Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Kehilangan Gigi pada Lansia Bisa Jadi Tanda Risiko Kematian Dini, Ini Penjelasan Ahli

Kehilangan Gigi pada Lansia Bisa Jadi Tanda Risiko Kematian Dini, Ini Penjelasan Ahli

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 97
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Peneliti ungkap kehilangan gigi pada lansia dapat menandakan risiko kematian dini dan gangguan kesehatan serius.

albadarpost.com, HUMANIORA – Selama ini kehilangan gigi pada lansia sering dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa kehilangan gigi pada lansia ternyata bisa menjadi sinyal bahaya bagi kesehatan yang lebih serius — bahkan dikaitkan dengan meningkatnya risiko kematian dini.

Temuan ilmiah ini mengungkap bahwa bukan hanya jumlah gigi yang tersisa yang penting, melainkan juga kecepatan gigi rontok yang dialami seseorang di usia lanjut. Semakin cepat gigi tanggal, semakin tinggi pula potensi risiko kematian akibat berbagai penyakit yang mendasarinya.


Penelitian: Gigi Cepat Rontok, Risiko Kematian Meningkat

Riset komprehensif ini dilakukan oleh Universitas Sichuan, Tiongkok, dan melibatkan 8.073 lansia yang dipantau selama rata-rata 3,5 tahun. Dalam studi tersebut, para ilmuwan meneliti keterkaitan antara tingkat kehilangan gigi dan tingkat mortalitas pada kelompok usia lanjut.

“Di kalangan orang tua, risiko kematian akibat berbagai penyebab meningkat secara signifikan seiring dengan percepatan kehilangan gigi, terlepas dari jumlah gigi awal,” tulis para peneliti dalam publikasi ilmiah yang dikutip dari Science Alert, Selasa (21/10/2025).

Temuan ini tetap konsisten bahkan setelah mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kebiasaan minum alkohol, dan frekuensi olahraga. Artinya, kehilangan gigi bukan sekadar efek samping penuaan, tetapi cerminan dari kondisi kesehatan yang lebih dalam.

Para ahli menjelaskan bahwa kehilangan gigi pada lansia tidak secara langsung menyebabkan kematian. Namun, kondisi medis yang mempercepat gigi rontok — seperti penyakit jantung, diabetes, atau infeksi kronis — bisa berkontribusi terhadap penurunan kesehatan secara menyeluruh.

Kehilangan gigi, dengan demikian, berfungsi sebagai indikator kesehatan umum yang bisa mencerminkan kondisi tubuh seseorang, terutama pada usia lanjut.


Dampak Kesehatan dan Gizi Akibat Kehilangan Gigi

Selain aspek medis, penelitian tersebut juga menyoroti konsekuensi praktis dari kehilangan gigi yang cepat. Lansia yang kehilangan banyak gigi cenderung mengalami kesulitan mengunyah makanan bergizi seperti sayuran segar, daging, dan buah-buahan keras.

Ketika asupan makanan bergizi menurun, tubuh kekurangan nutrisi penting seperti protein, vitamin, dan mineral. Dalam jangka panjang, kekurangan nutrisi ini dapat memperburuk kondisi kesehatan dan menurunkan daya tahan tubuh.

Bahkan, sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kehilangan gigi juga berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif. Lansia dengan jumlah gigi lebih sedikit memiliki risiko lebih tinggi mengalami demensia dan Alzheimer, karena sirkulasi darah dan oksigen ke otak menurun akibat aktivitas mengunyah yang berkurang.

Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa kehilangan gigi pada lansia bukan sekadar persoalan estetika atau kenyamanan makan, melainkan juga sinyal dari sistem tubuh yang tidak lagi berfungsi optimal.


Faktor Pemicu dan Pentingnya Perawatan Rutin

Menurut tim peneliti dari Universitas Sichuan, percepatan kehilangan gigi dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya adalah peradangan kronis, obesitas, pola makan tinggi gula, stres psikologis, serta kebiasaan merokok.

Faktor-faktor tersebut memperburuk kondisi rongga mulut, melemahkan jaringan gusi, dan mempercepat kerusakan tulang rahang. Jika tidak segera ditangani, gigi menjadi longgar dan akhirnya rontok.

Untuk itu, para ahli menekankan pentingnya perawatan gigi rutin pada lansia, termasuk kunjungan berkala ke dokter gigi minimal dua kali setahun. Selain itu, menjaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi, serta berhenti merokok juga menjadi langkah penting.

“Memantau percepatan kehilangan gigi dapat membantu tenaga medis memahami kondisi kesehatan lansia secara menyeluruh,” tulis para peneliti dalam laporannya.

Pemeriksaan gigi secara berkala juga memungkinkan dokter menerapkan solusi tepat seperti pemasangan gigi tiruan, implan sintetis, atau bahkan terapi obat penumbuh gigi yang kini tengah dikembangkan oleh para ilmuwan di berbagai negara.


Kehilangan Gigi Sebagai Peringatan Dini Kesehatan

Penelitian ini memperkuat pandangan bahwa kondisi gigi dan mulut adalah cermin dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ketika seseorang mengalami kehilangan gigi yang cepat, itu bisa menandakan adanya gangguan sistemik seperti penyakit kardiovaskular atau diabetes yang tidak terdeteksi.

Dengan demikian, pemeriksaan gigi seharusnya tidak lagi dianggap remeh. Melalui deteksi dini di klinik gigi, potensi penyakit serius bisa diantisipasi lebih cepat sebelum berkembang menjadi komplikasi yang berbahaya.

Lebih jauh, para peneliti menegaskan bahwa masyarakat perlu menyadari hubungan erat antara kesehatan gigi dan umur panjang. Upaya sederhana seperti menjaga kebersihan mulut, mengatur pola makan, dan menjalani gaya hidup sehat bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi kualitas hidup di masa tua.


Kesimpulan

Kehilangan gigi pada lansia bukan hal sepele—bisa menjadi indikator penyakit serius dan risiko kematian dini jika tak ditangani. (AlbadarPost/DAS)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaji Guru Rp5 Juta

    DPR Dorong Gaji Layak Guru Minimal Rp5 Juta

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kesejahteraan guru kembali menjadi perhatian nasional. Usulan gaji guru Rp5 juta yang didorong Komisi X DPR RI muncul setelah berbagai data menunjukkan bahwa penghasilan tenaga pendidik, terutama guru honorer, masih jauh dari kategori layak. Dikutip dari laman resmi DPR RI, usulan peningkatan kesejahteraan guru tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam […]

  • Tasik Open 2026

    Karateka dari Yogya hingga Bandung Ramaikan Tasik Open 2026

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ajang Tasik Open 2026 langsung mencuri perhatian publik olahraga bela diri di Priangan Timur. Sebanyak 396 peserta karate dari berbagai daerah memadati GOR Sukapura pada Sabtu (16/5/2026) untuk bertanding dalam turnamen yang baru pertama kali digelar tersebut. Tasik Open 2026 bukan hanya menghadirkan persaingan di atas matras. Turnamen ini juga menjadi […]

  • Konflik Rumah Tangga

    Konflik Rumah Tangga Tak Selalu Buruk, Ini Penjelasan Kemenag

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Tidak sedikit pasangan menganggap rumah tangga yang bahagia adalah rumah tangga yang tidak pernah bertengkar. Padahal, konflik rumah tangga, konflik dalam pernikahan, dan perbedaan pendapat merupakan bagian yang hampir selalu hadir dalam kehidupan suami istri. Yang membedakan setiap pasangan bukan ada atau tidaknya konflik, melainkan cara mereka mengelolanya. Pandangan tersebut sejalan dengan […]

  • anggaran MBG dalam pendidikan

    APBN 2026 Digugat Mahasiswa dan Guru Honorer

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Kontroversi anggaran MBG dalam pendidikan resmi memasuki ruang konstitusi. Sejumlah mahasiswa bersama seorang guru honorer mengajukan uji materiil Undang-Undang APBN 2026 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka mempersoalkan penggunaan anggaran pendidikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sejalan dengan mandat utama pendidikan nasional. Gugatan ini penting karena menyentuh jantung kebijakan […]

  • lingkungan kerja tidak sehat

    7 Tanda Lingkungan Kerja Sudah Tidak Sehat, Jangan Abaikan Sebelum Terlambat

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa cepat lelah, sulit fokus, dan kehilangan semangat setiap kali masuk kantor? Bisa jadi Anda sedang berada di lingkungan kerja tidak sehat. Kondisi ini sering muncul perlahan. Namun, jika dibiarkan, suasana kerja toxic, kantor yang tidak kondusif, dan hubungan kerja yang buruk dapat merusak kesehatan mental, produktivitas, bahkan karier. Banyak orang […]

  • BBM subsidi 50 liter

    Heboh! Batas BBM Subsidi 50 Liter per Hari Ramai Dibahas, Ini Faktanya

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Isu BBM subsidi 50 liter per hari tiba-tiba ramai diperbincangkan dan langsung memicu reaksi luas. Banyak masyarakat, khususnya pengguna kendaraan harian, mulai mengaitkan kabar ini dengan potensi pembatasan baru. Tidak sedikit yang menganggap aturan tersebut akan segera berlaku. Selain itu, istilah pembatasan BBM bersubsidi juga ikut mencuat. Kombinasi antara kata kunci […]

expand_less