Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Malik Ditolak SD, Bocah Stunting Ini Justru Disarankan ke SLB

Malik Ditolak SD, Bocah Stunting Ini Justru Disarankan ke SLB

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Impian Malik ditolak SD ketika proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) berlangsung. Bocah berusia tujuh tahun asal Kampung Sindanggalih, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya itu ingin belajar di sekolah negeri yang letaknya hanya beberapa langkah dari rumahnya. Namun, keluarga justru mengaku mendapat saran agar Malik bersekolah di SLB. Kisah anak stunting ditolak sekolah ini kembali memunculkan perbincangan tentang penerapan pendidikan inklusif di sekolah dasar negeri.

Orang Tua Mengaku Terpukul Usai Mendapat Saran Masuk SLB

Seharusnya Senin, 6 Juli 2026 menjadi hari pertama Malik mengenakan seragam SD. Akan tetapi, harapan itu belum menjadi kenyataan.

Ibunya, Ariana Kurniati, mengatakan Malik sudah didaftarkan ke SDN Sindanggalih karena lokasinya paling dekat dengan rumah. Namun, saat proses pendaftaran berlangsung, keluarga mengaku memperoleh penjelasan yang membuat mereka kecewa.

Menurut Ariana, panitia menyampaikan bahwa Malik lebih tepat menempuh pendidikan di sekolah luar biasa.

Padahal, ia menegaskan kondisi putranya tidak sesuai dengan anggapan tersebut.

“Anak saya bukan penyandang disabilitas intelektual dan bukan autis. Dia hanya belum mampu berjalan karena sejak kecil mengalami stunting. Sekarang dia sudah bisa membaca dan menulis,” ujar Ariana, Jumat (3/7/2026).

Selain itu, Ariana menjelaskan Malik rutin menjalani pemantauan kesehatan sejak balita. Dokter, lanjutnya, tidak menemukan kelainan neurologis maupun gangguan perkembangan otak.

Sebaliknya, tenaga medis hanya meminta keluarga terus memperbaiki asupan gizi agar berat badan Malik meningkat dan kemampuan fisiknya berkembang.

Malik Sudah Bisa Membaca dan Menulis, Ayah Pertanyakan Pendidikan Inklusif

Ayah Malik, Nana Supriatna, bekerja sebagai buruh mebel. Meski hidup sederhana, ia memiliki harapan yang sama seperti orang tua lainnya, yakni melihat anaknya belajar di sekolah negeri dekat rumah.

Menurut Nana, kondisi ekonomi keluarga seharusnya tidak menjadi penghalang bagi Malik untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Ia juga mempertanyakan penerapan pendidikan inklusif apabila sekolah negeri belum siap menerima peserta didik dengan keterbatasan fisik.

“Kalau alasannya fasilitas belum siap, lalu anak seperti Malik harus sekolah di mana?” katanya.

Di sisi lain, Nana menilai putranya memiliki kemampuan akademik yang cukup baik. Malik telah mengenal huruf, mampu membaca kalimat sederhana, serta dapat menulis.

Karena itu, keluarga berharap sekolah mempertimbangkan kemampuan belajar Malik, bukan hanya kondisi fisiknya.

Hingga kini, Malik masih menunggu kepastian hasil SPMB.

Kepala SDN Sindanggalih Bantah Menolak Malik

Sementara itu, Kepala SDN Sindanggalih, Nana Hermawan, membantah adanya penolakan terhadap Malik.

Ia menjelaskan sekolah belum mengumumkan hasil resmi penerimaan siswa baru karena jadwal pengumuman baru berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026.

Menurutnya, seluruh anak yang memenuhi ketentuan usia sekolah dasar tetap memiliki hak mengikuti proses penerimaan.

Namun, ia mengakui sekolah menghadapi keterbatasan tenaga pendidik dan fasilitas pendukung.

“Kami hanya menjelaskan kondisi yang ada. Satu kelas berisi sekitar 30 siswa, sementara guru terbatas. Kami khawatir pelayanan kepada Malik tidak maksimal,” ujarnya.

Meski demikian, pihak sekolah menegaskan belum mengambil keputusan akhir mengenai status penerimaan Malik.

Kasus Malik Kembali Mengingatkan Pentingnya Sekolah Inklusif

Peristiwa yang dialami Malik kembali membuka diskusi mengenai kesiapan sekolah umum dalam menerapkan pendidikan inklusif.

Prinsip pendidikan inklusif memberi kesempatan kepada setiap anak untuk memperoleh layanan pendidikan tanpa membedakan kondisi fisik, latar belakang ekonomi, maupun kebutuhan belajarnya.

Karena itu, banyak pihak menilai sekolah tidak hanya membutuhkan regulasi, tetapi juga dukungan guru, sarana pendukung, serta pendampingan agar setiap peserta didik dapat belajar secara optimal.

Di sisi lain, keluarga Malik berharap proses SPMB memberikan kepastian yang adil. Mereka tidak meminta perlakuan istimewa, melainkan kesempatan yang sama seperti anak-anak lain seusianya.

Bagi Malik, ruang kelas bukan sekadar tempat belajar membaca atau berhitung. Sekolah merupakan pintu pertama untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Malik memang belum mampu melangkah dengan kedua kakinya. Namun, jangan sampai sistem pendidikan lebih dulu menghentikan langkah mimpinya menuju ruang kelas. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi suasana bahagia makan sate bersama keluarga dan tetangga di Hari Tasyrik.

    Hari Tasyrik: Ternyata Islam Mengajarkan Bahagia

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Tidak semua orang benar-benar memahami makna Hari Tasyrik. Padahal hari-hari setelah Idul Adha itu justru menyimpan suasana yang sangat khas dalam Islam. Ada makan bersama. Ada dzikir. Dan ada rasa hangat yang kadang sulit dijelaskan. Sebagian orang mungkin mengira Hari Tasyrik hanya soal menghabiskan daging kurban. Padahal tidak sesederhana itu. Dalam Islam, […]

  • penipuan perekrutan kerja

    Pemprov Jabar Percepat Pemulangan Korban Penipuan Perekrutan Kerja di Kalbar

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    13 warga Garut–Tasik jadi korban penipuan perekrutan kerja di Kalbar. Pemprov Jabar siapkan evakuasi dan penyelidikan. Korban Penipuan Perekrutan Kerja Terlantar di Pedalaman Kalbar albadarpost.com, HUMANIORA – Video permintaan tolong dari 13 warga Garut dan Tasikmalaya membuka fakta baru tentang maraknya penipuan perekrutan kerja di tengah sulitnya mencari pekerjaan. Mereka ditemukan telantar di Kecamatan Sungai […]

  • kecelakaan terjun payung

    Polres Pangandaran Hentikan Aktivitas Terjun Payung

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Dua atlet tewas dalam kecelakaan terjun payung di Pangandaran, polisi hentikan kegiatan dan soroti keselamatan. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepolisian Resor Pangandaran menghentikan sementara seluruh aktivitas terjun payung setelah dua atlet meninggal dunia dalam insiden kecelakaan di Perairan Laut Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Peristiwa ini menyorot aspek keselamatan kegiatan olahraga udara sekaligus lemahnya koordinasi […]

  • Suasana Muslim berbuka puasa di Islandia saat Ramadhan dengan durasi puasa hampir 20 jam di bawah langit senja panjang.

    Ramadhan di Islandia: Puasa 20 Jam di Negeri Matahari Tak Terbenam

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Puasa 20 Jam Islandia menjadi fenomena nyata setiap Ramadhan di negara Nordik tersebut. Ramadhan di Islandia identik dengan puasa hampir 20 jam, bahkan di beberapa tahun bisa mendekati 21 jam ketika musim panas tiba. Durasi puasa ekstrem di Islandia terjadi karena posisi geografisnya yang dekat Lingkar Arktik sehingga matahari bersinar sangat lama. […]

  • Kebijakan ASN

    Gubernur Jabar Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Jadi Pengawas Proyek Infrastruktur

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Jabar rekrut Mahasiswa Teknik Sipil jadi pengawas proyek. Honor Rp 300 ribu/hari. Tingkatkan idealisme dan kualitas konstruksi. Dampak Kebijakan Konsultan Mahasiswa albadarpost.com, LENSA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah inovatif untuk memperkuat pengawasan proyek infrastruktur daerah dengan melibatkan kalangan akademisi muda. Kebijakan ini akan merekrut Mahasiswa Teknik Sipil dari berbagai perguruan tinggi di […]

  • Live CCTV Pantai Pangandaran menampilkan kondisi gerbang utama dan aktivitas wisatawan secara real time.

    Tak Perlu Tebak Keramaian Pantai Pangandaran, Kini Bisa Dipantau Langsung Online

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Banyak wisatawan sering bertanya satu hal sebelum berangkat ke pantai: apakah Pantai Pangandaran sedang ramai atau tidak? Kini jawabannya bisa diketahui dalam hitungan detik melalui Live CCTV Pantai Pangandaran yang menampilkan kondisi kawasan wisata secara real time. Melalui layanan CCTV Pantai Pangandaran online, masyarakat dapat memantau situasi di gerbang utama pantai, […]

expand_less