Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Di Balik Wisuda UMTAS Tasikmalaya, Ada Doa dan Air Mata Orang Tua

Di Balik Wisuda UMTAS Tasikmalaya, Ada Doa dan Air Mata Orang Tua

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Tangis itu akhirnya pecah ketika nama anak mereka dipanggil satu per satu menuju panggung wisuda.

Di antara tepuk tangan yang menggema di ruangan, beberapa orang tua tampak sibuk menyeka air mata. Ada yang tersenyum sambil merekam lewat ponsel. Ada pula yang hanya menatap panggung tanpa banyak bicara, seolah sedang mengingat perjalanan panjang yang berhasil dilewati bersama.

Rabu (29/4/2026), suasana haru menyelimuti sidang senat terbuka Wisuda ke-15 Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) yang digelar di salah satu hotel di Jalan KHZ Mustofa Kota Tasikmalaya.

Sebanyak 244 wisudawan resmi dikukuhkan.

Namun hari itu bukan hanya tentang toga, ijazah, atau prosesi akademik.

Ada cerita perjuangan yang ikut berdiri di belakang setiap wisudawan.

Ada Perjuangan yang Tidak Terlihat dari Balik Bangku Wisuda

Bagi sebagian mahasiswa, perjalanan menuju wisuda tidak selalu mudah.

Ada yang harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan. Ada yang berangkat kuliah sambil menahan lelah karena membantu orang tua di rumah. Ada pula yang bertahan menyelesaikan skripsi di tengah tekanan ekonomi keluarga.

Karena itu, wisuda sering terasa jauh lebih emosional dibanding sekadar seremoni kampus.

Di ruangan itu, banyak keluarga seperti sedang melihat mimpi lama mereka akhirnya menjadi nyata.

Ketika toga dikenakan dan nama dipanggil dari atas panggung, perjuangan bertahun-tahun terasa terbayar dalam satu momen singkat.

Sambutan Rektor yang Membuat Suasana Semakin Haru

Rektor UMTAS, Neni Nuraeni, M.Kep., Ns.Sp.Kep.Mat, membuka sambutan dengan kalimat yang langsung membuat ruangan hening.

“Hari ini bukan hari biasa. Hari ini adalah hari bukti,” ucapnya.

Kalimat tersebut langsung mengundang tepuk tangan panjang dari peserta wisuda dan keluarga.

Menurutnya, keberhasilan para wisudawan lahir dari kerja keras, doa, dan air mata yang tidak sedikit selama menjalani masa perkuliahan.

“Atas nama pimpinan, saya ucapkan selamat dan terima kasih. Selamat karena saudara telah menuntaskan satu babak penting. Terima kasih karena telah memilih UMTAS sebagai rumah untuk tumbuh,” katanya.

Sambutan itu terasa dekat dan personal bagi banyak wisudawan.

Sebab di balik kursi-kursi wisuda tersebut, ada perjalanan hidup yang berbeda-beda.

Wisuda Bukan Garis Akhir

Dalam sambutannya, Rektor UMTAS juga mengingatkan bahwa dunia luar tidak hanya membutuhkan orang pintar.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan sosok yang peduli, jujur, dan mampu memberi manfaat.

“Jadilah perawat yang menyembuhkan dengan hati. Jadilah guru yang mendidik dengan cinta. Jadilah insinyur yang membangun dengan etika,” pesannya.

Kalimat itu langsung disambut tepuk tangan para tamu undangan.

Selain itu, ia menitipkan tiga pesan penting kepada seluruh lulusan:

  • menjaga integritas,
  • terus belajar,
  • dan selalu membawa manfaat bagi masyarakat.

Orang Tua Menjadi Tokoh yang Paling Bahagia Hari Itu

Di balik keberhasilan wisudawan, ada orang tua yang selama ini berjuang dalam diam.

Sebagian rela bekerja lebih keras demi biaya kuliah anaknya. Sebagian lain terus memberi semangat ketika anak mereka hampir menyerah.

Karena itu, wisuda bukan hanya milik mahasiswa.

Hari itu juga menjadi milik keluarga.

“Hari ini air mata Bapak Ibu adalah air mata bangga,” kata Rektor dengan suara yang mulai terdengar emosional.

Dan memang benar.

Beberapa orang tua tampak memeluk anak mereka erat setelah prosesi selesai. Kamera ponsel terus merekam. Foto keluarga diambil berkali-kali. Senyum bercampur tangis memenuhi hampir seluruh sudut ruangan.

UMTAS Lepas 244 Lulusan Baru

Pada wisuda tahun ini, UMTAS melepas lulusan dari berbagai program studi, mulai dari Keperawatan, BK, PGSD, Teknik Mesin, Teknik Elektro, hingga Teknik Pertambangan.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, yang hadir dalam acara tersebut turut memberi apresiasi terhadap kontribusi UMTAS dalam mencetak sumber daya manusia unggul untuk Priangan Timur.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus mampu menjadi solusi di tengah masyarakat.

“Ilmu yang didapat di kampus harus mampu menjawab persoalan di masyarakat,” tegasnya.

Ada Mimpi yang Akhirnya Sampai Tujuan

Ketika prosesi wisuda selesai, ruangan perlahan mulai kosong.

Namun ada satu hal yang masih tertinggal dari hari itu:

Perasaan haru.

Karena bagi banyak keluarga, wisuda bukan sekadar menerima ijazah.

Wisuda adalah bukti bahwa perjuangan panjang tidak pernah benar-benar sia-sia.

Dan di balik toga yang hari itu dikenakan dengan bangga, ada doa orang tua yang akhirnya menemukan jawabannya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Makan Bergizi Gratis

    Video Joget di Dapur Viral, Mitra Program Makan Bergizi Gratis Disuspend

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan publik setelah video seorang mitra program tersebut viral di media sosial. Dalam video yang beredar luas, seorang pria bernama Hendrik terlihat berjoget di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sambil menuliskan klaim pendapatan hingga Rp6 juta per hari. Konten tersebut memicu perhatian publik sekaligus […]

  • Ilustrasi futuristik seorang Muslim salat di tengah kota modern bercahaya sebagai simbol perbaikan hidup melalui ibadah.

    Perbaiki Salatmu, Reset Hidupmu

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Pada tahun-tahun mendatang, manusia mungkin akan menciptakan teknologi yang mampu membaca gelombang pikiran. Mereka akan merancang algoritma untuk memprediksi keputusan. Mereka bahkan mungkin menciptakan kecerdasan buatan yang mampu meniru empati. Namun tetap saja, mereka lupa satu tombol paling tua yang sudah tersedia sejak berabad-abad lalu: takbir. Prinsip “Perbaiki salatmu maka Allah akan […]

  • editorial media

    Editorial: Menjaga Kontrol Sosial Publik

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Editorial media adalah sikap resmi pers untuk menjaga kontrol sosial dan kepentingan publik secara terbuka. Media Menyatakan Sikap, Mengapa Ini Penting albadarpost.com, EDITORIAL – Pertanyaan tentang boleh atau tidaknya media beropini kembali muncul di ruang publik. Ini bukan perdebatan baru, tetapi tetap relevan karena menyangkut cara pers menjalankan perannya di tengah demokrasi. Yang dipersoalkan bukan […]

  • Pengakuan caregiver

    Regulasi Caregiver, Kunci Perlindungan Pekerja Perawatan

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Pengakuan caregiver dinilai penting untuk memperkuat layanan sosial dan perlindungan pekerja perawatan. albadarpost.com, LIFESTYLE – Pekerja perawatan atau caregiver di Indonesia masih berada di ruang abu-abu kebijakan. Perannya krusial, tetapi pengakuan negara belum sebanding dengan beban kerja yang ditanggung. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada kualitas layanan sosial dan kesehatan, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, […]

  • Kerang Totok Cabe Merah pedas gurih dengan bumbu merah dan daun aromatik

    Rahasia Kerang Totok Cabe Merah Enak dan Praktis

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kerang Totok Cabe Merah menjadi pilihan tepat bagi pencinta seafood pedas. Hidangan kerang totok pedas ini menghadirkan rasa gurih, segar, dan sedikit asam dari air asam jawa. Selain itu, olahan kerang dengan sambal cabe merah ini cocok dijadikan lauk makan siang maupun stok makanan rumahan. Pertama-tama, kerang totok yang sudah direbus digoreng […]

  • rezeki menurut Islam

    7 Kebiasaan yang Membuka Peluang Rezeki Menurut Islam, Lengkap dengan Dali

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Rezeki menurut Islam tidak hanya berasal dari kerja keras, tetapi juga dari kebiasaan yang penuh keberkahan. Banyak amalan pembuka rezeki, cara membuka pintu rezeki dalam Islam, dan kebiasaan mendatangkan rezeki yang telah diajarkan dalam Al-Qur’an dan hadits. Menariknya, kebiasaan ini sering dianggap sederhana. Namun, jika dilakukan secara konsisten, dampaknya bisa mengubah kehidupan […]

expand_less