Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Nisa dan Realita Kota: Ranking Dua yang Mengemis di Malam Hari

Nisa dan Realita Kota: Ranking Dua yang Mengemis di Malam Hari

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 124
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHPengemis Anak Tasikmalaya mendadak menjadi sorotan publik setelah kisah seorang siswi SD berprestasi terungkap. Bocah bernama Nisa itu viral karena fakta yang mengusik nurani: di siang hari ia pelajar ranking dua, namun pada malam hari ia turun ke jalan sebagai pengemis anak di Kota Tasikmalaya.

Peristiwa ini terjadi di pusat Kota Tasikmalaya. Saat lampu-lampu rumah makan menyala dan kendaraan lalu-lalang tanpa henti, Nisa berdiri di tepi trotoar. Ia tidak membawa barang dagangan. Ia juga tidak memainkan alat musik. Ia hanya menengadahkan tangan, berharap belas kasih pengguna jalan.

Siswi Berprestasi yang Mengemis di Malam Hari

Pada siang hari, Nisa dikenal sebagai murid kelas IV SD dengan catatan akademik membanggakan. Guru-gurunya menyebut ia tekun dan mudah memahami pelajaran. Bahkan, ia meraih peringkat dua di kelasnya.

Namun, ketika malam tiba, situasi berubah. Nisa berjalan kaki dari kawasan Bojong menuju pusat kota. Jarak yang ia tempuh mencapai beberapa kilometer. Ia tidak sendiri. Adiknya turut mendampingi di tengah riuhnya jalanan.

Kisah pengemis anak Tasikmalaya ini awalnya terlihat seperti potret umum kota besar. Anak kecil di lampu merah bukan hal asing. Akan tetapi, identitas Nisa sebagai siswi berprestasi memicu gelombang empati yang berbeda. Karena itu, publik bereaksi cepat begitu cerita tersebut menyebar.

Respons Warga dan Pejabat Mulai Mengalir

Sejak kabar itu viral, warga Kota Tasikmalaya ramai membicarakannya. Sebagian warga mencari tahu lokasi tempat tinggal Nisa. Selain itu, ada pula yang menanyakan cara untuk memberikan bantuan langsung.

Banyak pembaca mengaku gelisah setelah mengetahui latar belakang akademiknya. Mereka mempertanyakan bagaimana mungkin anak dengan prestasi sekolah harus mengemis demi membantu kebutuhan keluarga.

Di sisi lain, perhatian juga datang dari unsur pemerintahan. Camat Cipedes, Cecep Ridwan, menghubungi redaksi media untuk menggali informasi lebih lanjut. Meski belum ada kebijakan resmi yang diumumkan, langkah komunikasi tersebut menunjukkan adanya respons awal dari pihak kecamatan.

Sementara itu, tokoh pemuda setempat turut angkat bicara. Ketua Umum PD Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Tasikmalaya, Fikri Dikriansyah, S.Hum., menilai peristiwa ini membuktikan peran penting media massa. Menurutnya, masalah sosial sering luput dari perhatian sebelum diangkat secara luas.

“Setelah media memberitakan, barulah muncul kepedulian kolektif,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa fenomena pengemis anak di pusat Kota Tasikmalaya bukan sekadar kisah haru, melainkan refleksi kondisi sosial yang nyata.

Momentum Ramadhan dan Harapan Solusi Nyata

Momentum Ramadhan membuat perbincangan semakin intens. Fikri menyebut bulan suci menjadi waktu tepat untuk memperkuat kepedulian sosial. Karena itu, ia mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk ikut berkontribusi dalam mencari solusi.

Selain mengapresiasi warga yang peduli, ia juga menilai langkah Camat Cipedes sebagai sinyal positif. Menurutnya, komunikasi cepat antara pejabat dan media bisa membuka jalan bagi tindak lanjut yang lebih konkret.

Baca juga: Buka Puasa Termahal vs Termurah di Dunia, Nominalnya Bikin Kaget!

Meski demikian, publik kini menanti aksi nyata. Sebab, kasus pengemis anak Tasikmalaya tidak bisa berhenti pada simpati semata. Banyak pihak berharap ada pendampingan sosial, asesmen keluarga, hingga dukungan pendidikan agar Nisa tetap bisa fokus sekolah.

Cermin Wajah Lain Kota Tasikmalaya

Kisah ini memperlihatkan dua sisi Kota Tasikmalaya. Di satu sisi, kota berkembang dengan aktivitas ekonomi yang dinamis. Namun di sisi lain, masih ada anak usia sekolah yang harus memikul beban ekonomi keluarga.

Nisa kini menjadi simbol persoalan tersebut. Di ruang kelas, ia menyimpan cita-cita besar. Akan tetapi, di trotoar malam hari, ia berjuang untuk kebutuhan esok pagi.

Karena itu, pertanyaan penting pun muncul: apakah kisah pengemis anak Tasikmalaya ini akan berlalu sebagai berita viral sesaat, atau justru menjadi titik awal pembenahan sosial yang lebih serius?

Publik sudah bersuara. Pejabat mulai merespons. Kini, langkah konkret menjadi hal yang dinanti agar tak ada lagi siswa berprestasi yang harus berdiri di tepi jalan saat malam tiba. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • dessert ramadhan creamy manis disajikan saat buka puasa dengan tampilan menggoda dan tekstur lembut

    Resep Dessert Ramadhan yang Dirahasiakan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Menjelang adzan Maghrib, aroma manis mulai memenuhi dapur. Satu sendok pertama langsung mencair di mulut—lembut, dingin, dan bikin tenang setelah seharian berpuasa. Inilah yang banyak orang cari setiap tahun: resep dessert ramadhan yang spesial, bukan sekadar takjil biasa. Resep dessert untuk buka puasa, hidangan manis Ramadhan, hingga dessert kekinian kini jadi incaran […]

  • Tradisi lebaran Nusantara dengan masyarakat mengenakan pakaian adat dan berkumpul dalam perayaan budaya daerah

    Jarang Diketahui! Tradisi Lebaran Unik dari Berbagai Daerah

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, termasuk dalam perayaan Idulfitri. Tradisi Lebaran Nusantara menyimpan banyak cerita menarik yang belum banyak diketahui. Tradisi Lebaran ini, atau yang sering disebut budaya Lebaran daerah dan kebiasaan Idulfitri unik, menunjukkan bagaimana masyarakat merayakan hari kemenangan dengan cara yang khas dan penuh makna. Pertama, Indonesia terdiri […]

  • Ilustrasi suasana Idul Fitri dengan makna spiritual mendalam setelah menjalani puasa Ramadan

    Makna Idul Fitri yang Sering Terlewat, Padahal Paling Penting

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Makna Idul Fitri sering dipahami sebagai hari kemenangan setelah menjalani puasa Ramadan. Namun, arti lebaran, filosofi Idul Fitri, dan hikmah puasa Ramadan sesungguhnya jauh lebih dalam. Banyak orang merayakan, tetapi tidak semua memahami pesan spiritual yang tersembunyi di balik momen sakral ini. Oleh karena itu, penting untuk menggali makna Idul Fitri dari […]

  • Sate Maranggi khas Purwakarta dengan potongan daging empuk, bumbu meresap, disajikan bersama sambal oncom dan nasi hangat.

    Kenapa Sate Maranggi Rasanya Lebih Nagih? Ini Rahasianya

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira Sate Maranggi hanya sate biasa tanpa bumbu kacang. Namun faktanya, justru di situlah letak rahasia terbesar yang selama ini jarang dibahas. Rasa khasnya tidak muncul dari saus tambahan, melainkan dari teknik tradisional yang hampir terlupakan. Ketika pecinta kuliner mencari Sate Maranggi asli, sate khas Purwakarta ini selalu muncul sebagai […]

  • Biawak di Dapur

    Heboh Biawak 60 Cm Muncul di Dapur, Begini Aksi Damkar Ciamis

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Biawak di dapur membuat suasana siang yang semula tenang mendadak berubah tegang di Kabupaten Ciamis, Selasa (9/6/2026). Kemunculan reptil liar tersebut mengejutkan seorang ibu rumah tangga yang tengah memasak. Dalam hitungan menit, laporan masuk ke petugas Damkar Pos WMK Kawali dan proses evakuasi pun segera dilakukan. Peristiwa itu terjadi di Dusun […]

  • Ilustrasi penggunaan inhaler dan obat semprot hidung saat puasa Ramadan beserta penjelasan hukum dalam Islam.

    Hukum Inhaler saat Puasa, Batal atau Tidak?

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hukum inhaler saat puasa sering menjadi pertanyaan umat Islam, terutama bagi penderita asma dan gangguan pernapasan. Selain itu, banyak pula yang bertanya tentang hukum obat semprot hidung saat puasa dan apakah penggunaannya membatalkan ibadah Ramadan. Karena itu, penting memahami penjelasan fikih berdasarkan dalil dan pendapat ulama agar tidak ragu dalam beribadah. Puasa […]

expand_less