Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Kisah Sunyi Nabi Idris, Dari Bumi hingga Diangkat ke Langit

Kisah Sunyi Nabi Idris, Dari Bumi hingga Diangkat ke Langit

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • visibility 115
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Malam itu sunyi. Tidak ada gemuruh manusia, tidak ada hiruk-pikuk dunia. Dalam kesunyian itu, Nabi Idris berdiri, menengadahkan tangan, dan tenggelam dalam doa panjang. Kisah Nabi Idris, yang sering terlupakan, justru menyimpan rahasia besar tentang ketekunan, keikhlasan, dan kedekatan dengan Tuhan.

Banyak orang mengenal nabi-nabi besar dengan kisah heroik. Namun, perjalanan Nabi Idris berbeda. Ia tidak dikenal dengan peperangan besar atau mukjizat yang gempar. Sebaliknya, ia dikenal melalui kesunyian, ilmu, dan ibadah yang tak pernah putus.

Kesunyian yang Menguatkan Jiwa

Di tengah dunia yang masih sederhana, Nabi Idris memilih jalan yang tidak banyak dipilih orang. Ia tidak larut dalam kehidupan dunia. Sebaliknya, ia mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh kesungguhan.

Setiap hari, ia mengisi waktunya dengan ibadah dan ilmu. Ia mengajarkan manusia tentang kebenaran, meski tidak semua mau mendengar. Namun demikian, ia tidak berhenti. Ia tetap melangkah, meski jalan terasa sepi.

Allah SWT berfirman:

“Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab. Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi.”
(QS. Maryam: 56)

Ayat ini menggambarkan satu hal penting: kejujuran Nabi Idris menjadi cahaya di tengah kegelapan.

Dari Pena ke Langit

Tidak seperti kebanyakan manusia pada zamannya, Nabi Idris dikenal sebagai sosok yang mencintai ilmu. Dalam banyak riwayat, ia disebut sebagai orang pertama yang menulis dengan pena.

Bayangkan sebuah masa ketika manusia belum mengenal tulisan, lalu hadir seorang nabi yang mulai merangkai huruf demi huruf. Dari sanalah peradaban perlahan tumbuh.

Namun, perjalanan Nabi Idris tidak berhenti di bumi. Ada satu peristiwa yang membuat kisahnya begitu menggetarkan.

Allah berfirman:

“Dan Kami telah mengangkatnya ke tempat yang tinggi.”
(QS. Maryam: 57)

Ayat ini sederhana, tetapi penuh makna. Tidak banyak nabi yang disebut secara langsung diangkat ke tempat tinggi seperti Nabi Idris. Para ulama menafsirkan bahwa ia diangkat ke langit sebagai bentuk kemuliaan.

Perjalanan yang Tidak Biasa

Bayangkan momen itu. Seorang manusia yang hidup dalam kesederhanaan, yang hari-harinya diisi dengan ibadah dan ilmu, tiba-tiba diangkat ke tempat yang tidak bisa dijangkau manusia biasa.

Tidak ada sorak-sorai. Tidak ada keramaian. Hanya keheningan yang berubah menjadi kemuliaan.

Di sinilah letak keistimewaan Nabi Idris. Ia tidak mencari perhatian dunia, tetapi Allah justru mengangkat derajatnya.

Pelajaran yang Menyentuh Hati

Kisah Nabi Idris mengajarkan sesuatu yang sering dilupakan. Banyak orang ingin terlihat hebat di mata manusia, tetapi lupa memperbaiki hubungan dengan Allah.

Sebaliknya, Nabi Idris memilih jalan sunyi. Ia fokus pada amal, bukan pengakuan. Ia memperbaiki diri, bukan mencari pujian.

Selain itu, ia menunjukkan bahwa ilmu dan ibadah harus berjalan bersama. Tanpa ilmu, ibadah bisa kehilangan arah. Tanpa ibadah, ilmu bisa kehilangan makna.

Relevansi di Zaman Sekarang

Di era modern, manusia hidup dalam kebisingan. Media sosial, tuntutan hidup, dan ambisi sering membuat hati lelah. Dalam kondisi seperti ini, kisah Nabi Idris terasa sangat relevan.

Ia mengajarkan bahwa ketenangan tidak datang dari keramaian. Justru, ketenangan lahir dari kedekatan dengan Allah.

Lebih jauh lagi, kisah ini mengingatkan bahwa kesuksesan sejati tidak selalu terlihat. Kadang, yang paling mulia justru tersembunyi.

Nabi Idris adalah sosok yang mungkin jarang dibahas, tetapi kisahnya mampu menyentuh hati siapa pun yang mau merenung. Dari kesunyian, ia mencapai kemuliaan. Dari ketekunan, ia meraih kedudukan tinggi.

Kini, pertanyaannya sederhana:
Apakah kita masih mencari pengakuan manusia, atau mulai berjalan menuju kedekatan dengan Allah?

Karena pada akhirnya, bukan seberapa ramai hidup kita, tetapi seberapa dekat kita dengan-Nya. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi kendaraan otonom Tesla di jalan kota modern, menggambarkan tantangan robotaxi 2026 bagi driver online dan ekonomi gig

    Robotaxi 2026 Mengubah Nasib Driver Online

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perkembangan kendaraan otonom Tesla kembali memantik perdebatan. Bukan hanya soal kecanggihan teknologi, kehadiran robotaxi 2026 diprediksi membawa tantangan struktural bagi driver online tradisional. Isu ini menyentuh langsung masa depan jutaan pekerja di sektor ekonomi gig. Di berbagai negara, Tesla terus mendorong pengembangan kendaraan tanpa pengemudi. Elon Musk menyebut robotaxi sebagai masa […]

  • Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Diumumkan KPK

    Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Diumumkan KPK, Ini Perkembangannya

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    KPK segera tetapkan tersangka kasus korupsi kuota haji. Simak kronologi, data kerugian Rp1 triliun, dan langkah hukum yang sedang diproses. albadarpost.com, LENSA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bahwa tersangka kasus korupsi kuota haji diumumkan KPK dalam waktu dekat. Penyidik menyebut proses penyidikan berjalan lancar tanpa hambatan berarti dan segera memasuki tahap penting penetapan tersangka. KPK […]

  • Operasi Patuh 2026

    Bukan Sekadar Tilang, Ini Pesan Penting di Balik Operasi Patuh 2026

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pagi hari di sebuah persimpangan kota biasanya selalu sama. Lampu lalu lintas berganti dari merah ke hijau. Deretan sepeda motor mulai bergerak perlahan. Suara knalpot bercampur dengan bunyi klakson pendek yang sesekali terdengar dari belakang antrean. Di sisi jalan, seorang pengendara terlihat buru-buru mengenakan helm sambil sesekali melirik jam di layar […]

  • Ilustrasi konflik Timur Tengah dengan latar kilang minyak dan peta kawasan sebagai simbol dampak perang AS Israel Iran terhadap harga minyak global.

    Perang AS–Israel vs Iran: Dunia Terancam Krisis Energi

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Ketegangan Perang AS Israel Iran kembali meningkat dan memicu kekhawatiran global. Konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran ini bukan hanya persoalan militer, tetapi juga menyentuh stabilitas geopolitik serta harga minyak dunia. Seiring eskalasi konflik Timur Tengah tersebut, pasar energi dan hubungan internasional ikut bergejolak. Situasi memanas setelah serangkaian serangan dan respons balasan […]

  • Pj Sekda Tasikmalaya

    Bupati Tasikmalaya Melantik Pj Sekda

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Pelantikan Pj Sekda Tasikmalaya menjadi awal pengawasan publik terhadap efektivitas birokrasi dan pelayanan warga. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pelantikan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya menandai pergantian figur kunci dalam struktur birokrasi daerah. Namun di balik prosesi resmi, publik menaruh perhatian lebih besar pada satu hal: sejauh mana jabatan strategis ini mampu memperbaiki tata kelola pemerintahan […]

  • Beasiswa Indonesia Bangkit 2026

    Kabar Baik! Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Permudah Akses S1–S3

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kabar baik bagi lulusan madrasah. Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 resmi dibuka dengan skema baru yang lebih fleksibel. Program BIB 2026 ini langsung membuka peluang lebih luas bagi alumni pendidikan keagamaan untuk melanjutkan studi S1, S2, hingga S3, baik di dalam maupun luar negeri. Selama ini, banyak lulusan madrasah menghadapi kendala karena jalur […]

expand_less