Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Jangan Pernah Berhenti Belajar, Meski Usia Menepi

Jangan Pernah Berhenti Belajar, Meski Usia Menepi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 201
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINIJangan pernah berhenti belajar—nasihat itu terdengar klise, tetapi justru di sanalah letak rahasianya. Ia sederhana, namun menampar. Ia biasa, tetapi menyala. Dalam ungkapan lain, belajar seumur hidup atau menuntut ilmu tanpa henti adalah jalan sunyi yang sering kita abaikan saat usia merasa cukup dan pengalaman merasa mapan.

Sore kemarin, Om Ajur, wartawan senior mengirim pesan singkat. Ia terkesan dengan tulisan-tulisan saya di albadarpost. Ironisnya, saya tidak pernah belajar jurnalistik secara formal. Dulu di pesantren, tidak ada pelajaran reportase, tidak ada kelas wawancara, apalagi teori framing. Kami hanya diajari adab, alat, fikih, tafsir, dan kesabaran. Namun justru dari lorong-lorong kitab kuning itulah saya memahami satu hal: jangan pernah berhenti belajar.

Saya tersenyum getir. Usia saya tidak lagi muda. Rambut mulai memutih. Energi tidak seberlimpah dulu. Namun hidup terus mengirim pelajaran dengan cara yang kadang menyenangkan, kadang memalukan. Karena itu, berhenti belajar sama saja dengan mengundurkan diri dari kehidupan.

Baca juga: Risiko Hukum Pengadaan Pemerintah

Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Rabbi zidni ‘ilma” (QS. Thaha: 114). Doa itu singkat, tetapi mengguncang. Nabi saja diperintahkan meminta tambahan ilmu. Lalu mengapa kita merasa cukup?

Hidup Adalah Guru yang Tak Pernah Libur

Hidup tidak pernah berhenti mengajar. Ia memberi ujian tanpa kisi-kisi. Ia menghadirkan kegagalan tanpa pemberitahuan. Namun justru di sanalah makna belajar seumur hidup menemukan relevansinya.

Sering kali kita takut salah. Kita khawatir terlihat bodoh. Kita enggan mencoba hal baru karena merasa terlambat. Padahal Rasulullah ﷺ bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah). Hadis ini tidak menyebut batas usia. Tidak ada catatan kaki yang mengatakan “kecuali setelah kepala beruban.”

Karena itu, jangan pernah berhenti belajar hanya karena gelar sudah panjang. Jangan berhenti membaca hanya karena jabatan sudah tinggi. Justru saat posisi terasa aman, kesombongan mulai menyelinap. Di titik itu, ilmu berhenti tumbuh dan hati mulai mengeras.

Imam Imam Syafi’i pernah berkata, “Barang siapa yang tidak tahan menanggung lelahnya belajar, maka ia harus tahan menanggung pahitnya kebodohan.” Kalimat itu terdengar tegas, bahkan keras. Namun ia jujur. Ilmu memang menuntut pengorbanan, sedangkan kebodohan menuntut harga diri.

Investasi yang Tidak Pernah Rugi

Di dunia yang serba cepat, banyak orang berlomba mengamankan masa depan dengan aset dan angka. Mereka menghitung tabungan, properti, dan portofolio. Namun sedikit yang menghitung kedalaman ilmu. Padahal belajar adalah investasi paling sunyi dan paling tahan krisis.

Ketika teknologi berubah, orang yang terus belajar akan menyesuaikan diri. Ketika zaman bergeser, ia tidak panik. Sebaliknya, orang yang berhenti belajar akan menyalahkan keadaan. Ia marah pada generasi baru. Ia mencibir perubahan. Padahal masalahnya bukan pada zaman, melainkan pada dirinya yang berhenti tumbuh.

Saya lama merenung: mungkin pujian wartawan senior itu bukan tentang kemampuan menulis. Mungkin itu tentang ketekunan belajar dari pengalaman. Saya belajar dari kesalahan redaksi. Saya belajar dari kritik pembaca atau bahkan kritik istri. Dan saya belajar dari kegagalan artikel yang sepi respons. Karena itu, jangan pernah berhenti belajar walau bidangnya tidak pernah kita pelajari secara formal.

Belajar tidak selalu berarti duduk di kelas. Ia bisa hadir lewat percakapan sederhana, buku tipis, bahkan komentar pedas. Jika hati terbuka, setiap peristiwa berubah menjadi madrasah.

Mengalahkan Rasa Takut

Rasa takut sering menjadi penghalang terbesar. Kita takut salah. Kita takut ditertawakan. Atau kita takut memulai dari nol. Namun setiap kesalahan adalah guru yang paling jujur. Ia tidak menyenangkan, tetapi ia efektif.

Dalam tasawuf, para ulama mengajarkan muhasabah: introspeksi diri. Tanpa evaluasi, seseorang akan terjebak dalam ilusi kesempurnaan. Karena itu, belajar juga berarti berani mengakui kekurangan. Di sinilah satir kehidupan bekerja: semakin tua usia, semakin terasa betapa sedikit yang kita tahu.

Baca juga: Tawakal dan Tafwid: Jalan Tenang di Tengah Badai Hidup

Ironisnya, justru anak kecil lebih mudah belajar. Mereka tidak malu bertanya. Mereka tidak gengsi mencoba. Sementara orang dewasa sering terjebak citra. Maka, mungkin yang perlu kita pelajari pertama kali adalah kerendahan hati.

Jangan pernah berhenti belajar, sebab berhenti berarti merasa selesai. Padahal manusia tidak pernah benar-benar selesai. Selama napas masih berhembus, Allah masih membuka episode baru.

Kebiasaan, Bukan Sekadar Motivasi

Motivasi sering meledak di awal tahun, lalu redup di tengah jalan. Karena itu, belajar harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar slogan. Bacalah meski satu halaman. Tulis meski satu paragraf. Dengarkan meski satu nasihat. Konsistensi kecil akan membentuk perubahan besar.

Saya percaya, usia bukan alasan untuk berhenti berkembang. Justru pada usia matang, pengalaman memberi kedalaman. Ketika pengalaman bertemu kerendahan hati, lahirlah kebijaksanaan.

Akhirnya, nasihat sederhana itu kembali bergaung: jangan pernah berhenti belajar. Sebab hidup terus berjalan. Waktu terus menguji. Dan Tuhan terus mengajarkan.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Sam ani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kebakaran Garut 2026

    Kebakaran Lahan Garut Melonjak 676 Persen

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran Garut 2026 menunjukkan tren yang patut menjadi perhatian. Data kebakaran yang dirilis dari Pemerintah Kabupaten Garut (Pemkab Garut) melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mencatat 338 kejadian hingga 16 Agustus 2026 pukul 24.00 WIB. Dari jumlah tersebut, kebakaran lahan Garut menjadi sorotan utama. Sebab, berdasarkan data perbandingan yang dirilis Pemkab […]

  • Hukum Arisan Online

    Sering Ikut Arisan Online? Begini Hukumnya dalam Islam

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 226
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hukum arisan online sering menjadi pertanyaan masyarakat di era digital. Banyak orang mengikuti arisan melalui grup WhatsApp, Telegram, atau media sosial. Karena itu, diskusi tentang hukum arisan online dalam Islam, arisan online halal atau haram, serta hukum arisan digital menurut syariat semakin penting dipahami. Selain menawarkan kemudahan, sistem ini juga memunculkan potensi […]

  • Buruh Migran

    Tak Semudah yang Dibayangkan, Ini Perjuangan Buruh Indonesia di Luar Negeri

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 271
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Menjadi buruh migran atau pekerja migran di luar negeri sering dianggap jalan cepat mengubah nasib. Banyak orang melihat foto-foto keberhasilan mereka di media sosial, mulai dari rumah baru, kendaraan, hingga kiriman uang untuk keluarga di kampung halaman. Namun, di balik itu semua, ada perjuangan panjang yang jarang benar-benar terlihat. Sebagian buruh migran […]

  • orang beriman diuji

    Kenapa Orang Beriman Tetap Diuji? Ini Rahasia Besarnya

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 243
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Mengapa orang beriman diuji sering menjadi pertanyaan yang muncul saat hidup terasa berat. Banyak orang bertanya, kenapa justru orang beriman tetap mendapat ujian hidup, cobaan, bahkan kesulitan? Padahal, mereka sudah taat, rajin ibadah, dan berusaha mendekat kepada Allah. Namun, di balik itu semua, terdapat hikmah besar yang sering tidak disadari. Di satu […]

  • Ilustrasi kehidupan modern dengan media sosial, keramaian kota, dan refleksi tanda akhir zaman dalam perspektif Islam.

    Media Sosial hingga Hilangnya Rasa Malu, Inikah Tanda Akhir Zaman?

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Hadis akhir zaman mulai terlihat dalam kehidupan modern, dari fitnah media sosial hingga hilangnya rasa malu.

  • Ribuan jamaah padati Masjid Agung Baiturrahman Tasikmalaya saat Iduladha 1447 H, penuh haru dan kebersamaan.

    Suasana Haru Iduladha di Tasikmalaya, Jamaah Membludak Sejak Subuh

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Iduladha Tasikmalaya terasa begitu hangat sejak pagi buta, Rabu (27/5/2026). Ribuan jamaah memadati halaman Masjid Agung Baiturrahman Kota Tasikmalaya untuk melaksanakan Sholat Iduladha 1447 Hijriah bersama Pelaksana Harian (Plh) Walikota Tasikmalaya. Sejak pukul 06.00 WIB, arus jamaah terus berdatangan dari berbagai penjuru kota. Sebagian membawa sajadah sendiri, sebagian lagi datang […]

expand_less