Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sawah Menyusut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Angkat Suara

Sawah Menyusut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Angkat Suara

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 52 menit yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lahan sawah Tasikmalaya kembali menjadi perhatian. Di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, keberadaan lahan sawah Tasikmalaya, sawah abadi, dan ruang hijau kini menghadapi tekanan yang semakin besar. Jika tren alih fungsi lahan terus berlangsung tanpa kendali, kota ini berisiko kehilangan salah satu penyangga utama ketahanan pangan dan keseimbangan lingkungannya.

Peringatan itu disampaikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candranegara, saat menyoroti semakin terbatasnya lahan yang tersedia di wilayah perkotaan. Menurutnya, pembangunan tidak boleh berjalan dengan mengorbankan kawasan pertanian produktif yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan masyarakat.

Sawah Abadi Tidak Bisa Ditawar

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjaga lahan pertanian yang telah ditetapkan sebagai kawasan perlindungan. Baginya, sawah bukan sekadar hamparan tanah yang menghasilkan padi, melainkan aset strategis yang menentukan keberlanjutan kota dalam jangka panjang.

Di banyak daerah, alih fungsi lahan sering terjadi karena meningkatnya kebutuhan permukiman, kawasan komersial, dan pembangunan infrastruktur. Namun, ketika lahan pertanian terus berkurang, dampaknya tidak hanya dirasakan petani. Masyarakat perkotaan juga akan menghadapi ancaman berkurangnya pasokan pangan lokal serta menurunnya kualitas lingkungan.

Karena itu, perlindungan sawah abadi menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.

Bukan Saatnya Terus Membuka Lahan Baru

Selain menyoroti pentingnya menjaga lahan pertanian, Wakil Wali Kota juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak selalu identik dengan membuka kawasan baru. Sebaliknya, pemerintah perlu memaksimalkan aset yang sudah tersedia agar pemanfaatan ruang menjadi lebih efisien.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah aset milik pemerintah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Jika aset-aset tersebut dikelola dengan baik, kebutuhan ruang untuk pelayanan publik maupun aktivitas pembangunan dapat terpenuhi tanpa harus mengurangi luas lahan pertanian produktif.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep pembangunan ramah lingkungan yang kini menjadi perhatian banyak kota di Indonesia. Melalui optimalisasi aset, pemerintah dapat menekan kebutuhan ekspansi lahan sekaligus menjaga keberlanjutan ruang terbuka hijau.

Ketika Ruang Kota Harus Dikelola Lebih Bijak

Diky Candranegara kemudian mengibaratkan tata kelola kota seperti mengelola sebuah rumah. Dalam pandangannya, ruang yang tersedia harus dimanfaatkan secara efektif agar memberikan manfaat bagi lebih banyak orang.

Analogi tersebut menggambarkan bahwa persoalan lahan tidak selalu berkaitan dengan jumlah ruang yang tersedia. Sering kali masalah muncul karena pemanfaatan ruang belum berjalan secara efisien. Akibatnya, kebutuhan pembangunan terus meningkat sementara lahan produktif semakin terdesak.

Di sisi lain, masyarakat juga mulai menyadari pentingnya menjaga ruang hijau sebagai penyangga lingkungan. Kawasan hijau berperan mengurangi suhu perkotaan, menyerap air hujan, serta menjaga kualitas udara. Oleh sebab itu, keberadaan sawah dan lahan terbuka tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki fungsi ekologis yang sangat penting.

Menjaga Sawah, Menjaga Masa Depan

Tasikmalaya saat ini berada pada titik penting dalam menentukan arah pembangunan ke depan. Di satu sisi, kebutuhan fasilitas dan pertumbuhan kota terus berkembang. Namun di sisi lain, perlindungan terhadap lahan pertanian dan ruang hijau juga menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

Karena itu, keseimbangan harus menjadi kata kunci. Pembangunan perlu berjalan, tetapi keberlangsungan lingkungan juga harus tetap terjaga. Ketika sawah abadi mampu dipertahankan dan aset yang ada dimanfaatkan secara optimal, kota dapat tumbuh tanpa kehilangan fondasi ekologisnya.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya jumlah gedung yang berdiri. Keberhasilan sejati terlihat dari kemampuan sebuah kota menjaga ruang hidupnya untuk generasi yang akan datang.

Beton mungkin bisa membangun kota lebih cepat, tetapi sawah yang hilang belum tentu bisa kembali. Ketika ruang hijau habis, yang dipertaruhkan bukan sekadar pemandangan, melainkan masa depan Tasikmalaya sendiri. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • penebangan ilegal hutan

    Perkara Penebangan Ilegal Hutan: Apa Arti Putusan MA bagi Warga

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Perspektif: Putusan MA soal penebangan ilegal hutan menguji konsistensi negara melindungi lingkungan dan kepentingan publik. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang memenjarakan pelaku penebangan ilegal di kawasan hutan lindung kembali menempatkan hukum kehutanan pada titik krusial: seberapa jauh negara konsisten melindungi hutan dari ekspansi perkebunan. Perkara ini penting bukan hanya karena ada vonis pidana, […]

  • Kesempatan karier

    Lulusan D4–S2 Bisa Jadi Perwira Polri

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali membuka Seleksi Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) tahun 2026. Program ini membuka kesempatan karier bagi lulusan perguruan tinggi jenjang D4, S1, hingga S2 untuk bergabung sebagai perwira pertama Polri. SIPSS menjadi jalur khusus yang dirancang untuk menjaring sumber daya manusia profesional dari berbagai disiplin ilmu. […]

  • Ilustrasi percakapan grup WhatsApp yang membahas keburukan orang lain menurut hukum Islam tentang ghibah.

    Tanpa Disadari, Banyak Orang Melakukan Ghibah di Grup WhatsApp

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Fenomena ghibah WhatsApp kini semakin sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Obrolan di grup WA keluarga, komunitas, kantor, hingga tongkrongan kadang berubah menjadi pembahasan keburukan orang lain tanpa disadari. Padahal, dalam ajaran Islam, ghibah atau menggunjing termasuk perbuatan yang dilarang dan memiliki konsekuensi dosa yang serius. Ironisnya, banyak orang menganggap percakapan di grup […]

  • sertifikat tanah

    Saat Sertifikat Tanah Menentukan Sengketa Warga

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sengketa tanah menunjukkan sertifikat tanah belum sepenuhnya melindungi warga dalam kebijakan agraria. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kasus yang menimpa Nenek Elina Widjajati di Surabaya bukan sekadar perkara sengketa rumah. Ia adalah potret kebijakan agraria yang belum sepenuhnya bekerja melindungi warga paling rentan. Ketika konflik tanah berujung pada pengusiran dan perobohan rumah, pertanyaannya bukan hanya siapa yang […]

  • Perjanjian penitipan parkir

    Perspektif: Ketika Kendaraan Diparkir, Hak Warga Ikut Dititipkan

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Putusan MA menegaskan parkir adalah perjanjian penitipan, pengelola wajib bertanggung jawab atas kehilangan kendaraan. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Bagi banyak warga, memarkir kendaraan adalah rutinitas paling biasa. Datang, ambil karcis, kunci ditinggal, lalu masuk ke pusat aktivitas. Tidak ada negosiasi. Tidak ada pilihan. Kepercayaan diberikan begitu saja. Karena itu, ketika kendaraan hilang di area parkir, rasa […]

  • Ilustrasi orang tua muslim sedang mendoakan anaknya agar terhindar dari pergaulan buruk dan pengaruh negatif zaman modern.

    Saat Zaman Makin Keras, Ini Doa agar Anak Tetap Saleh dan Terjaga

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pergaulan buruk, pengaruh media sosial, hingga derasnya budaya populer membuat banyak orang tua semakin sering mencari doa anak saleh. Doa untuk anak ini menjadi ikhtiar penting agar anak tetap terjaga dari pengaruh zaman yang kadang masuk pelan-pelan, bahkan tanpa disadari keluarga. Anak hari ini bisa terlihat tenang di rumah, tetapi dunia lain […]

expand_less