Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Keadilan Pajak Daerah: Dedi Mulyadi Janjikan Reformasi Pajak dan Upah di Jawa Barat

Keadilan Pajak Daerah: Dedi Mulyadi Janjikan Reformasi Pajak dan Upah di Jawa Barat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dedi Mulyadi dorong keadilan pajak daerah dan perbaikan sistem upah untuk industri di Jawa Barat.

albadarpost.com, LENSA – Keadilan Pajak Daerah kembali menjadi isu utama dalam forum dialog antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan para pengusaha yang digelar akhir pekan ini. Dedi menegaskan pentingnya pembenahan sistem pajak dan penataan upah sebagai langkah memperbaiki hubungan negara, industri, dan masyarakat. Ia menilai, pembangunan ekonomi tidak cukup ditopang oleh pertumbuhan industri semata, melainkan harus diiringi keberpihakan yang nyata kepada warga di wilayah sumber produksi dan aktivitas ekonomi.

Dalam forum yang dihimpun dari rilis resmi pemerintah daerah, Dedi menyampaikan rencana reformasi pajak pada 2026 dengan menitikberatkan pada perbaikan distribusi pendapatan daerah. Keadilan Pajak Daerah, menurutnya, bukan sekadar soal besar kecilnya pungutan, tetapi memastikan manfaat pajak kembali ke masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas industri.

“Saya tidak mau lagi melihat pabrik yang membayar pajak triliunan rupiah setiap tahun, tetapi desa di sekitar pabrik tetap miskin, tidak punya air bersih, rumah warganya kumuh, dan anak-anaknya berhenti sekolah,” ujar Dedi. Pernyataan itu menandai arah baru kebijakan fiskal Provinsi Jawa Barat, yang akan memetakan desa-desa penopang kawasan industri untuk memastikan dana pajak kembali ke akar sosial dan geografisnya.

Dedi menilai reformasi ini mendesak, sebab selama ini sebagian perusahaan besar tetap beroperasi di Jawa Barat, namun membayar pajak di luar wilayah administrasi tempat mereka memanfaatkan sumber daya. Praktik itu, menurutnya, bertentangan dengan prinsip Keadilan Pajak Daerah dan melemahkan kemampuan daerah dalam menyediakan layanan publik dasar.


Keadilan Pajak Daerah dan Adaptasi Kebijakan Industri

Dalam konteks yang lebih luas, Dedi menggarisbawahi perlunya hadirnya negara dalam menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan perlindungan rakyat. Ia memberi contoh perusahaan air minum dalam kemasan yang mengambil sumber air lokal, namun kontribusi pembangunan sosial di wilayah tersebut tidak sebanding.

“Negara wajib hadir menyeimbangkan kepentingan investasi dan perlindungan rakyat,” ujar Dedi. Infrastruktur pendukung utama seperti suplai listrik, jaringan gas, dan kualitas jalan di kawasan industri disebut sebagai faktor yang tidak hanya menentukan efisiensi produksi, tetapi juga kualitas hidup masyarakat sekitar.

Dalam dialog tersebut, para pengusaha menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan—mulai dari persoalan tata ruang, lahan terlintasi SUTET, hingga perizinan bangunan yang berlarut-larut. Dedi merespons secara langsung. Ia meminta Apindo Jawa Barat menyusun daftar rinci persoalan agar setiap hambatan dapat ditangani melalui mekanisme koordinasi kebijakan.

Keseriusan membangun ekosistem usaha yang sehat menjadi catatan penting. Ketua Apindo Jawa Barat, Ning Wahyu, bahkan menyebut forum itu sebagai ruang perumusan jalan tengah, bukan sekadar pertemuan seremonial. “Forum ini bukan hanya silaturahmi, tetapi langkah menyamakan visi dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif,” ujarnya.

Dalam pandangan Apindo, langkah Gubernur memperkenalkan reformasi birokrasi perizinan dinilai sebagai pembeda. Industrialisasi di Jawa Barat, katanya, akan lebih stabil jika tata kelola risiko sektor industri diperjelas. Industri berisiko rendah seperti garmen tidak semestinya diproses sama dengan industri kimia berbahaya. Jika klasifikasi risiko diperjelas, perizinan dapat dipangkas tanpa mengorbankan aspek keamanan dan lingkungan.


Reformasi UMK Menuju Sistem Upah yang Kompromistis

Selain isu Keadilan Pajak Daerah, Dedi membuka diskursus baru mengenai kebijakan upah. Ia sedang mengkaji penerapan Upah Minimum Provinsi (UMP) tunggal yang disesuaikan berdasarkan sektor industri, sebagai alternatif dari sistem Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang berlaku selama ini.

Wacana ini didasarkan pada observasi bahwa UMK sering menimbulkan ketegangan antara pekerja dan pengusaha. Di satu sisi, pekerja menuntut upah yang layak untuk hidup di wilayah perkotaan yang biayanya meningkat. Di sisi lain, pengusaha menghadapi tekanan biaya produksi yang tinggi dan persaingan global yang ketat.

Menurut Ning Wahyu, penyesuaian upah berdasarkan kesepakatan bipartit—antara pekerja dan pengusaha—dapat memberi ruang dialog yang lebih manusiawi. Sistem ini memungkinkan tiap sektor menyepakati formula upah yang sesuai kemampuan dan struktur industrinya, bukan sekadar mengikuti angka rata-rata yang dipukul sama.

Pendekatan ini, jika diterapkan secara konsisten, membuka ruang pembentukan tata kelola upah yang lebih adaptif dan inklusif. Ia juga dapat menumbuhkan relasi industrial yang tidak lagi hanya berdasarkan tuntutan, tetapi pemahaman bersama mengenai kesinambungan usaha.

Reformasi pajak dan upah diusulkan untuk memastikan industri tumbuh tanpa meninggalkan masyarakat di sekitarnya. Keadilan fiskal adalah fondasi keberlanjutan. (DAS)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi reflektif La Tahzan sebagai pesan Allah dalam Surah At-Taubah untuk menenangkan hati dan mengelola kecemasan hidup

    La Tahzan: Ini Pesan Allah untuk Hati yang Cemas

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada masa ketika cemas datang tanpa suara. Dada terasa sesak, pikiran berisik, dan hati lelah menahan beban yang tak terlihat. La Tahzan —jangan bersedih— hadir bukan sebagai nasihat kosong, melainkan sebagai pelukan ilahi yang menenangkan jiwa. Dalam Surah At-Taubah, pesan ini menjadi jawaban bagi mereka yang sedang berjuang mengelola cemas dan mencari […]

  • Jumhur Hidayat Menteri Lingkungan Hidup

    Dari Jalanan ke Istana, Kisah Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jumhur Hidayat Menteri Lingkungan Hidup kini menjadi sorotan. Sosok yang juga dikenal sebagai aktivis buruh dan tokoh pergerakan ini menempuh jalur yang tidak biasa menuju kursi kabinet. Ia pernah berdiri di barisan demonstran. Ia pernah merasakan tekanan kekuasaan. Kini, ia justru menjadi bagian dari sistem yang dulu ia kritisi. Pelantikan oleh […]

  • Lamine Yamal Palestina

    Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina, PM Spanyol Langsung Pasang Badan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Aksi Lamine Yamal membawa bendera Palestina saat parade juara FC Barcelona langsung memicu polemik internasional. Namun di tengah kritik keras dari pejabat Israel, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez justru menyatakan dukungannya kepada wonderkid Barcelona tersebut. Isu Lamine Yamal Palestina menjadi sorotan besar media Eropa setelah video parade kemenangan Barcelona viral di […]

  • kopi warga binaan

    Lapas Tasikmalaya Cetak Barista, Kopinya Bersaing dengan Kafe

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kopi warga binaan dari Lapas Klas IIB Tasikmalaya kini mencuri perhatian. Produk yang juga dikenal sebagai kopi narapidana dan kopi hasil pembinaan lapas ini tidak hanya dikonsumsi internal, tetapi sudah menembus pasar luar, termasuk hotel di Tasikmalaya. Fenomena ini muncul dari program Giat Bina Mandiri yang dijalankan secara serius. Program tersebut […]

  • Musda KNPI molor

    Musda KNPI Tasikmalaya Molor, Kritik Halus yang Menyentil Keras

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pelaksanaan Musda KNPI Kabupaten Tasikmalaya molor menjadi perbincangan dalam agenda Musyawarah Daerah XVI Komite Nasional Pemuda Indonesia. Keterlambatan pembukaan forum ini memicu kritik dari peserta yang menilai disiplin waktu menjadi cerminan profesionalisme organisasi. Musda KNPI yang terlambat, atau keterlambatan forum pemuda ini, langsung memunculkan pertanyaan soal kesiapan panitia dan manajemen acara. […]

  • sidang isbat

    Sidang Isbat Jadi Penentu, MUI Tegaskan Kedudukan Hasilnya

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penjelasan soal sidang isbat, penetapan awal Ramadan, dan keputusan pemerintah kembali menjadi sorotan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa hasil sidang isbat memiliki kedudukan penting dan harus diikuti oleh umat Islam di Indonesia. Sejak lama, perbedaan metode seperti hisab dan rukyat sering memunculkan perbedaan awal puasa. Namun kini, fatwa MUI memberikan […]

expand_less