Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Rahasia Gulai Daun Singkong Santan Kental, Gurihnya Bikin Gagal Diet

Rahasia Gulai Daun Singkong Santan Kental, Gurihnya Bikin Gagal Diet

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 179
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Gulai daun singkong masih jadi salah satu menu rumahan yang sulit tergeser sampai sekarang. Rasanya sederhana, tetapi justru itu yang bikin banyak orang kangen. Apalagi kalau kuah santannya kental, pedasnya pas, lalu dimakan saat nasi masih panas mengepul.

Belakangan, resep gulai daun singkong santan kental juga makin sering muncul di pencarian internet. Banyak orang mulai kembali memasak menu kampung karena rasanya terasa lebih “nyambung” untuk makan sehari-hari.

Dan memang aneh. Kadang makanan yang paling bikin tenang justru bukan yang mahal.

Melainkan yang kuahnya dituang langsung dari panci aluminium di dapur rumah.

Pilih Daun Singkong yang Masih Muda

Hal pertama yang perlu diperhatikan tentu daun singkongnya. Gunakan daun yang masih muda supaya hasil gulainya lembut dan tidak berserat kasar saat dimakan.

Biasanya ibu-ibu di kampung langsung tahu mana daun yang cocok hanya dari warnanya. Tidak terlalu tua. Pucuknya masih lentur.

Setelah dicuci bersih, rebus daun singkong sampai empuk. Banyak orang menambahkan sedikit garam agar warna hijaunya tetap cantik.

Lalu tiriskan.

Kadang ada yang tidak sabar langsung memeras daun singkong saat masih panas. Ujung-ujungnya jari merah sendiri sambil bilang, “Nah kan…”

Untuk bumbu halus, siapkan:

  • 8 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 5 cabai merah keriting
  • 10 cabai rawit merah
  • 3 butir kemiri
  • 1 ruas kunyit
  • 1 ruas jahe

Bahan pelengkap:

  • 1 ikat daun singkong rebus
  • 700 ml santan kental
  • 2 batang serai
  • 3 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya

Tumis Bumbu Sampai Dapur Mulai Harum

Panaskan sedikit minyak, lalu tumis bumbu halus hingga benar-benar matang. Setelah itu, masukkan serai, daun salam, dan daun jeruk.

Pada tahap ini aroma biasanya mulai memenuhi dapur. Kadang bahkan sampai terdengar suara dari ruang depan:

“Masak gulai ya?”

Padahal orangnya belum lihat panci sama sekali.

Setelah bumbu matang, tuang santan perlahan sambil terus diaduk supaya tidak pecah. Gunakan api sedang agar kuah tetap lembut dan warnanya keluar cantik.

Lalu masukkan daun singkong rebus.

Aduk pelan.

Pelan saja. Tidak usah buru-buru.

Karena justru di situ biasanya santan mulai mengental dan aroma gurai rempahnya keluar pelan-pelan.

Rahasia Gulai Daun Singkong yang Gurih dan Bikin Nambah

Ada beberapa hal kecil yang sering membuat gulai daun singkong terasa jauh lebih enak.

Pertama, gunakan santan segar kalau memungkinkan. Rasanya lebih gurih dan kuahnya terasa “berisi”. Kedua, jangan berhenti mengaduk saat santan mulai panas.

Selain itu, biarkan gulai mendidih perlahan beberapa menit supaya bumbu meresap sempurna ke daun singkong.

Sebagian orang menambahkan ikan teri, ebi, atau potongan ikan asap agar rasa gurihnya makin kuat. Namun tanpa tambahan apa pun sebenarnya gulai ini sudah cukup bikin orang susah berhenti makan.

Kadang kuah gulai malah lebih cepat habis dibanding daun singkongnya. Tinggal santan kuning tipis di dasar piring, lalu disendoki lagi pakai nasi panas.

Dan itu biasanya tambah nikmat justru saat lauk lain sudah hampir habis.

Ada juga yang sengaja makan pakai tangan karena katanya rasa santannya lebih terasa. Entah memang begitu atau cuma perasaan lapar sore hari.

Menu Kampung yang Tetap Dicari Sampai Sekarang

Di tengah banyaknya makanan modern bermunculan, gulai daun singkong tetap punya tempat sendiri di hati banyak orang. Bahannya murah, cara membuatnya mudah, tetapi rasanya bisa membuat meja makan mendadak ramai.

Apalagi saat hujan turun sore-sore.

Listrik kadang redup sedikit.

Lalu dari dapur terdengar suara sendok mengaduk santan di panci.

Hal-hal kecil seperti itu anehnya gampang diingat.

Mungkin karena makanan rumahan memang tidak cuma soal rasa. Ada suasana yang ikut dimakan bersama.

Gulai daun singkong santan kental bukan sekadar masakan sederhana. Kadang, dari kuah kuning hangat itulah rasa pulang terasa paling nyata. (ARR)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masjid Penyelamat Air

    Krisis Air Tasikmalaya, Masjid Jadi Mata Air Harapan

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pagi itu matahari bahkan belum sepenuhnya muncul ketika halaman Masjid Jami Al Ihsan di Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, mulai dipenuhi warga. Jerigen dan galon tersusun rapi. Anak-anak, ibu rumah tangga, hingga para orang tua datang bergantian. Mereka bukan hendak menghadiri pengajian ataupun salat berjamaah, melainkan mengantre mendapatkan air bersih. Di […]

  • Buruh Garut

    Buruh Garut Sampaikan Tuntutan, Bupati Syakur Soroti Formula Upah

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peringatan May Day Garut 2026 berlangsung penuh perhatian terhadap isu kesejahteraan pekerja. Dalam momentum Hari Buruh Internasional itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menerima langsung audiensi serikat pekerja dan serikat buruh di Lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Jumat 1 Mei 2026. Dalam dialog tersebut, berbagai persoalan terkait hak buruh, formula pengupahan, […]

  • Warga dan aparat menanam 1000 pohon di Embung Padaawas Garut dengan kondisi tanah basah untuk mencegah longsor dan banjir

    Tanah Basah Tak Menghentikan Warga Tanam 1000 Pohon di Garut

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penanaman pohon Garut kali ini terasa berbeda. Pagi itu, tanah di sekitar Embung Padaawas, Pasirwangi, masih lembap setelah hujan semalam. Tanah basah mulai memenuhi sepatu dan sandal beberapa peserta. Namun mereka tetap bertahan. Cangkul terus diayunkan, lubang digali, lalu bibit pohon ditanam satu per satu. Bukan seremoni. Ini kerja bersama. Sekitar […]

  • Hari Veteran Nasional

    Hari Veteran Nasional 2026: Ada Pesan Kuat dari Kalibata

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Hari Veteran Nasional 2026 diperingati pada Senin, 10 Agustus, melalui ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta. Peringatan 10 Agustus tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa veteran Indonesia sekaligus meneruskan nilai perjuangan dan pengabdian kepada generasi penerus. Ziarah nasional itu dipimpin Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian […]

  • insentif guru keagamaan

    Pemkot Bandung Salurkan Insentif Guru Keagamaan

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Pemkot Bandung menyalurkan insentif guru keagamaan untuk memperkuat kualitas pendidikan agama di kota. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan penyaluran insentif guru keagamaan kepada lebih dari sembilan ribu penerima. Program ini dimaksudkan untuk memperkuat layanan pendidikan agama sekaligus memberi kepastian dukungan bagi para pendidik nonformal dan formal di tingkat madrasah. Kebijakan tersebut menjadi […]

  • perlindungan PMI

    Menggugat Sistem Perlindungan Negara

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Kematian PMI di Arab Saudi menegaskan lemahnya perlindungan negara atas pekerja migran. albadarpost.com, EDITORIAL – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bandung Barat, Pupung (29), meninggal dunia di Arab Saudi setelah nekat melompat dari lantai dua tempat ia bekerja. Ia diduga mengalami tekanan berat akibat tidak digaji oleh majikannya. Peristiwa ini bukan […]

expand_less