Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » RSIA Tasikmalaya: Keluarga Kuat Cegah Kekerasan

RSIA Tasikmalaya: Keluarga Kuat Cegah Kekerasan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA — Ketahanan keluarga dan penguatan keluarga kembali menjadi perhatian dalam dialog terbuka yang digelar di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA). Tema tersebut dinilai penting karena keluarga yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam melahirkan generasi sehat, berkarakter, serta mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.

Di sela-sela kegiatan, suasana diskusi berlangsung hangat. Sejumlah peserta tampak antusias mengangkat tangan untuk menyampaikan pengalaman yang mereka jumpai di lingkungan sekitar. Ada yang menanyakan cara mencegah kekerasan terhadap anak, sementara peserta lainnya menyoroti pentingnya komunikasi antara orang tua dan remaja. Sesekali terdengar anggukan dan respons dari peserta lain yang mengikuti jalannya dialog dengan penuh perhatian.

Kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI ke RSIA Tasikmalaya pun mendapat sambutan positif dari para peserta. Selain menjadi ruang berbagi pengalaman, kegiatan tersebut juga menghadirkan diskusi mengenai berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Pendidikan dalam Keluarga Menjadi Kunci Pencegahan

Direktur RSIA dr. Polar Silumi, Sp.OG., M.H.Kes mengatakan bahwa tema ketahanan keluarga memiliki peran yang sangat penting. Menurutnya, rumah tangga merupakan tempat pertama bagi seorang anak untuk belajar mengenal nilai, akhlak, serta cara berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

“Tema ketahanan keluarga sangat penting karena ini merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas. Keluarga yang kuat akan menjadi tempat tumbuh kembang anak yang baik,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan yang muncul di masyarakat turut menjadi bahan pembahasan. Beberapa peserta menyinggung kasus pelecehan seksual serta perselisihan dalam rumah tangga yang belakangan kerap menjadi perhatian publik.

Menurut dr. Polar, fenomena tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dalam keluarga memegang peranan penting dalam upaya pencegahan.

“Tadi sudah terangkum bahwa upaya meningkatkan ketahanan keluarga harus berakar pada akhlak yang baik dan akhlakul karimah. Kasus yang muncul saat dialog menunjukkan bahwa pendidikan harus dimulai dari internal keluarga itu sendiri,” katanya.

Karena itu, keluarga tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. Lebih dari itu, rumah menjadi ruang pertama bagi anak untuk mengenal kasih sayang, rasa aman, serta nilai-nilai kehidupan.

Ketahanan Keluarga

Penyerahan cenderamata dari Direktur RSIA kepada Menteri PPPA RI, Jumat (19/6/2026).

Keluarga Tetap Menjadi Benteng Utama

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat, tantangan yang dihadapi keluarga juga semakin kompleks. Oleh sebab itu, dr. Polar menilai peran orang tua tidak dapat tergantikan oleh siapa pun.

Ia menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk mengayomi masyarakat melalui berbagai program perlindungan. Namun demikian, keluarga tetap menjadi benteng pertama dalam mencegah munculnya berbagai persoalan sosial.

RSIA Tasikmalaya, lanjutnya, siap mengambil peran sebagai mitra masyarakat melalui pelayanan kesehatan, edukasi, dan pendampingan yang berpihak kepada perempuan serta anak.

“Kunjungan Ibu Menteri ini menjadi momentum penting. Kami di RSIA siap mendukung upaya penguatan ketahanan keluarga, karena keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang kuat pula,” tegasnya.

Komunikasi yang Hangat Perlu Terus Dijaga

Dialog tersebut diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kesadaran baru di tengah masyarakat mengenai pentingnya membangun komunikasi yang sehat di dalam rumah tangga.

Sebab, berbagai persoalan yang muncul sering kali berawal dari renggangnya hubungan antaranggota keluarga. Sebaliknya, komunikasi yang baik dapat menjadi jembatan untuk memperkuat rasa saling percaya, kepedulian, dan kasih sayang.

Di tengah arus perubahan yang begitu cepat, rumah tetap menjadi sekolah pertama bagi seorang anak. Dari rumah pula nilai kejujuran, tanggung jawab, empati, dan penghormatan terhadap sesama mulai ditanamkan.

Karena itu, penguatan keluarga bukan hanya menjadi tugas pemerintah atau lembaga tertentu. Semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga agar rumah tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi setiap anggota keluarga.

Menjelang akhir acara, beberapa peserta masih terlihat berbincang dengan para narasumber. Ada yang berkonsultasi mengenai pola pengasuhan anak, ada pula yang bertukar pengalaman tentang cara menjaga keharmonisan rumah tangga. Suasana sederhana itu memperlihatkan bahwa persoalan keluarga bukan sekadar isu pribadi, melainkan bagian penting dari masa depan masyarakat.

Bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh gedung yang megah atau teknologi yang canggih. Sebab sebelum mengenal dunia, seorang anak lebih dahulu belajar tentang kasih sayang, akhlak, dan kehidupan dari keluarganya sendiri. Ketika keluarga kokoh, masa depan bangsa pun akan berdiri dengan lebih tegak. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pencurian ART

    Pencurian ART Rugikan Lansia Singapura Rp 1,3 Miliar

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kasus pencurian ART di Singapura yang merugikan seorang lansia hingga Rp 1,3 miliar membuka persoalan yang lebih luas dari sekadar kejahatan individual. Peristiwa ini menyoroti lemahnya sistem perlindungan lansia dalam relasi kerja domestik, sekaligus menunjukkan bagaimana kebijakan pengawasan, literasi keuangan, dan penanganan adiksi belum sepenuhnya menjangkau ruang privat rumah tangga. Fakta […]

  • Motor Kembali

    Tangis Haru di Mapolres Tasikmalaya, Motor Hilang Akhirnya Pulang

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suasana haru menyelimuti Mapolres Tasikmalaya, Senin (1/6/2026), ketika dua unit sepeda motor hasil curanmor akhirnya kembali ke tangan pemiliknya. Bagi sebagian orang, kendaraan itu mungkin hanya benda mati. Namun bagi para korban, motor tersebut adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari yang sempat hilang selama berbulan-bulan. Dua kendaraan yang diserahkan langsung oleh […]

  • Pariwisata dan Kreativitas

    Pariwisata dan Kreativitas Jadi Ruh Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-24

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Pariwisata dan kreativitas jadi pusat perhatian di Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-24 bersama Disporabudpar. albadarpost.com, WARTA MITRA. Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-24 tahun ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya, khususnya Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar). Dengan mengusung semangat “Tasik Kreatif, Tasik Berdaya”, perayaan tahun ini bukan hanya seremonial belaka, melainkan juga […]

  • Ilustrasi Luqman al-Hakim menasihati anaknya tentang tauhid, akhlak mulia, dan tanggung jawab sosial dalam Al-Qur’an Surat Luqman.

    Pesan Abadi Luqman al-Hakim untuk Generasi Masa Depan

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Suatu hari di masa depan, ketika dunia bergerak semakin cepat dan nilai-nilai kerap tergeser oleh ambisi, seorang anak mungkin akan bertanya: apa yang bisa menjadi pegangan hidup di tengah kebisingan zaman? Jawabannya ternyata telah lama hadir dalam Al-Qur’an, melalui wasiat Luqman al-Hakim kepada anaknya, yang terabadikan dalam Surat Luqman ayat 13–19. Luqman […]

  • Ilustrasi meja pejabat dengan dokumen anggaran yang bocor menggambarkan satir kebijakan efisiensi dan kebocoran anggaran negara.

    Kebocoran Anggaran Tetap Nikmat Walau Negara Bicara Hemat

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Pemerintah semakin sering menggaungkan efisiensi fiskal. Hampir setiap pidato kebijakan anggaran membawa pesan yang sama: belanja negara harus lebih hemat, lebih tepat sasaran, dan lebih disiplin. Namun di balik narasi tersebut, satu persoalan lama masih terus muncul dalam laporan audit dan perkara hukum: kebocoran anggaran. Istilah itu mungkin terdengar teknokratis. Padahal maknanya […]

  • Penanaman Pohon

    Dari Salawu untuk Alam, Sespimma Polri Gelar Aksi Hijau

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Aksi penanaman pohon yang dilakukan peserta didik Sespimma Polri Angkatan ke-75 Tahun Anggaran 2026 di Desa Margalaksana, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu 20 Mei 2026, menjadi pesan kuat bahwa kepedulian lingkungan tidak cukup hanya lewat slogan. Puluhan Serdik Sespimma Polri turun langsung ke area penghijauan sambil membawa bibit pohon yang nantinya […]

expand_less