Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Anak 90-an Baru Sadar, Ternyata Orang Tua Dulu Sangat Hebat Mengatur Uang

Anak 90-an Baru Sadar, Ternyata Orang Tua Dulu Sangat Hebat Mengatur Uang

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Generasi 90-an mungkin masih ingat suara tutup kaleng biskuit yang dibuka perlahan, lalu ternyata isinya bukan kue — melainkan uang receh, benang jahit, atau nota belanja lama.

Hal-hal kecil seperti itu dulu terasa biasa saja. Namun sekarang, banyak orang justru mulai merindukan cara hidup sederhana orang tua zaman dulu.

Di tengah biaya hidup yang makin tinggi, kebiasaan hidup hemat ala keluarga tahun 90-an kembali ramai dibicarakan. Banyak orang sadar, meski hidup serba terbatas saat itu, rumah tetap terasa hangat dan orang tua jarang mengeluh soal uang.

Padahal penghasilan mereka dulu jauh lebih kecil dibanding sekarang.

1. Orang Tua Dulu Tidak Gampang Membeli Barang Baru

Anak 90-an pasti familiar dengan kalimat:
“Kalau masih bisa dipakai, ngapain beli baru?”

Kalimat sederhana itu dulu terdengar menyebalkan. Namun sekarang banyak orang mulai memahami maksudnya.

Orang tua zaman dulu terbiasa memakai barang sampai benar-benar rusak.

Televisi tabung dipukul sedikit kalau gambarnya hilang. Kipas angin diperbaiki berkali-kali. Bahkan ember retak pun kadang masih ditambal.

Mereka tidak malu memakai barang lama.

Yang penting rumah tetap berjalan dan kebutuhan utama keluarga tetap aman.

2. Makan di Rumah Jadi Kebiasaan yang Dirindukan

Dulu aroma tumisan bawang dari dapur rumah sering menjadi tanda semua anggota keluarga akan berkumpul.

Ibu memasak sederhana:

  • tempe goreng,
  • sayur sop,
  • telur dadar,
  • atau sambal dadakan.

Namun suasana makan terasa hangat.

Jarang ada makanan mahal. Meski begitu, anak-anak tetap tumbuh dengan kenangan yang membekas sampai sekarang.

Hari ini banyak orang mulai sadar bahwa kebiasaan makan di rumah ternyata bukan hanya soal hemat uang, tetapi juga soal kedekatan keluarga.

3. Uang Receh Selalu Disimpan

Orang tua tahun 90-an punya kebiasaan unik: hampir tidak pernah meremehkan uang kecil.

Sisa uang belanja sering dimasukkan ke dalam kaleng bekas biskuit, dompet kecil, atau diselipkan di lemari.

Lama-lama jumlahnya terkumpul.

Kadang uang itu dipakai mendadak saat anak butuh biaya sekolah atau ketika kondisi rumah sedang sulit.

Sekarang banyak orang baru sadar bahwa kebiasaan sederhana itu sebenarnya bentuk disiplin keuangan yang luar biasa.

4. Hiburan Tidak Harus Mahal

Dulu kebahagiaan terasa sederhana.

Anak-anak bermain petak umpet menjelang magrib. Tetangga duduk di teras sambil ngobrol panjang tanpa sibuk melihat layar ponsel.

Kalau malam Minggu tiba, keluarga berkumpul menonton televisi bersama.

Acara favorit ditunggu ramai-ramai.

Tidak ada internet cepat. Tidak ada media sosial.

Namun anehnya, banyak orang merasa hidup saat itu justru terasa lebih dekat dan tidak terlalu melelahkan.

5. Orang Tua Jarang Mengeluh di Depan Anak

Banyak anak 90-an baru sadar setelah dewasa:
ternyata dulu kondisi ekonomi keluarga tidak selalu baik-baik saja.

Namun orang tua jarang menunjukkannya di depan anak.

Ayah tetap berangkat kerja pagi-pagi. Ibu tetap berusaha membuat rumah terasa nyaman.

Mereka menyimpan lelah sendiri agar anak-anak tetap bisa sekolah dan tumbuh tanpa terlalu banyak rasa takut.

Kini ketika generasi 90-an mulai merasakan beratnya kebutuhan hidup, banyak yang akhirnya memahami pengorbanan itu.

6. Mereka Lebih Memilih Menabung daripada Pamer

Dulu orang tua lebih bangga punya tabungan kecil dibanding terlihat mewah.

Karena itu, mereka terbiasa hidup sederhana.

Baju Lebaran cukup satu setahun. Perabot rumah dipakai selama mungkin.

Namun sedikit demi sedikit, mereka membangun masa depan keluarga.

Sebagian berhasil menyekolahkan anak sampai kuliah hanya dari hasil hidup hemat bertahun-tahun.

7. Rumah Kecil Tetap Terasa Tenang

Mungkin rumah dulu tidak besar.

Dindingnya kadang masih papan. Televisi hanya satu. Motor pun belum tentu punya.

Namun banyak orang mengingat masa itu dengan perasaan hangat.

Sebab yang membuat rumah nyaman ternyata bukan kemewahan.

Melainkan rasa cukup dan kebersamaan yang tumbuh setiap hari.

Generasi Sekarang Mulai Merindukan Bisa Hidup Hemat

Hari ini hidup memang jauh lebih modern.

Namun banyak orang justru merasa lebih cepat lelah, lebih sering cemas soal uang, dan terus mengejar gaya hidup yang tidak ada habisnya.

Karena itu, nostalgia tentang kehidupan tahun 90-an kembali ramai dibicarakan.

Bukan semata karena rindu masa kecil, tetapi karena banyak orang mulai merasa bahwa orang tua dulu sebenarnya mengajarkan hidup hemat, cara hidup yang lebih tenang.

Dulu kita mengira orang tua hidup terlalu sederhana. Sekarang, setelah dewasa, baru terasa — ternyata kesederhanaan itulah yang diam-diam menjaga keluarga tetap kuat melewati zaman sesulit apa pun. (ARR)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • korban love scam

    Korban Love Scam Kehilangan Rp2,1 Miliar, Pelaku Masih Buron

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Kasus korban love scam Rp2,1 miliar asal Surabaya mandek setahun. Pelaku dan istrinya masih buron. albadarpost.com, HUMANIORA – Seorang korban love scam asal Surabaya berinisial WS kembali menyuarakan tuntutan keadilan setelah kehilangan uang Rp2,1 miliar. Setahun sejak laporan dibuat, penyidik Polres Metro Jakarta Pusat belum menemukan terduga pelaku, yakni pria keturunan Kamerun bernama Heric Simphorien […]

  • Korupsi Pengadaan

    Terungkap! Korupsi Pengadaan Sudah Diatur Sejak Awal

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Korupsi pengadaan kembali menunjukkan wajah aslinya. Data Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap bahwa sekitar 25 persen perkara korupsi berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa (PBJ). Namun, temuan ini bukan sekadar angka. Di baliknya, ada pola yang berulang dan terstruktur. Dalam kurun 2004 hingga 2025, KPK menangani 1.782 perkara korupsi. Dari jumlah itu, 446 […]

  • Ilustrasi perjalanan jiwa manusia dalam psikologi nafsu Islam dari ammarah menuju mutmainnah dengan nuansa reflektif

    Psikologi Nafsu dalam Islam: Peta Batin Manusia yang Tak Pernah Netral

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di era mendatang, manusia akan semakin lihai membaca data, emosi, dan pola pikir. Namun pada saat yang sama, manusia justru kian gagap mengenali batinnya sendiri. Teknologi berkembang cepat, tetapi kegelisahan jiwa mengendap tanpa suara. Di titik inilah Islam hadir dengan tawaran yang jujur sekaligus tajam: psikologi nafsu. Al-Qur’an tidak memulai pembicaraan tentang […]

  • Akses KUR Bekasi

    Akses KUR Bekasi Dikeluhkan Rumit, Pemkab Janji Permudah Proses Kredit

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Akses KUR Bekasi dipercepat untuk menekan ketergantungan UMKM pada pinjaman ilegal dan rentenir. albadarpost.com, HUMANIORA – Pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi kembali menyoroti akses KUR Bekasi yang dinilai belum mudah dan cepat. Mereka menyampaikan keluhan soal syarat jaminan, proses verifikasi yang panjang, hingga ketidakpastian persetujuan. Kondisi ini membuat sebagian pengusaha kecil meminjam modal dari rentenir […]

  • Wisatawan Malaysia Terbanyak

    Wisatawan Malaysia Terbanyak Kunjungi Indonesia pada 2025

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Wisatawan Malaysia Terbanyak datang ke Indonesia sepanjang 2025, dominasi kunjungan ke Jakarta dan Bandung. albadarpost.com, HUMANIORA – Arus Wisatawan Malaysia Terbanyak kembali menegaskan dominasi turis negeri jiran dalam daftar kunjungan mancanegara ke Indonesia. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hampir seperlima wisatawan asing yang masuk pada September 2025 berasal dari Malaysia, memperlihatkan ketergantungan kuat […]

  • telur balado estetik warna merah menggoda

    Cara Bikin Telur Balado Ala Restoran, Ternyata Ini Kuncinya

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Belakangan ini, cara membuat telur balado gourmet ramai dibicarakan di media sosial. Banyak kreator kuliner mengubah menu sederhana ini menjadi hidangan premium dengan tampilan estetik dan rasa lebih kompleks. Bahkan, versi telur balado ala restoran, balado premium rumahan, hingga telur balado estetik viral mulai bermunculan dan menarik perhatian. Fenomena ini bukan tanpa […]

expand_less