Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Dari Aktivis ke Pejabat Tinggi, Hery Susanto Kini Diuji Isu Nikel

Dari Aktivis ke Pejabat Tinggi, Hery Susanto Kini Diuji Isu Nikel

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Nama Hery Susanto mendadak ramai diperbincangkan. Ketua Ombudsman RI yang baru seminggu dilantik itu kini masuk dalam pusaran isu nikel yang tengah jadi perhatian nasional. Publik langsung bereaksi, mempertanyakan posisi dan perannya, sekaligus menelusuri kembali rekam jejaknya.

Di tengah derasnya sorotan, satu hal menjadi jelas: sosok Hery Susanto bukan figur baru dalam pengawasan pelayanan publik. Namun, ketika isu strategis seperti nikel menyeret namanya, standar publik pun ikut naik—lebih kritis, lebih tajam, dan menuntut kejelasan.

Isu Nikel: Kenapa Nama Hery Susanto Ikut Terseret?

Isu nikel bukan perkara kecil. Sektor ini berkaitan langsung dengan investasi besar, kepentingan global, hingga tata kelola sumber daya alam. Karena itu, ketika nama pejabat publik muncul dalam arus isu tersebut, perhatian langsung membesar.

Hingga saat ini, belum ada kesimpulan hukum yang menetapkan keterlibatan Hery Susanto. Namun demikian, ruang publik sudah lebih dulu ramai. Spekulasi berkembang, sementara publik menunggu penjelasan yang utuh.

Situasi ini menciptakan tekanan ganda. Di satu sisi, Hery dituntut menjaga integritas sebagai Ketua Ombudsman RI. Di sisi lain, ia berada dalam sorotan yang tidak bisa dihindari.

Jejak Karier: Dari Aktivis hingga Kursi Puncak Ombudsman

Perjalanan Hery Susanto tidak dimulai dari jabatan tinggi. Ia tumbuh dari dunia aktivisme, khususnya dalam advokasi pelayanan publik. Pengalaman ini membentuk karakter kritis yang kemudian melekat dalam setiap langkah kariernya.

Kariernya semakin terlihat saat ia menjadi Tenaga Ahli Anggota DPR RI Komisi IX periode 2014–2019. Dalam fase ini, ia terlibat langsung dalam pembahasan kebijakan strategis, terutama di sektor kesehatan dan layanan publik.

Selanjutnya, ia memimpin lembaga Komunal sebagai Direktur Eksekutif selama dua periode. Peran ini memperkuat jejaring dan pengaruhnya dalam isu kebijakan publik.

Tak hanya itu, ia juga aktif sebagai Ketua Koordinator Nasional Masyarakat Peduli BPJS pada 2016–2021. Dari sini, namanya makin dikenal sebagai sosok yang vokal mengawal hak pelayanan masyarakat.

Latar Pendidikan dan Pendekatan Ilmiah

Hery Susanto tidak hanya mengandalkan pengalaman lapangan. Ia juga memperkuat kapasitas akademiknya dengan meraih gelar doktor pada 2024 di bidang Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup.

Latar pendidikan ini memberi warna dalam pendekatannya. Ia cenderung menggabungkan analisis data dengan praktik lapangan. Karena itu, banyak rekomendasinya berbasis kajian, bukan sekadar opini.

Pendekatan ini pula yang kemudian ia bawa ke Ombudsman RI, terutama dalam mendorong sistem pengawasan yang lebih terukur.

Peran di Ombudsman RI: Fokus Pengawasan Sektor Strategis

Saat menjabat sebagai Ketua Ombudsman RI periode 2026–2031, Hery Susanto memegang peran penting dalam mengawasi pelayanan publik nasional. Sebelumnya, ia lebih dulu menjadi anggota Ombudsman RI pada 2021–2026.

Ia memberi perhatian besar pada sektor kemaritiman, investasi, dan energi. Ketiga sektor ini memiliki potensi konflik kepentingan tinggi, sehingga membutuhkan pengawasan ketat.

Selain itu, ia aktif mendorong pencegahan maladministrasi. Ia juga memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan Eptahelix. Strategi ini melibatkan berbagai pihak agar pengawasan berjalan lebih efektif.

Di saat yang sama, ia menggagas penguatan kelembagaan Ombudsman melalui dorongan revisi undang-undang. Langkah ini menunjukkan fokusnya pada perbaikan sistem, bukan hanya penanganan kasus.

Ujian Integritas di Tengah Sorotan

Kini, isu nikel menjadi ujian nyata bagi Hery Susanto. Publik tidak hanya melihat rekam jejak, tetapi juga menilai responsnya terhadap situasi.

Kepercayaan publik menjadi taruhan utama. Oleh sebab itu, transparansi dan komunikasi terbuka akan sangat menentukan arah persepsi ke depan.

Jika mampu menjawab keraguan dengan jelas, ia berpeluang menjaga reputasi. Sebaliknya, jika respons dinilai lambat atau tidak tegas, tekanan publik bisa semakin besar.

Antara Rekam Jejak dan Realitas Saat Ini

Hery Susanto telah membangun karier panjang dalam pengawasan pelayanan publik. Ia dikenal aktif, vokal, dan konsisten dalam mendorong perbaikan sistem.

Namun, dinamika terbaru menunjukkan bahwa posisi tinggi selalu membawa konsekuensi besar. Setiap langkah akan diawasi, setiap keputusan akan dinilai.

Kini, publik menunggu satu hal: kejelasan. Dan dari situlah, arah kepercayaan terhadap sosok Hery Susanto akan ditentukan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ide UMKM kreatif

    9 Ide UMKM Kreatif yang Jarang Diketahui: Diam-Diam Jadi Ladang Cuan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ide UMKM kreatif sering kali muncul dari hal sederhana yang luput dari perhatian. Banyak orang berburu tren, tetapi tidak sedikit yang justru sukses lewat peluang usaha unik yang belum ramai. Bahkan, beberapa ide bisnis UMKM kreatif ini berkembang lebih cepat karena minim pesaing dan langsung menyasar kebutuhan pasar. Di tengah persaingan digital […]

  • SATAS EXPO 2025

    SATAS EXPO 2025: Ruang Belajar Sosial bagi Generasi Muda

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, WARTA MITRA. SATAS EXPO 2025 yang digelar oleh SMAN 1 Tasikmalaya menghadirkan lebih dari sekadar pameran kreativitas siswa. Ajang ini menjadi ruang belajar sosial, budaya, dan kemanusiaan yang mempertemukan gagasan generasi muda dengan realitas kehidupan masyarakat. Ajang Kreativitas yang Membumi Di tengah gegap gempita penampilan seni, stand kewirausahaan, hingga pameran karya akademik, SATAS EXPO […]

  • Program Lebaran Bersayap SWAKKA membagikan hadiah lebaran untuk anak yatim piatu tidak mampu melalui sistem Kupon Digital transparan.

    Lebaran Bersayap SWAKKA: Hadiah Lebaran untuk Anak Yatim Piatu

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Lebaran Bersayap SWAKKA hadir sebagai gerakan sosial Ramadan yang menguatkan semangat berbagi untuk anak yatim piatu tidak mampu. Program donasi yatim ini menjadi wujud nyata kepedulian di bulan suci. Melalui sistem Kupon Digital SWAKKA, gerakan ini memastikan transparansi sekaligus menghadirkan hadiah lebaran yang benar-benar dibutuhkan setiap anak. Ramadan selalu menghadirkan dua rasa […]

  • ikhlas sabar syukur

    Perbedaan Ikhlas, Sabar, dan Syukur dalam Tasawuf

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ikhlas, sabar, dan syukur sering disebut dalam ajaran Islam, tetapi banyak orang masih mencampurkan maknanya. Dalam perspektif tasawuf, ketiganya bukan sekadar sikap, melainkan maqam (tingkatan spiritual) yang berbeda. Pemahaman tentang ikhlas sabar syukur ini penting karena akan menentukan kualitas ibadah dan ketenangan batin seseorang. Lebih jauh, tasawuf menjelaskan bahwa perjalanan ruhani tidak […]

  • doa mulai kerja

    Jangan Mulai Kerja Tanpa Doa Ini, Dampaknya Mengejutkan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa mulai kerja menjadi amalan penting yang sering diabaikan, padahal doa ketika memulai pekerjaan bisa membuka pintu rezeki, menghadirkan keberkahan, dan menenangkan hati. Banyak orang fokus pada strategi kerja, namun lupa bahwa keberhasilan juga dipengaruhi oleh doa sebelum bekerja, niat yang benar, serta tawakal kepada Allah. Di tengah tekanan hidup modern, mengawali […]

  • dana PEN

    Utang Masjid Al Jabbar Tekan APBD Jabar, Dana PEN Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadapi tekanan fiskal serius akibat beban utang pembangunan Masjid Raya Al Jabbar yang bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kewajiban pembayaran cicilan utang tersebut kini memengaruhi ruang gerak APBD, sekaligus memicu perdebatan soal prioritas belanja publik dan transparansi pengelolaan anggaran daerah. Masjid Raya Al Jabbar dibangun […]

expand_less