Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » RSIA Tasikmalaya: Keluarga Kuat Cegah Kekerasan

RSIA Tasikmalaya: Keluarga Kuat Cegah Kekerasan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA — Ketahanan keluarga dan penguatan keluarga kembali menjadi perhatian dalam dialog terbuka yang digelar di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA). Tema tersebut dinilai penting karena keluarga yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam melahirkan generasi sehat, berkarakter, serta mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.

Di sela-sela kegiatan, suasana diskusi berlangsung hangat. Sejumlah peserta tampak antusias mengangkat tangan untuk menyampaikan pengalaman yang mereka jumpai di lingkungan sekitar. Ada yang menanyakan cara mencegah kekerasan terhadap anak, sementara peserta lainnya menyoroti pentingnya komunikasi antara orang tua dan remaja. Sesekali terdengar anggukan dan respons dari peserta lain yang mengikuti jalannya dialog dengan penuh perhatian.

Kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI ke RSIA Tasikmalaya pun mendapat sambutan positif dari para peserta. Selain menjadi ruang berbagi pengalaman, kegiatan tersebut juga menghadirkan diskusi mengenai berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Pendidikan dalam Keluarga Menjadi Kunci Pencegahan

Direktur RSIA dr. Polar Silumi, Sp.OG., M.H.Kes mengatakan bahwa tema ketahanan keluarga memiliki peran yang sangat penting. Menurutnya, rumah tangga merupakan tempat pertama bagi seorang anak untuk belajar mengenal nilai, akhlak, serta cara berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

“Tema ketahanan keluarga sangat penting karena ini merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas. Keluarga yang kuat akan menjadi tempat tumbuh kembang anak yang baik,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan yang muncul di masyarakat turut menjadi bahan pembahasan. Beberapa peserta menyinggung kasus pelecehan seksual serta perselisihan dalam rumah tangga yang belakangan kerap menjadi perhatian publik.

Menurut dr. Polar, fenomena tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dalam keluarga memegang peranan penting dalam upaya pencegahan.

“Tadi sudah terangkum bahwa upaya meningkatkan ketahanan keluarga harus berakar pada akhlak yang baik dan akhlakul karimah. Kasus yang muncul saat dialog menunjukkan bahwa pendidikan harus dimulai dari internal keluarga itu sendiri,” katanya.

Karena itu, keluarga tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. Lebih dari itu, rumah menjadi ruang pertama bagi anak untuk mengenal kasih sayang, rasa aman, serta nilai-nilai kehidupan.

Ketahanan Keluarga

Penyerahan cenderamata dari Direktur RSIA kepada Menteri PPPA RI, Jumat (19/6/2026).

Keluarga Tetap Menjadi Benteng Utama

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat, tantangan yang dihadapi keluarga juga semakin kompleks. Oleh sebab itu, dr. Polar menilai peran orang tua tidak dapat tergantikan oleh siapa pun.

Ia menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk mengayomi masyarakat melalui berbagai program perlindungan. Namun demikian, keluarga tetap menjadi benteng pertama dalam mencegah munculnya berbagai persoalan sosial.

RSIA Tasikmalaya, lanjutnya, siap mengambil peran sebagai mitra masyarakat melalui pelayanan kesehatan, edukasi, dan pendampingan yang berpihak kepada perempuan serta anak.

“Kunjungan Ibu Menteri ini menjadi momentum penting. Kami di RSIA siap mendukung upaya penguatan ketahanan keluarga, karena keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang kuat pula,” tegasnya.

Komunikasi yang Hangat Perlu Terus Dijaga

Dialog tersebut diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kesadaran baru di tengah masyarakat mengenai pentingnya membangun komunikasi yang sehat di dalam rumah tangga.

Sebab, berbagai persoalan yang muncul sering kali berawal dari renggangnya hubungan antaranggota keluarga. Sebaliknya, komunikasi yang baik dapat menjadi jembatan untuk memperkuat rasa saling percaya, kepedulian, dan kasih sayang.

Di tengah arus perubahan yang begitu cepat, rumah tetap menjadi sekolah pertama bagi seorang anak. Dari rumah pula nilai kejujuran, tanggung jawab, empati, dan penghormatan terhadap sesama mulai ditanamkan.

Karena itu, penguatan keluarga bukan hanya menjadi tugas pemerintah atau lembaga tertentu. Semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga agar rumah tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi setiap anggota keluarga.

Menjelang akhir acara, beberapa peserta masih terlihat berbincang dengan para narasumber. Ada yang berkonsultasi mengenai pola pengasuhan anak, ada pula yang bertukar pengalaman tentang cara menjaga keharmonisan rumah tangga. Suasana sederhana itu memperlihatkan bahwa persoalan keluarga bukan sekadar isu pribadi, melainkan bagian penting dari masa depan masyarakat.

Bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh gedung yang megah atau teknologi yang canggih. Sebab sebelum mengenal dunia, seorang anak lebih dahulu belajar tentang kasih sayang, akhlak, dan kehidupan dari keluarganya sendiri. Ketika keluarga kokoh, masa depan bangsa pun akan berdiri dengan lebih tegak. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Patroli Sukabumi Kota

    Patroli Hingga Dini Hari, Apa yang Diantisipasi Polisi?

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Saat sebagian besar warga mulai beristirahat pada Minggu (2/8/2026) malam, puluhan personel Polres Sukabumi Kota justru bergerak menyusuri jalan-jalan utama, kawasan publik, hingga sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan keamanan. Patroli Sukabumi Kota berskala besar itu berlangsung sejak pukul 20.00 WIB hingga dini hari sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan […]

  • Operasi Patuh 2026

    Bukan Sekadar Tilang, Ini Pesan Penting di Balik Operasi Patuh 2026

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pagi hari di sebuah persimpangan kota biasanya selalu sama. Lampu lalu lintas berganti dari merah ke hijau. Deretan sepeda motor mulai bergerak perlahan. Suara knalpot bercampur dengan bunyi klakson pendek yang sesekali terdengar dari belakang antrean. Di sisi jalan, seorang pengendara terlihat buru-buru mengenakan helm sambil sesekali melirik jam di layar […]

  • kompensasi pekerja tambang

    Keadilan Pajak Daerah: Dedi Mulyadi Janjikan Reformasi Pajak dan Upah di Jawa Barat

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Dedi Mulyadi dorong keadilan pajak daerah dan perbaikan sistem upah untuk industri di Jawa Barat. albadarpost.com, LENSA – Keadilan Pajak Daerah kembali menjadi isu utama dalam forum dialog antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan para pengusaha yang digelar akhir pekan ini. Dedi menegaskan pentingnya pembenahan sistem pajak dan penataan upah sebagai langkah memperbaiki hubungan […]

  • Ilustrasi seorang muslim bersedih lalu ditenangkan sahabat sebagai simbol persaudaraan Islam yang menguatkan

    Kita Sering Lupa… Inilah Hakikat Persaudaraan Islam

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Makna persaudaraan Islam, ukhuwah Islamiyah, dan hubungan sesama muslim sering kita dengar. Namun, tidak semua orang benar-benar merasakannya. Padahal, di balik kata sederhana itu, tersimpan kekuatan yang bisa menyelamatkan seseorang dari keputusasaan. Malam itu, hujan turun pelan. Seorang pria duduk sendirian di sudut kamar. Lampu redup, ponsel tergeletak, dan pikirannya penuh. Ia […]

  • Kartini Islam

    Kita Rayakan Kartini, Tapi Lupa Ajaran Islamnya

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Setiap tahun, publik merayakan Hari Kartini dengan lomba kebaya dan seremoni. Tapi jujur saja—kita lebih sibuk merayakan simbol daripada memahami gagasan Raden Ajeng Kartini. Padahal, Kartini Islam, pemikiran Kartini dalam Islam, dan emansipasi perempuan menurut Islam menyimpan satu pertanyaan yang belum terjawab sampai hari ini: kenapa ajaran yang memuliakan perempuan justru terasa hilang dalam praktik? Ini bukan sekadar sejarah. […]

  • pesantren modern dan tradisional

    Di Balik Kehidupan Santri: Rahasia Pesantren Modern dan Tradisional

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Banyak orang mengenal pesantren modern dan tradisional sebagai lembaga pendidikan Islam yang membentuk karakter santri. Namun, tidak semua orang memahami perbedaan pesantren modern dan tradisional secara mendalam. Padahal, sistem pendidikan ini memiliki pendekatan yang unik dan sering kali mengejutkan bagi mereka yang baru mengetahuinya. Selain itu, pendidikan santri di pesantren tidak hanya […]

expand_less