Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Kehilangan Gigi pada Lansia Bisa Jadi Tanda Risiko Kematian Dini, Ini Penjelasan Ahli

Kehilangan Gigi pada Lansia Bisa Jadi Tanda Risiko Kematian Dini, Ini Penjelasan Ahli

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Peneliti ungkap kehilangan gigi pada lansia dapat menandakan risiko kematian dini dan gangguan kesehatan serius.

albadarpost.com, HUMANIORA – Selama ini kehilangan gigi pada lansia sering dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa kehilangan gigi pada lansia ternyata bisa menjadi sinyal bahaya bagi kesehatan yang lebih serius — bahkan dikaitkan dengan meningkatnya risiko kematian dini.

Temuan ilmiah ini mengungkap bahwa bukan hanya jumlah gigi yang tersisa yang penting, melainkan juga kecepatan gigi rontok yang dialami seseorang di usia lanjut. Semakin cepat gigi tanggal, semakin tinggi pula potensi risiko kematian akibat berbagai penyakit yang mendasarinya.


Penelitian: Gigi Cepat Rontok, Risiko Kematian Meningkat

Riset komprehensif ini dilakukan oleh Universitas Sichuan, Tiongkok, dan melibatkan 8.073 lansia yang dipantau selama rata-rata 3,5 tahun. Dalam studi tersebut, para ilmuwan meneliti keterkaitan antara tingkat kehilangan gigi dan tingkat mortalitas pada kelompok usia lanjut.

“Di kalangan orang tua, risiko kematian akibat berbagai penyebab meningkat secara signifikan seiring dengan percepatan kehilangan gigi, terlepas dari jumlah gigi awal,” tulis para peneliti dalam publikasi ilmiah yang dikutip dari Science Alert, Selasa (21/10/2025).

Temuan ini tetap konsisten bahkan setelah mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kebiasaan minum alkohol, dan frekuensi olahraga. Artinya, kehilangan gigi bukan sekadar efek samping penuaan, tetapi cerminan dari kondisi kesehatan yang lebih dalam.

Para ahli menjelaskan bahwa kehilangan gigi pada lansia tidak secara langsung menyebabkan kematian. Namun, kondisi medis yang mempercepat gigi rontok — seperti penyakit jantung, diabetes, atau infeksi kronis — bisa berkontribusi terhadap penurunan kesehatan secara menyeluruh.

Kehilangan gigi, dengan demikian, berfungsi sebagai indikator kesehatan umum yang bisa mencerminkan kondisi tubuh seseorang, terutama pada usia lanjut.


Dampak Kesehatan dan Gizi Akibat Kehilangan Gigi

Selain aspek medis, penelitian tersebut juga menyoroti konsekuensi praktis dari kehilangan gigi yang cepat. Lansia yang kehilangan banyak gigi cenderung mengalami kesulitan mengunyah makanan bergizi seperti sayuran segar, daging, dan buah-buahan keras.

Ketika asupan makanan bergizi menurun, tubuh kekurangan nutrisi penting seperti protein, vitamin, dan mineral. Dalam jangka panjang, kekurangan nutrisi ini dapat memperburuk kondisi kesehatan dan menurunkan daya tahan tubuh.

Bahkan, sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kehilangan gigi juga berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif. Lansia dengan jumlah gigi lebih sedikit memiliki risiko lebih tinggi mengalami demensia dan Alzheimer, karena sirkulasi darah dan oksigen ke otak menurun akibat aktivitas mengunyah yang berkurang.

Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa kehilangan gigi pada lansia bukan sekadar persoalan estetika atau kenyamanan makan, melainkan juga sinyal dari sistem tubuh yang tidak lagi berfungsi optimal.


Faktor Pemicu dan Pentingnya Perawatan Rutin

Menurut tim peneliti dari Universitas Sichuan, percepatan kehilangan gigi dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya adalah peradangan kronis, obesitas, pola makan tinggi gula, stres psikologis, serta kebiasaan merokok.

Faktor-faktor tersebut memperburuk kondisi rongga mulut, melemahkan jaringan gusi, dan mempercepat kerusakan tulang rahang. Jika tidak segera ditangani, gigi menjadi longgar dan akhirnya rontok.

Untuk itu, para ahli menekankan pentingnya perawatan gigi rutin pada lansia, termasuk kunjungan berkala ke dokter gigi minimal dua kali setahun. Selain itu, menjaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi, serta berhenti merokok juga menjadi langkah penting.

“Memantau percepatan kehilangan gigi dapat membantu tenaga medis memahami kondisi kesehatan lansia secara menyeluruh,” tulis para peneliti dalam laporannya.

Pemeriksaan gigi secara berkala juga memungkinkan dokter menerapkan solusi tepat seperti pemasangan gigi tiruan, implan sintetis, atau bahkan terapi obat penumbuh gigi yang kini tengah dikembangkan oleh para ilmuwan di berbagai negara.


Kehilangan Gigi Sebagai Peringatan Dini Kesehatan

Penelitian ini memperkuat pandangan bahwa kondisi gigi dan mulut adalah cermin dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ketika seseorang mengalami kehilangan gigi yang cepat, itu bisa menandakan adanya gangguan sistemik seperti penyakit kardiovaskular atau diabetes yang tidak terdeteksi.

Dengan demikian, pemeriksaan gigi seharusnya tidak lagi dianggap remeh. Melalui deteksi dini di klinik gigi, potensi penyakit serius bisa diantisipasi lebih cepat sebelum berkembang menjadi komplikasi yang berbahaya.

Lebih jauh, para peneliti menegaskan bahwa masyarakat perlu menyadari hubungan erat antara kesehatan gigi dan umur panjang. Upaya sederhana seperti menjaga kebersihan mulut, mengatur pola makan, dan menjalani gaya hidup sehat bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi kualitas hidup di masa tua.


Kesimpulan

Kehilangan gigi pada lansia bukan hal sepele—bisa menjadi indikator penyakit serius dan risiko kematian dini jika tak ditangani. (AlbadarPost/DAS)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lonjakan wisatawan

    Pengelola TWA Papandayan Perketat Pengamanan

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Lonjakan wisatawan Nataru di TWA Gunung Papandayan mendorong pengelola memperketat pengamanan kawasan. albadarpost.com, LIFESTYLE – Lonjakan wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mendorong pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, memperketat pengamanan kawasan. Ribuan pengunjung tercatat memadati destinasi unggulan pegunungan tersebut sejak beberapa hari menjelang pergantian tahun, memicu […]

  • cinta dunia

    Cinta Dunia, Sumber Berbagai Dosa

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Umat Islam kembali diingatkan agar tidak terjebak pada cinta dunia yang berlebihan karena berpotensi merusak amal dan membuka pintu dosa. Peringatan ini merujuk pada Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW yang secara tegas menyebut dunia sebagai ujian, bukan tujuan utama kehidupan manusia. Pesan tersebut relevan di tengah kehidupan modern yang menempatkan harta, […]

  • Prediksi pertandingan Arema FC vs Bali United Liga Indonesia di Stadion Kanjuruhan dengan analisis statistik performa kedua tim.

    Arema vs Bali United Malam Ini: Statistik Bicara, Siapa Lebih Siap?

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan prediksi Arema vs Bali United atau duel Arema melawan Bali United dalam lanjutan kompetisi Liga Indonesia diprediksi berlangsung sengit. Laga yang mempertemukan dua tim papan tengah ini menarik perhatian karena statistik performa keduanya menunjukkan tren yang berbeda namun sama kuat. Arema tampil solid saat bermain di kandang, sementara Bali United justru cukup tajam ketika menjalani laga […]

  • Suasana Sidang Isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H di Jakarta dengan pemaparan data hisab dan rukyat hilal.

    Resmi! Tanggal Puasa 2026 Ditetapkan

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H sebagai awal puasa 2026 yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah atau tanggal puasa 2026 ini diputuskan dalam Sidang Isbat setelah mempertimbangkan hasil hisab dan rukyat hilal secara nasional. Keputusan tersebut memberikan kepastian bagi umat Islam […]

  • Fadia Arafiq ditangkap

    OTT KPK Guncang Pekalongan, Kekayaan Fadia Arafiq Disorot

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Fadia Arafiq ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/3/2026). Penangkapan Bupati Pekalongan itu langsung memicu perhatian luas karena laporan kekayaannya dalam LHKPN tercatat mencapai Rp85,6 miliar. Kasus ini kembali mengangkat isu klasik tentang kekayaan pejabat publik dan potensi penyalahgunaan kekuasaan. KPK mengamankan sejumlah pihak dalam operasi tersebut. Namun, lembaga […]

  • kebijakan politik-hukum

    Pemerintah Tetapkan Kebijakan Baru Politik-Hukum dan Dampaknya bagi Publik

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Pemerintah menetapkan sejumlah kebijakan politik-hukum baru yang berdampak pada regulasi, aparat, dan layanan publik. albadarpost.com, LENSA -Kebijakan politik-hukum pemerintah kembali bergerak dalam satu pekan terakhir. Sejumlah keputusan strategis, mulai dari penetapan pahlawan nasional hingga pembatasan jabatan sipil bagi polisi aktif, menandai perubahan aturan yang berdampak langsung pada ruang publik. Perkembangan ini penting karena mempengaruhi tata […]

expand_less