Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Nisa dan Realita Kota: Ranking Dua yang Mengemis di Malam Hari

Nisa dan Realita Kota: Ranking Dua yang Mengemis di Malam Hari

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 66
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHPengemis Anak Tasikmalaya mendadak menjadi sorotan publik setelah kisah seorang siswi SD berprestasi terungkap. Bocah bernama Nisa itu viral karena fakta yang mengusik nurani: di siang hari ia pelajar ranking dua, namun pada malam hari ia turun ke jalan sebagai pengemis anak di Kota Tasikmalaya.

Peristiwa ini terjadi di pusat Kota Tasikmalaya. Saat lampu-lampu rumah makan menyala dan kendaraan lalu-lalang tanpa henti, Nisa berdiri di tepi trotoar. Ia tidak membawa barang dagangan. Ia juga tidak memainkan alat musik. Ia hanya menengadahkan tangan, berharap belas kasih pengguna jalan.

Siswi Berprestasi yang Mengemis di Malam Hari

Pada siang hari, Nisa dikenal sebagai murid kelas IV SD dengan catatan akademik membanggakan. Guru-gurunya menyebut ia tekun dan mudah memahami pelajaran. Bahkan, ia meraih peringkat dua di kelasnya.

Namun, ketika malam tiba, situasi berubah. Nisa berjalan kaki dari kawasan Bojong menuju pusat kota. Jarak yang ia tempuh mencapai beberapa kilometer. Ia tidak sendiri. Adiknya turut mendampingi di tengah riuhnya jalanan.

Kisah pengemis anak Tasikmalaya ini awalnya terlihat seperti potret umum kota besar. Anak kecil di lampu merah bukan hal asing. Akan tetapi, identitas Nisa sebagai siswi berprestasi memicu gelombang empati yang berbeda. Karena itu, publik bereaksi cepat begitu cerita tersebut menyebar.

Respons Warga dan Pejabat Mulai Mengalir

Sejak kabar itu viral, warga Kota Tasikmalaya ramai membicarakannya. Sebagian warga mencari tahu lokasi tempat tinggal Nisa. Selain itu, ada pula yang menanyakan cara untuk memberikan bantuan langsung.

Banyak pembaca mengaku gelisah setelah mengetahui latar belakang akademiknya. Mereka mempertanyakan bagaimana mungkin anak dengan prestasi sekolah harus mengemis demi membantu kebutuhan keluarga.

Di sisi lain, perhatian juga datang dari unsur pemerintahan. Camat Cipedes, Cecep Ridwan, menghubungi redaksi media untuk menggali informasi lebih lanjut. Meski belum ada kebijakan resmi yang diumumkan, langkah komunikasi tersebut menunjukkan adanya respons awal dari pihak kecamatan.

Sementara itu, tokoh pemuda setempat turut angkat bicara. Ketua Umum PD Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Tasikmalaya, Fikri Dikriansyah, S.Hum., menilai peristiwa ini membuktikan peran penting media massa. Menurutnya, masalah sosial sering luput dari perhatian sebelum diangkat secara luas.

“Setelah media memberitakan, barulah muncul kepedulian kolektif,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa fenomena pengemis anak di pusat Kota Tasikmalaya bukan sekadar kisah haru, melainkan refleksi kondisi sosial yang nyata.

Momentum Ramadhan dan Harapan Solusi Nyata

Momentum Ramadhan membuat perbincangan semakin intens. Fikri menyebut bulan suci menjadi waktu tepat untuk memperkuat kepedulian sosial. Karena itu, ia mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk ikut berkontribusi dalam mencari solusi.

Selain mengapresiasi warga yang peduli, ia juga menilai langkah Camat Cipedes sebagai sinyal positif. Menurutnya, komunikasi cepat antara pejabat dan media bisa membuka jalan bagi tindak lanjut yang lebih konkret.

Baca juga: Buka Puasa Termahal vs Termurah di Dunia, Nominalnya Bikin Kaget!

Meski demikian, publik kini menanti aksi nyata. Sebab, kasus pengemis anak Tasikmalaya tidak bisa berhenti pada simpati semata. Banyak pihak berharap ada pendampingan sosial, asesmen keluarga, hingga dukungan pendidikan agar Nisa tetap bisa fokus sekolah.

Cermin Wajah Lain Kota Tasikmalaya

Kisah ini memperlihatkan dua sisi Kota Tasikmalaya. Di satu sisi, kota berkembang dengan aktivitas ekonomi yang dinamis. Namun di sisi lain, masih ada anak usia sekolah yang harus memikul beban ekonomi keluarga.

Nisa kini menjadi simbol persoalan tersebut. Di ruang kelas, ia menyimpan cita-cita besar. Akan tetapi, di trotoar malam hari, ia berjuang untuk kebutuhan esok pagi.

Karena itu, pertanyaan penting pun muncul: apakah kisah pengemis anak Tasikmalaya ini akan berlalu sebagai berita viral sesaat, atau justru menjadi titik awal pembenahan sosial yang lebih serius?

Publik sudah bersuara. Pejabat mulai merespons. Kini, langkah konkret menjadi hal yang dinanti agar tak ada lagi siswa berprestasi yang harus berdiri di tepi jalan saat malam tiba. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan warga menyambut pelari QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026 di Jalan Mashudi Tasikmalaya.

    QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026: Pelari Berdasi Bikin Warga Pecah

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi di Kota Tasikmalaya biasanya dimulai dengan suara kendaraan dan aktivitas pasar. Namun Minggu, 10 Mei 2026, suasananya berubah total. Sejak pukul 05.30 WIB, ribuan warga sudah berdiri di sepanjang jalur QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026. Jalanan dipenuhi lautan manusia. Anak-anak duduk di pinggir trotoar. Ibu-ibu membawa botol air mineral. […]

  • Timnas Indonesia

    Timnas Indonesia, 5 Fakta Terbaru yang Bikin Lawan Waspada

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Performa skuad Garuda menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa pertandingan terakhir. Oleh karena itu, antusiasme suporter meningkat, sementara lawan mulai memperhitungkan kekuatan baru yang dimiliki tim ini. Performa Terbaru Timnas Indonesia Makin Menjanjikan Dalam beberapa laga terakhir, tim Garuda tampil lebih solid. Lini pertahanan terlihat lebih […]

  • kasus perundungan

    Polres Tasikmalaya Tetapkan Tersangka dalam Kasus Perundungan Remaja

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya menetapkan empat pelaku dalam kasus perundungan remaja dan memastikan proses hukum berjalan. albadarpost.com, HUMANIORA – Polres Tasikmalaya Kota resmi menetapkan empat remaja perempuan sebagai tersangka dalam kasus perundungan terhadap LK (16), warga Kecamatan Cipedes. Penetapan ini dilakukan setelah penyidik memastikan adanya unsur kekerasan fisik dan tindakan merendahkan martabat korban. Kasus ini penting karena […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa dalam kesendirian saat malam hari dengan nuansa tenang dan penuh harapan

    Doa Darurat Kehidupan yang Sering Terlupakan Padahal Sangat Dibutuhkan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah hidup yang semakin cepat dan penuh tekanan, banyak orang sebenarnya sedang tidak benar-benar baik-baik saja. Di balik aktivitas yang terlihat normal, ada yang diam-diam berjuang melawan stres, cemas soal rezeki, hingga lelah secara mental. Pada titik seperti ini, doa darurat kehidupan—atau bisa disebut juga doa saat tertekan, doa saat rezeki […]

  • war tiket haji

    Wacana War Tiket Haji Picu Polemik, PBNU Soroti Ancaman Ketimpangan

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Wacana war tiket haji kembali memicu perdebatan hangat. Sistem ini disebut-sebut bisa menggantikan antrean haji yang selama ini berlangsung puluhan tahun. Namun, di tengah harapan efisiensi, muncul kekhawatiran besar soal keadilan akses ibadah. Belakangan, konsep war tiket haji atau pendaftaran cepat tanpa antrean panjang mulai dibahas sebagai solusi atas panjangnya daftar tunggu. […]

  • Ilustrasi zarah debu dengan cahaya timbangan amal QS Az-Zalzalah ayat 7-8 tentang balasan setiap perbuatan manusia.

    Tentang Zarah yang Tak Pernah Hilang

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada kebaikan yang sering kita lakukan tanpa sadar. Senyum tipis yang lahir begitu saja. Kata yang sengaja ditahan agar tidak melukai. Niat baik yang bersemi di hati, lalu gugur sebelum sempat terucap. Kita kerap menganggapnya kecil. Terlalu kecil untuk dihitung. Terlalu sepele untuk dicatat. Namun Al-Qur’an, dengan caranya yang lembut sekaligus tegas, […]

expand_less