Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Program Bantuan Bedah Rumah PUPR: Solusi Mengatasi Backlog Perumahan di Indonesia

Program Bantuan Bedah Rumah PUPR: Solusi Mengatasi Backlog Perumahan di Indonesia

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 2 Jul 2023
  • visibility 165
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Program Bedah Rumah PUPR bantu ribuan keluarga berpenghasilan rendah wujudkan hunian layak dan sehat.

albadarpost.com, LENSA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pemerataan hunian layak di seluruh Indonesia. Melalui program Bedah Rumah PUPR, pemerintah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) guna membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperbaiki rumah tidak layak huni sekaligus mengurangi backlog perumahan yang selama ini menjadi tantangan nasional.


Bedah Rumah PUPR Dorong Akses Hunian Layak

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan Kementerian PUPR mencatat hingga 12 Juni 2023, program Bedah Rumah PUPR telah merehabilitasi sebanyak 93.139 unit rumah atau mencapai 62,07 persen dari target nasional sebanyak 150.050 unit. Program ini merupakan salah satu langkah nyata untuk menekan angka kekurangan perumahan (backlog) sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Program Bedah Rumah PUPR bukan sekadar kegiatan fisik memperbaiki bangunan, tetapi juga menjadi upaya sosial memperkuat kemandirian masyarakat dalam membangun rumah yang sehat dan aman. Melalui mekanisme Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), masyarakat diajak untuk berpartisipasi aktif dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Bantuan ini diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar dapat memiliki hunian yang memenuhi standar kelayakan.

Sesuai dengan ketentuan Permen PUPR Nomor 17/PRT/M/2018, setiap penerima manfaat akan menerima Rp 20 juta, terdiri dari Rp 17,5 juta untuk pembelian bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah tenaga kerja. Skema ini memastikan penggunaan dana tepat sasaran, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam memperbaiki rumah masing-masing.


Syarat dan Mekanisme Program Bedah Rumah PUPR

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan ini, terdapat sejumlah syarat utama yang harus dipenuhi. Berdasarkan aturan Pasal 11 Permen PUPR Nomor 17/PRT/M/2018, penerima harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah berkeluarga, memiliki lahan sah untuk tempat tinggal, serta menempati rumah satu-satunya dalam kondisi tidak layak huni. Selain itu, penerima belum pernah mendapatkan bantuan BSPS atau program serupa dalam 10 tahun terakhir, dan memiliki penghasilan maksimal setara Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Tahapan awal program Bedah Rumah PUPR dimulai dari pendataan oleh masyarakat secara swadaya. Warga dapat mengusulkan rumah sendiri atau rumah tetangga di wilayah desa atau kelurahan. Data tersebut akan diverifikasi oleh pemerintah desa untuk kemudian diteruskan kepada instansi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat. Pola ini membuat masyarakat menjadi bagian penting dari solusi, bukan sekadar penerima bantuan pasif.

Penerapan prinsip “tanggung renteng” atau tanggung jawab bersama antarwarga menjadi kunci keberhasilan program ini. Masyarakat diharapkan bekerja berkelompok untuk saling membantu selama proses pembangunan berlangsung. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat solidaritas sosial, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap hasil pembangunan.


BSPS Sebagai Langkah Strategis Kurangi Rumah Tidak Layak Huni

Indonesia masih menghadapi persoalan serius dalam penyediaan rumah layak huni bagi seluruh rakyatnya. Berdasarkan data pemerintah, jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) masih cukup tinggi, terutama di wilayah pedesaan dan pinggiran kota. Kondisi bangunan yang rapuh, sanitasi buruk, serta keterbatasan akses air bersih menjadi indikator utama kategori RTLH.

Program Bedah Rumah PUPR hadir sebagai solusi strategis untuk memperbaiki kondisi tersebut. Tidak hanya menyasar perbaikan fisik bangunan, tetapi juga memastikan aspek kesehatan lingkungan, seperti penyediaan sarana sanitasi yang memadai dan akses air bersih. Pemerintah berharap, rumah yang telah direhabilitasi dapat menjadi tempat tinggal yang sehat, aman, dan mendukung produktivitas keluarga.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, program ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam melaksanakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 11 tentang kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Dengan melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan program, pemerintah berupaya menciptakan model pembangunan partisipatif yang efektif.


Dampak Ekonomi dan Sosial Program Bedah Rumah PUPR

Selain meningkatkan kualitas hunian, Bedah Rumah PUPR juga memberikan efek ganda terhadap ekonomi lokal. Kegiatan pembangunan rumah swadaya mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa karena bahan bangunan dibeli dari toko lokal dan tenaga kerja berasal dari lingkungan sekitar. Hal ini membantu menggerakkan sektor informal dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Baca juga: Prabowo Targetkan 400 Ribu Rumah Tidak Layak Huni Direhabilitasi pada 2026

Secara sosial, program ini turut mempererat hubungan antarwarga. Semangat gotong royong yang muncul dalam proses pembangunan menjadi nilai tambah yang tidak ternilai. Masyarakat tidak hanya membangun rumah, tetapi juga membangun kepercayaan, solidaritas, dan kemandirian.

Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan program Bedah Rumah PUPR tidak hanya diukur dari jumlah unit yang selesai, tetapi dari meningkatnya kesejahteraan warga yang kini dapat menikmati hunian yang lebih layak dan sehat.

Program Bedah Rumah PUPR bukan hanya proyek fisik, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan partisipasi aktif warga, program ini menjadi simbol gotong royong modern yang mengakar pada semangat kemandirian bangsa.

Program Bedah Rumah PUPR bantu ribuan warga miliki rumah layak, sehat, dan mandiri melalui gotong royong masyarakat. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCINU ANZ

    Jelang Konfercab X, PCINU ANZ Gelar Tahlil dan Istighosah Kubro

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Di tengah berbagai dinamika organisasi, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Australia dan New Zealand (PCINU ANZ) memilih cara yang berbeda untuk menyambut Konferensi Cabang (Konfercab) ke-10. Alih-alih langsung berbicara soal kepengurusan atau agenda organisasi, PCINU ANZ terlebih dahulu mengajak warga Nahdliyin memperkuat ikatan spiritual melalui Tahlil dan Istighosah Kubro. Kegiatan bertajuk […]

  • Musim Kemarau Islam

    Musim Kemarau dalam Islam, Pelajaran dari Nabi Yusuf

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di tengah musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia, kekhawatiran terhadap berkurangnya pasokan air, menurunnya hasil pertanian, hingga ancaman kekeringan kembali menjadi perhatian masyarakat. Dalam ajaran Islam, musim kemarau dapat dipahami sebagai salah satu ujian kehidupan sekaligus momentum untuk memperkuat ikhtiar, kesabaran, dan ketakwaan kepada Allah SWT. Perspektif tersebut tercermin […]

  • penjualan tahun baru

    Omzet Terompet Tahun Baru Turun

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Penjualan Tahun Baru Turun, Ekonomi Rumah Tangga Tertekan dan Empati Sosial Menguat albadarpost.com, HUMANIORA – Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, aktivitas perdagangan terompet dan petasan di Kota Depok, Jawa Barat, mengalami penurunan tajam. Pantauan di Pasar Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, menunjukkan suasana yang jauh lebih lengang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penurunan penjualan ini tidak sekadar […]

  • izin perumahan Jabar

    Pemprov Jabar Setop Izin Perumahan untuk Lindungi Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Gubernur Jabar hentikan izin perumahan di seluruh daerah demi mitigasi bencana dan penataan ulang tata ruang. albadarpost.com, FOKUS – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghentikan sementara penerbitan izin pembangunan perumahan di seluruh wilayah provinsi. Kebijakan ini memperluas aturan sebelumnya yang hanya berlaku di kawasan Bandung Raya. Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi yang kini […]

  • Ilustrasi jamaah mendengarkan khutbah Idul Adha di lapangan masjid dengan suasana pagi penuh takbir.

    Salat Idul Adha yang Benar, Ini Tata Cara Lengkap dengan Doanya

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Udara pagi Idul Adha biasanya terasa berbeda. Jalanan kampung yang sehari-hari sepi mulai dipenuhi suara sandal jamaah yang terseret pelan di aspal menuju lapangan salat. Dari kejauhan, gema takbir terdengar bercampur suara motor yang datang bergelombang sejak subuh. Sebagian bapak-bapak tampak tergesa memasang peci hitam yang baru diambil dari lemari. Ada anak […]

  • literasi Al-Qur’an guru

    Kementerian Agama: Literasi Al-Qur’an Guru PAI Rendah

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Lebih 58 persen guru PAI SD belum fasih baca Al-Qur’an. Kemenag siapkan reformasi rekrutmen dan sertifikasi. albadarpost.com, HUMANIORA – Kementerian Agama mengungkap temuan krusial terkait kualitas pendidikan agama di sekolah dasar. Hasil asesmen nasional Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025 menunjukkan 58,26 persen guru PAI tingkat SD dan SDLB di Indonesia belum fasih membaca Al-Qur’an. Kondisi […]

expand_less