Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pesta Patok Tasik 2026, Saat Domba Jadi Simbol Prestise

Pesta Patok Tasik 2026, Saat Domba Jadi Simbol Prestise

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lapangan Upacara Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mendadak berubah wajah. Bukan barisan ASN atau peserta upacara yang memenuhi area itu, melainkan ratusan domba dan kambing dengan penampilan terbaiknya. Bulu mereka tersisir rapi, tanduk mengilap, dan langkahnya mantap memasuki arena Pesta Patok Tasik 2026.

Pesta Patok Tasik, atau kontes domba dan kambing terbesar di Kabupaten Tasikmalaya tahun ini, digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-394 dan Hari Bhayangkara ke-80. Namun, di balik suasana meriah dan kompetitif, tersimpan satu tujuan besar: mengangkat harga, prestise, dan kesejahteraan peternak lokal.

Panitia mencatat sebanyak 473 ekor domba dan kambing mendaftar secara daring. Sementara itu, ratusan peternak lainnya tetap datang langsung untuk mendaftarkan ternaknya di lokasi. Pada hari pelaksanaan, sebanyak 336 ekor domba dan kambing dari berbagai kecamatan resmi turun ke arena kontes.

Mereka datang bukan sekadar untuk berpartisipasi. Mereka datang membawa harapan, kebanggaan, dan nilai ekonomi yang tidak sedikit.

Ketika Domba Bukan Lagi Sekadar Ternak

Ketua HPDKI Kabupaten Tasikmalaya, Asep Yudha Adikara, menjelaskan bahwa Pesta Patok bukan sekadar ajang kontes kecantikan ternak.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara HPDKI, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, dan Polres Tasikmalaya untuk menjaga budaya peternakan, meningkatkan populasi ternak, sekaligus memperkuat ekonomi peternak.

Ia menjelaskan bahwa peternak Tasikmalaya saat ini berkembang dalam dua jalur utama, yakni peternakan konsumsi dan peternakan berbasis seni budaya melalui kontes serta ketangkasan domba.

“Dua jalur berbeda ini memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan peternak dan membawa mereka naik kelas,” ujar Asep Yudha.

Menurutnya, efek ekonomi dari sebuah kemenangan dalam kontes sangat nyata. Seekor domba yang berhasil meraih gelar juara dapat mengalami kenaikan nilai jual secara signifikan.

Harga Domba Juara Bisa Melonjak Drastis

Fenomena tersebut dirasakan langsung oleh Abah Yana, peternak asal Cipatujah yang rutin mengikuti berbagai kontes.

Menurutnya, prestasi yang diraih seekor domba bukan hanya meningkatkan harga jual, tetapi juga menghadirkan nilai prestise bagi pemiliknya.

“Kalau juara, harganya bisa naik menjadi puluhan hingga ratusan juta rupiah per ekor. Orang membeli bukan hanya dombanya, tetapi juga prestise dan rekam jejak prestasinya,” kata Abah Yana.

Ia menambahkan bahwa kontes seperti Pesta Patok juga menjadi ruang belajar bagi para peternak untuk meningkatkan kualitas perawatan, genetika, dan manajemen peternakan.

Tujuh Kategori Bergengsi Diperebutkan

Dalam Pesta Patok tahun ini, panitia menyiapkan tujuh kategori utama yang diperebutkan para peserta.

Kategori tersebut meliputi Raja Kasep untuk domba jantan terbaik, Ratu Bibit untuk indukan unggulan, Kambing Ekstrim, Raja Pedaging Campuran Ekstrim, hingga Raja Petet.

Penilaian dilakukan langsung oleh dewan juri dari HPDKI Jawa Barat dan akademisi Universitas Padjadjaran (Unpad).

Sementara itu, Wakapolres Tasikmalaya, Kompol Asep Muslihat, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.

“Kami hadir untuk mengayomi dan melindungi masyarakat, termasuk membantu meminimalisasi tindak pencurian ternak,” ujarnya.

Potensi Besar Peternakan Tasikmalaya

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, mengungkapkan bahwa Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi peternakan yang sangat besar.

Menurutnya, populasi domba di Kabupaten Tasikmalaya mencapai sekitar 164 ribu ekor. Potensi tersebut didukung oleh sumber daya alam, sumber daya manusia, organisasi peternak, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.

“Tasikmalaya memiliki seluruh unsur pendukung untuk menjadi daerah peternakan unggulan,” katanya.

Bagi Bupati, Pesta Patok tidak hanya memiliki nilai budaya dan ekonomi, tetapi juga nilai sosial dan keagamaan. Sebab, domba-domba unggulan tersebut juga menjadi bagian penting dalam kebutuhan kurban dan akikah masyarakat.

Di Tasikmalaya, domba tidak lagi dipandang hanya sebagai hewan ternak. Ia telah berkembang menjadi simbol prestise, kebanggaan budaya, dan sumber penghidupan yang bernilai tinggi. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Makan Gratis Tasikmalaya

    Kaget! Ini Jawaban Pemilik Cahaya Minang Saat Ditanya Soal Rugi

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tepat ketika jarum jam mendekati pukul 12.00 WIB, suasana di Rumah Makan Cahaya Minang, Jalan Cigeureung, Kota Tasikmalaya, berubah berbeda dari hari biasanya. Aroma masakan khas Minang masih mengepul dari dapur. Namun, siang itu bukan suara kasir yang paling sering terdengar, melainkan ucapan, “Silakan makan.” Program makan gratis Tasikmalaya yang digelar rumah […]

  • perjalanan dinas

    Perjalanan Dinas: Pos Favorit Anggaran yang Minim Dampak Publik

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: perjalanan dinas terus membebani anggaran publik tanpa dampak layanan yang jelas. Perjalanan Dinas yang Tak Pernah Sepi albadarpost.com, EDITORIAL – Perjalanan dinas kembali menjadi sorotan. Bukan karena prestasinya, melainkan karena ketahanannya sebagai pos anggaran yang nyaris tak tersentuh kritik serius. Dari pusat hingga daerah, pos ini terus tumbuh dan nyaris selalu habis terserap. […]

  • Smelter Freeport Gresik

    Pasokan Tembaga Tersendat, Operasional Smelter Freeport Gresik Terancam Berhenti Akhir Oktober 2025

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Operasional Smelter Freeport Gresik terancam berhenti akhir Oktober 2025 akibat pasokan tembaga tersendat. albadarpost.com, LENSA – Kegiatan operasional Smelter Freeport Gresik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Jawa Timur, terancam berhenti total pada akhir Oktober 2025. Penghentian ini terjadi karena pasokan konsentrat tembaga dari tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia (PTFI) di Tembagapura, Papua Tengah, […]

  • SIM Digital

    SIM Digital Resmi Hadir, Praktis dan Lebih Aman

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — SIM Digital kini menjadi salah satu layanan yang banyak dicari masyarakat setelah Digital Korlantas POLRI menghadirkan kemudahan akses Surat Izin Mengemudi langsung melalui telepon genggam. Kehadiran SIM elektronik atau SIM Digital tidak hanya membuat dokumen lebih mudah diakses, tetapi juga membawa sistem keamanan baru melalui QR Code dinamis yang berubah otomatis […]

  • Kartini Islam

    Kita Rayakan Kartini, Tapi Lupa Ajaran Islamnya

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Setiap tahun, publik merayakan Hari Kartini dengan lomba kebaya dan seremoni. Tapi jujur saja—kita lebih sibuk merayakan simbol daripada memahami gagasan Raden Ajeng Kartini. Padahal, Kartini Islam, pemikiran Kartini dalam Islam, dan emansipasi perempuan menurut Islam menyimpan satu pertanyaan yang belum terjawab sampai hari ini: kenapa ajaran yang memuliakan perempuan justru terasa hilang dalam praktik? Ini bukan sekadar sejarah. […]

  • Putusan MK pencemaran nama baik

    MK Tegaskan Kritik Pejabat Bukan Pencemaran Nama Baik

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Konstitusi terbaru kembali menguji arah demokrasi Indonesia. Di tengah meningkatnya penggunaan pasal pencemaran nama baik untuk merespons kritik, MK menegaskan batas yang selama ini kabur: negara tidak boleh mempidanakan kritik terhadap pejabat dan kebijakan publik. Putusan ini penting sekarang, ketika ruang berekspresi warga kerap berhadapan dengan ancaman hukum. Putusan Nomor […]

expand_less