Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Kemenkes Tegaskan Lonjakan Penyakit Pascabencana di Sumatera

Kemenkes Tegaskan Lonjakan Penyakit Pascabencana di Sumatera

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
  • visibility 167
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kemenkes mencatat peningkatan penyakit pascabencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut dengan risiko penyebaran yang membesar.

Kemenkes Laporkan Lonjakan Penyakit Pascabencana dan Peringatkan Risiko Meluas

albadarpost.com, LENSA – Kasus penyakit pascabencana mulai meningkat di tiga provinsi terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Lonjakan ini menjadi perhatian pemerintah karena wilayah tersebut sebelumnya mengalami bencana besar yang menewaskan sedikitnya 883 orang dan memutus ribuan akses layanan dasar. Kementerian Kesehatan menilai kondisi ini penting karena genangan air dan sanitasi yang rusak menjadi mediator penularan penyakit.

Dalam laporan resmi yang dirilis pada Sabtu, 6 Desember 2025, Kemenkes menyebut tiga kategori penyakit paling dominan: penyakit kulit, gangguan pernapasan, dan masalah pencernaan. Ketiganya merupakan pola umum pada fase penyakit pascabencana, ketika masyarakat hidup di lokasi pengungsian yang padat, minim air bersih, dan rawan kontaminasi.

Kasus Meningkat di Tiga Provinsi

Perkembangan penyakit menunjukkan pola berbeda di tiap daerah. Di Aceh, keluhan terbanyak adalah penyakit kulit, mencapai 238 kasus. Disusul ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dengan 126 kasus dan diare 49 kasus. Data ini mencerminkan paparan air kotor yang berkepanjangan serta fasilitas mandi dan cuci yang belum pulih.

Sumatera Barat mencatat tren lain. Kasus ISPA menjadi temuan terbesar dengan 181 laporan. Keluhan demam menyusul dengan 131 kasus dan hipertensi 103 kasus. Kondisi ini menunjukkan beban stres fisik dan psikis para pengungsi yang lama berada di lingkungan terbatas.

Sementara Sumatera Utara mencatat lonjakan paling besar. Tercatat 2.824 kasus penyakit kulit dan 2.436 kasus ISPA. Influenza-like illness (ILI) juga tinggi, mencapai 738 kasus. Angka ini memperlihatkan kapasitas kesehatan daerah yang kewalahan menghadapi dampak lanjutan bencana besar.

Kemenkes menyampaikan bahwa pola peningkatan penyakit pascabencana ini sejalan dengan kondisi lingkungan di titik-titik banjir: sanitasi buruk, penumpukan sampah, hingga sumber air yang bercampur lumpur.

Imbauan Pemerintah dan Risiko yang Menguat

Pemerintah mengingatkan warga terdampak agar menjaga perilaku hidup bersih. Kemenkes menilai fase pascabencana adalah fase paling krusial karena risiko penyakit sering muncul setelah banjir surut. Genangan air menjadi sarang bakteri penyebab diare, leptospirosis, dan demam berdarah, sementara kualitas udara yang menurun memicu ISPA.

Kemenkes mengimbau warga hanya mengonsumsi makanan dan minuman yang matang atau air kemasan. Cuci tangan pakai sabun tetap wajib dilakukan sebelum makan dan setelah beraktivitas. Alas kaki menjadi perlindungan dasar agar warga tidak berkontak langsung dengan genangan air.

Selain itu, pencegahan gigitan nyamuk perlu diperketat untuk menekan risiko DBD. “Lingkungan pascabencana harus dipastikan tetap aman. Pengendalian nyamuk, sanitasi air bersih, dan makanan higienis menjadi langkah utama,” tulis Kemenkes.

Secara nasional, pemerintah menyiagakan layanan kesehatan keliling di lokasi-lokasi yang jauh dari pusat komando bencana. Fasilitas kesehatan setempat diminta memperkuat surveilans epidemiologi untuk memantau perubahan pola penyakit.

Baca juga: Siswa MAN Lampung Temukan Bug NASA dan Dorong Kesadaran Keamanan Siber

Tren penyakit pascabencana ini menjadi evaluasi serius bagi pemerintah daerah dan pusat. Kapasitas penanganan darurat sering lebih kuat saat fase bencana, namun lebih lemah ketika memasuki masa pemulihan. Konsentrasi penyakit yang meningkat memperlihatkan perlunya penataan ulang sistem mitigasi kesehatan pascabencana.

Pakar kebencanaan menilai kondisi ini sebagai alarm bagi tata kelola penanganan bencana di Indonesia. Siklus banjir dan longsor yang berulang menuntut mekanisme kesehatan publik yang lebih siap, dari akses air bersih, edukasi masyarakat, hingga respons cepat terhadap potensi wabah.

Lonjakan penyakit pascabencana dalam tiga provinsi menegaskan bahwa fase pemulihan membutuhkan respons yang sama seriusnya dengan fase tanggap darurat. Penguatan sanitasi dan layanan kesehatan menjadi kunci agar risiko penyakit tidak semakin meluas.

Kasus penyakit pascabencana meningkat di tiga provinsi. Kemenkes memperingatkan risiko penularan dan mendorong penguatan sanitasi serta layanan kesehatan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • dinamika internal PBNU

    PBNU Tegaskan Dinamika Internal Tak Pengaruhi Mandat Gus Yahya sebagai Ketua Umum

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Gus Yahya menegaskan tetap menjalankan amanah Muktamar di tengah dinamika internal PBNU yang berkembang. albadarpost.com, HUMANIORA — Di tengah menguatnya dinamika internal PBNU, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf memastikan mandat hasil Muktamar Ke-34 tetap dijalankan hingga akhir masa jabatan. Pernyataan ini menjadi garis tegas bahwa isu desakan mundur tidak memengaruhi […]

  • Koperasi Merah Putih

    Bukan Sekadar Gedung, KDMP Tasikmalaya Siapkan Armada Logistik untuk Desa

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Koperasi Merah Putih di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya ternyata tidak hanya membangun gedung koperasi. Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) juga menyiapkan armada logistik berupa truk Fuso, jeep bak terbuka 4×4, hingga motor roda tiga untuk mendukung distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat desa. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat […]

  • Ilustrasi Kais dan Laila dalam legenda sufi Laila Majnun dengan nuansa Timur Tengah klasik.

    Siapa Laila dan Majnun? Kisah Cinta Sufi yang Menggetarkan Dunia

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 229
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Nama Laila Majnun sudah lama dikenal sebagai simbol cinta paling tragis dalam sejarah sastra Timur Tengah. Dalam kisah sufi klasik, Kais dan Laila bukan hanya tokoh romansa biasa, tetapi juga lambang cinta, kerinduan, dan pencarian spiritual yang terus dibicarakan hingga hari ini. Legenda cinta ini bahkan melampaui batas budaya dan zaman. Dari […]

  • Ilustrasi rudal BrahMos milik Indonesia yang diluncurkan dari sistem pertahanan pesisir sebagai bagian modernisasi militer Asia Tenggara.

    Indonesia Beli Rudal BrahMos: Sinyal Baru Kekuatan Asia Tenggara

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Keputusan Indonesia beli rudal BrahMos dari India langsung menarik perhatian pengamat militer regional. Langkah ini menandai fase baru modernisasi pertahanan nasional. Selain itu, kebijakan tersebut memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat kemampuan maritim. Banyak analis menilai bahwa Indonesia membeli rudal BrahMos bukan sekadar transaksi alutsista, melainkan strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya […]

  • Poster rekrutmen AKP KKP 2026 lowongan awak kapal perikanan modern di Indonesia dengan informasi pendaftaran resmi

    Rekrutmen AKP KKP 2026 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 223
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Rekrutmen AKP KKP 2026 atau seleksi terbuka lowongan awak kapal perikanan KKP kembali menjadi sorotan nasional setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan membuka peluang kerja besar-besaran di sektor maritim. Program ini hadir untuk memperkuat tenaga kerja perikanan melalui seleksi Awak Kapal Perikanan (AKP) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini tidak […]

  • Skrining TBC

    Skrining TBC Digelar di Karawang untuk Percepat Deteksi dan Pengobatan

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Skrining TBC di Karawang menyasar 5.000 warga untuk percepatan deteksi dan pengobatan berbasis layanan publik. albadarpost.com, LENSA – Deteksi dini Skrining TBC di Kabupaten Karawang dimulai dengan pemeriksaan rontgen terhadap ratusan warga di Kecamatan Tirtajaya. Langkah ini menjadi pintu masuk untuk memetakan penyebaran tuberkulosis di wilayah yang selama ini belum memiliki data rinci, padahal risiko […]

expand_less