Rahasia Gulai Daun Singkong Santan Kental, Gurihnya Bikin Gagal Diet
- account_circle redaktur
- calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi semangkuk gulai daun singkong santan kental dengan cabai merah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, LIFESTYLE – Gulai daun singkong masih jadi salah satu menu rumahan yang sulit tergeser sampai sekarang. Rasanya sederhana, tetapi justru itu yang bikin banyak orang kangen. Apalagi kalau kuah santannya kental, pedasnya pas, lalu dimakan saat nasi masih panas mengepul.
Belakangan, resep gulai daun singkong santan kental juga makin sering muncul di pencarian internet. Banyak orang mulai kembali memasak menu kampung karena rasanya terasa lebih “nyambung” untuk makan sehari-hari.
Dan memang aneh. Kadang makanan yang paling bikin tenang justru bukan yang mahal.
Melainkan yang kuahnya dituang langsung dari panci aluminium di dapur rumah.
Pilih Daun Singkong yang Masih Muda
Hal pertama yang perlu diperhatikan tentu daun singkongnya. Gunakan daun yang masih muda supaya hasil gulainya lembut dan tidak berserat kasar saat dimakan.
Biasanya ibu-ibu di kampung langsung tahu mana daun yang cocok hanya dari warnanya. Tidak terlalu tua. Pucuknya masih lentur.
Setelah dicuci bersih, rebus daun singkong sampai empuk. Banyak orang menambahkan sedikit garam agar warna hijaunya tetap cantik.
Lalu tiriskan.
Kadang ada yang tidak sabar langsung memeras daun singkong saat masih panas. Ujung-ujungnya jari merah sendiri sambil bilang, “Nah kan…”
Untuk bumbu halus, siapkan:
- 8 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 5 cabai merah keriting
- 10 cabai rawit merah
- 3 butir kemiri
- 1 ruas kunyit
- 1 ruas jahe
Bahan pelengkap:
- 1 ikat daun singkong rebus
- 700 ml santan kental
- 2 batang serai
- 3 lembar daun salam
- 2 lembar daun jeruk
- Garam secukupnya
- Gula secukupnya
Tumis Bumbu Sampai Dapur Mulai Harum
Panaskan sedikit minyak, lalu tumis bumbu halus hingga benar-benar matang. Setelah itu, masukkan serai, daun salam, dan daun jeruk.
Pada tahap ini aroma biasanya mulai memenuhi dapur. Kadang bahkan sampai terdengar suara dari ruang depan:
“Masak gulai ya?”
Padahal orangnya belum lihat panci sama sekali.
Setelah bumbu matang, tuang santan perlahan sambil terus diaduk supaya tidak pecah. Gunakan api sedang agar kuah tetap lembut dan warnanya keluar cantik.
Lalu masukkan daun singkong rebus.
Aduk pelan.
Pelan saja. Tidak usah buru-buru.
Karena justru di situ biasanya santan mulai mengental dan aroma gurai rempahnya keluar pelan-pelan.
Rahasia Gulai Daun Singkong yang Gurih dan Bikin Nambah
Ada beberapa hal kecil yang sering membuat gulai daun singkong terasa jauh lebih enak.
Pertama, gunakan santan segar kalau memungkinkan. Rasanya lebih gurih dan kuahnya terasa “berisi”. Kedua, jangan berhenti mengaduk saat santan mulai panas.
Selain itu, biarkan gulai mendidih perlahan beberapa menit supaya bumbu meresap sempurna ke daun singkong.
Sebagian orang menambahkan ikan teri, ebi, atau potongan ikan asap agar rasa gurihnya makin kuat. Namun tanpa tambahan apa pun sebenarnya gulai ini sudah cukup bikin orang susah berhenti makan.
Kadang kuah gulai malah lebih cepat habis dibanding daun singkongnya. Tinggal santan kuning tipis di dasar piring, lalu disendoki lagi pakai nasi panas.
Dan itu biasanya tambah nikmat justru saat lauk lain sudah hampir habis.
Ada juga yang sengaja makan pakai tangan karena katanya rasa santannya lebih terasa. Entah memang begitu atau cuma perasaan lapar sore hari.
Menu Kampung yang Tetap Dicari Sampai Sekarang
Di tengah banyaknya makanan modern bermunculan, gulai daun singkong tetap punya tempat sendiri di hati banyak orang. Bahannya murah, cara membuatnya mudah, tetapi rasanya bisa membuat meja makan mendadak ramai.
Apalagi saat hujan turun sore-sore.
Listrik kadang redup sedikit.
Lalu dari dapur terdengar suara sendok mengaduk santan di panci.
Hal-hal kecil seperti itu anehnya gampang diingat.
Mungkin karena makanan rumahan memang tidak cuma soal rasa. Ada suasana yang ikut dimakan bersama.
Gulai daun singkong santan kental bukan sekadar masakan sederhana. Kadang, dari kuah kuning hangat itulah rasa pulang terasa paling nyata. (ARR)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar