Rumput Kering Hambat Gateball Tasikmalaya, Atlet Tetap Berjuang
- account_circle redaktur
- calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, bersama jajaran Komunitas GateBall Tasikmalaya dan Durma Kota Bandung, Sabtu (18/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gateball Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik saat menggelar latihan tanding bersama Durma Gateball Bandung, Sabtu (18/7/2026). Di balik hangatnya silaturahmi antarkomunitas, kondisi lapangan Gateball Tasikmalaya yang dipenuhi rumput kering justru mencuri perhatian. Kondisi tersebut dinilai menghambat kualitas latihan sekaligus menjadi tantangan bagi pembinaan atlet di daerah.
Kegiatan berlangsung di kawasan Balekota Tasikmalaya dan mendapat sambutan langsung dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara. Suasana penuh keakraban terlihat sejak penyambutan hingga pertandingan persahabatan yang berlangsung sportif.
Meski demikian, perhatian para peserta beberapa kali tertuju pada kondisi lapangan yang belum ideal untuk olahraga gateball. Permukaan rumput yang mengering membuat laju bola tidak stabil sehingga memengaruhi strategi dan akurasi permainan.
Lapangan Jadi Pekerjaan Rumah Pembinaan Atlet
Ketua Komunitas Gateball Tasikmalaya, H. Rahmat Kurnia, mengakui kondisi lapangan masih menjadi kendala utama dalam pembinaan atlet.
“Rumputnya memang kering. Kami tetap berlatih dan tetap bermain, tetapi kondisi ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperhatikan,” ujarnya.
Menurut Rahmat, gateball membutuhkan lapangan yang rata dan terawat agar kualitas permainan dapat berkembang. Ketika permukaan lapangan tidak optimal, kemampuan teknik atlet sulit berkembang secara maksimal.
Karena itu, ia berharap fasilitas latihan memperoleh perhatian lebih besar sehingga pembinaan atlet bisa berjalan berkesinambungan.
“Kami ingin Tasikmalaya memiliki lapangan yang benar-benar layak. Atlet membutuhkan tempat latihan yang mendukung jika ingin meningkatkan prestasi,” katanya.
Selain perbaikan fasilitas, Rahmat juga mendorong agar olahraga gateball mulai dikenalkan kepada pelajar melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas regenerasi atlet sejak usia dini.
Wakil Wali Kota Apresiasi Semangat Komunitas
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, mengapresiasi semangat komunitas yang terus aktif membangun jejaring olahraga melalui kegiatan persahabatan.
Menurutnya, kunjungan Durma Gateball Bandung menunjukkan bahwa olahraga mampu mempererat hubungan antardaerah sekaligus memperluas ruang kolaborasi.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Olahraga menjadi jembatan silaturahmi sekaligus memperkuat persaudaraan,” ujar Diky.
Ia menilai gateball merupakan cabang olahraga yang inklusif karena dapat dimainkan berbagai kelompok usia, mulai dari anak muda hingga lansia.
Melalui kegiatan seperti ini, Diky berharap minat masyarakat terhadap olahraga terus meningkat, sementara nama Tasikmalaya semakin dikenal dalam perkembangan gateball tingkat regional.
Silaturahmi Melahirkan Harapan Baru
Ketua Dewan Pembina Korps Alumni Mahasiswa Sunda, Maman Husen Wangsaatmaja, juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya latihan tanding tersebut.
Menurutnya, pertemuan antarkomunitas bukan hanya menghadirkan pertandingan persahabatan, tetapi juga membuka ruang bertukar pengalaman dan memperluas jaringan.
“Kami pulang membawa pengalaman baru sekaligus banyak teman. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat berlangsung lebih rutin,” katanya.
Maman turut menyoroti manfaat lain dari keberadaan lapangan gateball. Ia menilai ruang terbuka hijau untuk olahraga dapat berfungsi sebagai area resapan air yang memberikan nilai tambah bagi lingkungan perkotaan apabila dirawat dengan baik.
Pandangan itu menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas olahraga tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi atlet, tetapi juga memberi manfaat bagi kualitas lingkungan dan ruang publik.
Semangat Atlet Tak Pernah Kering
Pertandingan persahabatan akhirnya ditutup dengan suasana penuh keakraban. Tawa, semangat sportivitas, dan kebersamaan tetap terasa sepanjang kegiatan meski kondisi lapangan belum sepenuhnya mendukung.
Kunjungan Durma Gateball Bandung menjadi bukti bahwa semangat pembinaan olahraga di Tasikmalaya terus tumbuh. Namun, di balik pertandingan itu tersimpan pesan yang lebih besar: kualitas atlet akan berkembang lebih cepat ketika didukung fasilitas yang memadai.
Rumput di lapangan mungkin mengering, tetapi semangat atlet Gateball Tasikmalaya tetap hijau. Kini, harapan berikutnya ada pada hadirnya lapangan yang layak agar semangat itu tumbuh menjadi prestasi yang membanggakan daerah. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar