Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bupati Tasikmalaya Melantik Pj Sekda

Bupati Tasikmalaya Melantik Pj Sekda

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pelantikan Pj Sekda Tasikmalaya menjadi awal pengawasan publik terhadap efektivitas birokrasi dan pelayanan warga.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pelantikan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya menandai pergantian figur kunci dalam struktur birokrasi daerah. Namun di balik prosesi resmi, publik menaruh perhatian lebih besar pada satu hal: sejauh mana jabatan strategis ini mampu memperbaiki tata kelola pemerintahan dan menjawab persoalan pelayanan publik yang selama ini dikeluhkan warga.

Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, melantik Drs. H. Roni Ahmad Sahroni, MM sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya dalam acara yang digelar di Operation Room Sekretariat Daerah, Senin (12/1/2026). Pelantikan dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, serta pejabat struktural lainnya.

Bagi publik, pengisian jabatan Sekda bukan sekadar formalitas administrasi. Posisi ini menjadi pusat kendali birokrasi yang menentukan apakah kebijakan daerah berjalan efektif atau kembali terjebak dalam rutinitas tanpa dampak nyata.


Sekda dan Masalah Koordinasi Birokrasi

Dalam sambutannya, Bupati Cecep menegaskan peran Sekda sebagai penghubung utama antara kepala daerah dan seluruh perangkat daerah. Ia menyoroti pentingnya koordinasi agar kebijakan tidak berhenti di tataran perencanaan.

“Sekretaris Daerah harus mampu menjadi jembatan yang kokoh antara kepala daerah dengan seluruh perangkat daerah,” ujar Bupati.

Pernyataan ini secara implisit mengakui persoalan klasik birokrasi daerah: lemahnya koordinasi lintas SKPD. Dalam praktiknya, masalah ini sering berdampak pada program yang berjalan parsial, tumpang tindih anggaran, dan minim evaluasi hasil.

Di titik inilah pengawasan publik menjadi relevan. Jabatan Sekda memiliki kewenangan besar dalam mengendalikan ritme birokrasi. Ketika fungsi ini tidak berjalan optimal, yang dirugikan bukan pejabat, melainkan masyarakat penerima layanan.


Efektivitas Program dan Risiko Tumpang Tindih

Bupati Cecep juga menekankan agar Penjabat Sekda memastikan seluruh program pembangunan berjalan selaras dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Penegasan ini penting, mengingat efektivitas program daerah kerap diukur dari serapan anggaran, bukan dari hasil di lapangan.

“Sekretaris Daerah harus mampu memastikan bahwa setiap program pembangunan berjalan secara selaras, tidak tumpang tindih, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tasikmalaya,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi indikator risiko yang perlu diawasi publik. Ketika program tidak terintegrasi, potensi pemborosan anggaran meningkat. Ketika evaluasi lemah, kualitas pelayanan publik menurun.

Dalam konteks ini, peran Sekda bukan hanya administratif, tetapi juga strategis dalam memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah.


Pengawasan Publik atas Jabatan Strategis

Pelantikan Penjabat Sekda harus dibaca sebagai awal masa pengawasan, bukan akhir persoalan. Publik berhak mengetahui sejauh mana perubahan kepemimpinan birokrasi berdampak pada transparansi, kecepatan layanan, dan konsistensi kebijakan.

Dalam struktur pemerintahan daerah, Sekda mengoordinasikan seluruh perangkat daerah, mengawal kebijakan kepala daerah, serta memastikan disiplin aparatur sipil negara. Kegagalan menjalankan fungsi ini berimplikasi langsung pada kualitas pelayanan publik, mulai dari perizinan hingga program pembangunan desa.

Karena itu, pengawasan tidak boleh berhenti pada prosesi pelantikan. Indikator kinerja Sekda perlu dibuka secara jelas: apakah koordinasi antar-SKPD membaik, apakah keluhan masyarakat ditangani lebih cepat, dan apakah kebijakan daerah dieksekusi secara konsisten.


Harapan dan Ujian di Hadapan Publik

Kehadiran unsur Forkopimda, kepala SKPD, staf ahli bupati, Ketua TP PKK, serta Forum Camat dalam pelantikan ini menegaskan besarnya pengaruh jabatan Sekda dalam ekosistem pemerintahan daerah. Namun besarnya pengaruh itu juga berarti besarnya tanggung jawab.

Bagi Penjabat Sekda yang baru dilantik, jabatan ini bukan sekadar amanah struktural. Ia adalah ujian kepemimpinan birokrasi di bawah sorotan publik. Keberhasilan akan tercermin dari perubahan nyata, bukan dari laporan administratif.

Bagi masyarakat Tasikmalaya, pelantikan ini menjadi momentum untuk menagih kinerja. Apakah birokrasi akan lebih responsif, atau tetap berjalan dalam pola lama yang minim evaluasi. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi dugaan korupsi BOS Tasikmalaya berdasarkan hasil audit dana pendidikan sekolah dasar negeri.

    Audit Bongkar Dugaan Korupsi BOS Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dugaan korupsi BOS Tasikmalaya kembali memantik sorotan publik setelah hasil audit mengungkap indikasi penyimpangan dana pendidikan di salah satu sekolah dasar negeri. Kasus dugaan penyalahgunaan dana BOS di Kota Tasikmalaya itu tidak hanya menyangkut administrasi, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius soal integritas pengelolaan anggaran. Hingga kini, publik menilai kasus korupsi dana […]

  • Memasak nasi pulen tanpa rice cooker menggunakan panci dengan metode tradisional di dapur rumah

    Ternyata Begini Cara Memasak Nasi Pulen Tanpa Rice Cooker

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Saat rice cooker tidak bisa digunakan, banyak orang langsung panik karena merasa tidak bisa memasak nasi. Padahal, membuat nasi pulen tanpa rice cooker justru lebih mudah daripada yang dibayangkan. Cara memasak nasi manual atau masak nasi pakai panci sudah dilakukan sejak lama dan tetap menghasilkan nasi lembut, wangi, serta matang merata. […]

  • Klinik Aborsi Ilegal

    Polisi Tangkap Pelaku Klinik Aborsi Ilegal di Jakarta Timur

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Polisi membongkar klinik aborsi ilegal di Jakarta Timur yang melayani ratusan pasien sejak 2023. albadarpost.com, HUMANIORA – Polisi membongkar praktik klinik aborsi ilegal di sebuah apartemen Jakarta Timur yang telah beroperasi sejak 2023 dan melayani ratusan pasien. Kasus ini penting karena menyangkut keselamatan perempuan, lemahnya pengawasan layanan kesehatan, serta potensi kejahatan terorganisasi yang beroperasi di […]

  • Hukum Arisan Online

    Sering Ikut Arisan Online? Begini Hukumnya dalam Islam

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hukum arisan online sering menjadi pertanyaan masyarakat di era digital. Banyak orang mengikuti arisan melalui grup WhatsApp, Telegram, atau media sosial. Karena itu, diskusi tentang hukum arisan online dalam Islam, arisan online halal atau haram, serta hukum arisan digital menurut syariat semakin penting dipahami. Selain menawarkan kemudahan, sistem ini juga memunculkan potensi […]

  • edukasi kebangsaan

    Bakesbangpol Menginisiasi Edukasi Kebangsaan dan Dampaknya bagi Generasi 2045

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: edukasi kebangsaan dinilai kunci menyiapkan generasi 2045 yang kuat dan berkarakter. albadarpost.com, EDITORIAL – Inisiatif edukasi kebangsaan yang digagas Bakesbangpol Kota Tasikmalaya bersama Forum Diskusi Albadar Institute layak dibaca sebagai langkah serius memperbaiki fondasi generasi Indonesia Emas 2045. Program ini menandai kesadaran baru: masa depan negara tidak ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi oleh […]

  • Ilustrasi seseorang tersenyum dalam gemerlap kemewahan, simbol istidraj atau nikmat yang menipu menurut Alquran dan hadis.

    Istidraj: Saat Nikmat Jadi Jalan Kehancuran

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Istidraj sering terdengar sebagai istilah agama, tetapi maknanya jarang benar-benar direnungkan. Istidraj, atau nikmat yang menipu, adalah kondisi ketika seseorang terus menerima karunia Allah, sementara ia tetap tenggelam dalam maksiat. Dalam bahasa yang lebih tajam, istidraj adalah hadiah yang tampak indah, tetapi menyimpan jebakan yang halus. Syekh Ibnu Athaillah dalam Kitab Hikam […]

expand_less