Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Tanpa Disadari, Banyak Orang Melakukan Ghibah di Grup WhatsApp

Tanpa Disadari, Banyak Orang Melakukan Ghibah di Grup WhatsApp

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 115
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Fenomena ghibah WhatsApp kini semakin sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Obrolan di grup WA keluarga, komunitas, kantor, hingga tongkrongan kadang berubah menjadi pembahasan keburukan orang lain tanpa disadari. Padahal, dalam ajaran Islam, ghibah atau menggunjing termasuk perbuatan yang dilarang dan memiliki konsekuensi dosa yang serius.

Ironisnya, banyak orang menganggap percakapan di grup hanya candaan biasa. Ada yang awalnya sekadar membalas stiker, lalu obrolan berkembang menjadi membahas kehidupan pribadi seseorang. Kadang grup langsung ramai. Notifikasi terus berbunyi. Nama seseorang pun mulai jadi bahan komentar bersama.

Sebagian orang sebenarnya merasa tidak nyaman, tetapi memilih diam karena takut dianggap tidak solid dengan grup. Ada juga yang hanya membaca percakapan tanpa ikut menanggapi, meski dalam hati merasa pembahasan itu sudah kelewat batas.

Apa Itu Ghibah dalam Islam?

Dalam Islam, ghibah berarti membicarakan sesuatu tentang orang lain yang tidak disukainya, meskipun hal itu benar adanya.

Rasulullah SAW pernah menjelaskan makna ghibah dalam hadis berikut:

“Tahukah kalian apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah bersabda, “Engkau menyebut tentang saudaramu sesuatu yang ia benci.”
(HR Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa ghibah tidak harus berupa fitnah atau kebohongan. Ketika seseorang membicarakan kekurangan orang lain di belakangnya dan orang tersebut tidak menyukainya, maka perbuatan itu sudah termasuk ghibah.

Karena itu, para ulama menegaskan bahwa ghibah di grup WhatsApp tetap memiliki hukum yang sama seperti ghibah secara langsung.

Ghibah di Grup WA Bisa Menjadi Dosa Bersama

Perkembangan teknologi membuat bentuk ghibah ikut berubah. Jika dulu orang bergunjing secara langsung di tempat tertentu, kini pembicaraan itu berpindah ke ruang digital.

Masalahnya, percakapan di grup WhatsApp sering berkembang sangat cepat. Satu komentar negatif bisa memancing balasan panjang dari anggota lain. Bahkan, terkadang ada yang ikut menambahkan cerita baru tentang orang yang sedang dibahas.

Tidak jarang grup mendadak sunyi beberapa detik setelah satu anggota mulai membicarakan aib orang lain. Namun setelah itu, pesan balasan justru bermunculan lebih ramai. Ada yang tertawa. Ada yang ikut menyindir. Dan ada pula yang mengirim emoji seolah menganggap semuanya lucu.

Padahal, dalam Islam, menjaga kehormatan sesama muslim memiliki nilai yang sangat besar.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?”
(QS Al-Hujurat: 12)

Ayat tersebut menunjukkan betapa buruknya perbuatan ghibah di sisi Allah SWT. Perumpamaan memakan bangkai saudara sendiri menjadi gambaran keras agar manusia menjaga lisannya, termasuk tulisan dan komentar di media digital.

Mengapa Banyak Orang Tidak Sadar Sedang Ghibah?

Salah satu penyebab utama ghibah di grup WhatsApp sulit disadari ialah karena percakapannya sering dibungkus candaan.

Awalnya hanya obrolan ringan. Namun perlahan pembahasan mulai mengarah pada kehidupan pribadi seseorang, penampilan, masalah rumah tangga, hingga urusan pekerjaan.

Selain itu, budaya ingin tahu urusan orang lain membuat sebagian orang mudah terbawa suasana grup. Ketika banyak anggota ikut tertawa atau membalas komentar, orang lain cenderung merasa pembahasan itu wajar.

Padahal, satu kalimat pendek yang diketik di ponsel bisa melukai orang lain dalam waktu lama.

Di era digital sekarang, dosa tidak selalu muncul dari ucapan langsung. Kadang, ia lahir dari jempol yang terlalu cepat mengetik tanpa memikirkan dampaknya.

Kapan Membicarakan Orang Lain Diperbolehkan?

Meski ghibah dilarang, ulama menjelaskan ada kondisi tertentu yang membolehkan seseorang membicarakan orang lain demi tujuan syar’i atau kemaslahatan.

Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menjelaskan beberapa kondisi tersebut, seperti:

  • melaporkan kezaliman,
  • meminta fatwa,
  • memperingatkan masyarakat dari bahaya,
  • atau menjelaskan identitas seseorang tanpa niat merendahkan.

Namun, pembolehan itu tetap memiliki batas. Karena itu, umat Islam diminta berhati-hati agar pembahasan tidak berubah menjadi ajang menghina atau mempermalukan orang lain.

Menjaga Grup WA Tetap Sehat dan Nyaman

Para ulama mengingatkan bahwa grup WhatsApp seharusnya menjadi tempat berbagi informasi baik, mempererat silaturahmi, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.

Karena itu, setiap anggota grup memiliki tanggung jawab moral untuk menghentikan percakapan yang mulai mengarah pada ghibah.

Kadang, memilih diam, mengalihkan topik, atau tidak ikut menimpali pembahasan negatif justru menjadi cara sederhana menjaga diri dari dosa.

Sebab, tidak semua hal harus dikomentari. Tidak semua keburukan orang lain pantas dijadikan hiburan di grup percakapan.

Di zaman serba digital, dosa bisa datang tanpa suara. Bukan dari mulut yang berbicara, melainkan dari jempol yang terlalu mudah menulis keburukan orang lain lalu menganggapnya sekadar candaan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sapi Kurban Tasikmalaya

    Warga Panik! Sapi Kurban 720 Kg Tercebur Saat Lewati Gang Sempit

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peristiwa sapi kurban Tasikmalaya mendadak menyita perhatian warga Kampung Lengo, Jalan Bantar Sari 03/07, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Selasa sore (26/5/2026). Seekor sapi jenis Limousin berbobot sekitar 720 kilogram tercebur ke kolam saat hendak dibawa menuju lokasi penyembelihan. Insiden itu langsung memicu kepanikan. Selain karena ukuran sapi yang sangat […]

  • Ilustrasi seseorang menyiapkan naskah khutbah Idul Adha menggunakan laptop dan teknologi AI.

    AI Bikin Naskah Khutbah, Boleh atau Justru Berbahaya?

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Suara keyboard terdengar cukup keras dari sudut serambi masjid. Seorang calon khatib tampak beberapa kali menghapus kalimat di layar laptopnya. Folder dokumen di desktop bahkan masih bernama: “KHUTBAH_FIX_BENER_FINAL2.docx”. Di sebelahnya, segelas kopi hitam mulai dingin. Lampu neon masjid memantul samar di layar laptop yang sedikit berdebu. Sementara kipas angin tua di langit-langit […]

  • korupsi dana desa

    Mantan Sekdes Sukaresik Ditangkap, Korupsi Dana Desa Kembali Menggoyang Kepercayaan Publik

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Penangkapan mantan sekdes Sukaresik membuka masalah serius tata kelola Dana Desa dan dampaknya bagi layanan publik. albadarpost.com, EDITORIAL – Penangkapan mantan Sekretaris Desa Sukaresik, YS, atas dugaan korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2022 kembali menegaskan rapuhnya tata kelola anggaran publik di tingkat desa. Peristiwa ini penting bukan semata […]

  • Nabi Daud adil

    Kisah Nabi Daud yang Membuat Banyak Pemimpin Harus Belajar

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah banyaknya pemimpin yang kehilangan kepercayaan rakyat, kisah Nabi Daud dan kepemimpinan yang adil justru kembali dicari. Nabi Daud adil bukan hanya menjadi teladan dalam sejarah Islam, tetapi juga menghadirkan contoh nyata tentang pemimpin bijaksana, jujur, dan berani mengambil keputusan. Karena itu, banyak orang mulai mencari bagaimana cara Nabi Daud memimpin, […]

  • macam-macam gempa bumi

    Macam-Macam Gempa Bumi dan Cara Siaga Menghadapinya

    • calendar_month Selasa, 22 Nov 2022
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Macam-Macam Gempa Bumi dan Cara Siaga Menghadapinya. albadarpost.com, PERSPEKTIF — Indonesia berada pada salah satu kawasan paling aktif secara geologis di dunia. Kondisi ini membuat negara kepulauan tersebut kerap merasakan guncangan dalam berbagai skala. Karena itulah, memahami macam-macam gempa bumi menjadi penting, bukan hanya bagi lembaga penanggulangan bencana, tetapi juga bagi masyarakat yang hidup di […]

  • syarat sah wudhu

    Wudhu sebagai Fondasi Kesucian Ibadah

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kesadaran berwudhu dengan benar kembali mendapat perhatian ulama. Wudhu bukan sekadar rutinitas sebelum salat, melainkan fondasi kesucian ibadah yang menentukan sah atau tidaknya amalan seorang muslim. Kelalaian dalam wudhu berpotensi menggugurkan nilai ibadah, meski dilakukan dengan niat baik. Dalam Islam, syarat sah wudhu menjadi bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan salat dan ibadah […]

expand_less