Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » VAR, Adu Penalti, dan Malam Kelam Jerman di Piala Dunia

VAR, Adu Penalti, dan Malam Kelam Jerman di Piala Dunia

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Jerman vs Paraguay tidak hanya menghasilkan kejutan besar di Piala Dunia 2026, tetapi juga mengubah satu catatan sejarah yang selama ini melekat pada Die Mannschaft. Kekalahan Jerman lewat adu penalti membuat Paraguay melangkah ke babak berikutnya sekaligus mengakhiri rekor panjang yang belum pernah pecah sepanjang sejarah Piala Dunia.

Pertandingan babak 32 besar itu berakhir imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu sebelum Paraguay memastikan kemenangan 4-3 dalam adu penalti. Menurut laporan Reuters dan AP News, hasil tersebut menjadi kekalahan adu penalti pertama Jerman dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia sekaligus salah satu kejutan terbesar pada fase gugur turnamen tahun ini.

VAR Mengubah Arah Pertandingan

Jerman langsung mengambil inisiatif sejak menit-menit awal. Penguasaan bola berada di bawah kendali mereka, sementara Paraguay lebih banyak menunggu kesempatan melalui serangan balik.

Strategi itu justru membuahkan hasil lebih dahulu. Julio Enciso membawa Paraguay unggul dan memaksa Jerman meningkatkan intensitas serangan.

Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan gol balasan melalui Kai Havertz. Setelah skor kembali imbang, tempo pertandingan meningkat tajam karena kedua tim sama-sama berupaya menghindari babak tambahan.

Puncak drama hadir menjelang pertandingan berakhir. Jerman sempat merayakan gol yang diyakini menjadi penentu kemenangan. Namun, wasit menghentikan permainan setelah menerima rekomendasi peninjauan VAR.

Keputusan akhir membatalkan gol tersebut karena ditemukan pelanggaran dalam proses terjadinya gol. Momentum yang semula berada di kubu Jerman pun berubah. Paraguay memperoleh suntikan kepercayaan diri, sedangkan para pemain Jerman harus kembali memulai perjuangan dari awal.

Paraguay Menang Bukan karena Beruntung

Jika hanya melihat statistik, banyak orang mungkin mengira Jerman pantas menang. Mereka lebih dominan dalam penguasaan bola dan mampu menciptakan lebih banyak peluang.

Namun, pertandingan ini menunjukkan bahwa efektivitas sering kali lebih menentukan daripada dominasi.

Paraguay tampil disiplin sepanjang laga. Lini pertahanan mereka bekerja rapat, sementara para pemain tengah tidak memberi banyak ruang bagi Jerman untuk membangun serangan dari area berbahaya.

Saat pertandingan memasuki adu penalti, kepercayaan diri para pemain Paraguay terlihat tetap terjaga. Mereka menjalankan tugas dengan tenang dan berhasil memanfaatkan tekanan psikologis yang justru membebani lawan.

Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa organisasi permainan dan mental bertanding dapat mengimbangi perbedaan kualitas di atas kertas.

Rekor Jerman Akhirnya Berakhir

Selama bertahun-tahun, Jerman dikenal sebagai salah satu tim nasional dengan reputasi terbaik ketika menghadapi adu penalti di Piala Dunia.

Catatan itu kini tinggal sejarah.

Reuters mencatat kekalahan dari Paraguay menjadi kegagalan pertama Jerman dalam adu penalti di ajang Piala Dunia. Rekor yang bertahan selama beberapa dekade akhirnya runtuh dalam satu pertandingan yang penuh drama.

Fakta tersebut membuat hasil laga ini memiliki makna lebih besar dibanding sekadar tersingkir pada babak 32 besar.

Di sisi lain, keberhasilan Paraguay akan dikenang sebagai salah satu pencapaian paling bersejarah dalam perjalanan mereka di Piala Dunia.

Tekanan Kini Mengarah kepada Nagelsmann

Hasil mengecewakan ini juga memperbesar sorotan terhadap pelatih Julian Nagelsmann.

Dalam beberapa turnamen besar terakhir, Jerman belum mampu mengembalikan dominasi yang dahulu menjadi identitas mereka. Kekalahan dari Paraguay diperkirakan akan memunculkan evaluasi menyeluruh terhadap strategi, efektivitas penyelesaian akhir, hingga kemampuan tim mengelola tekanan pada momen-momen krusial.

Meski demikian, perjalanan sepak bola selalu menghadirkan ruang untuk bangkit. Tantangan terbesar bagi Jerman sekarang bukan sekadar mencari kemenangan berikutnya, melainkan membangun kembali kepercayaan diri setelah kehilangan salah satu rekor terbaik yang pernah mereka miliki.

Malam yang Akan Terus Dikenang

Laga Jerman vs Paraguay membuktikan bahwa sepak bola tidak selalu dimenangkan oleh tim yang paling dominan. Satu keputusan VAR mampu mengubah arah pertandingan. Satu adu penalti dapat menghapus rekor yang bertahan puluhan tahun.

Bagi Paraguay, malam itu menjadi bukti bahwa keberanian, disiplin, dan ketenangan mampu menumbangkan salah satu raksasa sepak bola dunia.

Bagi Jerman, pertandingan ini akan menjadi bahan evaluasi yang panjang sekaligus pengingat bahwa reputasi masa lalu tidak pernah menjamin hasil pada hari ini.

Rekor memang diciptakan untuk dipertahankan, tetapi Piala Dunia selalu punya cara menghadirkan kisah yang tak terduga. Di malam ketika Jerman kehilangan catatan terbaiknya, Paraguay justru menulis sejarah yang akan dikenang jauh setelah peluit akhir berbunyi. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daging kurban disimpan dalam kemasan kedap udara di freezer agar tetap segar, tidak berbau, dan tahan lama

    Freezer Bau Setelah Idul Adha? Mungkin Ini Kesalahannya

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Setelah Idul Adha berlalu, satu pemandangan hampir selalu muncul di banyak rumah: freezer mendadak penuh daging kurban. Sebagian keluarga menyimpan daging sapi atau kambing untuk beberapa hari. Sebagian lainnya sengaja menyimpannya untuk stok makanan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Namun di sinilah masalah sering muncul. Freezer mulai mengeluarkan aroma kurang sedap. Daging berubah […]

  • Maarten Paes kontrak 2029

    Maarten Paes Gabung Ajax hingga 2029, Sejarah Baru Kiper Timnas

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Kabar menggembirakan datang dari sepak bola Eropa. Maarten Paes kontrak 2029 bersama Ajax Amsterdam. Kiper Timnas Indonesia itu resmi membuka lembaran baru dalam karier profesionalnya dengan bergabung ke salah satu klub paling bersejarah di Belanda. Kepindahan Paes ke Ajax bukan sekadar transfer pemain. Langkah ini membawa makna simbolik bagi sepak bola […]

  • jalan Cireundeu Tasikmalaya

    Sejak Era Soekarno, Jalan Ini Jadi Harapan Warga Bojonggambir

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jalan Cireundeu Tasikmalaya bukan sekadar ruas penghubung antar desa. Bagi warga, ini adalah jalur hidup yang tak kunjung berubah. Dari era Presiden Soekarno hingga hari ini, jalan poros Bojongkapol–Cikangkung–Cireundeu–Cihanura tetap berbatu. Saat kemarau, debu menutup pandangan. Saat hujan turun, lumpur membuat kendaraan harus merayap. Masalahnya bukan baru kemarin. Ini sudah puluhan […]

  • Penangkapan pasutri pengedar sabu di Tasikmalaya dengan barang bukti paket narkotika dan plastik klip.

    Jual Sabu Pakai Sistem Tempel, Pasutri Tasikmalaya Raup Puluhan Juta

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pasutri jual sabu terungkap di Kabupaten Tasikmalaya. Sepasang suami istri asal Cikalong diduga menjalankan peredaran narkotika secara terstruktur, mulai dari pembelian, pengemasan, hingga distribusi dengan sistem tempel yang rapi. Pengungkapan kasus ini dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Tasikmalaya pada Kamis, 23 April 2026. Selain memperlihatkan pola peredaran yang sistematis, kasus ini […]

  • Diky Candranegara memimpin apel di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya saat mulai menjabat sebagai Plh Wali Kota

    Hari Pertama Jadi Plh Wali Kota, Diky Soroti HP Ilegal di Lapas

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Jumat pagi (8/5/2026), terlihat lebih sibuk dari biasanya. Sejumlah petugas pemasyarakatan tampak bersiaga sejak pagi di halaman dalam lapas. Beberapa pegawai berdiri berjejer mengikuti apel, sementara aktivitas warga binaan tetap berjalan dari balik blok tahanan. Pagi itu, Diky Candranegara datang untuk pertama kalinya sebagai Pelaksana […]

  • Perjanjian penitipan parkir

    Perspektif: Ketika Kendaraan Diparkir, Hak Warga Ikut Dititipkan

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Putusan MA menegaskan parkir adalah perjanjian penitipan, pengelola wajib bertanggung jawab atas kehilangan kendaraan. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Bagi banyak warga, memarkir kendaraan adalah rutinitas paling biasa. Datang, ambil karcis, kunci ditinggal, lalu masuk ke pusat aktivitas. Tidak ada negosiasi. Tidak ada pilihan. Kepercayaan diberikan begitu saja. Karena itu, ketika kendaraan hilang di area parkir, rasa […]

expand_less