Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Arah Baru Menteri Kebudayaan Thailand

Arah Baru Menteri Kebudayaan Thailand

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
  • visibility 195
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Arah kebijakan Menteri Kebudayaan Thailand menempatkan budaya sebagai penggerak ekonomi dan identitas publik.

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pagi itu, Sabida Thaiseth melangkah ke kantor Kementerian Kebudayaan Thailand dengan iringan doa. Tidak ada pidato panjang. Tidak pula selebrasi berlebihan. Namun sejak 19 September 2025, langkah itu menandai babak baru arah kebijakan kebudayaan Thailand—lebih dekat ke ekonomi, tetapi tetap bertumpu pada identitas.

Bagi publik, penunjukan Sabida Thaiseth sebagai Menteri Kebudayaan Thailand bukan sekadar rotasi kabinet. Jabatan itu memuat harapan yang lebih konkret: bagaimana kebudayaan tidak berhenti sebagai simbol, tetapi hadir sebagai ruang hidup, kerja, dan penghidupan masyarakat. Terutama di tengah tekanan globalisasi dan perubahan selera generasi muda.

Sabida, politisi Partai Bhumjaithai yang lahir pada 11 Oktober 1984, bukan wajah baru di pemerintahan. Sebelumnya, ia menjabat Wakil Menteri Dalam Negeri hingga pertengahan 2025. Latar belakang hukum membentuk gaya kerjanya: sistematis, berhitung, dan cenderung menghindari jargon kosong. Ia juga kerap disalahpahami berasal dari Thailand Selatan karena beragama Islam, padahal ia adalah anggota parlemen dari wilayah utara Thailand, dengan latar keluarga keturunan Pakistan.

Budaya sebagai Aktivitas Sehari-hari

Dalam sejumlah pernyataan kebijakan awalnya, Sabida menempatkan budaya bukan sebagai barang museum. Ia mendorong konsep “Thai Thai”—sebuah pendekatan yang berupaya membuka potensi budaya lokal agar hadir di ruang publik, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Bagi warga, pendekatan ini terasa dekat. Situs budaya yang selama ini hidup di kampung, namun tak tercatat di peta wisata internasional, mulai dipandang sebagai aset. Ruang seni dimodernisasi agar lebih mudah diakses. Budaya digital dan virtual diperluas agar generasi muda tidak merasa tradisi sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka.

Baca juga: Warga Singapura Dihukum 12 Minggu Penjara

Kebijakan ini bergerak di tingkat keseharian. Dari komunitas, dari daerah, dari ruang-ruang kecil yang selama ini luput dari perhatian negara.

Festival, Film, dan Dampak Ekonomi Lokal

Salah satu penanda arah kebijakan Sabida adalah Thailand Biennale 2025 di Phuket. Festival seni kontemporer itu melibatkan lebih dari 65 seniman dari 25 negara. Bagi pemerintah, ini bukan sekadar pameran seni. Ia diproyeksikan menarik sekitar tiga juta pengunjung dan berpotensi menggerakkan ekonomi hingga 30 miliar baht.

Dampaknya terasa di tingkat lokal. Penginapan, pekerja kreatif, UMKM, hingga sektor jasa ikut bergerak. Di saat yang sama, kebijakan ini memberi ruang bagi seniman lokal untuk berdampingan dengan jejaring global—bukan tersingkir oleh arus besar industri budaya internasional.

Di sektor lain, dukungan terhadap film lokal diperkuat. Negara memberi ruang bagi sineas Thailand untuk mengangkat cerita sendiri, dengan harapan identitas budaya tidak hanya dikonsumsi di dalam negeri, tetapi juga tampil di layar global.

Antara Harapan dan Tantangan

Namun kebijakan kebudayaan tidak selalu berjalan mulus. Tantangan utamanya adalah memastikan semua ini tidak berhenti di pusat wisata dan kota besar. Keterlibatan komunitas lokal, distribusi anggaran, serta keberlanjutan program menjadi pertanyaan yang terus mengiringi.

Baca juga: Melapor Korupsi, Kerap Terasa Berisiko?

Upaya menjadikan Chiang Mai sebagai situs Warisan Dunia UNESCO, misalnya, membuka peluang perlindungan budaya. Tetapi juga menuntut tata kelola yang adil agar warga tidak sekadar menjadi latar bagi proyek besar negara.

Sabida Thaiseth kini berdiri di persimpangan penting. Ia memimpin kementerian yang menghubungkan identitas, ekonomi, dan diplomasi budaya. Keberhasilannya akan diukur bukan dari jumlah festival atau angka kunjungan, melainkan dari sejauh mana kebijakan itu dirasakan warga sebagai bagian dari hidup mereka sendiri.

Kebijakan Menteri Kebudayaan Thailand menempatkan budaya sebagai ruang hidup warga, bukan sekadar simbol negara. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendamping PAMSIMAS 2026

    Lowongan PAMSIMAS 2026 Dibuka, Cari Pendamping untuk Seluruh Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di sejumlah desa di Indonesia, pagi hari sering dimulai dengan suara ember yang saling beradu di dekat sumber air. Di sudut lain, jeriken berwarna biru dan kuning berjajar di pinggir jalan setapak menunggu giliran diisi. Ketika musim kemarau datang lebih panjang dari biasanya, sebagian warga bahkan harus berjalan lebih jauh hanya […]

  • Ilustrasi transparansi LPJ anggaran daerah yang menunjukkan keterbukaan penggunaan uang publik dan pengawasan masyarakat

    Memahami LPJ Anggaran Daerah: Tanya Jawab Sederhana

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Isu laporan pertanggungjawaban (LPJ) anggaran daerah sering terdengar rumit. Padahal, LPJ menyangkut hak dasar warga untuk mengetahui ke mana uang publik digunakan. Agar tidak simpang siur, berikut penjelasan Q&A edukatif yang bisa menjadi pegangan masyarakat. Apa itu LPJ Anggaran Daerah? LPJ anggaran daerah adalah laporan resmi pemerintah daerah yang menjelaskan secara rinci: […]

  • Larangan ASN Bandung

    Pemkot Bandung Tunda Perjalanan ASN demi Stabilitas Layanan Nataru

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Pemkot Bandung menerapkan larangan ASN Bandung ke luar negeri untuk menjaga layanan publik selama Nataru 2025–2026. albadarpost.com, LENSA – Larangan ASN Bandung diberlakukan Pemerintah Kota Bandung selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kebijakan ini menentukan bagaimana pelayanan publik tetap stabil di tengah lonjakan aktivitas warga pada masa libur panjang. Wali Kota Bandung […]

  • kuota haji Cianjur

    Aturan Baru Kurangi Kuota Haji Cianjur 2026, Antrean Melonjak 26 Tahun

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Kuota haji Cianjur 2026 turun drastis jadi 59 orang setelah aturan baru distribusi kuota diberlakukan. albadarpost.com, HIKMAH – Penurunan kuota haji Cianjur untuk keberangkatan 2026 memicu kegelisahan besar di tingkat calon jemaah. Dari kuota sekitar 1.300 orang pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah itu kini menyusut tajam menjadi hanya 59 jemaah. Kebijakan baru pemerintah pusat mengenai distribusi […]

  • Pedagang UMKM kuliner menjual makanan populer dengan antrean pembeli di warung sederhana

    Rahasia UMKM Kuliner yang Selalu Ramai Pembeli

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira keberhasilan usaha makanan hanya bergantung pada modal besar. Padahal kenyataannya berbeda. Banyak UMKM kuliner laris yang justru berkembang dari usaha kecil di pinggir jalan. Bahkan beberapa usaha kuliner rumahan mampu menarik pembeli setiap hari tanpa promosi besar. Fenomena ini menunjukkan bahwa bisnis kuliner kecil yang laris sering muncul dari […]

  • KK Sendiri

    Dukcapil Jelaskan Syarat Punya KK Sendiri

    • calendar_month 19 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak masyarakat masih menganggap KK sendiri atau Kartu Keluarga (KK) mandiri hanya dapat dimiliki oleh pasangan yang telah membentuk keluarga. Padahal, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri menegaskan bahwa warga yang memenuhi persyaratan tertentu juga berhak memiliki Kartu Keluarga sendiri. Penjelasan tersebut disampaikan melalui unggahan resmi Ditjen Dukcapil […]

expand_less