Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » 7 Hal di Kota Makkah yang Membuat Hati Merasa Dekat dengan Langit

7 Hal di Kota Makkah yang Membuat Hati Merasa Dekat dengan Langit

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak sedikit orang yang menitikkan air mata saat pesawat mulai meninggalkan Kota Makkah. Padahal mereka datang bukan untuk tinggal selamanya. Namun entah mengapa, ketika harus pulang, hati terasa berat.

Kota Makkah memang berbeda.

Banyak jemaah mengaku sulit menjelaskan perasaan mereka setelah melihat Ka’bah untuk pertama kali. Ada yang diam cukup lama. Ada yang langsung menangis. Bahkan ada yang merasa seperti pulang ke tempat yang selama ini dirindukan.

Makkah bukan sekadar kota suci umat Islam. Kota itu seperti memiliki cara sendiri untuk menyentuh hati manusia.

Saat Pertama Kali Melihat Ka’bah

Banyak cerita serupa datang dari para jemaah umrah dan haji.

Mereka membayangkan Ka’bah selama bertahun-tahun lewat foto, video, atau siaran televisi. Namun ketika mata melihat langsung bangunan suci itu, perasaannya ternyata jauh berbeda.

Ada yang gemetar. Ada yang menangis tanpa suara.

Di tengah ribuan orang yang bergerak mengelilingi Ka’bah, sebagian jemaah justru terdiam sambil memanjatkan doa pelan-pelan.

Suasana itu sulit dijelaskan.

Mungkin karena untuk pertama kalinya, mereka merasa begitu dekat dengan tempat yang selama ini hanya hadir dalam doa.

Kota yang Tidak Pernah Sepi dari Doa

Jika malam biasanya identik dengan suasana tenang dan jalanan kosong, Makkah justru tetap hidup hingga dini hari.

Di sekitar Masjidil Haram, langkah kaki jemaah terus terdengar. Ada yang duduk membaca Al-Qur’an. Ada yang melaksanakan tawaf. Ada pula yang hanya memandangi Ka’bah sambil menangis pelan.

Pemandangan itu hampir tidak pernah berhenti.

Dari berbagai penjuru dunia, manusia datang membawa cerita hidup masing-masing. Ada yang datang dengan harapan kesembuhan. Ada yang memohon ketenangan. Ada juga yang datang setelah bertahun-tahun menabung demi bisa melihat Makkah sekali seumur hidup.

Karena itu, suasana di kota suci tersebut terasa begitu emosional.

Air Zamzam dan Kisah Seorang Ibu

Di tengah panasnya gurun, air zamzam terus mengalir hingga sekarang.

Banyak orang mengenal zamzam hanya sebagai air suci. Namun di balik itu, ada kisah perjuangan seorang ibu bernama Siti Hajar.

Saat Nabi Ismail masih kecil, Siti Hajar berlari bolak-balik mencari air di tengah gurun yang tandus. Dari usaha dan kepasrahan itulah, Allah menghadirkan sumber air yang tidak pernah berhenti mengalir hingga ribuan tahun kemudian.

Karena itu, banyak jemaah minum air zamzam bukan hanya untuk melepas dahaga.

Ada doa yang ikut dipanjatkan di setiap tegukannya.

Makkah Membuat Manusia Merasa Kecil

Di depan Ka’bah, status sosial seperti hilang begitu saja.

Orang kaya, pejabat, pedagang, hingga rakyat biasa berdiri dalam pakaian yang hampir sama. Semua bergerak mengelilingi satu titik yang sama.

Tidak ada yang benar-benar terlihat lebih tinggi.

Mungkin itulah salah satu alasan mengapa banyak orang merasa hati mereka berubah setelah datang ke Makkah.

Di kota itu, manusia seperti diingatkan bahwa hidup bukan hanya soal dunia.

Ada Rindu yang Sulit Dijelaskan

Hal yang paling sering dirasakan jemaah setelah pulang dari Makkah adalah rindu.

Aneh memang.

Baru beberapa hari meninggalkan kota suci itu, sebagian orang justru mulai ingin kembali lagi.

Mereka rindu suara azan di Masjidil Haram. Rindu suasana tawaf saat malam. Rindu melihat lautan manusia yang sama-sama berdoa dalam diam.

Bahkan ada yang menyimpan foto Ka’bah di telepon genggam hanya untuk mengobati rasa rindu tersebut.

Makkah Bukan Sekadar Tempat

Banyak kota di dunia menawarkan keindahan. Banyak tempat menghadirkan kemegahan.

Namun Makkah memberi sesuatu yang berbeda.

Kota itu tidak selalu membuat orang kagum karena bangunannya. Justru yang paling membekas sering kali adalah perasaan saat berada di sana.

Ada hati yang terasa lebih tenang. Ada doa yang terasa lebih dekat. Ada air mata yang jatuh tanpa alasan yang benar-benar bisa dijelaskan.

Dan mungkin itu sebabnya, jutaan umat Islam selalu ingin kembali ke Makkah meski sudah pernah datang sebelumnya.

Karena bagi banyak orang, Makkah bukan sekadar kota suci.

Makkah adalah tempat di mana hati merasa paling dekat dengan langit. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • disiplin ASN

    Disiplin ASN Ditegakkan, Guru SD Diberhentikan

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Pemkab Pasuruan memberhentikan guru ASN karena pelanggaran disiplin, memicu sorotan soal penugasan di daerah terpencil. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Kabupaten Pasuruan memberhentikan seorang guru Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah dinilai melanggar aturan kehadiran kerja. Keputusan ini menjadi sorotan publik karena beririsan dengan persoalan layanan pendidikan di wilayah terpencil dan beban jarak tempuh guru yang belum […]

  • ilustrasi Rabi'ah al-Adawiyah bermunajat dalam kesunyian malam dengan nuansa spiritual dan cahaya lembut

    Rabi’ah al-Adawiyah: Perempuan yang Mencintai Allah Tanpa Syarat

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Siapakah Rabi’ah al-Adawiyah dalam sejarah Islam? Namanya kerap disebut sebagai simbol cinta Ilahi—bukan cinta biasa, tetapi cinta yang menghapus rasa takut dan harapan, lalu menyisakan ketulusan semata. Namun, ada satu hal yang membuat kisahnya berbeda. Ia tidak takut neraka. Ia juga tidak menginginkan surga. Ia hanya menginginkan Allah. Di titik itu, Rabi’ah […]

  • KTP Cianjur

    Kasus KTP Cianjur: Status Kewarganegaraan Aron Geller Dipersoalkan

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Kuasa hukum bantah KTP Cianjur palsu atas nama Aron Geller dan ajukan gugatan ke Dewan Pers. albadarpost.com, LENSA – Isu KTP Cianjur yang menampilkan identitas warga negara Israel memicu kegaduhan publik. Nama Aron Geller atau AG terseret dalam unggahan media sosial yang menampilkan foto kartu tanda penduduk dengan logo Disdukcapil Kabupaten Cianjur. Publik meragukan validitas […]

  • Musda KNPI molor

    Musda KNPI Tasikmalaya Molor, Kritik Halus yang Menyentil Keras

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pelaksanaan Musda KNPI Kabupaten Tasikmalaya molor menjadi perbincangan dalam agenda Musyawarah Daerah XVI Komite Nasional Pemuda Indonesia. Keterlambatan pembukaan forum ini memicu kritik dari peserta yang menilai disiplin waktu menjadi cerminan profesionalisme organisasi. Musda KNPI yang terlambat, atau keterlambatan forum pemuda ini, langsung memunculkan pertanyaan soal kesiapan panitia dan manajemen acara. […]

  • Ilustrasi madu dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 69 sebagai syifa dan tanda kebesaran Allah.

    Fakta Madu dalam Al-Qur’an yang Jarang Diketahui

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Madu dalam Al-Qur’an bukan sekadar simbol manisnya kehidupan, melainkan disebut langsung sebagai syifa atau obat. Dalam Surah An-Nahl ayat 68-69, Allah menjelaskan asal-usul madu, warnanya yang beragam, serta khasiatnya bagi manusia. Selain itu, ayat ini juga menjadi bukti kebesaran-Nya bagi siapa saja yang mau berpikir. Karena itu, pembahasan tentang madu sebagai penyembuh […]

  • takdir Allah

    Batas Ikhtiar Manusia dalam Takdir Allah

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Ulama menegaskan batas ikhtiar manusia dalam takdir Allah dengan rujukan Al-Qur’an dan literatur klasik Islam. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pandangan bahwa manusia sepenuhnya menentukan nasibnya kembali dikritisi para ulama. Di tengah budaya kerja keras dan kompetisi tanpa henti, mereka menegaskan bahwa ikhtiar manusia memiliki batas yang tidak bisa melampaui takdir Allah Swt. Penegasan ini dinilai penting […]

expand_less