Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Ini Definisi Gubernur Religius Menurut Dedi Mulyadi

Ini Definisi Gubernur Religius Menurut Dedi Mulyadi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Definisi gubernur religius menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan pandangannya saat Safari Tarawih Keliling di Tasikmalaya. Ia menegaskan bahwa makna gubernur religius bukan sekadar simbol keagamaan, melainkan keberpihakan nyata kepada rakyat. Bahkan, ia menyampaikan pernyataan tegas yang langsung menyita perhatian jamaah.

“Religius itu ketika rakyat tidak lapar, sekolah gratis, rumah sakit terbuka,” ujar Dedi Mulyadi di hadapan masyarakat.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Safari Ramadan di Lapangan Tanjung Pura, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu malam (25/02/2026).

Tekankan Kesejahteraan sebagai Ukuran Religius

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa definisi gubernur religius harus diukur melalui kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya hadir dalam acara keagamaan, tetapi harus memastikan rakyat hidup layak.

Ia menyebutkan beberapa indikator konkret. Pertama, masyarakat terbebas dari rasa lapar. Kedua, anak-anak bisa bersekolah tanpa biaya. Ketiga, rumah sakit melayani warga tanpa diskriminasi. Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya infrastruktur jalan yang baik, harga hasil panen yang menguntungkan petani, serta pelayanan publik tanpa pungutan liar.

Karena itu, ia menilai religiusitas pemimpin tidak berdiri pada retorika. Sebaliknya, religiusitas terlihat dari keberanian membuat kebijakan yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat.

Safari Ramadan Jadi Momentum Silaturahmi

Safari Tarawih Keliling tersebut turut dihadiri Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati H. Asep Sopari Al-Ayubi. Selain itu, hadir pula jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Dalam suasana Ramadan yang khidmat, kegiatan itu diisi dengan pengajian dan tausiyah kebangsaan. Namun demikian, pernyataan Dedi Mulyadi tentang definisi gubernur religius menjadi bagian yang paling banyak diperbincangkan.

Ia menegaskan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat bukan karena kepentingan politik. Menurutnya, ia datang untuk memastikan aspirasi warga terdengar langsung.

“Saya bertemu rakyat bukan karena ingin dipilih, tetapi karena cinta yang tidak pernah padam,” tegasnya.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons hangat dari jamaah yang memadati lapangan.

Religius Bukan Sekadar Simbol

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan bahwa pemimpin religius harus menghadirkan rasa aman dan keadilan sosial. Ia mengaitkan nilai keagamaan dengan tanggung jawab sosial. Oleh sebab itu, ia mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah untuk membuka akses layanan publik secara transparan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, ketersediaan air bersih, serta pelayanan kantor pemerintahan tanpa pungutan tambahan. Baginya, langkah-langkah tersebut mencerminkan praktik nilai keagamaan dalam tata kelola pemerintahan.

Dengan demikian, definisi gubernur religius menurut Dedi Mulyadi berakar pada pelayanan publik yang optimal. Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara untuk bekerja dengan integritas, terutama selama Ramadan.

Baca juga: Alasan Masakan Rumahan Paling Istimewa

Respons Pemerintah Daerah

Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Jawa Barat dalam rangkaian Safari Ramadan tersebut. Ia berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten semakin kuat.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ia juga mengajak warga memanfaatkan momentum Ramadan untuk mempererat persaudaraan.

Kegiatan Safari Tarawih Keliling ini menjadi wadah dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, berbagai aspirasi dapat disampaikan secara terbuka.

Pernyataan Dedi Mulyadi mengenai definisi gubernur religius menegaskan bahwa kepemimpinan harus berorientasi pada kesejahteraan nyata. Ia mengaitkan nilai keimanan dengan tanggung jawab sosial dan pelayanan publik yang bersih.

Melalui Safari Ramadan di Tasikmalaya, ia kembali menekankan bahwa religiusitas pemimpin tercermin dari kebijakan yang menghapus kelaparan, membuka akses pendidikan, serta menjamin layanan kesehatan bagi semua warga. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • hak diperiksa polisi

    Banyak yang Menyesal: Ini Hak Anda Saat Diperiksa Polisi

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Kalimat Sederhana yang Bisa Mengubah Nasib: “Cuma diminta keterangan kok, tidak perlu bawa pengacara.” Kalimat ini terdengar ringan. Namun dalam banyak kasus, justru kalimat inilah yang membuka pintu masalah. Banyak orang masuk ruang pemeriksaan dengan santai, lalu keluar dengan wajah tegang—karena Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sudah terlanjur ditandatangani. Di sinilah pentingnya memahami […]

  • Panggilan Haji

    Makna QS Al-Hajj 27, Rahasia Kerinduan Jutaan Orang Menuju Makkah

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Panggilan haji dalam Islam bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci. Lebih dari itu, haji adalah perjalanan hati, perjalanan spiritual, dan bentuk kepasrahan manusia kepada Allah SWT. Karena itulah, jutaan umat Muslim terus datang memenuhi seruan Nabi Ibrahim AS dari berbagai penjuru dunia hingga hari ini. Allah SWT berfirman: “Dan serulah manusia untuk […]

  • car free night Puncak

    Car Free Night Puncak Diterapkan Polisi, Akses Wisata Ditutup

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Polisi menutup Jalur Puncak lewat car free night saat Tahun Baru demi tekan kepadatan lalu lintas. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kepolisian memberlakukan car free night Puncak pada malam pergantian Tahun Baru 2025 menuju 2026. Kebijakan ini menutup total akses kendaraan dari arah Jakarta menuju kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor. Penutupan dilakukan untuk mengendalikan kepadatan lalu […]

  • hari sumpah pemuda 2025

    Puncak Hari Sumpah Pemuda 2025, Pemuda Bergerak untuk Indonesia Bersatu

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Puncak Hari Sumpah Pemuda 2025 di GBK jadi simbol semangat persatuan dan kolaborasi generasi muda Indonesia. albadarpost.com, LENSA — Puncak Hari Sumpah Pemuda 2025 akan digelar Selasa malam, 28 Oktober 2025, di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, acara nasional itu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan […]

  • bayi Citayam

    Polisi Ungkap Motif Ibu Buang Bayi Citayam di Toilet Stasiun

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Polres Depok menangkap ibu pembuang bayi Citayam dan mengungkap motif serta kronologi penemuan jasadnya. albadarpost.com, HUMANIOARA – Polres Metro Depok menetapkan ibu kandung sebagai pelaku pembuangan bayi Citayam yang ditemukan tak bernyawa di toilet Stasiun Citayam, Depok. Polisi menyebut bayi perempuan itu dibunuh sebelum ditinggalkan begitu saja dalam sebuah tas. Kasus ini penting karena membuka […]

  • pedagang nanas Ciater

    Perspektif: Nasib Pedagang Musiman Jalur Wisata Ciater

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Penertiban jalur wisata Ciater menyisakan persoalan pedagang nanas di tengah lesunya wisata Nataru. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Libur Natal dan Tahun Baru lazimnya menjadi ruang harapan bagi pedagang kecil di kawasan wisata. Namun di jalur wisata Ciater, Subang, harapan itu justru mengendap. Lapak nanas kembali bermunculan, buah melimpah, harga jatuh, tetapi pembeli tak kunjung datang. Di […]

expand_less