Terungkap! Ketimpangan Priangan Timur, Ini Pernyataan Rd. Diky Candranegara
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Isu ketimpangan perhatian terhadap Priangan Timur kembali mencuat. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, mengaku sempat merasa kecewa melihat minimnya perhatian terhadap kawasan tersebut. Namun, ia mulai melihat arah perubahan seiring menguatnya kolaborasi di sektor penyiaran.
Dalam pernyataannya, Diky menyinggung bahwa wilayah Priangan Timur selama ini belum mendapatkan porsi perhatian yang seimbang. Meski begitu, ia menilai momentum saat ini bisa menjadi titik awal perbaikan.
“Awalnya saya cukup sedih karena perhatian ke Priangan Timur agak kurang. Tapi dengan adanya forum ini, saya mulai optimistis,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Pernyataan itu disampaikan dalam konteks refleksi atas pentingnya pemerataan pembangunan, bukan sebagai tudingan personal terhadap pihak tertentu.
Ketimpangan Perhatian Masih Terasa
Priangan Timur selama ini kerap dipandang sebagai kawasan yang tertinggal dibanding wilayah lain di Jawa Barat. Persepsi tersebut tidak muncul tanpa sebab.
Sejumlah pihak menilai akses informasi, pembangunan infrastruktur, hingga eksposur media belum berjalan optimal. Akibatnya, potensi daerah belum sepenuhnya terangkat ke tingkat yang lebih luas.
Namun demikian, kondisi ini mulai mendapat perhatian. Forum penyiaran yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dinilai membuka ruang baru untuk memperbaiki situasi.
Selain itu, meningkatnya kesadaran akan pentingnya pemerataan juga menjadi faktor pendorong.
Kolaborasi Penyiaran Mulai Menguat
Dalam forum tersebut, peran lembaga penyiaran menjadi sorotan. Dukungan dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat dan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat dinilai memperkuat upaya pemerataan informasi.
Diky menilai kolaborasi ini penting agar Priangan Timur tidak terus berada di pinggiran perhatian.
Dengan dukungan media penyiaran, potensi daerah dapat lebih mudah diakses publik. Selain itu, arus informasi yang merata akan mendorong keterlibatan lebih luas dari berbagai pihak.
Di sisi lain, kerja sama lintas sektor juga menjadi kunci agar dampaknya tidak berhenti pada wacana.
Media Lokal Dianggap Paling Memahami Daerah
Salah satu poin yang ditekankan Diky adalah pentingnya peran media lokal. Ia menilai pers daerah memiliki kedekatan yang tidak dimiliki pihak luar.
“Media lokal sering kali tanpa diminta sudah mengangkat berbagai persoalan di daerah,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman terhadap kondisi lapangan menjadi keunggulan utama media lokal. Mereka berada di tengah masyarakat, sehingga mampu menangkap dinamika yang tidak selalu terlihat dari luar.
Karena itu, ia mendorong para pemimpin daerah untuk membangun hubungan yang lebih konstruktif dengan media.
Sindiran Ringan, Pesan Serius
Dalam suasana yang cair, Diky sempat melontarkan pernyataan yang bernuansa sindiran. Ia menyebut bahwa tidak sedikit pemimpin yang datang ke daerah hanya sebatas kunjungan singkat.
“Kadang yang lebih memahami kondisi justru media lokal,” katanya.
Meski disampaikan dengan nada santai, pernyataan ini mencerminkan pentingnya kedekatan dengan realitas di lapangan. Pemahaman yang utuh terhadap daerah dinilai menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan.
Mendorong Sinergi untuk Pemerataan
Diky menegaskan bahwa ke depan diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan media. Tanpa kolaborasi, upaya pemerataan akan berjalan lambat.
Selain itu, ia menilai media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan.
“Tidak ada yang lebih memahami daerah selain mereka,” tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk lebih terbuka terhadap peran media lokal.
Momentum Perubahan Mulai Terbuka
Sorotan terhadap Priangan Timur menunjukkan bahwa isu pemerataan masih menjadi pekerjaan rumah. Namun, arah perbaikan mulai terlihat.
Dengan kolaborasi yang semakin kuat, peluang untuk meningkatkan perhatian terhadap kawasan ini terbuka lebih lebar.
Untuk saat ini, optimisme mulai tumbuh. Tantangannya adalah memastikan langkah yang sudah dimulai tidak berhenti di tengah jalan. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar