Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Kehilangan Gigi pada Lansia Bisa Jadi Tanda Risiko Kematian Dini, Ini Penjelasan Ahli

Kehilangan Gigi pada Lansia Bisa Jadi Tanda Risiko Kematian Dini, Ini Penjelasan Ahli

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Peneliti ungkap kehilangan gigi pada lansia dapat menandakan risiko kematian dini dan gangguan kesehatan serius.

albadarpost.com, HUMANIORA – Selama ini kehilangan gigi pada lansia sering dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa kehilangan gigi pada lansia ternyata bisa menjadi sinyal bahaya bagi kesehatan yang lebih serius — bahkan dikaitkan dengan meningkatnya risiko kematian dini.

Temuan ilmiah ini mengungkap bahwa bukan hanya jumlah gigi yang tersisa yang penting, melainkan juga kecepatan gigi rontok yang dialami seseorang di usia lanjut. Semakin cepat gigi tanggal, semakin tinggi pula potensi risiko kematian akibat berbagai penyakit yang mendasarinya.


Penelitian: Gigi Cepat Rontok, Risiko Kematian Meningkat

Riset komprehensif ini dilakukan oleh Universitas Sichuan, Tiongkok, dan melibatkan 8.073 lansia yang dipantau selama rata-rata 3,5 tahun. Dalam studi tersebut, para ilmuwan meneliti keterkaitan antara tingkat kehilangan gigi dan tingkat mortalitas pada kelompok usia lanjut.

“Di kalangan orang tua, risiko kematian akibat berbagai penyebab meningkat secara signifikan seiring dengan percepatan kehilangan gigi, terlepas dari jumlah gigi awal,” tulis para peneliti dalam publikasi ilmiah yang dikutip dari Science Alert, Selasa (21/10/2025).

Temuan ini tetap konsisten bahkan setelah mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kebiasaan minum alkohol, dan frekuensi olahraga. Artinya, kehilangan gigi bukan sekadar efek samping penuaan, tetapi cerminan dari kondisi kesehatan yang lebih dalam.

Para ahli menjelaskan bahwa kehilangan gigi pada lansia tidak secara langsung menyebabkan kematian. Namun, kondisi medis yang mempercepat gigi rontok — seperti penyakit jantung, diabetes, atau infeksi kronis — bisa berkontribusi terhadap penurunan kesehatan secara menyeluruh.

Kehilangan gigi, dengan demikian, berfungsi sebagai indikator kesehatan umum yang bisa mencerminkan kondisi tubuh seseorang, terutama pada usia lanjut.


Dampak Kesehatan dan Gizi Akibat Kehilangan Gigi

Selain aspek medis, penelitian tersebut juga menyoroti konsekuensi praktis dari kehilangan gigi yang cepat. Lansia yang kehilangan banyak gigi cenderung mengalami kesulitan mengunyah makanan bergizi seperti sayuran segar, daging, dan buah-buahan keras.

Ketika asupan makanan bergizi menurun, tubuh kekurangan nutrisi penting seperti protein, vitamin, dan mineral. Dalam jangka panjang, kekurangan nutrisi ini dapat memperburuk kondisi kesehatan dan menurunkan daya tahan tubuh.

Bahkan, sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kehilangan gigi juga berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif. Lansia dengan jumlah gigi lebih sedikit memiliki risiko lebih tinggi mengalami demensia dan Alzheimer, karena sirkulasi darah dan oksigen ke otak menurun akibat aktivitas mengunyah yang berkurang.

Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa kehilangan gigi pada lansia bukan sekadar persoalan estetika atau kenyamanan makan, melainkan juga sinyal dari sistem tubuh yang tidak lagi berfungsi optimal.


Faktor Pemicu dan Pentingnya Perawatan Rutin

Menurut tim peneliti dari Universitas Sichuan, percepatan kehilangan gigi dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya adalah peradangan kronis, obesitas, pola makan tinggi gula, stres psikologis, serta kebiasaan merokok.

Faktor-faktor tersebut memperburuk kondisi rongga mulut, melemahkan jaringan gusi, dan mempercepat kerusakan tulang rahang. Jika tidak segera ditangani, gigi menjadi longgar dan akhirnya rontok.

Untuk itu, para ahli menekankan pentingnya perawatan gigi rutin pada lansia, termasuk kunjungan berkala ke dokter gigi minimal dua kali setahun. Selain itu, menjaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi, serta berhenti merokok juga menjadi langkah penting.

“Memantau percepatan kehilangan gigi dapat membantu tenaga medis memahami kondisi kesehatan lansia secara menyeluruh,” tulis para peneliti dalam laporannya.

Pemeriksaan gigi secara berkala juga memungkinkan dokter menerapkan solusi tepat seperti pemasangan gigi tiruan, implan sintetis, atau bahkan terapi obat penumbuh gigi yang kini tengah dikembangkan oleh para ilmuwan di berbagai negara.


Kehilangan Gigi Sebagai Peringatan Dini Kesehatan

Penelitian ini memperkuat pandangan bahwa kondisi gigi dan mulut adalah cermin dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ketika seseorang mengalami kehilangan gigi yang cepat, itu bisa menandakan adanya gangguan sistemik seperti penyakit kardiovaskular atau diabetes yang tidak terdeteksi.

Dengan demikian, pemeriksaan gigi seharusnya tidak lagi dianggap remeh. Melalui deteksi dini di klinik gigi, potensi penyakit serius bisa diantisipasi lebih cepat sebelum berkembang menjadi komplikasi yang berbahaya.

Lebih jauh, para peneliti menegaskan bahwa masyarakat perlu menyadari hubungan erat antara kesehatan gigi dan umur panjang. Upaya sederhana seperti menjaga kebersihan mulut, mengatur pola makan, dan menjalani gaya hidup sehat bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi kualitas hidup di masa tua.


Kesimpulan

Kehilangan gigi pada lansia bukan hal sepele—bisa menjadi indikator penyakit serius dan risiko kematian dini jika tak ditangani. (AlbadarPost/DAS)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • sambal udang rebon

    Sambal Bawang Udang Rebon Laziiz

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di banyak dapur rumah tangga, aroma cabai dan bawang yang ditumis masih menjadi penanda waktu makan akan segera tiba. Salah satu yang kerap muncul adalah sambal udang rebon—sederhana, pedas, dan lekat dengan selera rumahan. Ia tidak tampil mewah, tetapi hampir selalu habis lebih dulu. Bagi banyak keluarga, sambal ini bukan sekadar pelengkap. […]

  • Waktu Kurban

    Kurban Sebelum Salat Id, Sah atau Tidak?

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Waktu kurban kembali menjadi pembahasan yang ramai menjelang Idul Adha. Di tengah kesibukan masyarakat modern, banyak orang mulai mempertanyakan hukum menyembelih hewan kurban sebelum Salat Id berlangsung. Sebagian masyarakat mengira penyembelihan bisa dilakukan kapan saja selama masih berada di bulan Dzulhijjah. Padahal dalam fiqih Islam, waktu penyembelihan kurban memiliki aturan khusus yang […]

  • Ilustrasi pelaku GRC UMKM mengelola keuangan bisnis rapi agar mudah lolos pinjaman bank dan meningkatkan kepercayaan usaha

    Bukan Modal, Ini Alasan UMKM Ditolak Bank: GRC Jadi Penentu

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Governance, Risk, and Compliance (GRC) UMKM, tata kelola usaha, dan manajemen risiko kini menjadi faktor penting yang menentukan apakah bisnis bisa berkembang atau justru stagnan. Istilah GRC UMKM semakin sering muncul, terutama ketika pelaku usaha mengajukan pinjaman ke bank atau fintech. Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mendorong lembaga keuangan tidak […]

  • Ilustrasi makna Kun Fayakun dalam QS Yasin 82 tentang kekuasaan mutlak Allah SWT atas segala sesuatu

    Kun Fayakun: Ketika Manusia Sok Berkuasa

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Kun Fayakun bukan sekadar frasa populer yang sering menghiasi ceramah atau status media sosial. Kun Fayakun dalam QS Yasin ayat 82 adalah penegasan mutlak bahwa Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Namun ironisnya, di tengah keyakinan terhadap Kun Fayakun dan kekuasaan Allah tersebut, manusia tetap gemar merasa paling menentukan takdir. Allah SWT […]

  • Fitnah Dajjal

    Saat yang Viral Mengalahkan Kebenaran, Itukah Jejak Fitnah Dajjal?

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Suatu malam, di sebuah grup WhatsApp keluarga, sebuah pesan berantai kembali muncul. Isinya menghebohkan. Sebagian anggota grup langsung meneruskannya ke grup lain. Ada yang percaya. Ada yang panik. Belakangan diketahui, informasi itu ternyata tidak benar. Pemandangan seperti itu bukan hal langka. Di warung kopi, di ruang tunggu rumah sakit, di bangku sekolah, […]

  • MBG Tasikmalaya

    Tasikmalaya Bersuara, Dukung MBG Tetap Berjalan

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – MBG Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik. Ketika gelombang penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) muncul di sejumlah daerah, ribuan warga di Kabupaten Tasikmalaya justru menunjukkan sikap berbeda. Mereka berkumpul di halaman Kantor Bupati Tasikmalaya, Kamis (25/6/2026), untuk menyampaikan dukungan agar program tersebut tetap berjalan karena dinilai memberi manfaat nyata bagi […]

expand_less