Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Pencurian ART Rugikan Lansia Singapura Rp 1,3 Miliar

Pencurian ART Rugikan Lansia Singapura Rp 1,3 Miliar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kasus pencurian ART di Singapura yang merugikan seorang lansia hingga Rp 1,3 miliar membuka persoalan yang lebih luas dari sekadar kejahatan individual. Peristiwa ini menyoroti lemahnya sistem perlindungan lansia dalam relasi kerja domestik, sekaligus menunjukkan bagaimana kebijakan pengawasan, literasi keuangan, dan penanganan adiksi belum sepenuhnya menjangkau ruang privat rumah tangga.


Fakta Kasus dan Posisi Korban Lansia

Seorang pekerja rumah tangga asal Myanmar berusia 42 tahun terbukti mencuri uang tunai dan perhiasan emas milik majikannya yang berusia 75 tahun. Aksi pencurian dilakukan berulang kali selama lebih dari tujuh bulan, dengan total kerugian mencapai sekitar 106.000 dolar Singapura atau setara Rp 1,3 miliar.

Pengadilan mencatat, korban memberikan kepercayaan penuh kepada pelaku. Sejak Mei 2024, pekerja tersebut memegang satu-satunya kartu debit majikan dan mengetahui nomor PIN. Kartu itu semula digunakan untuk menarik dana bulanan guna kebutuhan rumah tangga, lalu disalahgunakan untuk penarikan tambahan tanpa sepengetahuan korban.

Baca juga: Kasus Nicolas Maduro: Klaim AS dan Reaksi Venezuela

Dalam periode Desember 2024 hingga Juli 2025, pelaku menarik uang tunai 2.000 dolar Singapura sebanyak 43 kali. Selain itu, perhiasan emas yang disimpan di laci tidak terkunci diambil satu per satu dan digadaikan. Skema pencurian baru terungkap setelah notifikasi bank luput dihapus dan seorang teman korban melapor ke polisi.

Fakta ini menempatkan lansia sebagai pihak yang sangat rentan. Ketergantungan pada pekerja rumah tangga, keterbatasan pengawasan digital, serta relasi personal yang tidak seimbang memperbesar risiko penyalahgunaan kepercayaan.


Pencurian ART dan Kesenjangan Kebijakan Perlindungan

Kasus pencurian ART ini menunjukkan bahwa perlindungan lansia belum sepenuhnya terintegrasi dalam kebijakan kerja domestik. Regulasi ketenagakerjaan cenderung menempatkan hubungan kerja sebagai urusan privat, padahal dampaknya langsung menyentuh keselamatan dan kesejahteraan kelompok rentan.

Dalam konteks Singapura—dan relevan pula bagi banyak negara di Asia Tenggara—pekerja rumah tangga migran menjadi penopang utama perawatan lansia. Namun, mekanisme kontrol atas akses keuangan, edukasi tentang batas kewenangan, serta sistem peringatan dini bagi lansia masih terbatas.

Negara hadir melalui penegakan hukum setelah kejahatan terjadi. Hukuman penjara satu tahun delapan bulan dijatuhkan karena pelanggaran kepercayaan pidana dan pencurian. Putusan ini menegaskan fungsi represif hukum, tetapi belum menjawab pertanyaan pencegahan.


Adiksi Judi sebagai Isu Tata Kelola Sosial

Dalam persidangan, pelaku mengaku mencuri untuk membiayai kecanduan judi. Pengakuan ini menggeser kasus dari kriminalitas murni menjadi persoalan tata kelola sosial. Adiksi tidak hanya berdampak pada pelaku, tetapi menciptakan kerugian sistemik bagi pihak lain yang berada dalam lingkar kepercayaannya.

Baca juga: Gagal Panen, Siapa Menjaga Hak Petani dalam Pertanian Lokal?

Ketika kecanduan tidak terdeteksi dan tidak tertangani, rumah tangga lansia menjadi ruang paling rawan. Ini menunjukkan perlunya kebijakan lintas sektor: kesehatan mental, ketenagakerjaan, dan perlindungan sosial harus saling terhubung, bukan berjalan sendiri-sendiri.


Apa yang Perlu Diawasi Negara dan Publik

Kasus ini menuntut evaluasi kebijakan yang lebih luas. Pertama, perlindungan lansia perlu diperkuat melalui panduan pengelolaan keuangan rumah tangga yang aman, termasuk pembatasan akses tunggal terhadap kartu debit dan peningkatan literasi digital bagi warga lanjut usia.

Kedua, sistem rekrutmen dan pendampingan pekerja rumah tangga perlu memasukkan aspek kesehatan mental dan risiko adiksi. Ketiga, negara perlu mendorong mekanisme pelaporan yang mudah diakses oleh pihak ketiga, seperti keluarga atau tetangga, ketika muncul tanda penyimpangan.

Tanpa pembenahan ini, penegakan hukum akan terus bersifat reaktif, sementara risiko serupa tetap berulang.

Kasus pencurian ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tetapi cermin celah kebijakan dalam melindungi lansia di ruang domestik. Kepercayaan perlu dijaga, tetapi sistem perlindungan publik harus hadir lebih awal. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persib vs Bhayangkara

    Bhayangkara vs Persib: Saat Tekanan Juara Bertemu Tim Penuh Kejutan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ada pertandingan yang sekadar soal tiga poin. Namun ada juga pertandingan yang perlahan berubah menjadi ujian mental satu musim penuh. Laga antara FC Bhayangkara melawan Persib Bandung terasa seperti itu. Di atas kertas, Persib memang lebih unggul. Klasemen memihak mereka. Statistik juga berbicara jelas. Maung Bandung duduk di papan atas dengan […]

  • Air Bersih Tasikmalaya

    Bupati Tasikmalaya Tegas! Distribusi Air Harus Sampai Ujung

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Air Bersih Tasikmalaya kini berada di bawah sorotan. Di tengah kebutuhan warga yang terus meningkat, layanan air minum daerah atau distribusi air bersih dinilai belum sepenuhnya merata. Karena itu, pemerintah daerah mulai menekan percepatan kinerja agar pelayanan tidak lagi tersendat. Air Bersih Tasikmalaya—yang juga mencakup layanan air minum Perumda—menjadi isu yang […]

  • Kumpulan kata bijak ulama dan nasihat Islami yang menenangkan hati tentang kehidupan, sabar, dan keikhlasan.

    10 Kata Bijak Ulama yang Bikin Hati Tenang di Tengah Hidup yang Berat

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpot.com, LIFESTYLE – Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan, banyak orang mulai mencari kata bijak ulama untuk menenangkan hati dan memperbaiki cara pandang hidup. Nasihat para ulama sering terasa sederhana, tetapi maknanya mampu menyentuh perasaan terdalam manusia. Karena itu, petuah ulama dan kalimat hikmah Islami kini kembali banyak dibaca, terutama saat seseorang merasa lelah […]

  • Sidang isbat 1 Syawal 1447 H di Kantor Kemenag Jakarta untuk penetapan Lebaran 2026 melalui hisab dan rukyat hilal

    Sidang Isbat 1 Syawal Digelar 19 Maret 2026, Ini Dampaknya

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat 1 Syawal 1447 H pada 19 Maret 2026 untuk menentukan awal Idul Fitri 2026. Melalui forum penetapan 1 Syawal atau sidang penentuan Lebaran ini, pemerintah memastikan kepastian tanggal hari raya bagi umat Islam di Indonesia. Sidang isbat 1 Syawal menjadi momentum penting karena keputusan tersebut […]

  • Zona Waspada

    Pemkab Tasikmalaya Sebarkan Informasi Zona Waspada untuk Cegah Risiko

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Tasikmalaya masuk Zona Waspada. Pemerintah mempercepat penyebaran informasi cuaca untuk cegah risiko bencana. albadarpost.com, BERITA DAERAH – BMKG menetapkan Kabupaten Tasikmalaya sebagai salah satu daerah yang masuk Zona Waspada curah hujan tinggi pada periode 11–20 Desember 2025. Informasi ini dirilis melalui kanal resmi @bmkg_jawabarat dan menjadi dasar peringatan dini yang segera ditindaklanjuti pemerintah daerah. Status […]

  • kesbangpol ciamis

    Bakesbangpol Ciamis Dorong Literasi Politik Desa untuk Perkuat Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Penguatan literasi politik desa di Ciamis dipandang krusial untuk menjaga kualitas demokrasi dan partisipasi warga. albadarpost.com, PELITA – Perbincangan mengenai literasi politik desa kembali mencuat di Ciamis. Kepala Bakesbangpol Ciamis, DR. R. Yadi Tisyadi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kualitas demokrasi di tingkat lokal bergantung pada sejauh mana warga desa memahami hak dan peran mereka dalam […]

expand_less