Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Di Balik Wisuda UMTAS Tasikmalaya, Ada Doa dan Air Mata Orang Tua

Di Balik Wisuda UMTAS Tasikmalaya, Ada Doa dan Air Mata Orang Tua

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 149
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Tangis itu akhirnya pecah ketika nama anak mereka dipanggil satu per satu menuju panggung wisuda.

Di antara tepuk tangan yang menggema di ruangan, beberapa orang tua tampak sibuk menyeka air mata. Ada yang tersenyum sambil merekam lewat ponsel. Ada pula yang hanya menatap panggung tanpa banyak bicara, seolah sedang mengingat perjalanan panjang yang berhasil dilewati bersama.

Rabu (29/4/2026), suasana haru menyelimuti sidang senat terbuka Wisuda ke-15 Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) yang digelar di salah satu hotel di Jalan KHZ Mustofa Kota Tasikmalaya.

Sebanyak 244 wisudawan resmi dikukuhkan.

Namun hari itu bukan hanya tentang toga, ijazah, atau prosesi akademik.

Ada cerita perjuangan yang ikut berdiri di belakang setiap wisudawan.

Ada Perjuangan yang Tidak Terlihat dari Balik Bangku Wisuda

Bagi sebagian mahasiswa, perjalanan menuju wisuda tidak selalu mudah.

Ada yang harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan. Ada yang berangkat kuliah sambil menahan lelah karena membantu orang tua di rumah. Ada pula yang bertahan menyelesaikan skripsi di tengah tekanan ekonomi keluarga.

Karena itu, wisuda sering terasa jauh lebih emosional dibanding sekadar seremoni kampus.

Di ruangan itu, banyak keluarga seperti sedang melihat mimpi lama mereka akhirnya menjadi nyata.

Ketika toga dikenakan dan nama dipanggil dari atas panggung, perjuangan bertahun-tahun terasa terbayar dalam satu momen singkat.

Sambutan Rektor yang Membuat Suasana Semakin Haru

Rektor UMTAS, Neni Nuraeni, M.Kep., Ns.Sp.Kep.Mat, membuka sambutan dengan kalimat yang langsung membuat ruangan hening.

“Hari ini bukan hari biasa. Hari ini adalah hari bukti,” ucapnya.

Kalimat tersebut langsung mengundang tepuk tangan panjang dari peserta wisuda dan keluarga.

Menurutnya, keberhasilan para wisudawan lahir dari kerja keras, doa, dan air mata yang tidak sedikit selama menjalani masa perkuliahan.

“Atas nama pimpinan, saya ucapkan selamat dan terima kasih. Selamat karena saudara telah menuntaskan satu babak penting. Terima kasih karena telah memilih UMTAS sebagai rumah untuk tumbuh,” katanya.

Sambutan itu terasa dekat dan personal bagi banyak wisudawan.

Sebab di balik kursi-kursi wisuda tersebut, ada perjalanan hidup yang berbeda-beda.

Wisuda Bukan Garis Akhir

Dalam sambutannya, Rektor UMTAS juga mengingatkan bahwa dunia luar tidak hanya membutuhkan orang pintar.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan sosok yang peduli, jujur, dan mampu memberi manfaat.

“Jadilah perawat yang menyembuhkan dengan hati. Jadilah guru yang mendidik dengan cinta. Jadilah insinyur yang membangun dengan etika,” pesannya.

Kalimat itu langsung disambut tepuk tangan para tamu undangan.

Selain itu, ia menitipkan tiga pesan penting kepada seluruh lulusan:

  • menjaga integritas,
  • terus belajar,
  • dan selalu membawa manfaat bagi masyarakat.

Orang Tua Menjadi Tokoh yang Paling Bahagia Hari Itu

Di balik keberhasilan wisudawan, ada orang tua yang selama ini berjuang dalam diam.

Sebagian rela bekerja lebih keras demi biaya kuliah anaknya. Sebagian lain terus memberi semangat ketika anak mereka hampir menyerah.

Karena itu, wisuda bukan hanya milik mahasiswa.

Hari itu juga menjadi milik keluarga.

“Hari ini air mata Bapak Ibu adalah air mata bangga,” kata Rektor dengan suara yang mulai terdengar emosional.

Dan memang benar.

Beberapa orang tua tampak memeluk anak mereka erat setelah prosesi selesai. Kamera ponsel terus merekam. Foto keluarga diambil berkali-kali. Senyum bercampur tangis memenuhi hampir seluruh sudut ruangan.

UMTAS Lepas 244 Lulusan Baru

Pada wisuda tahun ini, UMTAS melepas lulusan dari berbagai program studi, mulai dari Keperawatan, BK, PGSD, Teknik Mesin, Teknik Elektro, hingga Teknik Pertambangan.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, yang hadir dalam acara tersebut turut memberi apresiasi terhadap kontribusi UMTAS dalam mencetak sumber daya manusia unggul untuk Priangan Timur.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus mampu menjadi solusi di tengah masyarakat.

“Ilmu yang didapat di kampus harus mampu menjawab persoalan di masyarakat,” tegasnya.

Ada Mimpi yang Akhirnya Sampai Tujuan

Ketika prosesi wisuda selesai, ruangan perlahan mulai kosong.

Namun ada satu hal yang masih tertinggal dari hari itu:

Perasaan haru.

Karena bagi banyak keluarga, wisuda bukan sekadar menerima ijazah.

Wisuda adalah bukti bahwa perjuangan panjang tidak pernah benar-benar sia-sia.

Dan di balik toga yang hari itu dikenakan dengan bangga, ada doa orang tua yang akhirnya menemukan jawabannya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iran AS Pakistan diplomasi

    Iran–AS Gelar Diplomasi di Pakistan, Ini Alasan Indonesia Tidak Terlibat

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Iran AS Pakistan diplomasi kembali menjadi sorotan internasional setelah Pakistan resmi menjadi tuan rumah pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington. Isu Iran AS diplomasi di Pakistan ini memunculkan tanda tanya besar di panggung global: mengapa Pakistan yang dipilih, sementara negara-negara netral seperti Indonesia justru tidak masuk dalam skema perundingan? Keputusan […]

  • Perbedaan Permen dan Kepmen

    Permen, Kepmen, Surat Edaran, Jangan Sampai Tertukar

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perbedaan Permen dan Kepmen masih kerap membingungkan masyarakat. Tidak sedikit yang menganggap Peraturan Menteri (Permen), Keputusan Menteri (Kepmen), dan Surat Edaran Menteri (SE Menteri) memiliki kekuatan hukum yang sama. Padahal, ketiga produk hukum tersebut memiliki fungsi, sifat, sasaran, hingga daya ikat yang berbeda. Memahami perbedaan ini penting agar masyarakat dapat membaca setiap […]

  • mobilitas wisman Jawa Barat

    BPS Jabar Ungkap Pergeseran Mobilitas Wisman Jawa Barat ke Whoosh

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    BPS Jabar mencatat mobilitas wisman bergeser dari Bandara Kertajati ke kereta cepat Whoosh sepanjang 2025. albadarpost.com, LENSA — Perubahan arus wisatawan mancanegara menuju Jawa Barat semakin jelas, dan bukan lagi berpusat pada jalur udara. Data Badan Pusat Statistik provinsi menunjukkan wisatawan asing kini lebih banyak masuk lewat moda kereta cepat Whoosh dibanding Bandara Internasional Jawa […]

  • Bupati Cecep Nurul Yakin memberi motivasi kepada atlet NPCI Tasikmalaya dalam acara halalbihalal Peparda 2026

    Dari Tasik ke Dunia: Atlet NPCI Siap Buktikan Kualitas di Peparda 2026

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Tasikmalaya mulai menunjukkan sinyal kuat jelang Peparda Jawa Barat VII Tahun 2026. Bukan sekadar persiapan biasa, kontingen Peparda Tasikmalaya kini bergerak dengan ambisi besar: menembus batas dan membuktikan bahwa atlet disabilitas daerah mampu bersaing di level global. Suasana itu terasa nyata saat Bupati Tasikmalaya, H. Cecep […]

  • Admin OPD

    Anggaran Komunikasi Publik Disorot, Admin OPD Tasikmalaya Dilatih

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya melatih admin OPD untuk mengefektifkan anggaran komunikasi publik dan memperbaiki kinerja informasi daerah. Pelatihan Admin OPD Jadi Titik Masuk Evaluasi Anggaran Komunikasi albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai menata ulang strategi komunikasi publik dengan menempatkan efektivitas anggaran sebagai perhatian utama. Melalui pelatihan pengelolaan informasi bagi admin organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah […]

  • reintroduksi banteng jawa

    BBKSDA Jabar Perkuat Reintroduksi Banteng Jawa di Pangandaran

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    BBKSDA Jawa Barat memperkuat reintroduksi banteng jawa di Pangandaran guna menekan ancaman kepunahan. albadarpost.com, HUMANIORA — Program reintroduksi banteng jawa kembali menjadi fokus konservasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi ancaman kepunahan banteng jawa (Bos javanicus) yang statusnya meningkat menjadi “sangat terancam punah”. Intervensi dilakukan di Pusat […]

expand_less