Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Dunia Deg-degan, Indonesia Tegas: Tarif Selat Malaka Belum Berlaku

Dunia Deg-degan, Indonesia Tegas: Tarif Selat Malaka Belum Berlaku

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 206
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Isu tarif Selat Malaka, atau rencana pungutan kapal di Selat Malaka, tiba-tiba mengguncang perhatian global. Banyak pihak khawatir biaya kapal Selat Malaka akan langsung mengerek ongkos logistik dunia. Namun di tengah riuh spekulasi, pemerintah Indonesia justru memberi sinyal tegas: kebijakan itu belum berlaku dan masih sebatas kajian.

Pemerintah Buka Suara: “Tidak Kita Charge”

Pernyataan resmi datang dari pejabat Kementerian Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menepis isu liar yang beredar.

“Kapal lewat Selat Malaka tidak kita charge.”

Kalimat ini sederhana, tetapi dampaknya besar. Artinya jelas: tidak ada tarif Selat Malaka saat ini. Pemerintah tidak sedang memungut biaya dari kapal internasional.

Namun demikian, wacana tersebut memang nyata. Pemerintah mengakui sedang mengkaji kemungkinan kebijakan yang lebih “ofensif”, terutama karena posisi Indonesia berada di jalur perdagangan dunia yang sangat strategis.

Kenapa Dunia Langsung Bereaksi? Ini Alasannya

Sorotan global muncul bukan tanpa sebab. Selat Malaka adalah urat nadi perdagangan dunia. Ribuan kapal melintas setiap tahun, membawa energi, bahan mentah, hingga barang konsumsi lintas benua.

Karena itu, begitu isu biaya kapal Selat Malaka muncul, pelaku industri langsung menghitung ulang risiko. Jika tarif benar-benar diterapkan, ongkos pengiriman berpotensi naik. Dampaknya bisa merembet ke harga barang di pasar global.

Selain itu, perusahaan pelayaran tidak tinggal diam. Mereka bisa mengalihkan jalur ke rute lain, meskipun lebih jauh dan mahal. Perubahan kecil di Selat Malaka bisa memicu efek domino yang besar.

Bandingkan dengan Selat Hormuz, Tapi Realitanya Rumit

Dalam diskusi internal, pemerintah sempat menyinggung praktik di Selat Hormuz. Namun perbandingan itu tidak bisa diterapkan mentah-mentah.

“Kalau bisa seperti itu… tapi kan tidak begitu,” ujar Purbaya.

Pernyataan ini menegaskan satu hal: tarif Selat Malaka bukan keputusan sederhana. Ada banyak variabel yang harus dihitung, mulai dari hukum laut internasional hingga dampak geopolitik.

Karena itu, pemerintah tidak ingin gegabah. Setiap langkah harus melalui kalkulasi matang.

Indonesia Tak Bisa Jalan Sendiri

Isu ini juga tidak bisa diputuskan sepihak. Indonesia berbagi kepentingan di Selat Malaka dengan negara lain, terutama:

Ketiga negara memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan kelancaran jalur tersebut. Tanpa kesepakatan bersama, kebijakan pungutan bisa memicu ketegangan kawasan.

Selain itu, aturan internasional mengikat jalur pelayaran seperti Selat Malaka. Maka dari itu, pendekatan diplomasi menjadi jalan yang tidak bisa dihindari.

Godaan Besar: Uang dari Jalur Super Sibuk

Meski belum diterapkan, satu hal tidak bisa dibantah: potensi ekonomi dari pungutan kapal internasional sangat besar.

Bayangkan, ribuan kapal melintas setiap tahun. Jika ada tarif, pemasukan negara bisa melonjak signifikan. Dana itu bisa digunakan untuk memperkuat keamanan laut, memperbaiki navigasi, hingga membangun infrastruktur pelabuhan.

Di titik ini, dilema muncul. Di satu sisi ada peluang besar, di sisi lain ada risiko global yang tidak kecil.

Wacana Panas, Dunia Menunggu

Isu tarif Selat Malaka sudah terlanjur menyebar dan memicu reaksi luas. Namun fakta resminya tegas: Indonesia belum menerapkan tarif apa pun.

Pemerintah masih mengkaji semua kemungkinan dengan pendekatan hati-hati. Langkah ini masuk akal, karena keputusan yang diambil bukan hanya berdampak nasional, tetapi juga global.

Sekarang, bola ada di tangan Indonesia. Dunia menunggu—apakah ini akan menjadi kebijakan berani yang mengubah peta perdagangan, atau sekadar wacana yang berhenti di meja kajian? (Red)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • hukum QRIS dalam Islam

    Hukum QRIS dalam Islam: Apakah Potongan MDR Termasuk Riba?

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Hukum QRIS dalam Islam kembali menarik perhatian seiring pembayaran digital semakin akrab dalam kehidupan sehari-hari. Dari warung kecil hingga restoran, pembayaran cukup dilakukan dengan memindai kode QR. Namun, ada satu persoalan yang sering membuat merchant Muslim bertanya: apakah potongan Merchant Discount Rate (MDR) pada transaksi QRIS termasuk riba? Pertanyaan tersebut tidak bisa […]

  • Ribuan jamaah padati Masjid Agung Baiturrahman Tasikmalaya saat Iduladha 1447 H, penuh haru dan kebersamaan.

    Suasana Haru Iduladha di Tasikmalaya, Jamaah Membludak Sejak Subuh

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Iduladha Tasikmalaya terasa begitu hangat sejak pagi buta, Rabu (27/5/2026). Ribuan jamaah memadati halaman Masjid Agung Baiturrahman Kota Tasikmalaya untuk melaksanakan Sholat Iduladha 1447 Hijriah bersama Pelaksana Harian (Plh) Walikota Tasikmalaya. Sejak pukul 06.00 WIB, arus jamaah terus berdatangan dari berbagai penjuru kota. Sebagian membawa sajadah sendiri, sebagian lagi datang […]

  • haid tanda baligh

    Baligh Perempuan Dimulai dari Pertama Haid

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 255
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Haid menandai baligh perempuan dalam Islam. Sejak titik itu, kewajiban ibadah berlaku penuh. Fakta ini membawa implikasi serius bagi kebijakan pendidikan agama, terutama di sekolah dan keluarga. Ketika negara dan lembaga pendidikan abai, risiko kesenjangan pemahaman syariat pada remaja perempuan semakin besar. Dalam fikih Islam, baligh tidak menunggu usia administratif. Ia ditentukan […]

  • Pria Tewas Dalam Mobil

    Jalan KHZ Mustofa Mendadak Sunyi Saat Warga Temukan Pria Tewas di Mobil

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 233
    • 0Komentar

    albadarpsot.com, BERITA DAERAH – Pagi di Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, awalnya berjalan seperti biasa. Kendaraan melintas rapat. Pedagang membuka toko. Pengemudi ojek online duduk menunggu orderan sambil menyeruput kopi. Namun menjelang siang, suasana berubah. Sebuah Daihatsu Sigra abu-abu bernopol Z 129 MJ yang sejak pagi terparkir di pinggir jalan mendadak menjadi pusat perhatian warga. […]

  • Pasar Babelan, Alat Kontrasepsi

    UPTD Pasar Babelan Tutup Akses dan Perketat Patroli Pasca Temuan Alat Kontrasepsi

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Beredarnya temuan alat kontrasepsi di lantai tiga Pasar Babelan meresahkan pedagang. UPTD ambil langkah cepat: tutup akses dan perketat patroli. albadarpost.com, LENSA — Temuan alat kontrasepsi bekas yang berserakan di lantai tiga Pasar Babelan, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, telah memicu keresahan luas di kalangan pedagang dan pengunjung. Skandal ini tidak hanya viral di media sosial, […]

  • Wisuda UMTAS

    Di Balik Wisuda UMTAS Tasikmalaya, Ada Doa dan Air Mata Orang Tua

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 217
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tangis itu akhirnya pecah ketika nama anak mereka dipanggil satu per satu menuju panggung wisuda. Di antara tepuk tangan yang menggema di ruangan, beberapa orang tua tampak sibuk menyeka air mata. Ada yang tersenyum sambil merekam lewat ponsel. Ada pula yang hanya menatap panggung tanpa banyak bicara, seolah sedang mengingat perjalanan panjang […]

expand_less