Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » VAR, Adu Penalti, dan Malam Kelam Jerman di Piala Dunia

VAR, Adu Penalti, dan Malam Kelam Jerman di Piala Dunia

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 106
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Jerman vs Paraguay tidak hanya menghasilkan kejutan besar di Piala Dunia 2026, tetapi juga mengubah satu catatan sejarah yang selama ini melekat pada Die Mannschaft. Kekalahan Jerman lewat adu penalti membuat Paraguay melangkah ke babak berikutnya sekaligus mengakhiri rekor panjang yang belum pernah pecah sepanjang sejarah Piala Dunia.

Pertandingan babak 32 besar itu berakhir imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu sebelum Paraguay memastikan kemenangan 4-3 dalam adu penalti. Menurut laporan Reuters dan AP News, hasil tersebut menjadi kekalahan adu penalti pertama Jerman dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia sekaligus salah satu kejutan terbesar pada fase gugur turnamen tahun ini.

VAR Mengubah Arah Pertandingan

Jerman langsung mengambil inisiatif sejak menit-menit awal. Penguasaan bola berada di bawah kendali mereka, sementara Paraguay lebih banyak menunggu kesempatan melalui serangan balik.

Strategi itu justru membuahkan hasil lebih dahulu. Julio Enciso membawa Paraguay unggul dan memaksa Jerman meningkatkan intensitas serangan.

Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan gol balasan melalui Kai Havertz. Setelah skor kembali imbang, tempo pertandingan meningkat tajam karena kedua tim sama-sama berupaya menghindari babak tambahan.

Puncak drama hadir menjelang pertandingan berakhir. Jerman sempat merayakan gol yang diyakini menjadi penentu kemenangan. Namun, wasit menghentikan permainan setelah menerima rekomendasi peninjauan VAR.

Keputusan akhir membatalkan gol tersebut karena ditemukan pelanggaran dalam proses terjadinya gol. Momentum yang semula berada di kubu Jerman pun berubah. Paraguay memperoleh suntikan kepercayaan diri, sedangkan para pemain Jerman harus kembali memulai perjuangan dari awal.

Paraguay Menang Bukan karena Beruntung

Jika hanya melihat statistik, banyak orang mungkin mengira Jerman pantas menang. Mereka lebih dominan dalam penguasaan bola dan mampu menciptakan lebih banyak peluang.

Namun, pertandingan ini menunjukkan bahwa efektivitas sering kali lebih menentukan daripada dominasi.

Paraguay tampil disiplin sepanjang laga. Lini pertahanan mereka bekerja rapat, sementara para pemain tengah tidak memberi banyak ruang bagi Jerman untuk membangun serangan dari area berbahaya.

Saat pertandingan memasuki adu penalti, kepercayaan diri para pemain Paraguay terlihat tetap terjaga. Mereka menjalankan tugas dengan tenang dan berhasil memanfaatkan tekanan psikologis yang justru membebani lawan.

Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa organisasi permainan dan mental bertanding dapat mengimbangi perbedaan kualitas di atas kertas.

Rekor Jerman Akhirnya Berakhir

Selama bertahun-tahun, Jerman dikenal sebagai salah satu tim nasional dengan reputasi terbaik ketika menghadapi adu penalti di Piala Dunia.

Catatan itu kini tinggal sejarah.

Reuters mencatat kekalahan dari Paraguay menjadi kegagalan pertama Jerman dalam adu penalti di ajang Piala Dunia. Rekor yang bertahan selama beberapa dekade akhirnya runtuh dalam satu pertandingan yang penuh drama.

Fakta tersebut membuat hasil laga ini memiliki makna lebih besar dibanding sekadar tersingkir pada babak 32 besar.

Di sisi lain, keberhasilan Paraguay akan dikenang sebagai salah satu pencapaian paling bersejarah dalam perjalanan mereka di Piala Dunia.

Tekanan Kini Mengarah kepada Nagelsmann

Hasil mengecewakan ini juga memperbesar sorotan terhadap pelatih Julian Nagelsmann.

Dalam beberapa turnamen besar terakhir, Jerman belum mampu mengembalikan dominasi yang dahulu menjadi identitas mereka. Kekalahan dari Paraguay diperkirakan akan memunculkan evaluasi menyeluruh terhadap strategi, efektivitas penyelesaian akhir, hingga kemampuan tim mengelola tekanan pada momen-momen krusial.

Meski demikian, perjalanan sepak bola selalu menghadirkan ruang untuk bangkit. Tantangan terbesar bagi Jerman sekarang bukan sekadar mencari kemenangan berikutnya, melainkan membangun kembali kepercayaan diri setelah kehilangan salah satu rekor terbaik yang pernah mereka miliki.

Malam yang Akan Terus Dikenang

Laga Jerman vs Paraguay membuktikan bahwa sepak bola tidak selalu dimenangkan oleh tim yang paling dominan. Satu keputusan VAR mampu mengubah arah pertandingan. Satu adu penalti dapat menghapus rekor yang bertahan puluhan tahun.

Bagi Paraguay, malam itu menjadi bukti bahwa keberanian, disiplin, dan ketenangan mampu menumbangkan salah satu raksasa sepak bola dunia.

Bagi Jerman, pertandingan ini akan menjadi bahan evaluasi yang panjang sekaligus pengingat bahwa reputasi masa lalu tidak pernah menjamin hasil pada hari ini.

Rekor memang diciptakan untuk dipertahankan, tetapi Piala Dunia selalu punya cara menghadirkan kisah yang tak terduga. Di malam ketika Jerman kehilangan catatan terbaiknya, Paraguay justru menulis sejarah yang akan dikenang jauh setelah peluit akhir berbunyi. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • nasi goreng spesial

    Menu Keluarga: Nasi Goreng Spesial Praktis

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Nasi goreng spesial Laziiz jadi menu keluarga praktis, bergizi, dan terjangkau dengan bahan sederhana. albadarpost.com, LIFESTYLE – Menu nasi goreng spesial Laziiz menjadi pilihan keluarga untuk mengolah makanan rumahan yang praktis, bergizi, dan terjangkau. Dengan bahan sederhana dan waktu memasak sekitar 35 menit, menu ini menjawab kebutuhan keluarga akan hidangan cepat tanpa mengabaikan nilai gizi. […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa dalam kondisi takut dan cemas di malam hari dengan suasana hening dan penuh harapan

    Jangan Panik! Ini Doa Saat Takut yang Bikin Hati Langsung Tenang

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 226
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa tiba-tiba cemas tanpa sebab jelas? Jantung berdebar, pikiran penuh kekhawatiran, dan suasana terasa mencekam. Di momen seperti itu, banyak orang mencari doa ketika takut, doa saat cemas, atau doa penenang hati sebagai pegangan. Dalam Islam, rasa takut bukan sekadar emosi—ia adalah sinyal agar manusia kembali mengingat Allah dan memperkuat tawakal. […]

  • Petugas Satreskrim Polres Banjar mengamankan terduga pelaku curanmor dalam Operasi Jaran Lodaya 2026 beserta barang bukti sepeda motor.

    Operasi Jaran Lodaya Berhasil Ungkap Curanmor di Banjar

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH  — Kasus curanmor kembali menjadi perhatian masyarakat Kota Banjar. Seorang pria berinisial M diamankan Satreskrim Polres Banjar karena diduga terlibat dalam pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah Kecamatan Pataruman. Penangkapan dilakukan di tengah pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2026 yang berlangsung sejak 29 Mei hingga 7 Juni 2026. Operasi tersebut difokuskan untuk […]

  • DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya

    Pengembalian Rp100 Juta di DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Bukan Penutup Perkara

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Uang Rp100 juta sudah dikembalikan ke kas daerah. Tetapi pertanyaannya belum selesai. Dalam temuan BPK pada proyek Rekonstruksi Ruas Jalan Desa Sindangjaya–Cigadoan–Cikondang di DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, pengembalian uang justru membuka pintu baru: mengapa kelebihan pembayaran itu bisa terjadi sejak awal? Dalam LHP BPK atas LKPD Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Tahun Anggaran 2025, […]

  • pemalsuan produk

    Polres Tasikmalaya Bongkar Pemalsuan Produk Pangan di Dua Gudang

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya mengungkap pemalsuan produk tepung dan penyedap yang merugikan konsumen. albadarpost.com, LENSA – Polres Tasikmalaya Kota mengungkap praktik pemalsuan produk yang menempatkan konsumen pada risiko dan merusak pasar. Kepolisian menangkap seorang warga Kota Tasikmalaya yang diduga mengemas ulang tepung terigu dan penyedap rasa murah ke dalam kemasan premium. Kasus ini penting karena menyangkut keamanan […]

  • Bank Galunggung

    Bank Galunggung Borong 3 Penghargaan di TOP BUMD 2026, BUMD Tasikmalaya “Unjuk Gigi”?

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ada yang menarik dari gelaran TOP BUMD Awards 2026 tahun ini. Di tengah persaingan ketat antar BUMD, Bank Galunggung justru tampil mencolok. Bukan cuma menang, tapi langsung memborong tiga penghargaan sekaligus. Dalam konteks TOP BUMD 2026, capaian Bank Galunggung ini terasa spesial. Sebab, tidak banyak BUMD daerah yang mampu konsisten naik […]

expand_less