Nongkrong Saat Jam Sekolah, Pelajar Ditertibkan Polisi Garut
- account_circle redaktur
- calendar_month 58 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

Polsek Banyuresmi Tertibkan Pelajar Bolos Sekolah, Rabu (22/4/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pelajar bolos di Banyuresmi Garut mendadak menjadi perbincangan setelah aparat kepolisian turun langsung melakukan penertiban. Fenomena siswa bolos sekolah, pelajar nongkrong saat jam belajar, hingga aktivitas di luar lingkungan sekolah memicu keresahan masyarakat. Karena itu, jajaran Polsek Banyuresmi menggelar operasi penertiban untuk menekan pelanggaran disiplin pelajar sekaligus menjaga ketertiban umum.
Polisi Turun Tangan, Respons Keluhan Warga
Kapolsek Banyuresmi, Usep Heryaman, memimpin langsung Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Rabu (22/4/2026). Operasi dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dan menyasar titik-titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpul pelajar saat jam sekolah.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas laporan masyarakat. Warga mengeluhkan banyaknya pelajar dari tingkat SMA dan SMP yang tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar, tetapi justru menghabiskan waktu di luar sekolah.
“Penertiban ini bentuk kepedulian kami terhadap generasi muda, sekaligus menjaga ketertiban umum,” ujar Kapolsek di sela kegiatan.
Titik Nongkrong Jadi Sasaran Utama
Petugas menyisir sejumlah lokasi yang selama ini dikenal sebagai tempat favorit pelajar bolos. Area rental PlayStation di Kampung Mengger menjadi salah satu fokus utama. Selain itu, kawasan belakang Pasar Banyuresmi dan sekitar area pasar juga tidak luput dari pengawasan.
Di lokasi tersebut, petugas menemukan sejumlah pelajar yang berada di luar sekolah tanpa keterangan jelas. Situasi ini memperkuat indikasi bahwa praktik bolos sekolah masih terjadi secara terbuka.
Patroli dilakukan secara stasioner dan mobile. Dengan metode ini, petugas dapat menjangkau lebih banyak titik dalam waktu singkat.
Dua Kendaraan Diamankan, Pelajar Diberi Pembinaan
Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan dua unit sepeda motor yang digunakan pelajar saat bolos. Kendaraan tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Banyuresmi sebagai bagian dari penertiban.
Langkah ini tidak semata-mata bersifat penindakan. Petugas juga memberikan pembinaan kepada pelajar yang terjaring. Mereka diminta untuk kembali ke sekolah serta diingatkan tentang pentingnya disiplin.
Selain itu, pihak kepolisian memberikan tanda terima kepada pemilik kendaraan sebagai bagian dari prosedur administrasi.
Pendekatan ini menggabungkan penegakan aturan dan edukasi. Tujuannya jelas: mencegah pelanggaran serupa terulang.
Koordinasi dengan Sekolah Diperkuat
Selain patroli di lapangan, petugas juga menyambangi sekolah-sekolah di wilayah Banyuresmi. Koordinasi dilakukan dengan guru dan kepala sekolah untuk memperkuat pengawasan terhadap siswa.
Langkah ini dinilai penting karena penanganan masalah pelajar bolos tidak bisa dilakukan satu pihak saja. Sekolah, orang tua, dan aparat harus bergerak bersama.
Dengan komunikasi yang lebih intens, diharapkan setiap pelanggaran dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Ancaman Gangguan Kamtibmas Jadi Perhatian
Polisi menilai bahwa kebiasaan bolos tidak hanya berdampak pada pendidikan, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pelajar yang berada di luar sekolah tanpa pengawasan lebih rentan terlibat dalam aktivitas negatif. Karena itu, penertiban ini juga bertujuan mencegah potensi gangguan sejak dini.
Langkah preventif seperti ini dianggap lebih efektif dibandingkan penindakan setelah terjadi masalah.
Harapan: Disiplin Pelajar dan Dukungan Orang Tua
Kapolsek Banyuresmi berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran pelajar untuk lebih disiplin dalam mengikuti kegiatan belajar. Selain itu, peran orang tua dinilai sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak.
Dukungan dari sekolah juga menjadi faktor kunci. Dengan pengawasan yang lebih ketat dan komunikasi yang baik, pelanggaran dapat diminimalkan.
Upaya bersama ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan kondusif bagi proses pendidikan.
Penertiban pelajar bolos Banyuresmi menjadi langkah nyata aparat dalam menjaga disiplin generasi muda. Operasi ini tidak hanya menindak pelanggaran, tetapi juga membangun kesadaran bersama.
Jika pengawasan terus diperkuat dan semua pihak terlibat aktif, kebiasaan bolos dapat ditekan secara signifikan. Pada akhirnya, lingkungan pendidikan yang tertib akan memberi dampak positif bagi masa depan pelajar. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar