Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bupati Tasikmalaya Melantik Pj Sekda

Bupati Tasikmalaya Melantik Pj Sekda

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pelantikan Pj Sekda Tasikmalaya menjadi awal pengawasan publik terhadap efektivitas birokrasi dan pelayanan warga.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pelantikan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya menandai pergantian figur kunci dalam struktur birokrasi daerah. Namun di balik prosesi resmi, publik menaruh perhatian lebih besar pada satu hal: sejauh mana jabatan strategis ini mampu memperbaiki tata kelola pemerintahan dan menjawab persoalan pelayanan publik yang selama ini dikeluhkan warga.

Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, melantik Drs. H. Roni Ahmad Sahroni, MM sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya dalam acara yang digelar di Operation Room Sekretariat Daerah, Senin (12/1/2026). Pelantikan dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, serta pejabat struktural lainnya.

Bagi publik, pengisian jabatan Sekda bukan sekadar formalitas administrasi. Posisi ini menjadi pusat kendali birokrasi yang menentukan apakah kebijakan daerah berjalan efektif atau kembali terjebak dalam rutinitas tanpa dampak nyata.


Sekda dan Masalah Koordinasi Birokrasi

Dalam sambutannya, Bupati Cecep menegaskan peran Sekda sebagai penghubung utama antara kepala daerah dan seluruh perangkat daerah. Ia menyoroti pentingnya koordinasi agar kebijakan tidak berhenti di tataran perencanaan.

“Sekretaris Daerah harus mampu menjadi jembatan yang kokoh antara kepala daerah dengan seluruh perangkat daerah,” ujar Bupati.

Pernyataan ini secara implisit mengakui persoalan klasik birokrasi daerah: lemahnya koordinasi lintas SKPD. Dalam praktiknya, masalah ini sering berdampak pada program yang berjalan parsial, tumpang tindih anggaran, dan minim evaluasi hasil.

Di titik inilah pengawasan publik menjadi relevan. Jabatan Sekda memiliki kewenangan besar dalam mengendalikan ritme birokrasi. Ketika fungsi ini tidak berjalan optimal, yang dirugikan bukan pejabat, melainkan masyarakat penerima layanan.


Efektivitas Program dan Risiko Tumpang Tindih

Bupati Cecep juga menekankan agar Penjabat Sekda memastikan seluruh program pembangunan berjalan selaras dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Penegasan ini penting, mengingat efektivitas program daerah kerap diukur dari serapan anggaran, bukan dari hasil di lapangan.

“Sekretaris Daerah harus mampu memastikan bahwa setiap program pembangunan berjalan secara selaras, tidak tumpang tindih, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tasikmalaya,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi indikator risiko yang perlu diawasi publik. Ketika program tidak terintegrasi, potensi pemborosan anggaran meningkat. Ketika evaluasi lemah, kualitas pelayanan publik menurun.

Dalam konteks ini, peran Sekda bukan hanya administratif, tetapi juga strategis dalam memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah.


Pengawasan Publik atas Jabatan Strategis

Pelantikan Penjabat Sekda harus dibaca sebagai awal masa pengawasan, bukan akhir persoalan. Publik berhak mengetahui sejauh mana perubahan kepemimpinan birokrasi berdampak pada transparansi, kecepatan layanan, dan konsistensi kebijakan.

Dalam struktur pemerintahan daerah, Sekda mengoordinasikan seluruh perangkat daerah, mengawal kebijakan kepala daerah, serta memastikan disiplin aparatur sipil negara. Kegagalan menjalankan fungsi ini berimplikasi langsung pada kualitas pelayanan publik, mulai dari perizinan hingga program pembangunan desa.

Karena itu, pengawasan tidak boleh berhenti pada prosesi pelantikan. Indikator kinerja Sekda perlu dibuka secara jelas: apakah koordinasi antar-SKPD membaik, apakah keluhan masyarakat ditangani lebih cepat, dan apakah kebijakan daerah dieksekusi secara konsisten.


Harapan dan Ujian di Hadapan Publik

Kehadiran unsur Forkopimda, kepala SKPD, staf ahli bupati, Ketua TP PKK, serta Forum Camat dalam pelantikan ini menegaskan besarnya pengaruh jabatan Sekda dalam ekosistem pemerintahan daerah. Namun besarnya pengaruh itu juga berarti besarnya tanggung jawab.

Bagi Penjabat Sekda yang baru dilantik, jabatan ini bukan sekadar amanah struktural. Ia adalah ujian kepemimpinan birokrasi di bawah sorotan publik. Keberhasilan akan tercermin dari perubahan nyata, bukan dari laporan administratif.

Bagi masyarakat Tasikmalaya, pelantikan ini menjadi momentum untuk menagih kinerja. Apakah birokrasi akan lebih responsif, atau tetap berjalan dalam pola lama yang minim evaluasi. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • perdagangan bayi

    Kasus Perdagangan Bayi: Singapura Tujuan Utama

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Aparat penegak hukum mengungkap praktik perdagangan bayi lintas negara yang dijalankan secara terorganisasi. Sindikat tersebut secara selektif memilih bayi berdasarkan penampilan fisik atau yang mereka anggap “good looking” sebelum dikirim ke luar negeri. Pengungkapan kasus ini menegaskan bahwa perdagangan bayi tidak lagi dilakukan secara sporadis. Pelaku menjalankan mekanisme seleksi, distribusi, dan […]

  • Klinik Paru Garut

    Kasus TBC Garut Tinggi, Klinik Rotinsulu Siap Ekspansi

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus penyakit paru, khususnya Tuberkulosis (TBC), masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Garut. Di tengah tingginya angka pasien paru setiap tahun, rencana penguatan layanan Klinik Paru Garut melalui pengembangan Klinik Utama Dr. H. A. Rotinsulu mulai mendapat sorotan publik. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin bahkan menyambut langsung kunjungan Direktur Utama Rumah […]

  • Learning Loss

    Nilai TKA Rendah, Salah Siswa?

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Nilai TKA rendah mencerminkan learning loss dan kesenjangan struktural pendidikan yang belum tertangani secara sistemik. Ujian sebagai Alarm, Bukan Vonis albadarpost.com, PERSPEKTIF – Rendahnya nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) kembali memantik perdebatan publik. Namun, persoalan ini tidak sesederhana angka rapor nasional. Nilai ujian yang rendah bukan vonis atas kemampuan siswa, melainkan alarm atas masalah struktural […]

  • Makan Bergizi Gratis

    Video Joget di Dapur Viral, Mitra Program Makan Bergizi Gratis Disuspend

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan publik setelah video seorang mitra program tersebut viral di media sosial. Dalam video yang beredar luas, seorang pria bernama Hendrik terlihat berjoget di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sambil menuliskan klaim pendapatan hingga Rp6 juta per hari. Konten tersebut memicu perhatian publik sekaligus […]

  • keamanan Priangan Timur

    Priangan Timur Dalam Sepekan

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Rangkaian peristiwa keamanan dan kecelakaan di Priangan Timur menyoroti risiko publik selama libur panjang. albadarpost.com, FOKUS – Wilayah Priangan Timur diguncang rangkaian peristiwa serius sepanjang sepekan terakhir. Dari penggeledahan Densus 88 di Garut, penangkapan komplotan ganjal ATM lintas provinsi, kecelakaan lalu lintas di Salawu, hingga tragedi wisata di Pangandaran. Peristiwa-peristiwa ini menegaskan satu hal penting: […]

  • insest tasikmalaya

    Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Aman Bagi Anak

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menyoroti insest Tasikmalaya: kejahatan keluarga, kelalaian negara, dan ancaman sosial bagi anak. Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Aman albadarpost.com, EDITORIAL – Polisi Kota Tasikmalaya menangkap seorang pria berinisial DT (41), warga Kecamatan Indihiang, setelah terungkap ia memperkosa anak kandungnya selama bertahun-tahun. Kejahatan ini terdeteksi bukan karena keberanian aparat atau sistem perlindungan sosial, […]

expand_less