Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Keringat Buruh dalam Islam: Hak, Kehormatan, dan Keadilan yang Sering Dilupakan

Keringat Buruh dalam Islam: Hak, Kehormatan, dan Keadilan yang Sering Dilupakan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pembahasan tentang buruh menurut Islam kembali menarik perhatian di tengah meningkatnya isu kesejahteraan pekerja dan ketimpangan ekonomi. Dalam ajaran Islam, pekerja, buruh, dan pencari nafkah memiliki kedudukan yang mulia. Bahkan, Rasulullah SAW memberi perhatian besar terhadap hak tenaga kerja, keadilan upah, dan penghormatan terhadap orang yang bekerja keras demi keluarganya.

Islam tidak memandang kemuliaan manusia dari jabatan atau kekayaan. Sebaliknya, agama ini justru menghormati siapa pun yang mencari rezeki dengan cara halal.

Karena itu, seorang buruh yang bekerja dengan jujur memiliki nilai tinggi di hadapan Allah.

Islam Memuliakan Orang yang Bekerja

Dalam kehidupan modern, istilah buruh sering dipandang rendah oleh sebagian orang. Padahal, Islam mengajarkan bahwa bekerja adalah bentuk ibadah.

Rasulullah SAW bahkan pernah mencium tangan seorang sahabat pekerja kasar yang penuh luka karena bekerja keras.

Dalam sebuah riwayat disebutkan:

هَذِهِ يَدٌ يُحِبُّهَا اللهُ وَرَسُولُهُ
“Inilah tangan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.”

Pesan tersebut menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai kerja keras dan perjuangan mencari nafkah halal.

Selain itu, Al-Qur’an juga mendorong manusia untuk bekerja dan berusaha.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 105:

“Dan katakanlah: bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu.”

Ayat itu menegaskan bahwa pekerjaan bukan sekadar aktivitas dunia, tetapi juga bagian dari tanggung jawab spiritual manusia.

Upah Buruh Harus Adil dan Tepat Waktu

Salah satu ajaran Islam yang paling kuat tentang buruh adalah kewajiban membayar upah secara adil.

Rasulullah SAW bersabda:

أَعْطُوا الأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ”
“Berikanlah upah pekerja sebelum kering keringatnya.”
(HR Ibnu Majah)

Hadis tersebut menjadi prinsip penting dalam hubungan antara pekerja dan pemberi kerja.

Islam melarang keras penindasan terhadap buruh, termasuk:

  • menahan gaji,
  • mengurangi hak pekerja,
  • atau memperlakukan pekerja secara tidak manusiawi.

Karena itu, keadilan ekonomi dalam Islam tidak hanya berbicara soal sedekah, tetapi juga tentang menghormati hak orang lain.

Dalam pandangan Islam, mengambil hak pekerja termasuk perbuatan zalim.

Buruh Bukan Simbol Kelemahan

Banyak orang hari ini mengejar jabatan tinggi, tetapi malu mengakui pekerjaan sederhana.

Padahal, para nabi juga bekerja.

Nabi Daud AS dikenal sebagai pandai besi. Nabi Musa AS pernah menjadi penggembala. Bahkan Nabi Muhammad SAW juga pernah berdagang dan bekerja sejak muda.

Hal itu menunjukkan bahwa pekerjaan halal tidak pernah merendahkan manusia.

Sebaliknya, kemalasan dan ketergantungan kepada orang lain justru lebih dekat pada kehinaan.

Karena itu, Islam mengajarkan bahwa kemuliaan hidup lahir dari kejujuran dan kerja keras, bukan dari status sosial semata.

Islam Menolak Eksploitasi Pekerja

Di tengah perkembangan industri modern, isu eksploitasi buruh masih sering muncul.

Mulai dari jam kerja berlebihan, upah rendah, hingga perlakuan tidak adil masih menjadi persoalan di berbagai tempat.

Islam sejak awal sudah menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara hak pekerja dan kepentingan perusahaan.

Karena itu, seorang pemimpin atau pemilik usaha wajib memperlakukan pekerja dengan manusiawi.

Dalam sebuah riwayat diceritakan:

إِخْوَتُكَ مَسْؤُوْلِيَّتُكَ””
“Saudara-saudaramu adalah tanggung jawabmu.”

Ajaran tersebut menunjukkan bahwa hubungan kerja dalam Islam bukan sekadar transaksi ekonomi, tetapi juga hubungan moral dan kemanusiaan.

Keringat Buruh Adalah Kehormatan

Hari Buruh sering diperingati dengan demonstrasi dan tuntutan kesejahteraan. Namun di balik itu semua, ada jutaan orang yang setiap hari berjuang demi keluarga mereka.

Mereka bangun pagi, bekerja dalam panas, menghadapi tekanan hidup, lalu pulang dengan harapan sederhana: keluarganya bisa makan dan hidup lebih baik.

Islam melihat perjuangan itu sebagai sesuatu yang mulia.

Karena itu, menghina pekerjaan orang lain sama saja merendahkan perjuangan hidup manusia.

Di mata Allah, bisa jadi seorang buruh yang jujur lebih mulia daripada orang kaya yang sombong.

Islam Mengajarkan Keadilan Sosial

Ajaran Islam tentang buruh sebenarnya sangat relevan dengan kondisi saat ini.

Ketika dunia sibuk membahas hak pekerja, Islam sudah lebih dulu mengajarkan:

  • keadilan upah,
  • penghormatan tenaga kerja,
  • dan larangan menzalimi pekerja.

Karena itu, nilai-nilai Islam tidak hanya cocok untuk urusan ibadah, tetapi juga menjadi solusi sosial dalam kehidupan modern.

Jika prinsip Islam benar-benar diterapkan, hubungan antara pekerja dan perusahaan akan lebih manusiawi.

Dan ketika keadilan hadir dalam dunia kerja, kesejahteraan masyarakat akan ikut tumbuh.

Dalam Islam, tangan yang lelah karena bekerja halal jauh lebih mulia daripada tangan yang sibuk menghitung keuntungan sambil menzalimi orang lain. (Redaksi)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tabrakan kereta Bekasi Timur 2026

    Stasiun Bekasi Timur Ditutup Usai Insiden KA Maut

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Suasana pagi di jalur padat Jabodetabek berubah menjadi kepanikan setelah tabrakan kereta Bekasi terjadi pada salah satu lintasan utama yang menghubungkan Jakarta dan Bekasi. Dua rangkaian kereta terlibat dalam insiden keras yang menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai puluhan penumpang lainnya. Tidak lama setelah kejadian, stasiun Bekasi Timur ditutup sementara untuk […]

  • Ilustrasi seseorang menatap langit dengan tenang sebagai simbol memahami makna ayat tentang kesabaran dalam Al-Qur'an.

    Saat Hidup Terasa Berat, Ayat Tentang Kesabaran Ini Menguatkan Hati

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Suatu malam, seorang pria duduk sendirian di teras rumahnya. Ia baru saja kehilangan pekerjaan yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya. Pikiran terasa penuh, hati terasa berat, dan masa depan tampak tidak pasti. Namun ketika membuka Al-Qur’an, matanya tertuju pada sebuah ayat tentang kesabaran yang seolah menjawab kegelisahannya. Ayat itu mengingatkannya bahwa […]

  • KIP Kuliah 2026

    KIP Kuliah 2026 Dibuka, Peluang Konkret Pendidikan Tinggi Gratis

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    KIP Kuliah 2026 membuka peluang nyata kuliah tanpa biaya bagi pelajar dan mahasiswa di tengah tekanan ekonomi. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di tengah kenaikan biaya hidup dan mahalnya ongkos pendidikan tinggi, KIP Kuliah kembali menjadi jalur utama bagi pelajar dan mahasiswa untuk melanjutkan studi pada tahun 2026. Program bantuan pendidikan dari pemerintah ini ditujukan bagi […]

  • Ilustrasi empat golongan dirindukan surga: pembaca Quran, penjaga lisan, dermawan, dan orang berpuasa Ramadan.

    Empat Golongan Manusia yang Dirindukan Surga

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Empat Golongan Dirindukan Surga menjadi kabar langit yang menggetarkan jiwa. Dalam hadis Nabi ﷺ, disebutkan bahwa surga merindukan empat tipe manusia: pecinta Al-Qur’an, penjaga lisan, orang dermawan, dan ahli puasa Ramadan. Ini bukan sekadar kabar gembira; ia adalah peta ruhani menuju taman keabadian. Maka, ketika dunia sibuk menghitung laba, langit justru menghitung […]

  • pemulihan hutan

    Pemprov Jabar Libatkan Warga dalam Pemulihan Hutan Berbayar

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Pemprov Jawa Barat libatkan warga dalam pemulihan hutan rusak, bayar Rp 50.000 per hari untuk perawatan pohon. Pemprov Jabar Libatkan Warga untuk Pemulihan Hutan albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan melibatkan masyarakat sebagai tenaga utama pemulihan hutan yang rusak. Mulai Desember 2025, setiap warga yang bekerja menanam dan merawat pohon akan menerima upah […]

  • Tasik Gemas

    Tasik Gemas: Gerakan Sehat atau Agenda Simbolik?

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Tasik Gemas harus diawasi agar tak berhenti sebagai agenda simbolik pemerintah. Diluncurkan Hari Ini, Dipertanyakan Esok Hari albadarpost.com, EDITORIAL – Pemerintah Kota Tasikmalaya meluncurkan program Tasik Gemas (Gerakan Masyarakat Sehat) sebagai langkah mendorong perubahan pola hidup warga. Program ini diawali dengan senam bersama dan layanan cek kesehatan gratis. Bagi publik, peluncuran ini bukan […]

expand_less