Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Raffi Ahmad Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Pusat Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Raffi Ahmad Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Pusat Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Raffi Ahmad puji transformasi Nusakambangan jadi pusat ketahanan pangan dan pembinaan warga binaan.


Raffi Ahmad Kagum Nusakambangan Jadi Pusat Ketahanan Pangan dan Pembinaan

albadarpost.com, HUMANIORA – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menilai transformasi besar-besaran yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah, sebagai langkah luar biasa. Kini, pulau yang dulu dikenal sebagai tempat tahanan berkeamanan tinggi itu berubah menjadi kawasan produktif yang berkontribusi pada ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan warga binaan.

Kunjungan Raffi Ahmad bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto pada Rabu (5/11/2025) menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam memperlihatkan wajah baru Nusakambangan. “Tempat ini bukan hanya untuk pembinaan warga binaan, tetapi juga menjadi pusat ketahanan pangan. Ada tambak belut, pertanian, bahkan bisa sampai ekspor. Luar biasa sekali,” ujar Raffi Ahmad kepada awak media.

Transformasi itu menandai perubahan paradigma sistem pemasyarakatan di Indonesia. Warga binaan tidak lagi dipandang semata-mata sebagai pelaku kejahatan yang harus dihukum, melainkan sebagai individu yang bisa dibina untuk kembali produktif di masyarakat.


Dari Pulau Penjara ke Kawasan Produktif

Raffi Ahmad menyebut, model pembinaan di Lapas Nusakambangan kini jauh lebih progresif karena menggabungkan pendekatan kemanusiaan dan ekonomi. Warga binaan diberikan pelatihan kerja dan peluang nyata untuk mengelola hasil pertanian, peternakan, serta perikanan. Mereka memperoleh upah dan dapat menabung sebagai bekal setelah bebas.

“Dengan begitu, ketika mereka kembali ke masyarakat sudah memiliki keterampilan dan semangat kerja. Ini bentuk pembinaan yang sesungguhnya,” kata Raffi Ahmad.

Selama kunjungan, Raffi meninjau berbagai sektor yang sedang dikembangkan di kawasan itu, seperti budi daya belut, sidat, dan tambak air tawar. Ia mengaku kagum dengan kualitas hasil panen sidat yang disebutnya setara dengan produk ekspor. “Saya tadi coba belut yang besar sekali, rasanya enak. Ini bisa jadi produk unggulan, apalagi sidat di Jepang termasuk makanan berkelas tinggi,” ujarnya.

Selain sektor perikanan, Lapas Nusakambangan juga mengembangkan program pertanian dan peternakan yang menghasilkan komoditas pangan lokal. Produk-produk tersebut sebagian dikirim ke wilayah Cilacap dan sekitarnya, menandakan kemandirian pangan di kawasan tersebut mulai terwujud.


Irfan Hakim: Nusakambangan Kini Jadi Contoh Pembinaan Nyata

Selain Raffi Ahmad, presenter Irfan Hakim juga turut hadir dalam kunjungan itu. Ia menyatakan kekagumannya terhadap perubahan wajah Nusakambangan yang kini menjadi simbol pembinaan produktif.

“Dari kecil saya hanya mengenal Nusakambangan sebagai pulau lapas. Sekarang luar biasa, bukan hanya mandiri pangan, bahkan bisa mengirim telur ke Cilacap,” ujar Irfan.

Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat ganda. Di satu sisi, warga binaan mendapatkan keterampilan dan kesiapan mental untuk hidup mandiri setelah bebas. Di sisi lain, hasil kerja mereka memberikan nilai ekonomi yang nyata.

Irfan juga menyoroti potensi ekspor sidat dari Nusakambangan yang dianggap sangat menjanjikan. “Sidatnya besar-besar, rasanya enak, dan berkualitas. Ini bisa menjadi komoditas ekspor unggulan, bukan hanya untuk konsumsi lingkup lokal,” tambahnya.

Baca juga: Eks Dokter RSHS Bandung Divonis 11 Tahun Penjara atas Kasus Kekerasan Seksual

Pernyataan Irfan memperkuat kesan bahwa Nusakambangan tidak lagi semata dikenal sebagai “Pulau Penjara”, melainkan sebagai pusat pembinaan dan ketahanan pangan nasional yang produktif dan berorientasi masa depan.


Kolaborasi untuk Rehabilitasi dan Kemandirian

Langkah transformasi di Nusakambangan merupakan hasil sinergi antara pemerintah, aparat pemasyarakatan, dan warga binaan. Tujuannya tidak hanya menciptakan kemandirian ekonomi, tetapi juga membangun karakter, tanggung jawab, serta mental positif.

Raffi Ahmad menilai, pendekatan seperti ini harus diperluas ke lembaga pemasyarakatan lain di Indonesia. “Model seperti di sini bisa jadi contoh nasional. Warga binaan tidak hanya dibina tapi juga diberdayakan,” katanya.

Melalui kerja produktif di sektor pangan dan perikanan, warga binaan diharapkan mampu mengubah stigma dan menjadi bagian dari solusi sosial. Transformasi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan dalam negeri sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang siap berkontribusi setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan.

Transformasi Nusakambangan jadi pusat ketahanan pangan dan pembinaan warga binaan diapresiasi Raffi Ahmad sebagai langkah revolusioner. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sistem Jepang

    Rahasia Sistem Jepang Cetak Bintang Sepak Bola Asia

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Mengapa sistem Jepang hampir setiap tahun mampu melahirkan pemain yang bersaing di liga-liga elite Eropa, sementara banyak negara Asia, termasuk Indonesia, masih berjuang membangun regenerasi? Jawabannya tidak semata terletak pada bakat individu. Kuncinya justru berada pada sistem pembinaan Jepang yang dirancang secara terstruktur, berkelanjutan, dan konsisten selama puluhan tahun. Baik Jepang maupun Korea […]

  • membaca bismillah

    Bismillah dalam Aktivitas Harian

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Membaca basmalah—Bismillahirrahmanirrahim—kerap terdengar ringan di lisan kita. Namun di balik kalimat singkat itu, tersimpan prinsip besar dalam menata hidup. Anjuran membaca bismillah sebelum memulai aktivitas kembali mengemuka sebagai pengingat bahwa setiap gerak manusia memiliki dimensi ibadah dan tanggung jawab di hadapan Allah SWT. Dalam kehidupan yang kian cepat dan padat, banyak aktivitas […]

  • Kebakaran Lahan Ciamis

    Kebakaran Lahan Ancam SMPN 2 Banjarsari

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran lahan Ciamis menghanguskan sekitar dua hektare lahan di Dusun Cicapar, Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026). Peristiwa lahan terbakar Ciamis itu sempat memicu kepanikan karena kobaran api berada sangat dekat dengan SMPN 2 Banjarsari dan berpotensi merembet ke bangunan sekolah. Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.05 WIB. Angin […]

  • Amerika vs Paraguay

    Amerika vs Paraguay, Tuan Rumah Tak Aman

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Los Angeles mungkin akan bergemuruh ketika Amerika Serikat melangkah ke lapangan SoFi Stadium untuk memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Namun di balik sorak-sorai puluhan ribu suporter, tersimpan satu kenyataan yang tak selalu nyaman bagi tuan rumah: harapan sering kali lebih berat daripada tekanan lawan. Pertandingan Amerika Serikat vs Paraguay […]

  • Daging kurban disimpan dalam kemasan kedap udara di freezer agar tetap segar, tidak berbau, dan tahan lama

    Freezer Bau Setelah Idul Adha? Mungkin Ini Kesalahannya

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Setelah Idul Adha berlalu, satu pemandangan hampir selalu muncul di banyak rumah: freezer mendadak penuh daging kurban. Sebagian keluarga menyimpan daging sapi atau kambing untuk beberapa hari. Sebagian lainnya sengaja menyimpannya untuk stok makanan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Namun di sinilah masalah sering muncul. Freezer mulai mengeluarkan aroma kurang sedap. Daging berubah […]

  • Ketahanan Keluarga

    RSIA Tasikmalaya: Keluarga Kuat Cegah Kekerasan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Ketahanan keluarga dan penguatan keluarga kembali menjadi perhatian dalam dialog terbuka yang digelar di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA). Tema tersebut dinilai penting karena keluarga yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam melahirkan generasi sehat, berkarakter, serta mampu menghadapi berbagai tantangan zaman. Di sela-sela kegiatan, suasana diskusi berlangsung hangat. Sejumlah peserta tampak […]

expand_less