Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Kemenkes Tegaskan Lonjakan Penyakit Pascabencana di Sumatera

Kemenkes Tegaskan Lonjakan Penyakit Pascabencana di Sumatera

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
  • visibility 237
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kemenkes mencatat peningkatan penyakit pascabencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut dengan risiko penyebaran yang membesar.

Kemenkes Laporkan Lonjakan Penyakit Pascabencana dan Peringatkan Risiko Meluas

albadarpost.com, LENSA – Kasus penyakit pascabencana mulai meningkat di tiga provinsi terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Lonjakan ini menjadi perhatian pemerintah karena wilayah tersebut sebelumnya mengalami bencana besar yang menewaskan sedikitnya 883 orang dan memutus ribuan akses layanan dasar. Kementerian Kesehatan menilai kondisi ini penting karena genangan air dan sanitasi yang rusak menjadi mediator penularan penyakit.

Dalam laporan resmi yang dirilis pada Sabtu, 6 Desember 2025, Kemenkes menyebut tiga kategori penyakit paling dominan: penyakit kulit, gangguan pernapasan, dan masalah pencernaan. Ketiganya merupakan pola umum pada fase penyakit pascabencana, ketika masyarakat hidup di lokasi pengungsian yang padat, minim air bersih, dan rawan kontaminasi.

Kasus Meningkat di Tiga Provinsi

Perkembangan penyakit menunjukkan pola berbeda di tiap daerah. Di Aceh, keluhan terbanyak adalah penyakit kulit, mencapai 238 kasus. Disusul ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dengan 126 kasus dan diare 49 kasus. Data ini mencerminkan paparan air kotor yang berkepanjangan serta fasilitas mandi dan cuci yang belum pulih.

Sumatera Barat mencatat tren lain. Kasus ISPA menjadi temuan terbesar dengan 181 laporan. Keluhan demam menyusul dengan 131 kasus dan hipertensi 103 kasus. Kondisi ini menunjukkan beban stres fisik dan psikis para pengungsi yang lama berada di lingkungan terbatas.

Sementara Sumatera Utara mencatat lonjakan paling besar. Tercatat 2.824 kasus penyakit kulit dan 2.436 kasus ISPA. Influenza-like illness (ILI) juga tinggi, mencapai 738 kasus. Angka ini memperlihatkan kapasitas kesehatan daerah yang kewalahan menghadapi dampak lanjutan bencana besar.

Kemenkes menyampaikan bahwa pola peningkatan penyakit pascabencana ini sejalan dengan kondisi lingkungan di titik-titik banjir: sanitasi buruk, penumpukan sampah, hingga sumber air yang bercampur lumpur.

Imbauan Pemerintah dan Risiko yang Menguat

Pemerintah mengingatkan warga terdampak agar menjaga perilaku hidup bersih. Kemenkes menilai fase pascabencana adalah fase paling krusial karena risiko penyakit sering muncul setelah banjir surut. Genangan air menjadi sarang bakteri penyebab diare, leptospirosis, dan demam berdarah, sementara kualitas udara yang menurun memicu ISPA.

Kemenkes mengimbau warga hanya mengonsumsi makanan dan minuman yang matang atau air kemasan. Cuci tangan pakai sabun tetap wajib dilakukan sebelum makan dan setelah beraktivitas. Alas kaki menjadi perlindungan dasar agar warga tidak berkontak langsung dengan genangan air.

Selain itu, pencegahan gigitan nyamuk perlu diperketat untuk menekan risiko DBD. “Lingkungan pascabencana harus dipastikan tetap aman. Pengendalian nyamuk, sanitasi air bersih, dan makanan higienis menjadi langkah utama,” tulis Kemenkes.

Secara nasional, pemerintah menyiagakan layanan kesehatan keliling di lokasi-lokasi yang jauh dari pusat komando bencana. Fasilitas kesehatan setempat diminta memperkuat surveilans epidemiologi untuk memantau perubahan pola penyakit.

Baca juga: Siswa MAN Lampung Temukan Bug NASA dan Dorong Kesadaran Keamanan Siber

Tren penyakit pascabencana ini menjadi evaluasi serius bagi pemerintah daerah dan pusat. Kapasitas penanganan darurat sering lebih kuat saat fase bencana, namun lebih lemah ketika memasuki masa pemulihan. Konsentrasi penyakit yang meningkat memperlihatkan perlunya penataan ulang sistem mitigasi kesehatan pascabencana.

Pakar kebencanaan menilai kondisi ini sebagai alarm bagi tata kelola penanganan bencana di Indonesia. Siklus banjir dan longsor yang berulang menuntut mekanisme kesehatan publik yang lebih siap, dari akses air bersih, edukasi masyarakat, hingga respons cepat terhadap potensi wabah.

Lonjakan penyakit pascabencana dalam tiga provinsi menegaskan bahwa fase pemulihan membutuhkan respons yang sama seriusnya dengan fase tanggap darurat. Penguatan sanitasi dan layanan kesehatan menjadi kunci agar risiko penyakit tidak semakin meluas.

Kasus penyakit pascabencana meningkat di tiga provinsi. Kemenkes memperingatkan risiko penularan dan mendorong penguatan sanitasi serta layanan kesehatan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • produk Indonesia ke Korea Selatan

    Produk Indonesia Bisa Tampil di ITPC Busan, Begini Caranya

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Pelaku usaha yang ingin memperluas pasar produk Indonesia ke Korea Selatan memiliki salah satu jalur promosi melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan. Dalam materi yang dibagikan akun Indonesia Trade Promotion Center, pelaku usaha dapat mengajukan produk untuk ditampilkan melalui kanal promosi ITPC Busan. Kesempatan tersebut menarik terutama bagi perusahaan dan UMKM […]

  • Ilustrasi orang tua muslim sedang mendoakan anaknya agar terhindar dari pergaulan buruk dan pengaruh negatif zaman modern.

    Saat Zaman Makin Keras, Ini Doa agar Anak Tetap Saleh dan Terjaga

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pergaulan buruk, pengaruh media sosial, hingga derasnya budaya populer membuat banyak orang tua semakin sering mencari doa anak saleh. Doa untuk anak ini menjadi ikhtiar penting agar anak tetap terjaga dari pengaruh zaman yang kadang masuk pelan-pelan, bahkan tanpa disadari keluarga. Anak hari ini bisa terlihat tenang di rumah, tetapi dunia lain […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa dengan latar langit senja melambangkan tawakal dan tafwid kepada Allah.

    Tawakal dan Tafwid: Jalan Tenang di Tengah Badai Hidup

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tawakal dan Tafwid bukan sekadar istilah tasawuf, melainkan kewajiban batin yang ditegaskan dalam kitab Safinah an-Naja. Dalam ajaran Islam, tawakal berarti bersandar kepada Allah setelah berikhtiar, sedangkan tafwid bermakna menyerahkan seluruh urusan kepada-Nya dengan penuh keyakinan. Dua sikap ini membentuk fondasi ketenangan jiwa seorang Muslim. Karena itu, memahami tawakal dan tafwid menjadi […]

  • Umat Islam menunggu adzan Maghrib sesuai ketentuan maghrib menurut MUI sebelum berbuka puasa Ramadan.

    Sering Ikuti Adzan Tercepat? MUI Tegaskan Aturan Waktu Berbuka

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Ketentuan maghrib menurut MUI kembali menjadi perhatian di tengah kebiasaan sebagian masyarakat yang mengikuti adzan tercepat untuk berbuka puasa. Majelis Ulama Indonesia menegaskan bahwa waktu berbuka puasa yang sah harus mengacu pada masuknya Maghrib di lokasi masing-masing, bukan berdasarkan siaran atau suara adzan dari wilayah lain. Penegasan ini muncul karena fenomena […]

  • Ilustrasi Islami Thalhah dan Zubair sebagai sahabat Nabi yang menunjukkan keberanian dan pengorbanan demi Islam.

    Thalhah dan Zubair: Persahabatan, Pengorbanan, dan Loyalitas Tanpa Batas

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Thalhah dan Zubair menjadi dua nama besar dalam sejarah Islam yang dikenal karena keberanian, loyalitas, dan pengorbanannya untuk Rasulullah SAW. Kisah Thalhah dan Zubair, dua sahabat Nabi Muhammad SAW ini, hingga kini terus dikenang umat Islam karena memperlihatkan bagaimana iman mampu mengalahkan rasa takut, harta, bahkan kepentingan pribadi. Di tengah tekanan kaum […]

  • Ilustrasi Umar bin Khattab sebagai khalifah Islam dengan nuansa kepemimpinan, keadilan, dan ketegasan.

    Umar bin Khattab: Pemimpin Tegas yang Dicintai Umat

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Umar bin Khattab dikenal sebagai sosok pemimpin Islam yang tegas, adil, dan berpihak pada kebenaran. Khalifah kedua ini tidak hanya mengawal pertumbuhan Islam, tetapi juga membangun fondasi pemerintahan yang rapi dan berkeadilan. Kepemimpinan Umar Al-Faruq hingga kini tetap relevan, bahkan dalam konteks modern. Masuk Islam pada tahun keenam kenabian, Ia segera tampil […]

expand_less