Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Nisa dan Realita Kota: Ranking Dua yang Mengemis di Malam Hari

Nisa dan Realita Kota: Ranking Dua yang Mengemis di Malam Hari

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHPengemis Anak Tasikmalaya mendadak menjadi sorotan publik setelah kisah seorang siswi SD berprestasi terungkap. Bocah bernama Nisa itu viral karena fakta yang mengusik nurani: di siang hari ia pelajar ranking dua, namun pada malam hari ia turun ke jalan sebagai pengemis anak di Kota Tasikmalaya.

Peristiwa ini terjadi di pusat Kota Tasikmalaya. Saat lampu-lampu rumah makan menyala dan kendaraan lalu-lalang tanpa henti, Nisa berdiri di tepi trotoar. Ia tidak membawa barang dagangan. Ia juga tidak memainkan alat musik. Ia hanya menengadahkan tangan, berharap belas kasih pengguna jalan.

Siswi Berprestasi yang Mengemis di Malam Hari

Pada siang hari, Nisa dikenal sebagai murid kelas IV SD dengan catatan akademik membanggakan. Guru-gurunya menyebut ia tekun dan mudah memahami pelajaran. Bahkan, ia meraih peringkat dua di kelasnya.

Namun, ketika malam tiba, situasi berubah. Nisa berjalan kaki dari kawasan Bojong menuju pusat kota. Jarak yang ia tempuh mencapai beberapa kilometer. Ia tidak sendiri. Adiknya turut mendampingi di tengah riuhnya jalanan.

Kisah pengemis anak Tasikmalaya ini awalnya terlihat seperti potret umum kota besar. Anak kecil di lampu merah bukan hal asing. Akan tetapi, identitas Nisa sebagai siswi berprestasi memicu gelombang empati yang berbeda. Karena itu, publik bereaksi cepat begitu cerita tersebut menyebar.

Respons Warga dan Pejabat Mulai Mengalir

Sejak kabar itu viral, warga Kota Tasikmalaya ramai membicarakannya. Sebagian warga mencari tahu lokasi tempat tinggal Nisa. Selain itu, ada pula yang menanyakan cara untuk memberikan bantuan langsung.

Banyak pembaca mengaku gelisah setelah mengetahui latar belakang akademiknya. Mereka mempertanyakan bagaimana mungkin anak dengan prestasi sekolah harus mengemis demi membantu kebutuhan keluarga.

Di sisi lain, perhatian juga datang dari unsur pemerintahan. Camat Cipedes, Cecep Ridwan, menghubungi redaksi media untuk menggali informasi lebih lanjut. Meski belum ada kebijakan resmi yang diumumkan, langkah komunikasi tersebut menunjukkan adanya respons awal dari pihak kecamatan.

Sementara itu, tokoh pemuda setempat turut angkat bicara. Ketua Umum PD Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Tasikmalaya, Fikri Dikriansyah, S.Hum., menilai peristiwa ini membuktikan peran penting media massa. Menurutnya, masalah sosial sering luput dari perhatian sebelum diangkat secara luas.

“Setelah media memberitakan, barulah muncul kepedulian kolektif,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa fenomena pengemis anak di pusat Kota Tasikmalaya bukan sekadar kisah haru, melainkan refleksi kondisi sosial yang nyata.

Momentum Ramadhan dan Harapan Solusi Nyata

Momentum Ramadhan membuat perbincangan semakin intens. Fikri menyebut bulan suci menjadi waktu tepat untuk memperkuat kepedulian sosial. Karena itu, ia mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk ikut berkontribusi dalam mencari solusi.

Selain mengapresiasi warga yang peduli, ia juga menilai langkah Camat Cipedes sebagai sinyal positif. Menurutnya, komunikasi cepat antara pejabat dan media bisa membuka jalan bagi tindak lanjut yang lebih konkret.

Baca juga: Buka Puasa Termahal vs Termurah di Dunia, Nominalnya Bikin Kaget!

Meski demikian, publik kini menanti aksi nyata. Sebab, kasus pengemis anak Tasikmalaya tidak bisa berhenti pada simpati semata. Banyak pihak berharap ada pendampingan sosial, asesmen keluarga, hingga dukungan pendidikan agar Nisa tetap bisa fokus sekolah.

Cermin Wajah Lain Kota Tasikmalaya

Kisah ini memperlihatkan dua sisi Kota Tasikmalaya. Di satu sisi, kota berkembang dengan aktivitas ekonomi yang dinamis. Namun di sisi lain, masih ada anak usia sekolah yang harus memikul beban ekonomi keluarga.

Nisa kini menjadi simbol persoalan tersebut. Di ruang kelas, ia menyimpan cita-cita besar. Akan tetapi, di trotoar malam hari, ia berjuang untuk kebutuhan esok pagi.

Karena itu, pertanyaan penting pun muncul: apakah kisah pengemis anak Tasikmalaya ini akan berlalu sebagai berita viral sesaat, atau justru menjadi titik awal pembenahan sosial yang lebih serius?

Publik sudah bersuara. Pejabat mulai merespons. Kini, langkah konkret menjadi hal yang dinanti agar tak ada lagi siswa berprestasi yang harus berdiri di tepi jalan saat malam tiba. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OTT oknum LSM

    Oknum LSM Terjaring OTT Polres Subang

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kepolisian Resor Subang menegaskan tidak memberi ruang bagi praktik pemerasan yang menyasar aparatur pemerintahan desa. Seorang oknum anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) ditangkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) karena diduga memeras belasan kepala desa di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat. OTT oknum LSM tersebut dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Subang […]

  • cuaca Nataru

    BMKG Ingatkan Risiko Cuaca Pada Nataru

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    BMKG memetakan cuaca Nataru 2025/2026. Hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi perlu diwaspadai. albadarpost.com, FOKUS – Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berlangsung di tengah dinamika cuaca yang tidak sepenuhnya ekstrem, namun menyimpan risiko nyata. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah. […]

  • SATAS EXPO 2025

    SATAS EXPO 2025: Ruang Belajar Sosial bagi Generasi Muda

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, WARTA MITRA. SATAS EXPO 2025 yang digelar oleh SMAN 1 Tasikmalaya menghadirkan lebih dari sekadar pameran kreativitas siswa. Ajang ini menjadi ruang belajar sosial, budaya, dan kemanusiaan yang mempertemukan gagasan generasi muda dengan realitas kehidupan masyarakat. Ajang Kreativitas yang Membumi Di tengah gegap gempita penampilan seni, stand kewirausahaan, hingga pameran karya akademik, SATAS EXPO […]

  • klausula parkir

    Klausula Parkir Dilarang Hukum, Mengapa Masih Marak?

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Klausula parkir yang mengalihkan tanggung jawab dilarang hukum. Negara diuji pada pengawasan dan perlindungan konsumen. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Tulisan kecil di sudut area parkir kerap luput dari perhatian: “kehilangan bukan tanggung jawab pengelola.” Kalimat ini terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar. Ia menyentuh hak dasar konsumen, relasi kuasa antara warga dan pelaku usaha, serta kehadiran negara […]

  • kasus perundungan Tangsel

    Dinas Pendidikan Tangsel Evaluasi Kasus Perundungan yang Berujung Kematian Siswa

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Siswa SMPN 19 Tangsel meninggal setelah dugaan perundungan. Dinas Pendidikan evaluasi dan polisi selidiki kasus. albadarpost.com, HUMANIORA – Dugaan kasus perundungan Tangsel kembali mencuat setelah MH, 13 tahun, siswa kelas I SMPN 19 Tangerang Selatan, meninggal di ruang ICU RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu pagi 16 November 2025. Ia wafat setelah hampir sebulan merawat luka […]

  • Ilustrasi Gedung Balai Kota Tasikmalaya dengan nuansa serius menggambarkan dinamika birokrasi dan kepemimpinan daerah.

    Birokrasi Pemkot Tasikmalaya Disorot, Ada Apa?

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Satu tahun berjalan, kepemimpinan Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai menghadapi ujian serius. Kritik tak lagi berbisik. Ia kini mengeras di ruang publik. Sorotan itu datang dari Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya, Dhany Tardiwan Noor, yang menilai tata kelola birokrasi dan dinamika internal pemerintahan belum menunjukkan soliditas yang diharapkan. Dalam wawancara, Senin (16/2/2026), […]

expand_less