Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Jangan Pernah Berhenti Belajar, Meski Usia Menepi

Jangan Pernah Berhenti Belajar, Meski Usia Menepi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINIJangan pernah berhenti belajar—nasihat itu terdengar klise, tetapi justru di sanalah letak rahasianya. Ia sederhana, namun menampar. Ia biasa, tetapi menyala. Dalam ungkapan lain, belajar seumur hidup atau menuntut ilmu tanpa henti adalah jalan sunyi yang sering kita abaikan saat usia merasa cukup dan pengalaman merasa mapan.

Sore kemarin, Om Ajur, wartawan senior mengirim pesan singkat. Ia terkesan dengan tulisan-tulisan saya di albadarpost. Ironisnya, saya tidak pernah belajar jurnalistik secara formal. Dulu di pesantren, tidak ada pelajaran reportase, tidak ada kelas wawancara, apalagi teori framing. Kami hanya diajari adab, alat, fikih, tafsir, dan kesabaran. Namun justru dari lorong-lorong kitab kuning itulah saya memahami satu hal: jangan pernah berhenti belajar.

Saya tersenyum getir. Usia saya tidak lagi muda. Rambut mulai memutih. Energi tidak seberlimpah dulu. Namun hidup terus mengirim pelajaran dengan cara yang kadang menyenangkan, kadang memalukan. Karena itu, berhenti belajar sama saja dengan mengundurkan diri dari kehidupan.

Baca juga: Risiko Hukum Pengadaan Pemerintah

Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Rabbi zidni ‘ilma” (QS. Thaha: 114). Doa itu singkat, tetapi mengguncang. Nabi saja diperintahkan meminta tambahan ilmu. Lalu mengapa kita merasa cukup?

Hidup Adalah Guru yang Tak Pernah Libur

Hidup tidak pernah berhenti mengajar. Ia memberi ujian tanpa kisi-kisi. Ia menghadirkan kegagalan tanpa pemberitahuan. Namun justru di sanalah makna belajar seumur hidup menemukan relevansinya.

Sering kali kita takut salah. Kita khawatir terlihat bodoh. Kita enggan mencoba hal baru karena merasa terlambat. Padahal Rasulullah ﷺ bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah). Hadis ini tidak menyebut batas usia. Tidak ada catatan kaki yang mengatakan “kecuali setelah kepala beruban.”

Karena itu, jangan pernah berhenti belajar hanya karena gelar sudah panjang. Jangan berhenti membaca hanya karena jabatan sudah tinggi. Justru saat posisi terasa aman, kesombongan mulai menyelinap. Di titik itu, ilmu berhenti tumbuh dan hati mulai mengeras.

Imam Imam Syafi’i pernah berkata, “Barang siapa yang tidak tahan menanggung lelahnya belajar, maka ia harus tahan menanggung pahitnya kebodohan.” Kalimat itu terdengar tegas, bahkan keras. Namun ia jujur. Ilmu memang menuntut pengorbanan, sedangkan kebodohan menuntut harga diri.

Investasi yang Tidak Pernah Rugi

Di dunia yang serba cepat, banyak orang berlomba mengamankan masa depan dengan aset dan angka. Mereka menghitung tabungan, properti, dan portofolio. Namun sedikit yang menghitung kedalaman ilmu. Padahal belajar adalah investasi paling sunyi dan paling tahan krisis.

Ketika teknologi berubah, orang yang terus belajar akan menyesuaikan diri. Ketika zaman bergeser, ia tidak panik. Sebaliknya, orang yang berhenti belajar akan menyalahkan keadaan. Ia marah pada generasi baru. Ia mencibir perubahan. Padahal masalahnya bukan pada zaman, melainkan pada dirinya yang berhenti tumbuh.

Saya lama merenung: mungkin pujian wartawan senior itu bukan tentang kemampuan menulis. Mungkin itu tentang ketekunan belajar dari pengalaman. Saya belajar dari kesalahan redaksi. Saya belajar dari kritik pembaca atau bahkan kritik istri. Dan saya belajar dari kegagalan artikel yang sepi respons. Karena itu, jangan pernah berhenti belajar walau bidangnya tidak pernah kita pelajari secara formal.

Belajar tidak selalu berarti duduk di kelas. Ia bisa hadir lewat percakapan sederhana, buku tipis, bahkan komentar pedas. Jika hati terbuka, setiap peristiwa berubah menjadi madrasah.

Mengalahkan Rasa Takut

Rasa takut sering menjadi penghalang terbesar. Kita takut salah. Kita takut ditertawakan. Atau kita takut memulai dari nol. Namun setiap kesalahan adalah guru yang paling jujur. Ia tidak menyenangkan, tetapi ia efektif.

Dalam tasawuf, para ulama mengajarkan muhasabah: introspeksi diri. Tanpa evaluasi, seseorang akan terjebak dalam ilusi kesempurnaan. Karena itu, belajar juga berarti berani mengakui kekurangan. Di sinilah satir kehidupan bekerja: semakin tua usia, semakin terasa betapa sedikit yang kita tahu.

Baca juga: Tawakal dan Tafwid: Jalan Tenang di Tengah Badai Hidup

Ironisnya, justru anak kecil lebih mudah belajar. Mereka tidak malu bertanya. Mereka tidak gengsi mencoba. Sementara orang dewasa sering terjebak citra. Maka, mungkin yang perlu kita pelajari pertama kali adalah kerendahan hati.

Jangan pernah berhenti belajar, sebab berhenti berarti merasa selesai. Padahal manusia tidak pernah benar-benar selesai. Selama napas masih berhembus, Allah masih membuka episode baru.

Kebiasaan, Bukan Sekadar Motivasi

Motivasi sering meledak di awal tahun, lalu redup di tengah jalan. Karena itu, belajar harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar slogan. Bacalah meski satu halaman. Tulis meski satu paragraf. Dengarkan meski satu nasihat. Konsistensi kecil akan membentuk perubahan besar.

Saya percaya, usia bukan alasan untuk berhenti berkembang. Justru pada usia matang, pengalaman memberi kedalaman. Ketika pengalaman bertemu kerendahan hati, lahirlah kebijaksanaan.

Akhirnya, nasihat sederhana itu kembali bergaung: jangan pernah berhenti belajar. Sebab hidup terus berjalan. Waktu terus menguji. Dan Tuhan terus mengajarkan.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Sam ani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • caregiver Indonesia

    Beban Caregiver Kian Berat di Tengah Minimnya Kebijakan Negara

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Caregiver Indonesia memikul beban perawatan lansia tanpa perlindungan negara di tengah tekanan keluarga. albadarpost.com, LIFESTYLE – Di banyak rumah, aktivitas dimulai jauh sebelum subuh. Ada warga yang bangun bukan untuk bekerja, melainkan mengganti popok orang tua, menyiapkan obat, atau memastikan alat bantu napas berfungsi. Mereka bukan tenaga kesehatan, tetapi menjadi penopang utama perawatan harian. Peran […]

  • Data perbandingan skor IDSD 2025 Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya berdasarkan 12 pilar penilaian.

    IDSD 2025 Bicara: Kota Tasikmalaya Unggul, Kabupaten Harus Gaspol

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rilis IDSD 2025 atau Indeks Desa dan Daerah 2025 langsung memantik perhatian publik Tasikmalaya. Data terbaru itu memperlihatkan jarak yang tidak kecil antara Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya. Kota membukukan skor 4,05, sementara kabupaten bertahan di angka 3,52. Adapun rata-rata nasional berada di 3,50. Angka tersebut bukan sekadar statistik tahunan. Sebaliknya, […]

  • BPD Tasikmalaya

    Resmi! Puluhan Anggota BPD Tasikmalaya Perkuat Pemerintahan Desa

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penguatan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tasikmalaya menjadi langkah strategis setelah pemerintah daerah meresmikan puluhan anggota baru. Peresmian anggota BPD PAW (Pergantian Antar Waktu) ini menjadi bagian penting dalam memperkuat fungsi pengawasan dan penyaluran aspirasi masyarakat di tingkat desa. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong tata kelola desa yang transparan […]

  • kapal Pertamina Selat Hormuz

    Selat Hormuz Memanas: Kapal Malaysia Lolos, Dua Tanker Pertamina Masih Tertahan

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Situasi Selat Hormuz kembali menarik perhatian dunia setelah beberapa kapal tanker mendapat izin melintas dari Iran. Namun di tengah perkembangan itu, kapal Pertamina Selat Hormuz justru masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Kondisi ini memicu perhatian publik karena jalur tersebut merupakan salah satu rute paling penting bagi perdagangan energi global. Sejumlah […]

  • miras ilegal

    Pemkot Tasikmalaya Musnahkan Ribuan Miras Ilegal

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Pemkot Tasikmalaya musnahkan ribuan botol miras ilegal demi ketertiban dan perlindungan kesehatan warga. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya memusnahkan ribuan botol minuman keras ilegal hasil pengamanan aparat. Langkah ini menegaskan arah kebijakan daerah dalam menjaga ketertiban umum sekaligus melindungi kesehatan warga dari dampak peredaran miras yang tidak terkendali. Sebanyak 6.489 botol miras ilegal […]

  • Pertandingan Dewa United vs Persib Bandung di stadion tanpa penonton dengan suasana tegang dan fokus pemain

    Tanpa Suporter, Dewa United vs Persib Bisa Tak Terduga, Siapa Diuntungkan?

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Laga Dewa United vs Persib kali ini terasa berbeda sejak awal. Pertandingan Dewa United vs Persib bukan hanya soal perebutan poin, tetapi juga soal adaptasi dalam situasi yang tidak biasa. Tanpa penonton di Stadion Internasional Banten, Senin (20/4), duel ini kehilangan satu elemen penting: tekanan dari tribun. Keputusan menggelar pertandingan tanpa […]

expand_less