Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sawah Menyusut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Angkat Suara

Sawah Menyusut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Angkat Suara

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • visibility 100
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lahan sawah Tasikmalaya kembali menjadi perhatian. Di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, keberadaan lahan sawah Tasikmalaya, sawah abadi, dan ruang hijau kini menghadapi tekanan yang semakin besar. Jika tren alih fungsi lahan terus berlangsung tanpa kendali, kota ini berisiko kehilangan salah satu penyangga utama ketahanan pangan dan keseimbangan lingkungannya.

Peringatan itu disampaikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candranegara, saat menyoroti semakin terbatasnya lahan yang tersedia di wilayah perkotaan. Menurutnya, pembangunan tidak boleh berjalan dengan mengorbankan kawasan pertanian produktif yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan masyarakat.

Sawah Abadi Tidak Bisa Ditawar

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjaga lahan pertanian yang telah ditetapkan sebagai kawasan perlindungan. Baginya, sawah bukan sekadar hamparan tanah yang menghasilkan padi, melainkan aset strategis yang menentukan keberlanjutan kota dalam jangka panjang.

Di banyak daerah, alih fungsi lahan sering terjadi karena meningkatnya kebutuhan permukiman, kawasan komersial, dan pembangunan infrastruktur. Namun, ketika lahan pertanian terus berkurang, dampaknya tidak hanya dirasakan petani. Masyarakat perkotaan juga akan menghadapi ancaman berkurangnya pasokan pangan lokal serta menurunnya kualitas lingkungan.

Karena itu, perlindungan sawah abadi menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.

Bukan Saatnya Terus Membuka Lahan Baru

Selain menyoroti pentingnya menjaga lahan pertanian, Wakil Wali Kota juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak selalu identik dengan membuka kawasan baru. Sebaliknya, pemerintah perlu memaksimalkan aset yang sudah tersedia agar pemanfaatan ruang menjadi lebih efisien.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah aset milik pemerintah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Jika aset-aset tersebut dikelola dengan baik, kebutuhan ruang untuk pelayanan publik maupun aktivitas pembangunan dapat terpenuhi tanpa harus mengurangi luas lahan pertanian produktif.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep pembangunan ramah lingkungan yang kini menjadi perhatian banyak kota di Indonesia. Melalui optimalisasi aset, pemerintah dapat menekan kebutuhan ekspansi lahan sekaligus menjaga keberlanjutan ruang terbuka hijau.

Ketika Ruang Kota Harus Dikelola Lebih Bijak

Diky Candranegara kemudian mengibaratkan tata kelola kota seperti mengelola sebuah rumah. Dalam pandangannya, ruang yang tersedia harus dimanfaatkan secara efektif agar memberikan manfaat bagi lebih banyak orang.

Analogi tersebut menggambarkan bahwa persoalan lahan tidak selalu berkaitan dengan jumlah ruang yang tersedia. Sering kali masalah muncul karena pemanfaatan ruang belum berjalan secara efisien. Akibatnya, kebutuhan pembangunan terus meningkat sementara lahan produktif semakin terdesak.

Di sisi lain, masyarakat juga mulai menyadari pentingnya menjaga ruang hijau sebagai penyangga lingkungan. Kawasan hijau berperan mengurangi suhu perkotaan, menyerap air hujan, serta menjaga kualitas udara. Oleh sebab itu, keberadaan sawah dan lahan terbuka tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki fungsi ekologis yang sangat penting.

Menjaga Sawah, Menjaga Masa Depan

Tasikmalaya saat ini berada pada titik penting dalam menentukan arah pembangunan ke depan. Di satu sisi, kebutuhan fasilitas dan pertumbuhan kota terus berkembang. Namun di sisi lain, perlindungan terhadap lahan pertanian dan ruang hijau juga menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

Karena itu, keseimbangan harus menjadi kata kunci. Pembangunan perlu berjalan, tetapi keberlangsungan lingkungan juga harus tetap terjaga. Ketika sawah abadi mampu dipertahankan dan aset yang ada dimanfaatkan secara optimal, kota dapat tumbuh tanpa kehilangan fondasi ekologisnya.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya jumlah gedung yang berdiri. Keberhasilan sejati terlihat dari kemampuan sebuah kota menjaga ruang hidupnya untuk generasi yang akan datang.

Beton mungkin bisa membangun kota lebih cepat, tetapi sawah yang hilang belum tentu bisa kembali. Ketika ruang hijau habis, yang dipertaruhkan bukan sekadar pemandangan, melainkan masa depan Tasikmalaya sendiri. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan jamaah padati Masjid Agung Baiturrahman Tasikmalaya saat Iduladha 1447 H, penuh haru dan kebersamaan.

    Suasana Haru Iduladha di Tasikmalaya, Jamaah Membludak Sejak Subuh

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Iduladha Tasikmalaya terasa begitu hangat sejak pagi buta, Rabu (27/5/2026). Ribuan jamaah memadati halaman Masjid Agung Baiturrahman Kota Tasikmalaya untuk melaksanakan Sholat Iduladha 1447 Hijriah bersama Pelaksana Harian (Plh) Walikota Tasikmalaya. Sejak pukul 06.00 WIB, arus jamaah terus berdatangan dari berbagai penjuru kota. Sebagian membawa sajadah sendiri, sebagian lagi datang […]

  • Perguruan Tinggi Jawa Barat

    Perguruan Tinggi Jawa Barat Catat Penyerapan Lulusan Tertinggi di Industri 2026

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Perguruan Tinggi Jawa Barat mencatat tingkat penyerapan lulusan tertinggi, didorong jejaring industri dan kualitas akademik. albadarpost.com, PELITA – Di tengah persaingan ketenagakerjaan yang makin ketat, Perguruan Tinggi Jawa Barat menunjukkan posisi penting dalam mempersiapkan lulusan yang cepat terserap industri. Data QS World University Rankings (QS WUR) 2026 memperlihatkan bahwa empat perguruan tinggi negeri di provinsi […]

  • Arsip Digital

    Bupati Garut Minta Arsip Kertas Dikurangi, Era Digital Dimulai

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hujan turun cukup deras sejak pagi di kawasan Tarogong Kidul, Senin (25/5/2026). Beberapa pegawai tampak berlari kecil sambil melindungi map dokumen dengan tangan. Sebagian lainnya masuk ke Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut dengan ujung sepatu yang masih basah terkena genangan halaman kantor. Apel Gabungan yang awalnya direncanakan berlangsung di […]

  • Theodore Kwan, kuliah di NTU, IQ 154

    Kisah Theodore Kwan, Bocah 7 Tahun Kuliah Kimia di NTU dengan IQ 154

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Bocah jenius berusia 7 tahun, Theodore Kwan, kuliah di NTU Singapura dengan IQ 154 dan semangat tinggi belajar kimia. albadarpost.com, PELITA – Di tengah aula kuliah Nanyang Technological University (NTU) Singapura, seorang bocah berusia tujuh tahun duduk di antara mahasiswa dewasa, mencatat dengan serius setiap rumus kimia yang terpampang di layar. Namanya Theodore Kwan, anak […]

  • pejabat Cianjur mundur

    Gelombang Pejabat Mundur Terjadi di Cianjur

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menilai mundurnya pejabat Cianjur beruntun menandakan rapuhnya tata kelola birokrasi daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Mundurnya pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur kembali bertambah. Kali ini Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Ayi Reza Addairobi, meninggalkan jabatan struktural dan beralih menjadi pejabat fungsional. Dengan keputusan ini, total enam pejabat penting di Cianjur […]

  • Ganti KTP Hilang

    Jangan Panik, Ganti KTP Hilang Ternyata Mudah

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Dompet bisa saja hilang dalam hitungan detik. Namun, yang sering membuat orang semakin cemas justru ketika KTP elektronik ikut lenyap. Padahal, ganti KTP hilang kini memiliki prosedur yang jelas melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Dasar hukumnya diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, yang menjamin hak setiap […]

expand_less