Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Arah Baru Menteri Kebudayaan Thailand

Arah Baru Menteri Kebudayaan Thailand

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
  • visibility 197
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Arah kebijakan Menteri Kebudayaan Thailand menempatkan budaya sebagai penggerak ekonomi dan identitas publik.

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pagi itu, Sabida Thaiseth melangkah ke kantor Kementerian Kebudayaan Thailand dengan iringan doa. Tidak ada pidato panjang. Tidak pula selebrasi berlebihan. Namun sejak 19 September 2025, langkah itu menandai babak baru arah kebijakan kebudayaan Thailand—lebih dekat ke ekonomi, tetapi tetap bertumpu pada identitas.

Bagi publik, penunjukan Sabida Thaiseth sebagai Menteri Kebudayaan Thailand bukan sekadar rotasi kabinet. Jabatan itu memuat harapan yang lebih konkret: bagaimana kebudayaan tidak berhenti sebagai simbol, tetapi hadir sebagai ruang hidup, kerja, dan penghidupan masyarakat. Terutama di tengah tekanan globalisasi dan perubahan selera generasi muda.

Sabida, politisi Partai Bhumjaithai yang lahir pada 11 Oktober 1984, bukan wajah baru di pemerintahan. Sebelumnya, ia menjabat Wakil Menteri Dalam Negeri hingga pertengahan 2025. Latar belakang hukum membentuk gaya kerjanya: sistematis, berhitung, dan cenderung menghindari jargon kosong. Ia juga kerap disalahpahami berasal dari Thailand Selatan karena beragama Islam, padahal ia adalah anggota parlemen dari wilayah utara Thailand, dengan latar keluarga keturunan Pakistan.

Budaya sebagai Aktivitas Sehari-hari

Dalam sejumlah pernyataan kebijakan awalnya, Sabida menempatkan budaya bukan sebagai barang museum. Ia mendorong konsep “Thai Thai”—sebuah pendekatan yang berupaya membuka potensi budaya lokal agar hadir di ruang publik, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Bagi warga, pendekatan ini terasa dekat. Situs budaya yang selama ini hidup di kampung, namun tak tercatat di peta wisata internasional, mulai dipandang sebagai aset. Ruang seni dimodernisasi agar lebih mudah diakses. Budaya digital dan virtual diperluas agar generasi muda tidak merasa tradisi sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka.

Baca juga: Warga Singapura Dihukum 12 Minggu Penjara

Kebijakan ini bergerak di tingkat keseharian. Dari komunitas, dari daerah, dari ruang-ruang kecil yang selama ini luput dari perhatian negara.

Festival, Film, dan Dampak Ekonomi Lokal

Salah satu penanda arah kebijakan Sabida adalah Thailand Biennale 2025 di Phuket. Festival seni kontemporer itu melibatkan lebih dari 65 seniman dari 25 negara. Bagi pemerintah, ini bukan sekadar pameran seni. Ia diproyeksikan menarik sekitar tiga juta pengunjung dan berpotensi menggerakkan ekonomi hingga 30 miliar baht.

Dampaknya terasa di tingkat lokal. Penginapan, pekerja kreatif, UMKM, hingga sektor jasa ikut bergerak. Di saat yang sama, kebijakan ini memberi ruang bagi seniman lokal untuk berdampingan dengan jejaring global—bukan tersingkir oleh arus besar industri budaya internasional.

Di sektor lain, dukungan terhadap film lokal diperkuat. Negara memberi ruang bagi sineas Thailand untuk mengangkat cerita sendiri, dengan harapan identitas budaya tidak hanya dikonsumsi di dalam negeri, tetapi juga tampil di layar global.

Antara Harapan dan Tantangan

Namun kebijakan kebudayaan tidak selalu berjalan mulus. Tantangan utamanya adalah memastikan semua ini tidak berhenti di pusat wisata dan kota besar. Keterlibatan komunitas lokal, distribusi anggaran, serta keberlanjutan program menjadi pertanyaan yang terus mengiringi.

Baca juga: Melapor Korupsi, Kerap Terasa Berisiko?

Upaya menjadikan Chiang Mai sebagai situs Warisan Dunia UNESCO, misalnya, membuka peluang perlindungan budaya. Tetapi juga menuntut tata kelola yang adil agar warga tidak sekadar menjadi latar bagi proyek besar negara.

Sabida Thaiseth kini berdiri di persimpangan penting. Ia memimpin kementerian yang menghubungkan identitas, ekonomi, dan diplomasi budaya. Keberhasilannya akan diukur bukan dari jumlah festival atau angka kunjungan, melainkan dari sejauh mana kebijakan itu dirasakan warga sebagai bagian dari hidup mereka sendiri.

Kebijakan Menteri Kebudayaan Thailand menempatkan budaya sebagai ruang hidup warga, bukan sekadar simbol negara. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi mengamankan pelaku penganiayaan kyai di Tasikmalaya setelah kasus viral di media sosial

    Viral Penganiayaan Kyai, Polisi Tasikmalaya Bertindak Cepat Amankan Pelaku

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penganiayaan Kyai Tasikmalaya menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Kasus penganiayaan tokoh agama di Tasikmalaya ini langsung memicu reaksi luas. Bahkan, peristiwa kekerasan terhadap kyai tersebut menarik perhatian berbagai pihak, termasuk pejabat daerah. Peristiwa ini terjadi di Desa Cayur, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya. Saat itu, korban Abdul Yani […]

  • Apoteker Garut

    Sumpah Apoteker Uniga Berlangsung Haru, Dinkes Garut Akui Masih Kekurangan SDM

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebanyak 41 lulusan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) FMIPA Universitas Garut resmi mengucapkan sumpah profesi dalam prosesi Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XIII di Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (18/5/2026). Kehadiran para apoteker Garut ini langsung mendapat perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut yang saat ini […]

  • Dokter Desa Jawa Barat

    Dokter Desa Jabar 2026 Resmi Dibuka

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Dokter Desa Jawa Barat kembali membuka kesempatan bagi dokter umum untuk mengikuti program penugasan di desa-desa prioritas mulai Agustus 2026. Melalui Program Dokter Desa Jabar atau rekrutmen dokter desa, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Universitas Padjadjaran berupaya memperkuat layanan kesehatan primer sekaligus meningkatkan pemerataan tenaga medis di berbagai wilayah. Berdasarkan informasi yang […]

  • kisah Nabi Yunus

    Rahasia Tiga Kegelapan Nabi Yunus yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Nabi Yunus sering dikenal karena peristiwa Nabi Yunus ditelan ikan besar. Namun di balik cerita populer itu, terdapat sisi mendalam yang jarang dibahas, yaitu perjalanan spiritual Nabi Yunus di tiga kegelapan. Dalam kisah Nabi Yunus dalam perut ikan, Al-Qur’an menggambarkan sebuah momen refleksi yang mengubah keadaan seorang nabi dari kesulitan menuju […]

  • Ilustrasi seorang muslim berdoa saat sahur sambil membaca niat puasa Ramadan dan mempelajari Al-Qur'an

    Rahasia Makna Niat Puasa yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Setiap Ramadan, umat Islam melafalkan niat puasa sebelum fajar. Namun tidak semua orang memahami makna niat puasa secara mendalam. Dalam perspektif tauhid, hakikat niat puasa Ramadan bukan sekadar bacaan sebelum sahur. Sebaliknya, niat menjadi kesadaran spiritual bahwa seluruh ibadah dilakukan hanya karena Allah. Karena itu, memahami makna niat puasa dalam Islam membantu […]

  • Beasiswa BAZNAS 2026

    Beasiswa BAZNAS 2026 Dibuka, Kuliah Gratis ke Malaysia untuk Mustahik

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi membuka Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) 2026 untuk studi di Al-Bukhari International University (AIU), Malaysia. Program ini kembali menjadi peluang besar bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera (mustahik) yang ingin menembus pendidikan internasional tanpa terbebani biaya. Berbeda dari program beasiswa pada umumnya, Beasiswa BAZNAS 2026 tidak hanya menargetkan […]

expand_less