Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » DLH Kota Bandung Laporkan Sampah Tahun Baru

DLH Kota Bandung Laporkan Sampah Tahun Baru

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
  • visibility 192
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DLH Bandung mencatat 63 ton sampah malam Tahun Baru 2026, didominasi plastik, dengan kesadaran warga mulai meningkat.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Perayaan malam Tahun Baru 2026 di Kota Bandung kembali menyisakan persoalan klasik perkotaan: sampah. Namun, di tengah lonjakan aktivitas warga dan wisatawan di sejumlah titik favorit kota, volume sampah yang dihasilkan tercatat relatif stabil, bahkan sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini menjadi indikator penting dalam membaca perubahan perilaku publik terhadap kebersihan ruang kota.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mencatat total timbulan sampah pada perayaan pergantian malam Tahun Baru 2025 ke 2026 mencapai 63,76 ton atau setara 117 meter kubik. Angka ini berasal dari enam wilayah utama konsentrasi massa, seperti Alun-alun Bandung, kawasan Jalan Asia Afrika, Braga, hingga Jalan Diponegoro. Tahun sebelumnya, timbulan sampah tercatat sebesar 64 ton.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menyebut perbedaan jumlah tersebut memang tidak signifikan, tetapi menunjukkan tren positif. “Kalau dibandingkan tahun lalu, justru ada sedikit penurunan. Ini menandakan mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat,” ujar Darto saat dihubungi, Kamis (1/1/2026).

Sampah Plastik Masih Mendominasi

Dari keseluruhan sampah Tahun Baru Bandung yang terkumpul, jenis sampah anorganik masih mendominasi. DLH mencatat sebagian besar sampah berupa plastik, kertas, kardus pembungkus makanan, serta styrofoam. Sementara itu, sampah organik berupa sisa makanan jumlahnya relatif kecil.

Baca juga: Pemkab Karawang Rotasi Ratusan ASN

Menurut Darto, pola konsumsi masyarakat pada malam pergantian tahun masih sangat bergantung pada makanan cepat saji dan jajanan jalanan. “Sebagian besar itu sampah plastik dan bungkus makanan. Food waste atau sisa makanan justru tidak terlalu banyak,” katanya.

Selain plastik, DLH juga menemukan tingginya volume sampah tusukan makanan, seperti tusuk cilok, sate, cilor, dan telur gulung. Jenis sampah ini menjadi perhatian khusus karena berpotensi membahayakan petugas kebersihan.

Jalan Diponegoro Jadi Titik Rawan

Salah satu titik dengan karakter sampah paling spesifik adalah Jalan Diponegoro. Dari sekitar 1,6 meter kubik sampah yang terkumpul di kawasan ini, mayoritas berupa tusukan bambu bekas jajanan. “Sampah tusukan cilok mendominasi. Ini perlu ekstra kehati-hatian karena runcing dan berisiko melukai petugas,” ujar Darto.

Temuan ini memperlihatkan bahwa persoalan kebersihan tidak hanya soal volume, tetapi juga jenis sampah yang dihasilkan. Penanganan sampah tajam membutuhkan perlakuan khusus, mulai dari alat pelindung hingga proses pemilahan yang lebih aman.

Respons Cepat dan Kerja Malam Petugas

DLH memastikan pengangkutan sampah dilakukan segera setelah perayaan berakhir. Proses pembersihan dimulai sekitar satu jam setelah pergantian tahun, yakni sejak pukul 01.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Seluruh sampah kemudian langsung diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti mulai pukul 05.00 WIB.

Baca juga: Arah Baru Menteri Kebudayaan Thailand

Langkah cepat ini ditujukan untuk memastikan aktivitas kota kembali normal pada pagi hari. Jalan-jalan utama dan kawasan publik dibersihkan sebelum arus kendaraan dan aktivitas warga kembali meningkat.

Indikasi Perubahan Perilaku Publik

Meski jumlah sampah tergolong besar, DLH menilai kondisi di beberapa titik menunjukkan perkembangan positif. Kawasan Jalan Asia Afrika, misalnya, tetap padat oleh pengunjung, namun tidak menghasilkan lonjakan sampah yang signifikan.

“Asia Afrika itu sangat padat, tapi sampahnya relatif terkendali. Artinya, kesadaran masyarakat mulai terbentuk,” kata Darto. Ia mengapresiasi warga dan wisatawan yang menjaga ketertiban dan kebersihan selama perayaan berlangsung.

Catatan untuk Tata Kelola Kota

Fenomena sampah Tahun Baru Bandung kembali menegaskan pentingnya pengelolaan ruang publik dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Penurunan tipis volume sampah menjadi sinyal awal bahwa perubahan perilaku memungkinkan, tetapi belum cukup untuk mengatasi persoalan struktural pengelolaan sampah perkotaan.

Ke depan, tantangan tidak hanya pada penanganan pascakegiatan, tetapi juga pada upaya pengurangan sampah dari sumbernya, termasuk pembatasan plastik sekali pakai dan pengelolaan pedagang kaki lima di kawasan keramaian.

Volume sampah Tahun Baru Bandung 2026 stabil di 63 ton, memberi sinyal awal tumbuhnya kesadaran warga menjaga ruang kota. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seseorang duduk sendirian di tengah kesibukan kota sambil merenung tentang ketenangan hati menurut hadis Nabi.

    Hadis Nabi tentang Sibuk Dunia, Tapi Hati Tidak Pernah Tenang

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pagi dimulai dengan notifikasi. Siang dipenuhi target. Malam masih sibuk memikirkan pekerjaan yang belum selesai. Banyak orang hari ini terlihat produktif, aktif, bahkan sukses di mata orang lain. Namun diam-diam, hati terasa lelah dan sulit tenang. Dalam Islam, keadaan seperti itu ternyata pernah disinggung Rasulullah SAW melalui hadis tentang sibuk dunia dan […]

  • APBD 2026

    Pemda Perketat Tata Kelola APBD 2026

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Penguatan tata kelola APBD 2026 diarahkan agar anggaran daerah berdampak langsung bagi layanan publik dan warga. albadarpost.com, BERITA DAERAH — Penguatan tata kelola APBD 2026 menjadi fokus utama pemerintah daerah di Jawa Barat untuk memastikan anggaran daerah benar-benar berdampak langsung bagi warga. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Evaluasi APBD Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Tahun Anggaran 2026 […]

  • Bulan Safar

    Bulan Safar Bukan Bulan Sial, Ini 5 Fakta Sejarah Islam

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Masih ada masyarakat yang menunda pernikahan, pindah rumah, membuka usaha, bahkan bepergian jauh karena menganggap bulan Safar membawa kesialan. Keyakinan itu telah hidup sejak masa Arab Jahiliah. Namun, benarkah bulan Safar merupakan bulan sial? Sejarah Islam justru memperlihatkan fakta yang berbeda. Di dalam bulan Hijriah ini, Rasulullah ﷺ memimpin sejumlah ekspedisi penting, […]

  • IM Japan Tasikmalaya 2026

    IM Japan Tasikmalaya 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Jadwalnya

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – IM Japan Tasikmalaya 2026 kembali membuka kesempatan bagi putra daerah yang ingin mengikuti program pemagangan ke Jepang. Berdasarkan informasi yang dirilis DPMPTSPTK Kabupaten Tasikmalaya, pendaftaran program kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dengan IM Japan berlangsung hingga 6 September 2026. Artinya, calon peserta masih memiliki kesempatan untuk mendaftar. Namun, waktunya semakin […]

  • P3K Paruh Waktu

    Pemkab Pangandaran Serahkan SK P3K Paruh Waktu

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Pemkab Pangandaran serahkan SK P3K paruh waktu untuk perkuat manajemen ASN dan layanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyerahkan surat keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu kepada ribuan aparatur pada Rabu, 24 Desember 2025. Penyerahan dilakukan melalui apel resmi di Alun-alun Parigi dan menjadi langkah penting dalam penataan […]

  • Tragedi Siswi MTs Sukabumi: Dugaan Bullying di Balik Surat Wasiat Sebelum Gantung Diri

    Tragedi Siswi MTs Sukabumi: Dugaan Bullying di Balik Surat Wasiat Sebelum Gantung Diri

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Kasus siswi MTs di Sukabumi diduga tewas karena bullying, tinggalkan surat wasiat penuh luka dan penyesalan. albadarpost.com, LENSA – Warga Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikejutkan oleh peristiwa tragis pada Selasa malam (28/10/2025). Seorang siswi madrasah tsanawiyah (MTs) berinisial AK (14) ditemukan tewas tergantung di pintu kamar rumahnya dengan sehelai kain sarung. […]

expand_less