Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Diky Candranegara Ikut Menabuh Kendang di Dadaha

Diky Candranegara Ikut Menabuh Kendang di Dadaha

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
  • visibility 110
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara puluhan kendang bersahut-sahutan memecah malam di Selasar Gedung Creative Centre Dadaha, Kota Tasikmalaya, Minggu (21/6/2026). Dentuman ritmis yang menggetarkan itu menjadi penanda lahirnya Kendangers Tasikmalaya, sebuah komunitas penabuh kendang yang kini menghimpun ratusan seniman dari wilayah Priangan Timur.

Peluncuran komunitas pecinta kendang Sunda tersebut berlangsung dalam acara bertajuk Gaung Kendang. Bukan sekadar pertunjukan seni, malam itu menjadi ruang temu bagi para pembuat kendang, penabuh, hingga generasi muda yang ingin menjaga denyut budaya warisan leluhur.

Di tengah antusiasme warga, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candranegara bahkan ikut duduk lesehan bersama para seniman dan menabuh kendang. Tepuk tangan pengunjung pun pecah ketika suara kendang berpadu dengan semangat kebersamaan yang memenuhi area pertunjukan.

Pentas Perdana Kendang Berskala Besar di Tasikmalaya

Ketua Panitia Jajang Kasrana menyebut acara tersebut sebagai panggung perdana kendang berskala besar di Tasikmalaya.

Menurutnya, Kendangers hadir untuk menyediakan ruang silaturahmi sekaligus wadah kreativitas bagi para penabuh kendang.

“Ini panggung pertama kami. Tujuannya memberi rumah bagi penabuh kendang agar silaturahmi dan kreativitas terus hidup,” ujar Jajang.

Suasana malam itu terasa berbeda. Tidak hanya para seniman senior yang hadir, sejumlah anak muda tampak larut mengikuti irama yang dimainkan secara bersama-sama.

Bagi mereka, kendang bukan sekadar alat musik. Kendang adalah bagian dari identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Berawal dari Singaparna, Kini Anggotanya Capai 300 Orang

Ahmad Nasrudin atau yang akrab disapa Ahmad Greg menjelaskan, komunitas tersebut sebenarnya lahir pada 2020 dengan nama Kendangers Singaparna.

Seiring waktu, anggotanya terus bertambah hingga kini mencapai sekitar 300 orang yang tersebar di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

“Di dalamnya ada yang ahli membuat kendang dan ada yang fokus menjadi penabuh. Semua kami rangkul,” katanya.

Semangat yang mereka pegang sederhana, yakni gotong royong atau dalam istilah yang mereka gunakan disebut “udunan”.

Karena itu, Kendangers tidak hanya berkumpul untuk tampil di panggung.

Mereka juga aktif berbagi pengetahuan dan pengalaman melalui tiga program utama, yakni:

  • Kendanger Saba Lembur.
  • Kendanger Saba Sakola.
  • Kendanger Saba Komunitas.

Melalui program tersebut, para anggota turun langsung ke kampung, sekolah, dan komunitas lain untuk memperkenalkan seni kendang kepada masyarakat.

Anak Muda Jadi Kunci Pelestarian Budaya

Menurut Ahmad Greg, Tasikmalaya memiliki banyak seniman berbakat. Namun, ruang ekspresi masih belum sebanyak yang diharapkan.

Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi hal yang sangat penting.

“Pelestarian tidak akan berjalan tanpa anak muda. Kendang harus diwariskan, bukan hanya ditonton,” tuturnya.

Semangat itu tercermin dalam jargon mereka, yakni:

Dulur Salembur Baraya Sadunya.

Ungkapan tersebut menggambarkan persaudaraan dan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi komunitas Kendangers.

Diky Candranegara Ingin Seni Kendang Jadi Daya Tarik Wisata

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candranegara mengaku bangga atas lahirnya komunitas tersebut.

Ia berharap semangat para seniman tidak berhenti pada acara peluncuran semata.

“Saya ingin membentuk Rakasun sejak awal menjabat, tetapi terkendala anggaran. Jangan berhenti di sini. Kalau konsisten, ini bisa menjadi daya tarik wisata,” tegas Diky.

Sementara itu, Among Budaya Disporabudpar Kota Tasikmalaya Andri menyatakan pihaknya akan mendorong kegiatan budaya serupa agar berlangsung secara berkala.

Menurutnya, gedung kesenian harus hidup dan menjadi pusat aktivitas budaya masyarakat.

“Ini membuktikan warisan leluhur masih berdenyut di tangan generasi baru,” katanya.

Selama masih ada tangan yang menabuh dan anak muda yang mau belajar, suara kendang tidak akan pernah benar-benar berhenti. Ia akan terus bergema, menjaga ingatan tentang siapa kita dan dari mana kita berasal. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjauhi Dajjal

    Bukan Karena Lemah, Ini Alasan Nabi Melarang Umat Mendekati Dajjal

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Suasana masjid mulai lengang selepas salat Magrib. Sebagian jamaah sudah pulang. Beberapa anak masih duduk di serambi sambil mengaji. Di sudut ruangan, seorang pemuda mengangkat tangan ketika pengajian membahas tentang Dajjal. Pertanyaannya sederhana. “Kalau iman kita kuat, kenapa Rasulullah tidak menyuruh umat Islam menghadapi Dajjal? Mengapa justru disuruh menjauh?” Pertanyaan itu membuat […]

  • Jumhur Hidayat Menteri Lingkungan Hidup

    Dari Jalanan ke Istana, Kisah Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jumhur Hidayat Menteri Lingkungan Hidup kini menjadi sorotan. Sosok yang juga dikenal sebagai aktivis buruh dan tokoh pergerakan ini menempuh jalur yang tidak biasa menuju kursi kabinet. Ia pernah berdiri di barisan demonstran. Ia pernah merasakan tekanan kekuasaan. Kini, ia justru menjadi bagian dari sistem yang dulu ia kritisi. Pelantikan oleh […]

  • Pengawasan Internal Pemerintah

    Tasikmalaya–Garut Perkuat Pengawasan, Layanan Publik Jadi Fokus

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengawasan internal pemerintah kembali menjadi fokus dalam upaya memperbaiki tata kelola birokrasi daerah. Pemerintah Kota Tasikmalaya menerima kunjungan Inspektorat Kabupaten Garut untuk memperkuat koordinasi lintas daerah sekaligus berbagi pengalaman dalam pengawasan dan pelayanan publik. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, menerima langsung rombongan tersebut di ruang Inspektorat, Selasa (21/4/2026). Pertemuan […]

  • Hakikat Tauhid

    Hakikat Tauhid: Saat Allah Bukan Lagi Pilihan Kedua

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Hakikat tauhid sering dipahami sebatas keyakinan bahwa Allah Maha Esa. Padahal, menurut para ulama tasawuf, hakikat tauhid jauh lebih dalam. Ia berbicara tentang ke mana hati bergantung, kepada siapa harapan disandarkan, dan siapa yang sesungguhnya menjadi tujuan hidup. Ironisnya, di tengah semangat beribadah yang semakin ramai, tidak sedikit orang justru masih menjadikan […]

  • Rekam Tanpa Izin

    Rekam Tanpa Izin Bisa Dipidana? Ini Penjelasan Hukumnya

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Rekam tanpa izin kembali menjadi topik yang ramai diperbincangkan setelah beredar narasi di media sosial yang mengaitkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dengan peringatan mengenai perekaman seseorang tanpa persetujuan. Informasi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah merekam orang tanpa izin otomatis melanggar hukum dan dapat dipidana? Jawabannya tidak sesederhana itu. Dalam […]

  • MPLS Ramah 2026

    Aturan Baru Kemendikdasmen: MPLS 2026 Fokus pada Kenyamanan Siswa

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tahun ajaran baru selalu menghadirkan cerita baru bagi jutaan siswa di Indonesia. Ada yang bersemangat bertemu teman baru, ada pula yang merasa cemas menghadapi lingkungan yang belum dikenal. Karena itu, kehadiran MPLS Ramah 2026 menjadi langkah penting untuk memastikan hari pertama sekolah menjadi pengalaman yang menyenangkan, bukan menegangkan. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Kemendikdasmen […]

expand_less