Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Ke Mana Uang PBJT Listrik Masyarakat Mengalir?

Ke Mana Uang PBJT Listrik Masyarakat Mengalir?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Setiap bulan masyarakat membayar tagihan listrik. Di dalam pembayaran tersebut terdapat PBJT Listrik atau Pajak Barang dan Jasa Tertentu atas Tenaga Listrik yang menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun hingga hari ini, masih banyak warga yang belum mengetahui berapa sebenarnya pajak listrik yang dipungut, berapa yang masuk ke kas daerah, dan berapa yang digunakan untuk penerangan jalan umum (PJU).

Pertanyaan itu semakin relevan ketika kebutuhan transparansi keuangan daerah menjadi perhatian publik. Di satu sisi, masyarakat membayar pajak melalui konsumsi listrik. Di sisi lain, warga juga berharap dapat melihat hubungan yang jelas antara pajak yang dibayar dengan kualitas layanan penerangan jalan yang mereka nikmati.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2023 dan Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 1 Tahun 2024, dasar pengenaan PBJT tenaga listrik berasal dari nilai jual tenaga listrik yang dibayarkan pengguna akhir. Dengan kata lain, setiap transaksi listrik berpotensi menghasilkan penerimaan daerah. Selain itu, aturan juga mengamanatkan adanya alokasi tertentu untuk mendukung penyediaan penerangan jalan umum.

PBJT Listrik Menjadi Sumber PAD yang Stabil

Tidak banyak jenis pajak daerah yang memiliki karakter stabil seperti PBJT Listrik. Selama masyarakat menggunakan listrik, penerimaan daerah dari sektor ini terus berjalan.

Dokumen analisis yang beredar memperkirakan potensi penerimaan PBJT tenaga listrik Kota Tasikmalaya dapat mencapai sekitar Rp54,81 miliar per tahun. Sementara itu, realisasi atau proyeksi penerimaan yang pernah dipublikasikan berada pada kisaran Rp43 miliar hingga Rp48 miliar per tahun.

Selisih tersebut belum tentu menunjukkan adanya masalah. Sebab, model perhitungan tersebut menggunakan sejumlah asumsi dan bukan data resmi distribusi pelanggan PLN. Bahkan dokumen itu sendiri menegaskan bahwa angka tersebut hanya alat uji kewajaran dan bukan klaim angka pasti.

Namun demikian, adanya selisih potensi dan realisasi tetap memunculkan pertanyaan yang wajar dari masyarakat.

Apa penyebab perbedaannya?

Apakah karena banyak objek yang mendapat pengecualian?

Apakah karena struktur pelanggan berbeda dari asumsi?

Ataukah ada faktor administrasi dan pencatatan lainnya?

Tiga Angka yang Perlu Diketahui Publik

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, terdapat tiga data yang sangat penting.

Pertama, total PBJT Listrik yang dipungut dari pelanggan.

Kedua, total PBJT yang diterima Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Ketiga, total anggaran yang benar-benar digunakan untuk penyediaan dan pemeliharaan penerangan jalan umum.

Jika ketiga angka itu tersedia secara terbuka, maka masyarakat dapat memahami hubungan antara pajak yang dibayar dan manfaat yang diterima.

Transparansi semacam ini juga dapat mengurangi spekulasi yang tidak perlu. Sebaliknya, keterbukaan data justru memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah maupun penyedia tenaga listrik.

Mengapa Transparansi Menjadi Penting?

Di sejumlah ruas jalan, masyarakat masih sering mengeluhkan lampu penerangan yang redup atau tidak berfungsi. Pada saat yang sama, warga tetap membayar komponen pajak dalam tagihan listrik mereka.

Kondisi tersebut membuat pertanyaan mengenai penggunaan dana PBJT menjadi semakin relevan.

Publik tentu tidak sedang meminta data pribadi pelanggan. Yang dibutuhkan adalah data agregat yang dapat menunjukkan besaran penerimaan dan penggunaannya secara umum.

Apalagi, dokumen analisis yang sama juga menyebutkan bahwa untuk menilai apakah penerimaan PBJT sudah optimal, diperlukan keterbukaan mengenai jumlah pelanggan per golongan, nilai transaksi listrik, total PBJT yang disetor, serta alokasi untuk PJU.

Karena itu, keterbukaan data bukan semata-mata soal angka. Transparansi merupakan bagian dari akuntabilitas publik.

Semakin terbuka informasi yang tersedia, semakin mudah masyarakat memahami bagaimana uang yang mereka bayarkan dikelola.

Bukan Soal Mencari Kesalahan

Penting untuk dipahami bahwa pertanyaan mengenai PBJT Listrik bukan berarti menuduh adanya kebocoran penerimaan daerah.

Hingga saat ini belum terdapat data yang cukup untuk menyimpulkan adanya pelanggaran ataupun kerugian daerah.

Justru karena itulah keterbukaan informasi menjadi penting.

Data yang lengkap akan membantu menjawab berbagai pertanyaan secara objektif. Jika ternyata seluruh mekanisme berjalan sesuai aturan, maka transparansi akan memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik.

Sebaliknya, jika terdapat perbedaan data atau persoalan administrasi, maka semua pihak dapat segera melakukan perbaikan.

Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya ingin membayar pajak. Mereka juga ingin mengetahui bagaimana pajak itu bekerja untuk kepentingan bersama.

Setiap lampu jalan yang menyala berasal dari uang publik. Karena itu, publik tidak hanya berhak membayar PBJT Listrik, tetapi juga berhak mengetahui ke mana setiap rupiah itu mengalir dan manfaat apa yang kembali kepada masyarakat. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemain Persib Bandung menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api dalam laga penting Liga 1 2026.

    Persib vs PSIM, Duel Penentu Puncak Klasemen Liga 1

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tak banyak pertandingan yang atmosfernya terasa setegang ini menjelang akhir musim. Duel Persib Bandung kontra PSIM Yogyakarta pada Senin, 4 Mei 2026 sore nanti bukan sekadar perebutan tiga poin. Di balik gemuruh Stadion Gelora Bandung Lautan Api, ada tekanan besar yang sedang mengintai Maung Bandung. Satu langkah salah bisa membuat posisi […]

  • Ilustrasi seseorang duduk tenang di tengah kota modern sebagai simbol tasawuf modern dan pencarian ketenangan batin

    Tasawuf Modern: Jalan Tenang di Tengah Hidup yang Bising

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tasawuf modern perlahan kembali dicari. Di tengah kehidupan yang semakin cepat, manusia mulai lelah mengejar banyak hal, tetapi tetap merasa kosong. Spiritualitas Islam, terutama tasawuf, hadir bukan sebagai pelarian, melainkan sebagai jalan pulang—jalan untuk menenangkan hati yang terlalu lama sibuk dengan dunia. Pertanyaannya bukan lagi apakah tasawuf relevan. Melainkan, apakah manusia modern […]

  • ilustrasi Rabi'ah al-Adawiyah bermunajat dalam kesunyian malam dengan nuansa spiritual dan cahaya lembut

    Rabi’ah al-Adawiyah: Perempuan yang Mencintai Allah Tanpa Syarat

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Siapakah Rabi’ah al-Adawiyah dalam sejarah Islam? Namanya kerap disebut sebagai simbol cinta Ilahi—bukan cinta biasa, tetapi cinta yang menghapus rasa takut dan harapan, lalu menyisakan ketulusan semata. Namun, ada satu hal yang membuat kisahnya berbeda. Ia tidak takut neraka. Ia juga tidak menginginkan surga. Ia hanya menginginkan Allah. Di titik itu, Rabi’ah […]

  • Ilustrasi nasi putih yang cepat basi akibat kesalahan memasak dan penyimpanan yang sering tidak disadari

    Nasi Cepat Basi? Ini Kesalahan yang Sering Terjadi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa heran karena nasi cepat basi, padahal baru dimasak beberapa jam lalu? Banyak orang mengira penyebabnya adalah kualitas beras. Padahal, nasi mudah basi, nasi cepat bau, dan teksturnya berubah sering kali terjadi akibat kesalahan memasak nasi yang tampak sepele dan jarang disadari sejak awal. Menariknya, kebiasaan yang terlihat “biasa saja” justru […]

  • Ilustrasi pelajar Indonesia di era digital dengan sorotan krisis karakter dan pendidikan moral saat Hardiknas 2026

    Hardiknas 2026: Nilai Sekolah Naik, Tapi Kasus Bullying dan Etika Pelajar Jadi Sorotan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Peringatan Hardiknas 2026 atau Hari Pendidikan Nasional tahun ini menghadirkan kegelisahan baru di tengah masyarakat. Di satu sisi, pendidikan Indonesia terus berkembang dengan dukungan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan sistem pembelajaran modern. Namun di sisi lain, kasus bullying, kekerasan pelajar, hingga rendahnya etika digital justru semakin sering muncul. Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan […]

  • tafsir keadilan

    Tafsir Keadilan dalam Al-Qur’an: Fakta yang Jarang Diketahui

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tafsir keadilan menjadi salah satu topik penting dalam Islam yang sering dibahas, tetapi tidak selalu dipahami secara utuh. Banyak orang menyamakan keadilan dengan kesetaraan mutlak, padahal dalam perspektif Al-Qur’an, keadilan dalam Islam, makna adil, dan konsep keseimbangan memiliki dimensi yang lebih dalam. Oleh karena itu, memahami tafsir keadilan secara benar akan membantu […]

expand_less