Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Diky Candranegara Ikut Menabuh Kendang di Dadaha

Diky Candranegara Ikut Menabuh Kendang di Dadaha

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara puluhan kendang bersahut-sahutan memecah malam di Selasar Gedung Creative Centre Dadaha, Kota Tasikmalaya, Minggu (21/6/2026). Dentuman ritmis yang menggetarkan itu menjadi penanda lahirnya Kendangers Tasikmalaya, sebuah komunitas penabuh kendang yang kini menghimpun ratusan seniman dari wilayah Priangan Timur.

Peluncuran komunitas pecinta kendang Sunda tersebut berlangsung dalam acara bertajuk Gaung Kendang. Bukan sekadar pertunjukan seni, malam itu menjadi ruang temu bagi para pembuat kendang, penabuh, hingga generasi muda yang ingin menjaga denyut budaya warisan leluhur.

Di tengah antusiasme warga, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candranegara bahkan ikut duduk lesehan bersama para seniman dan menabuh kendang. Tepuk tangan pengunjung pun pecah ketika suara kendang berpadu dengan semangat kebersamaan yang memenuhi area pertunjukan.

Pentas Perdana Kendang Berskala Besar di Tasikmalaya

Ketua Panitia Jajang Kasrana menyebut acara tersebut sebagai panggung perdana kendang berskala besar di Tasikmalaya.

Menurutnya, Kendangers hadir untuk menyediakan ruang silaturahmi sekaligus wadah kreativitas bagi para penabuh kendang.

“Ini panggung pertama kami. Tujuannya memberi rumah bagi penabuh kendang agar silaturahmi dan kreativitas terus hidup,” ujar Jajang.

Suasana malam itu terasa berbeda. Tidak hanya para seniman senior yang hadir, sejumlah anak muda tampak larut mengikuti irama yang dimainkan secara bersama-sama.

Bagi mereka, kendang bukan sekadar alat musik. Kendang adalah bagian dari identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Berawal dari Singaparna, Kini Anggotanya Capai 300 Orang

Ahmad Nasrudin atau yang akrab disapa Ahmad Greg menjelaskan, komunitas tersebut sebenarnya lahir pada 2020 dengan nama Kendangers Singaparna.

Seiring waktu, anggotanya terus bertambah hingga kini mencapai sekitar 300 orang yang tersebar di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

“Di dalamnya ada yang ahli membuat kendang dan ada yang fokus menjadi penabuh. Semua kami rangkul,” katanya.

Semangat yang mereka pegang sederhana, yakni gotong royong atau dalam istilah yang mereka gunakan disebut “udunan”.

Karena itu, Kendangers tidak hanya berkumpul untuk tampil di panggung.

Mereka juga aktif berbagi pengetahuan dan pengalaman melalui tiga program utama, yakni:

  • Kendanger Saba Lembur.
  • Kendanger Saba Sakola.
  • Kendanger Saba Komunitas.

Melalui program tersebut, para anggota turun langsung ke kampung, sekolah, dan komunitas lain untuk memperkenalkan seni kendang kepada masyarakat.

Anak Muda Jadi Kunci Pelestarian Budaya

Menurut Ahmad Greg, Tasikmalaya memiliki banyak seniman berbakat. Namun, ruang ekspresi masih belum sebanyak yang diharapkan.

Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi hal yang sangat penting.

“Pelestarian tidak akan berjalan tanpa anak muda. Kendang harus diwariskan, bukan hanya ditonton,” tuturnya.

Semangat itu tercermin dalam jargon mereka, yakni:

Dulur Salembur Baraya Sadunya.

Ungkapan tersebut menggambarkan persaudaraan dan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi komunitas Kendangers.

Diky Candranegara Ingin Seni Kendang Jadi Daya Tarik Wisata

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candranegara mengaku bangga atas lahirnya komunitas tersebut.

Ia berharap semangat para seniman tidak berhenti pada acara peluncuran semata.

“Saya ingin membentuk Rakasun sejak awal menjabat, tetapi terkendala anggaran. Jangan berhenti di sini. Kalau konsisten, ini bisa menjadi daya tarik wisata,” tegas Diky.

Sementara itu, Among Budaya Disporabudpar Kota Tasikmalaya Andri menyatakan pihaknya akan mendorong kegiatan budaya serupa agar berlangsung secara berkala.

Menurutnya, gedung kesenian harus hidup dan menjadi pusat aktivitas budaya masyarakat.

“Ini membuktikan warisan leluhur masih berdenyut di tangan generasi baru,” katanya.

Selama masih ada tangan yang menabuh dan anak muda yang mau belajar, suara kendang tidak akan pernah benar-benar berhenti. Ia akan terus bergema, menjaga ingatan tentang siapa kita dan dari mana kita berasal. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semangkuk tongseng kurban dengan daging empuk, kuah gurih kecokelatan, kol segar, tomat, dan cabai merah di atas meja kayu.

    Jangan Salah! Ini Trik Tongseng Kurban Empuk dan Gurih

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpsot.com, LIFESTYLE – Setiap Idul Adha, aroma tongseng kurban hampir selalu muncul dari dapur-dapur rumah di berbagai daerah. Ada yang memasaknya setelah salat Zuhur, ada pula yang baru menyalakan kompor menjelang sore ketika pembagian daging selesai dilakukan. Namun satu keluhan terus berulang dari tahun ke tahun. Daging terasa alot. Kuah kurang meresap. Atau aroma prengus […]

  • Ilustrasi seseorang membersihkan panci dan talenan bekas olahan daging kurban di dapur.

    Kenapa Bau Daging Kurban Sulit Hilang? Ini 5 Cara Membersihkannya

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bau daging kurban sering menempel cukup lama di alat-alat masak setelah Idul Adha. Mulai dari panci, talenan, pisau, blender, hingga wajan kadang masih menyisakan aroma khas daging meski sudah dicuci berkali-kali. Masalah ini sebenarnya sangat umum terjadi. Apalagi jika dapur dipakai memasak banyak olahan kurban sekaligus dalam satu hari. Di beberapa rumah, […]

  • PBJT Listrik

    Ke Mana Uang PBJT Listrik Masyarakat Mengalir?

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Setiap bulan masyarakat membayar tagihan listrik. Di dalam pembayaran tersebut terdapat PBJT Listrik atau Pajak Barang dan Jasa Tertentu atas Tenaga Listrik yang menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun hingga hari ini, masih banyak warga yang belum mengetahui berapa sebenarnya pajak listrik yang dipungut, berapa yang masuk ke kas […]

  • resep nasi tutug oncom

    Menu Kampung Rasa Sultan: Nasi Tutug Oncom Tasik Viral Lagi

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep nasi tutug oncom khas Tasikmalaya semakin populer karena rasanya yang gurih dan autentik. Menu tradisional Sunda ini dikenal sebagai olahan nasi campur oncom, yang sederhana namun kaya cita rasa. Selain itu, banyak orang menyebutnya sebagai hidangan rumahan yang justru membuat ketagihan sejak suapan pertama. Kenapa Nasi Tutug Oncom Selalu Bikin Rindu? […]

  • Bakwan Sayur

    Bakwan Sayur, Alternatif Camilan Hemat dan Bergizi

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bakwan sayur kembali menjadi pilihan banyak rumah tangga sebagai camilan praktis yang hemat biaya dan mudah diolah. Di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pangan, menu sederhana berbahan wortel dan kol ini dinilai mampu menjawab kebutuhan pangan rumahan tanpa mengorbankan rasa dan nilai gizi. Bakwan sayur tidak hanya hadir sebagai gorengan pelengkap, tetapi […]

  • Operasi Patuh Lodaya 2026

    Sudah Siap Jalan, Operasi Patuh Lodaya 2026 Tiba-Tiba Ditunda

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Operasi Patuh Lodaya 2026 resmi ditunda. Kabar penundaan operasi lalu lintas atau razia kendaraan berskala besar tersebut langsung menjadi perhatian banyak pengendara di Tasikmalaya. Pasalnya, sebagian masyarakat sudah bersiap menghadapi penertiban yang sebelumnya dijadwalkan dimulai pada Senin, 8 Juni 2026. Di berbagai grup WhatsApp komunitas pengemudi hingga media sosial lokal, informasi […]

expand_less