Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Ternyata Salat Qashar Tidak Sesederhana yang Dibayangkan

Ternyata Salat Qashar Tidak Sesederhana yang Dibayangkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Salat qashar menjadi salah satu rukhsah atau keringanan dalam Islam yang sering dibahas, tetapi jarang dikupas sampai detail. Banyak orang memahami hukum safar dan qashar hanya sebatas “kalau bepergian boleh memendekkan salat”. Padahal, praktiknya jauh lebih kompleks, terutama di era perjalanan modern sekarang.

Hari ini orang bisa bekerja dari kereta cepat, membalas email dari bandara, bahkan mengikuti rapat daring sambil menunggu boarding pesawat. Semuanya terasa cepat. Kadang terlalu cepat.

Namun di tengah mobilitas itu, pertanyaan tentang status musafir justru makin sering muncul.

“Kalau saya dinas luar kota seminggu, masih boleh qashar?”
“Kalau pulang-pergi antar kota tiap hari bagaimana?”

Kadang orang baru sadar status safarnya setelah iqamah mulai terdengar.

Dalil Salat Qashar dalam Al-Qur’an dan Hadis

Allah SWT berfirman:

“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah berdosa kamu mengqashar salatmu.”
(QS An-Nisa: 101)

Selain itu, Rasulullah SAW juga hampir selalu mengqashar salat ketika safar. Dalam hadis riwayat Muslim, Umar bin Khattab RA berkata:

“صَلَاةُ السَّفَرِ رَكْعَتَانِ تَمَامٌ غَيْرُ قَصْرٍ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكُمْ”
“Salat safar itu dua rakaat, sempurna dan bukan pengurangan.”

Karena itu, mayoritas ulama sepakat bahwa salat qashar merupakan bentuk kasih sayang syariat kepada manusia yang sedang dalam perjalanan.

Meskipun demikian, detail hukumnya tetap membutuhkan pemahaman yang matang.

Ukuran Safar Ternyata Tidak Selalu Sama

Sebagian masyarakat mengenal batas safar sekitar 80 kilometer. Akan tetapi, para ulama memiliki penjelasan yang lebih luas daripada sekadar hitungan angka.

Sebagian mazhab memang menetapkan jarak tertentu. Namun, sebagian ulama lain juga mempertimbangkan kebiasaan masyarakat tentang apa yang dianggap perjalanan jauh.

Di sinilah kehidupan modern mulai menghadirkan banyak pertanyaan baru.

Contohnya:

  • pekerja yang rutin Bandung–Jakarta,
  • sopir travel antarprovinsi,
  • wartawan liputan keliling daerah,
  • hingga pegawai proyek yang berpindah kota hampir setiap pekan.

Apakah semuanya otomatis boleh qashar?

Jawabannya tidak selalu sama.

Kadang situasi kecil di lapangan justru terasa lebih nyata dibanding perdebatan panjang di media sosial. Di beberapa rest area, charger ponsel kadang lebih cepat penuh dibanding safar yang terasa selesai.

Ketika Hotel Sudah Terasa Seperti Rumah Sendiri

Selain jarak perjalanan, niat tinggal juga menjadi pembahasan penting dalam fikih safar.

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa musafir yang berniat menetap selama beberapa hari dapat kehilangan status safarnya. Meski begitu, jumlah hari menurut tiap mazhab berbeda-beda.

Karena itu, seseorang tidak bisa langsung menganggap dirinya musafir terus-menerus hanya karena sedang berada di luar kota.

Masalah ini sering terjadi pada:

  • pekerja proyek,
  • sales lapangan,
  • konten kreator perjalanan,
  • hingga pegawai yang dinas berminggu-minggu.

Kadang situasinya terasa unik juga. Koper sudah terbuka penuh di kamar hotel. Sandal hotel sudah dipakai membeli kopi ke minimarket bawah. Bahkan laundry mulai menumpuk. Tetapi pertanyaan soal qashar masih terus muncul di kepala.

Dan memang, fikih tidak selalu sesederhana video pendek satu menit.

Perjalanan Nyaman, Apakah Tetap Bisa Qashar?

Dulu safar identik dengan rasa lelah, panas, dan perjalanan berat. Sekarang orang bisa bepergian sambil rebahan di kursi kereta eksekutif, menonton film, atau menikmati pendingin ruangan sepanjang jalan.

Lalu muncul pertanyaan:
“Kalau safarnya nyaman, apakah qashar masih berlaku?”

Mayoritas ulama tetap membolehkan qashar selama status safarnya terpenuhi. Sebab, hukum safar tidak bergantung sepenuhnya pada tingkat kelelahan seseorang.

Meski demikian, fenomena ini menjadi semakin menarik di era modern. Ada orang yang lebih sering bangun pagi di hotel dibanding di rumah sendiri.

Dan itu benar-benar terjadi sekarang.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Jadi Makmum

Banyak musafir juga belum memahami aturan qashar ketika salat berjamaah.

Jika seorang musafir menjadi makmum imam mukim yang salat empat rakaat, maka mayoritas ulama mewajibkan makmum mengikuti imam sampai selesai.

Artinya, makmum tidak boleh salam sendiri di rakaat kedua tanpa alasan syar’i.

Situasi seperti ini cukup sering terjadi di:

  • masjid rest area,
  • terminal,
  • bandara,
  • atau masjid pusat perbelanjaan.

Kadang orang baru sadar setelah melihat jamaah lain belum salam. Lalu buru-buru berdiri lagi. Situasi kecil seperti itu sering terjadi. Dan biasanya wajahnya langsung terlihat kikuk.

Salat Qashar Bukan Sekadar Pengurangan Rakaat

Allah SWT berfirman:

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”
(QS Al-Baqarah: 185)

Karena itu, qashar bukan hanya soal mempersingkat rakaat salat. Lebih dari itu, qashar menunjukkan bahwa Islam memahami kondisi manusia yang terus bergerak dan berpindah.

Hari ini perjalanan bukan cuma soal berpindah kota. Pikiran manusia juga ikut berpindah ke mana-mana. Tubuh ada di stasiun, tetapi kepala masih sibuk memikirkan target besok pagi.

Dan di tengah perjalanan yang makin cepat, manusia tetap butuh jeda untuk memastikan arah ibadahnya tidak ikut kabur.

Di zaman ketika manusia bisa bekerja dari mana saja dan tidur di kota berbeda setiap pekan, satu hal tetap tidak berubah: sejauh apa pun perjalanan seseorang, ia tetap membutuhkan arah agar langkahnya tidak kehilangan tujuan. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi kitab berbahasa Arab klasik di perpustakaan Islam kuno dengan suasana intelektual dan pencahayaan hangat.

    Peran Bahasa Arab dalam Ilmu Pengetahuan yang Jarang Disadari

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengenal bahasa Arab hanya sebagai bahasa agama atau bahasa ibadah. Padahal, bahasa Arab ilmu memiliki peran besar dalam sejarah pengetahuan dunia. Bahasa ini pernah menjadi pusat lahirnya berbagai kajian ilmiah, mulai dari kedokteran, astronomi, matematika, hingga filsafat. Bahkan, banyak istilah ilmiah modern berakar dari bahasa Arab yang berkembang selama masa […]

  • Kolaborasi Persib Bandung dan operator liga dalam penyesuaian Jadwal BRI Super League 2025/2026 demi prestasi internasional

    Kolaborasi Klub dan Liga, Kunci Idealnya Jadwal BRI Super League 2025/2026

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di tengah ketatnya kalender sepak bola modern, satu hal menjadi semakin jelas: kompetisi berkualitas lahir dari komunikasi yang sehat. Penyesuaian Jadwal BRI Super League 2025/2026 menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi klub dan operator liga mampu menjaga performa tim sekaligus martabat kompetisi nasional. Persib Bandung, yang tampil di dua panggung berbeda—domestik dan […]

  • Ilustrasi keteguhan Nabi Luth dalam menghadapi kaumnya yang menolak dakwah dan kebenaran

    Keteguhan Nabi Luth dalam Menghadapi Kaumnya yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Keteguhan Nabi Luth menjadi salah satu kisah yang penuh makna dalam sejarah Islam. Melalui kisah Nabi Luth, kita melihat bagaimana dakwah Nabi Luth menghadapi penolakan keras, bahkan dari kaumnya sendiri. Selain itu, ujian Nabi Luth menunjukkan betapa kuatnya kesabaran seorang nabi dalam menyampaikan kebenaran. Namun, yang jarang dibahas adalah bagaimana tekanan sosial […]

  • kisah Mushab bin Umair

    Kisah Haru Mushab bin Umair: Kaya Raya Hingga Gugur Tanpa Kafan

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Mushab bin Umair yang mengharukan menjadi salah satu cerita paling menyentuh dalam sejarah Islam. Sosok Mushab bin Umair dikenal sebagai pemuda tampan, kaya, dan terpandang di Makkah. Namun, perjalanan hidupnya berubah drastis setelah mengenal Islam. Kisah Mushab bin Umair ini bukan sekadar cerita sejarah, melainkan inspirasi tentang keimanan, pengorbanan, dan keteguhan […]

  • Kisah Nabi Ibrahim

    Saat Nabi Ibrahim Harus Memilih Iman atau Perasaan, Ini Pelajaran Besarnya

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Nabi Ibrahim menjadi salah satu cerita paling menyentuh dalam sejarah Islam. Tidak hanya berbicara tentang iman, perjalanan hidup Nabi Ibrahim juga mengajarkan arti keikhlasan, pengorbanan, dan keteguhan hati saat menghadapi ujian yang sangat berat. Hingga sekarang, kisah ini terus dikenang karena mampu menyentuh sisi terdalam manusia tentang cinta, kehilangan, dan kepasrahan […]

  • karakter murid

    Guru dan Rahasia Membaca Karakter Murid dalam 5 Menit Pertama di Kelas

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak guru mengira karakter murid baru terlihat setelah berhari-hari mengajar. Padahal, karakter murid, kepribadian siswa, dan sikap anak di kelas sering muncul dalam 5 menit pertama. Saat murid masuk ruangan, memilih tempat duduk, lalu merespons sapaan guru, mereka sebenarnya sedang menunjukkan pola perilaku yang penting. Karena itu, guru yang peka tidak hanya […]

expand_less