dan ibadah harus berjalan bersama. Tanpa ilmu, ibadah bisa kehilangan arah. Tanpa ibadah, ilmu bisa kehilangan makna.

Relevansi di Zaman Sekarang

Di era modern, manusia hidup dalam kebisingan. Media sosial, tuntutan hidup, dan ambisi sering membuat hati lelah. Dalam kondisi seperti ini, kisah Nabi Idris terasa sangat relevan.

Ia mengajarkan bahwa ketenangan tidak datang dari keramaian. Justru, ketenangan lahir dari kedekatan dengan Allah.

Lebih jauh lagi, kisah ini mengingatkan bahwa kesuksesan sejati tidak selalu terlihat. Kadang, yang paling mulia justru tersembunyi.

Nabi Idris adalah sosok yang mungkin jarang dibahas, tetapi kisahnya mampu menyentuh hati siapa pun yang mau merenung. Dari kesunyian, ia mencapai kemuliaan. Dari ketekunan, ia meraih kedudukan tinggi.

Kini, pertanyaannya sederhana:
Apakah kita masih mencari pengakuan manusia, atau mulai berjalan menuju kedekatan dengan Allah?

Karena pada akhirnya, bukan seberapa ramai hidup kita, tetapi seberapa dekat kita dengan-Nya. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KDRT

    Masih Anggap KDRT Urusan Privat? Baca Ini

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga masih sering dipandang sebagai persoalan keluarga yang sebaiknya diselesaikan secara tertutup. Padahal, menurut UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT), tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum yang dapat diproses secara pidana. Karena itu, korban KDRT memiliki hak untuk melapor, memperoleh perlindungan, serta mendapatkan pendampingan selama proses […]

  • keamanan siber

    Siswa MAN Lampung Temukan Bug NASA dan Dorong Kesadaran Keamanan Siber

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Siswa Lampung temukan bug NASA dan dorong pentingnya keamanan siber di era digital yang makin rentan. albadarpost.com, HIKMAH – Laporan soal temuan celah keamanan oleh seorang siswa MAN 1 Bandar Lampung kembali menempatkan Indonesia pada radar lembaga antariksa Amerika Serikat. Di tengah meningkatnya kebutuhan keamanan siber, temuan ini memperlihatkan bagaimana kemampuan teknis generasi muda dapat […]

  • korupsi dana desa

    Mantan Sekdes Sukaresik Diduga Selewengkan Dana Desa, Polisi Ungkap Kerugian Rp 706 Juta

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Kasus korupsi dana desa Sukaresik menyeret eks Sekdes. Polisi ungkap modus pencairan fiktif dan kerugian Rp 706 juta. albadarpost.com, HUMANIORA – Penanganan kasus korupsi dana desa di Kabupaten Pangandaran kembali mencuat setelah penyidik Satreskrim menangkap mantan Sekretaris Desa Sukaresik, YS, 31 tahun. Ia diduga menyalahgunakan alokasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun […]

  • pemulihan hutan

    Pemprov Jabar Libatkan Warga dalam Pemulihan Hutan Berbayar

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Pemprov Jawa Barat libatkan warga dalam pemulihan hutan rusak, bayar Rp 50.000 per hari untuk perawatan pohon. Pemprov Jabar Libatkan Warga untuk Pemulihan Hutan albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan melibatkan masyarakat sebagai tenaga utama pemulihan hutan yang rusak. Mulai Desember 2025, setiap warga yang bekerja menanam dan merawat pohon akan menerima upah […]

  • Jambore RX King Majalengka

    Begini Strategi Polres Majalengka Amankan Jambore RX King Jabar

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jambore RX King Majalengka menjadi magnet bagi anggota komunitas Yamaha RX King Indonesia (YRKI) dari berbagai daerah di Jawa Barat pada Minggu (12/7/2026). Ramainya peserta tidak hanya menghadirkan semarak kegiatan komunitas, tetapi juga menuntut pengamanan yang matang agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal dan lalu lintas tetap lancar. Karena itu, Polres […]

  • Temu Tarung Garut

    Battle of Honor Hidupkan Malam Garut

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara sorak penonton bergema sejak malam mulai turun di kawasan GOR Basket SOR Adiwijaya, Jalan Merdeka, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Lampu arena menyala terang. Musik pengiring berpadu dengan riuh dukungan dari tribun yang dipadati warga. Temu Tarung Garut atau Battle of Honor menjadi magnet baru pada peringatan Hari […]

expand_less