Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pesta Patok Tasik 2026, Saat Domba Jadi Simbol Prestise

Pesta Patok Tasik 2026, Saat Domba Jadi Simbol Prestise

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
  • visibility 102
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lapangan Upacara Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mendadak berubah wajah. Bukan barisan ASN atau peserta upacara yang memenuhi area itu, melainkan ratusan domba dan kambing dengan penampilan terbaiknya. Bulu mereka tersisir rapi, tanduk mengilap, dan langkahnya mantap memasuki arena Pesta Patok Tasik 2026.

Pesta Patok Tasik, atau kontes domba dan kambing terbesar di Kabupaten Tasikmalaya tahun ini, digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-394 dan Hari Bhayangkara ke-80. Namun, di balik suasana meriah dan kompetitif, tersimpan satu tujuan besar: mengangkat harga, prestise, dan kesejahteraan peternak lokal.

Panitia mencatat sebanyak 473 ekor domba dan kambing mendaftar secara daring. Sementara itu, ratusan peternak lainnya tetap datang langsung untuk mendaftarkan ternaknya di lokasi. Pada hari pelaksanaan, sebanyak 336 ekor domba dan kambing dari berbagai kecamatan resmi turun ke arena kontes.

Mereka datang bukan sekadar untuk berpartisipasi. Mereka datang membawa harapan, kebanggaan, dan nilai ekonomi yang tidak sedikit.

Ketika Domba Bukan Lagi Sekadar Ternak

Ketua HPDKI Kabupaten Tasikmalaya, Asep Yudha Adikara, menjelaskan bahwa Pesta Patok bukan sekadar ajang kontes kecantikan ternak.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara HPDKI, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, dan Polres Tasikmalaya untuk menjaga budaya peternakan, meningkatkan populasi ternak, sekaligus memperkuat ekonomi peternak.

Ia menjelaskan bahwa peternak Tasikmalaya saat ini berkembang dalam dua jalur utama, yakni peternakan konsumsi dan peternakan berbasis seni budaya melalui kontes serta ketangkasan domba.

“Dua jalur berbeda ini memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan peternak dan membawa mereka naik kelas,” ujar Asep Yudha.

Menurutnya, efek ekonomi dari sebuah kemenangan dalam kontes sangat nyata. Seekor domba yang berhasil meraih gelar juara dapat mengalami kenaikan nilai jual secara signifikan.

Harga Domba Juara Bisa Melonjak Drastis

Fenomena tersebut dirasakan langsung oleh Abah Yana, peternak asal Cipatujah yang rutin mengikuti berbagai kontes.

Menurutnya, prestasi yang diraih seekor domba bukan hanya meningkatkan harga jual, tetapi juga menghadirkan nilai prestise bagi pemiliknya.

“Kalau juara, harganya bisa naik menjadi puluhan hingga ratusan juta rupiah per ekor. Orang membeli bukan hanya dombanya, tetapi juga prestise dan rekam jejak prestasinya,” kata Abah Yana.

Ia menambahkan bahwa kontes seperti Pesta Patok juga menjadi ruang belajar bagi para peternak untuk meningkatkan kualitas perawatan, genetika, dan manajemen peternakan.

Tujuh Kategori Bergengsi Diperebutkan

Dalam Pesta Patok tahun ini, panitia menyiapkan tujuh kategori utama yang diperebutkan para peserta.

Kategori tersebut meliputi Raja Kasep untuk domba jantan terbaik, Ratu Bibit untuk indukan unggulan, Kambing Ekstrim, Raja Pedaging Campuran Ekstrim, hingga Raja Petet.

Penilaian dilakukan langsung oleh dewan juri dari HPDKI Jawa Barat dan akademisi Universitas Padjadjaran (Unpad).

Sementara itu, Wakapolres Tasikmalaya, Kompol Asep Muslihat, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.

“Kami hadir untuk mengayomi dan melindungi masyarakat, termasuk membantu meminimalisasi tindak pencurian ternak,” ujarnya.

Potensi Besar Peternakan Tasikmalaya

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, mengungkapkan bahwa Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi peternakan yang sangat besar.

Menurutnya, populasi domba di Kabupaten Tasikmalaya mencapai sekitar 164 ribu ekor. Potensi tersebut didukung oleh sumber daya alam, sumber daya manusia, organisasi peternak, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.

“Tasikmalaya memiliki seluruh unsur pendukung untuk menjadi daerah peternakan unggulan,” katanya.

Bagi Bupati, Pesta Patok tidak hanya memiliki nilai budaya dan ekonomi, tetapi juga nilai sosial dan keagamaan. Sebab, domba-domba unggulan tersebut juga menjadi bagian penting dalam kebutuhan kurban dan akikah masyarakat.

Di Tasikmalaya, domba tidak lagi dipandang hanya sebagai hewan ternak. Ia telah berkembang menjadi simbol prestise, kebanggaan budaya, dan sumber penghidupan yang bernilai tinggi. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kalender hijriyah

    Sejarah Kalender Hijriyah: Fakta yang Jarang Diketahui

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kalender Hijriyah menyimpan sejarah yang tidak banyak diketahui. Banyak orang mengenal kalender Islam ini sebagai penentu ibadah seperti puasa dan haji. Namun, sejarah kalender Hijriyah, asal-usul penanggalan Islam, serta sistem kalender bulan dalam Islam ternyata memiliki kisah menarik yang jarang dibahas. Selain itu, kalender Hijriyah tidak muncul begitu saja. Ada proses […]

  • korban love scam

    Korban Love Scam Kehilangan Rp2,1 Miliar, Pelaku Masih Buron

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Kasus korban love scam Rp2,1 miliar asal Surabaya mandek setahun. Pelaku dan istrinya masih buron. albadarpost.com, HUMANIORA – Seorang korban love scam asal Surabaya berinisial WS kembali menyuarakan tuntutan keadilan setelah kehilangan uang Rp2,1 miliar. Setahun sejak laporan dibuat, penyidik Polres Metro Jakarta Pusat belum menemukan terduga pelaku, yakni pria keturunan Kamerun bernama Heric Simphorien […]

  • Piala Dunia 2030

    Piala Dunia 2030 Ubah Sejarah, Digelar di Tiga Benua

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Piala Dunia 2030 tidak hanya akan melahirkan juara dunia baru. Lebih dari itu, World Cup 2030 akan mengubah cara dunia memandang penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di planet ini. Untuk pertama kalinya, Piala Dunia FIFA 2030 digelar di tiga benua dengan melibatkan enam negara, sebuah keputusan yang langsung memicu perhatian jutaan […]

  • Sejarah BPK

    Sejarah BPK dan Arah Baru Pengawasan Keuangan Negara

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Perjalanan sejarah BPK dari 1947 hingga reformasi yang membentuk lembaga audit negara yang independen. albadarpost.com, PELITA – Kekuatan sebuah negara sering terlihat dari cara ia memperlakukan uang publik. Sejarah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi contoh bagaimana arsitektur pengawasan negara dibentuk, diubah, dan disesuaikan dengan arah politik Indonesia sejak 1947. Perjalanan lembaga ini memperlihatkan bagaimana pengawasan […]

  • Ilustrasi pedagang Muslim berdagang di pelabuhan Nusantara sambil berdakwah secara damai kepada masyarakat lokal

    Bukan Penaklukan, Ini “Strategi Sunyi” Penyebaran Islam di Nusantara

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Selama ini kita sering mendengar satu pola besar: agama menyebar lewat kekuatan. Namun ketika kita melihat penyebaran Islam Nusantara—atau yang juga dikenal sebagai islamisasi Indonesia dan masuknya Islam ke kepulauan Nusantara—ceritanya justru tidak mengikuti pola itu. Tidak ada ekspedisi militer besar. Tidak ada penaklukan seperti dalam banyak catatan dunia lain. Namun hasilnya […]

  • Kurban Digital

    Kurban Digital Makin Ramai, Begini Hukum Fiqihnya

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kurban digital kini semakin ramai menjelang Idul Adha. Banyak orang mulai ikut patungan sapi lewat transfer bank, aplikasi pembayaran, hingga grup WhatsApp keluarga. Karena itu, pertanyaan tentang hukum kurban digital dan patungan online terus muncul: apakah kurban seperti ini tetap sah menurut fiqih Islam? Fenomena ini semakin terasa di era sekarang. Orang […]

expand_less